
Pietro yang sudah berjarak kurang lebih tiga ratus meteran dari Zafran sambil terus mengikuti jejak yang samar-samar tertinggal.
Tiba-tiba saja telinga tajam milik Pietro mendengar suaranya Molly yang sedang meminta tolong.
Dengan segera dan langsung berlari Pietro mengikuti arah sumber suara yang dia yakinin disitulah keberadaan dari Molly dan juga Zafran.
Tidak cuma Pietro saja yang mendengar teriakan meminta tolong dari Molly tadi, melainkan Agya dan juga beberapa para warga yang ikut mencari.
" Eeeh sepertinya aku tadi mendengar suara Molly meminta tolong?? ",, kata salah satu warga kepada semua warga.
" Iya tadi aku juga mendengarnya, apakah kamu juga ikut mendengar sama sepertiku dan dia?? ",, jawab dari salah satu warga kepada warga yang lain.
" Iya aku juga mendengarnya sama sepertimu, dan sepertinya suaranya berasal dari sana ",, jawab warga itu kepada warga yang tadi sambil menunjuk kesebuah arah.
" Iya sepertinya memang suaranya berasal darisana, ayo kita segera selamatkan Molly, sebelum dia diapa-apakan oleh Zafran ",, kata Agya kepada semua warga.
Akhirnya semua warga langsung saja melanjutkan langkah kaki mereka menuju kearah yang mereka tunjuk tadi.
Sedangkan Pietro yang sudah berjarak sepuluh meter dari Zafran, dia sudah melihat Zafran sedang berdiri sambil menggendong Molly.
Hati Pietro merasa sangat sakit sekali melihat miliknya disentuh oleh laki-laki lain.
Pietro tipe laki-laki anti yang miliknya disentuh oleh sembarangan orang.
Ketika Pietro sudah berada dijarak kurang lebih lima meteran dari Zafran, dia berjalan dengan perlahan untuk melumpuhkan Zafran dari belakang.
Karena Zafran daritadi tidak menyadari keberadaannya, itulah yang membuat Pietro tidak mau tiba-tiba menyerang Zafran, sebab Pietro takut jika Molly dijatuhkan paksa ketanah oleh Zafran.
Namun ketika jarak diantara dirinya dan juga Zafran sudah sekitar tiga meteran, mata Pietro dibuat sangat terkejut sekali, ketika dia melihat sendiri bagaimana tubuh Molly jatuh menghantam akar pohon yang besar itu dengan kepala yang menghantam batang pohon yang sangat keras sekali.
Pietro yang hampir saja ingin melumpuhkan Zafran tadi, namun dia dibuat terkejut terlebih dahulu dengan pemandangan yang sangat membuat hatinya langsung terbakar api neraka.
" Apa yang sudah kamu lakukan kepada My Queen!! ",, yaps begitulah yang langsung Pietro katakan kepada Zafran dengan suara yang sangat menyeramkan sekali.
Sungguh suara Pietro itu membuat bulu kuduk Zafran langsung merinding semuanya.
Dengan tubuh yang bergetar Zafran langsung saja menolehkan kepalanya kearah belakang untuk melihat orang yang punya suara tadi.
" Sang King ",, kata Zafran dengan tanpa suara ketika dia melihat Pietro sedang menatap kearahnya dengan tatapan memerah yang membakar jiwa.
" Aaaaaaaaa........................ ",, teriak Pietro dengan sangat keras sekali membuat semua burung-burung langsung saja berterbangan karena terkejut mendengar suara Pietro.
__ADS_1
Dan suara Pietro itu mempermudah bagi Agya dan juga para warga untuk mendatangi tempat Zafran.
Kaki Zafran semakin bergetar namun sebisa mungkin dia usahakan berdiri dengan tegap ketika mendengar sang King berteriak dengan begitu marah sekali kepadanya.
Gaya saja yang sok-sokan ingin membunuh dan mengalahkan Pietro, ketika Zafran sudah berhadapan langsung seperti saat ini dengan Pietro, nyali dia langsung saja menciut seketika.
Sejago-jagonya Zafran berkelahi, tidak akan ada apa-apanya dibandingkan dengan kelebihan yang dimiliki oleh Pietro.
Setelah berteriak seperti suara jeritan didalam neraka yang terdengar sangat mengerikan sekali, Pietro langsung saja menerjang tubuh Zafran dan langsung juga menududuki tubuhnya untuk dia beri pukulan bertubi-tubi kewajahnya.
