
Dua pasang arwah yang di lihat oleh Pietro dan Molly terbang semakin mendekat saja ke arah mereka berdua.
Semakin dekat, hingga salah satunya sudah berdiri di samping box babynya Pietro dan Molly.
" Pietro ... ",, panggil seorang arwah perempuan yang sedang tersenyum kepada Pietro.
" Mama, Ayah ",, kata Pietro kepada sang arwah.
Dan ternyata arwah perempuan itu adalah Mama Lykke, Mama kandungnya Pietro yang sedang berdiri di samping sang suami, yaitu Ayah Eliot Roderick Ayah kandungnya Pietro.
" Molly ",, gantian sepasang arwah yang lainnya yang memanggil Molly.
" Ayah ",, kata Molly kepada sang arwah.
Dan memang benar, arwah tersebut adalah Ayah Calvin Ayah kandungnya Molly bersama Mama Elina, Mama kandungnya Molly.
" Jaga Molly Pietro, kini kamu sudah mempunyai anak yang lucu-lucu seperti mereka, jaga mereka sepenuh hati, jiwa dan raga kamu, karena mereka adalah anugrah terindah dari Tuhan yang di berikan kepadamu ",, pesan dari sang Ayah kepada Pietro.
" Mereka adalah masa depan kamu Pietro, rubahlah sifat buruk kamu itu yang kejam, mulailah hidup yang baru, jadilah panutan untuk ke dua anak kamu ini ",, pesan dari sang Mama juga kepada Pietro.
Pietro hanya diam saja tidak tahu mau menjawab bagaimana perkataan dari ke dua orang tuanya.
" Mama, Ayah Molly mau ikut kalian berdua, Molly rindu ",, kata Molly dengan tiba-tiba kepada arwah ke dua orang tuanya.
Pandangan dari Pietro yang tadinya sedang melihat ke arah arwah ke dua orang tuanya, langsung saja teralihkan ke arah Molly, ketika Molly berkata seperti itu kepada arwah ke dua orang tuanya.
Mama Elina Mama kandungnya Molly, dia langsung saja tersenyum sangat manis sekali kepada Molly.
Sang Mama yang sudah pergi meninggalkan Molly sejak kecil, dia saat ini sudah sangat bahagia sekali, ketika melihat Molly sekarang sudah menemukan kebahagiaannya sendiri tanpa dampingan darinya lagi.
" Molly, dunia kita berbeda Nak, kamu tidak bisa ikut dengan kami, tapi ketahuilah Nak, jika kamu akan selalu berada di dalam hati Ayah dan Mama ",, kata Mama Elina kepada Molly.
Molly yang belum bisa melakukan apa-apa, hanya bisa berbaring saja di atas ranjang pasiennya, dia pun langsung saja meneteskan air matanya ketika mendengar perkataan dari sang Mama.
" Ayah bangga kepada kamu Molly, selama Ayah tinggal sendirian di dunia ini, kamu bisa membuktikannya sendiri, jika kamu selalu menjadi cahaya untuk orang-orang di sekitar kamu ",, kata Ayah Calvin juga kepada Molly sambil tersenyum manis sekali.
" Ayah ",, kata Molly sambil meneteskan air matanya untuk sang Ayah yang sangat di rindukannya itu.
Pietro yang tidak tega melihat sang istri sedang menangis seperti itu, dia pun langsung saja mencoba menggenggam tangan Molly seperti ingin menyalurkan kekuatan kepada Molly.
__ADS_1
" Jaga cucu-cucu Ayah dengan baik, jadilah Mama yang baik untuk mereka, dan berikan kasih sayang yang melimpah seperti kami menyayangi kamu Molly ",, kata Ayah Calvin lagi kepada Molly.
Dan Ayah Eliot, Mama Lykke, Mama Elina serta Ayah Calvin pun tiba-tiba berbaris rapi lagi di depan ranjang pasiennya Molly.
Mereka berempat terus tersenyum sangat manis sekali kepada Molly dan Pietro yang sedang menggendong baby girlnya.
" Kami pergi Pietro, Molly, jaga diri dan anak-anak kalian dengan baik ",, kata Ayah Eliot kepada Pietro dan Molly.
" Ingat pesan kami ya Nak ",, kata Mama Lykke kepada Pietro.
Pietro hanya mengangguk saja kepada Mama Lykke dan Ayah Eliot.
" Daaa Molly, Mama sangat menyayangi kamu ",, kata Mama Elina kepada Molly sambil melambaikan tangannya.
" Ayah juga menyayangi kamu sayang ",, kata Ayah Calvin juga kepada Molly.
Semakin deraslah air mata yang di keluarkan oleh Molly ketika dia mendengar perkataan dari ke dua orang tuanya.
Setelah itu ke empat arwah itu melambaikan tangan mereka dan lama kelamaan memudar dengan sendirinya bersamaan dengan pintu ruang perawatan Molly terbuka dari luar.