Zafran tidak diberi ampun oleh Pietro sama sekali, dan dia sampai tidak bisa membalas atau memberontak dari pukulan yang diberikan oleh Pietro kepadanya.
Pietro menduduki tubuh Zafran sambil terus memberikan pukulan kearah wajah Zafran dengan sangat membabi buta.
Bugh.............. bugh.......... bugh.
Pukulan terus melayang kewajah Zafran yang sudah penuh dengan darah.
" Sudah aku bilang jangan ada yang berani menyentuh Ratuku!! ",, kata Pietro kepada Zafran dengan suara ngebass yang terdengar marah.
Bugh,............. bugh.......
Pukulan melayang lagi dan lagi.
Bugh, bugh, bugh, bugh, bugh....................
Banyak sekali pukulan yang Pietro berikan kewajah Zafran.
Para warga kampung dan juga Agya yang sudah sampai ditempat kejadian, mereka semua sangat terkejut sekali.
Ketika melihat sang King sedang memberikan pelajaran kepada Zafran.
Dan untuk Molly sendiri para warga kampung melihat, jika Molly sedang tidak sadarkan diri diatas akar pohon besar yang menjulang dari dalam tanah.
Semua warga kampung termasuk Agya, mereka semua tidak ada yang berani melerai, memisahkan atau bahkan menegur Pietro yang sedang memberikan pelajaran kepada Zafran.
Mereka semua hanya bisa menonton sambil menahan rasa sakit sendiri ketika melihat wajah Zafran sudah penuh dengan darah segar.
Bahkan tetua kampung Ayahnya siAgya yang ikut dalam rombongan, dia tidak berani bertindak kepada Pietro.
" Kamu harus mati ditanganku!! ",, kata Pietro kepada Zafran sambil terus memberikan pukulan kewajah Zafran.
__ADS_1
" Tidak akan aku biarkan orang yang sudah berani menyentuh Molly hidup didunia ini!! ",, kata Pietro lagi kepada Zafran.
Pietro terus memberikan pukulan demi pukulan kewajah Zafran, hingga tulang-tulang diwajah Zafran pada patah semua.
Zafran sudah tidak sadarkan diri, keadaan dia sangat memprihatinkan sekali, namun nyawa Zafran masih berada didalam raganya.
Pietro yang melihat Zafran masih hidup, dia lalu mengalihkan pandangannya kesemua penjuru hutan.
Dan ketika dia melihat sebelah sisi kanannya, ada sebuah batu yang berukuran cukup besar sekali.
Seketika Pietro langsung saja berdiri dari atas tubuh Zafran dan berjalan kearah batu tersebut.
Apa yang dilakukan oleh Pietro masih terus diperhatikan oleh para warga kampung semuanya.
Semua warga pada bertanda tanya didalam diri mereka sendiri dengan apa yang ingin dilakukan oleh Pietro.
Dan ketika Pietro sudah sampai didepan batu tersebut, dia langsung mengangkatnya dengan susah payah menggunakan kedua tangannya sendiri tanpa bantuan dari siapapun.
" Apakah Sang King akan membunuh Zafran dengan batu itu?? ",, begitulah bisikan demi bisikan yang dibicarakan oleh para warga kampung ketika melihat Pietro.
Sedang Agya dia hanya diam saja sambil terus memperhatikan Pietro yang sedang berjalan kearah Zafran sambil membawa batu yang berukuran cukup besar sekali itu.
Disaat Pietro sudah sampai disamping Zafran dengan batu yang berada tepat diatas kepala Zafran.
Agya dan tetua kampung langsung saja bertanya kepada Pietro sambil mencegahnya juga.
Karena Agya dan tetua kampung berharap, jangan sampai Pietro menjatuhkan batu tersebut keatas kepala siZafran.
" Sang King kami mohon jangan jatuhkan batu itu, biar kami saja yang memberikan hukuman kepada Zafran ",, kata Agya kepada Pietro.
" Iya Sang King saya sebagai tetua kampung, memohon kepada anda, jangan sang King, tolong jangan engkau membunuh Zafran, biar saya saja yang memberikan hukuman berat kepadanya ",, kata memohon dari tetua kampung juga kepada Pietro.
Pietro hanya menatap diam saja kearah Agya maupun tetua kampung tersebut ketika mereka berdua sedang memohon kepadanya.
Dikamus Pietro tidak ada yang namanya kata ampun, jadi....................
Dugh ............!!!
Dengan santainya Pietro melepaskan pegangan kedua tangannya dibatu besar yang dibawanya tadi, dan langsung jatuh tepat menimpa kepala siZafran.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
__ADS_1
...***TBC***...