Dan yang membuka pintu tersebut adalah dua orang suster yang ditugaskan untuk memeriksa keadaannya Molly.
Mendengar perkataan tegas dari Pietro, tentu saja ke dua suster itu langsung menghentikan langkah kaki mereka sebelum mereka sampai di ranjang pasiennya Molly.
" Tapi Tuan, kami ..... ",, kata salah satu suster langsung terpotong oleh perkataan dari Pietro.
" Pergi!! ",, kata singkat, simple, tenang namun syarat dengan ketegasan dari Pietro kepada ke dua suster tersebut.
" Baik Tuan, permisi dan kami akan kembali nanti saja ketika Nyonya Molly sudah lebih baik lagi keadaannya ",, kata salah satu suster kepada Pietro.
Pietro hanya diam saja tidak mau menanggapi perkataan dari suster tersebut.
Setelahnya ke dua suster itu langsung saja berlalu ke luar lagi dari dalam ruang perawatannya Molly tanpa membawa hasil apapun.
Molly sepeninggalan dari arwah ke dua orang tuanya, dia pun masih saja menangis dengan sangat pilu sekali.
Air mata dia seakan enggan untuk berhenti keluar dari kelopak matanya, karena dia masih merasa bersedih.
Dan Pietro yang melihatnya, dia pun semakin tidak tega sekali kepada Molly.
__ADS_1
" My Queen diamlah jangan menangis terus, lihatlah anak kita Molly, apakah kamu tidak mau memberikannya nama?? ",, kata Pietro mencoba mengalihkan pikiran dari Molly.
Molly yang mendengar perkataan dari Pietro, dia langsung saja mengalihkan pandangannya ke arah Pietro.
" Kakanda, apakah Kakanda percaya jika anak perempuan kita dia reinkarnasi dari Greta?? ",, tanya dari Molly kepada Pietro.
" Entahlah My Queen, antara percaya dan tidak, tapi dulu Kakek pernah bercerita, jika di salah satu ajaran Agama di dunia ini ada yang percaya dengan yang namanya reinkarnasi ",, jawab dari Pietro kepada Molly.
" Tapi apapun itu, dia tetap anak kita My Queen ",, kata Pietro lagi kepada Molly.
Molly langsung saja bisa tersenyum super tipis sekali kepada Pietro.
" Sekarang ayo kita beri nama untuk anak-anak kita sayang, mumpung kesempatan tidak ada Gilbert di sini ",, kata Pietro kepada Molly.
" Memangnya kenapa jika ada Gilbert di sini Kakanda?? ",, tanya dari Molly kepada Pietro.
" Dia pasti akan ikut usul nama untuk mereka dan Kakanda yakin nama yang akan dia berikan pastinya namanya jelek-jelek ",, jawab dari Pietro kepada Molly.
" Kakanda ada-ada saja, kalau begitu Kakanda saja yang memberikan nama untuk mereka, dan apakah Kakanda belum menyiapkan nama untuk mereka?? ",, tanya dari Molly kepada Pietro.
" Sudah, tapi siapa tahu My Queen ingin ikut memberikan nama untuk mereka juga ",, jawab dari Pietro kepada Molly.
" Tidak, ayo cepat Kakanda Molly mau dengar nama yang akan Kakanda berikan kepada mereka ",, kata Molly kepada Pietro.
" Karena berhubung dia perempuan, jadi Kakanda akan memberikannya nama dengan Aluisa yang berarti prajurit wanita yang tangguh ",, jawab dari Pietro kepada Molly sambil melihat ke arah baby girlnya.
" Nama lengkapnya adalah Aluisa Chequelo Clarinda Roderick yang artinya seorang prajurit wanita yang tangguh seperti sang penguasa yang mendapatkan kekuatan dari Tuhan, dan panggilannya baby A ",, kata Pietro lagi kepada Molly.
" Jika yang laki-laki Kakanda,?? Kakanda akan memberikannya nama siapa?? ",, tanya dari Molly kepada Pietro.
" Untuk jagoan kita, Kakanda akan memberikannya nama Cashel Micheangelo Raymond Roderick, yang berarti anak laki-laki yang berkuasa, kuat seperti Malaikat pelindung, dan panggilannya baby C ",, jawab dari Pietro kepada Molly sambil tersenyum.
" Nama mereka sangat bagus-bagus sekali Kakanda, Molly suka walau lidah Molly tidak bisa menyebutkannya ",, kata Molly kepada Pietro sambil tertawa.
Pietro langsung tertawa cukup keras ketika mendengar perkataan dari Molly, karena dia memang sengaja mencari nama seperti itu untuk ke dua anak-anaknya.
Sebab Pietro memang ingin memiliki anak yang tangguh dan kuat, walau dia seorang perempuan sekalipun.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
__ADS_1
...***TBC***...