KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
LORD SPOOKY


__ADS_3

Sebelum menjawab perkataan dari Tuan Abraham, Pietro memilih turun dari atas ranjang menuju ke jendela kamarnya.


Yaps kita masih membahas tentang Pietro dan juga Molly.


Dan untuk Molly sendiri dia mencoba memiringkan badannya untuk mencari posisi yang enak supaya punggungnya tidak terasa sakit.


" Tuan Abraham ",, kata Pietro kepada Tuan Abraham.


" Iya Tuan Roderick ",, jawab Tuan Abraham kepada Pietro.


" Saya tidak bisa berangkat ke Turki ",, kata Pietro kepada Tuan Abraham.


" Lho kenapa Tuan Roderick.........?? ",, tanya dari Tuan Abraham kepada Pietro.


" Semua persiapan untuk ke pergian anda sudah beres semua Tuan ",, sambung lagi perkataan dari Tuan Abraham kepada Pietro.


" Saya tidak bisa, karena istri saya sedang sakit!! ", jawab Pietro kepada Tuan Abraham.


Krik......... krik.......... krik........ krik.


Senyap seketika ketika Pietro mengatakan hal itu kepada Tuan Abraham.


Sebab Tuan Abraham sedang merasa terkejut sekali mendengar jika Pietro sang King Psikopat sudah mempunyai istri.


" Istri........... ?? ",, kata Tuan Abraham dengan ekspresi yang masih terkejut di seberang sana.


Iya wajar saja jika Tuan Abraham merasa terkejut, sebab semua orang yang mengenal Pietro kecuali keluarganya jika sang King Psikopat belum mempunyai istri.


" Iya istri,........ saya memang sudah menikah, dan istri saya sedang sakit saat ini ",, kata Pietro lagi kepada Tuan Abraham.


" Terus ini bagaimana Tuan Roderick?? ",, tanya dari Tuan Abraham kepada Pietro.


" Itu urusan mudah, serahkan semuanya kepada saya, biar anak buah saya yang akan terbang ke sana dan membawa Tuan Brush ke sini ",, jawab dari Pietro kepada Tuan Abraham.


" Nanti jika Tuan Brush sudah di bawa ke markas saya oleh para anak buah saya, biar nanti saya eksekusi ",, sambung lagi perkataan dari Pietro kepada Tuan Abraham.


" Anda terima beres saja Tuan, asal anda jangan lupa dengan komisi dan juga bonusnya ",, kata Pietro lagi kepada Tuan Abraham.


" Ok jika itu keputusan anda Tuan Roderick, saya mengikut saja, karena saya sudah tahu bagaimana kinerja anda dan juga para anak buah anda ",, jawab Tuan Abraham kepada Pietro.


" Dan untuk masalah komisi serta bonusnya, anda tenang saja Tuan Roderick, semuanya sudah saya persiapkan ",, kata Tuan Abraham lagi kepada Pietro.


" Ok, anda tunggu kabar dari saya saja nanti Tuan Abraham ",, kata Pietro kepada Tuan Abraham.

__ADS_1


" Baik Tuan Roderick ",, jawab dari Tuan Abraham kepada Pietro.


" Ya ",, jawab singkat dari Pietro kepada Tuan Abraham.


Dan setelahnya sambungan telefon mereka pun terputus juga.


Pietro yang sudah selesai mematikan sambungan telefon dari Tuan Abraham, dia langsung saja menghubungi setidaknya lima orang anak buahnya untuk segera terbang ke Turki.


Pietro menugaskan anak buahnya itu untuk menangkap Tuan Brush dan harus di bawa terbang menuju ke markasnya.


Anak buah dari Pietro langsung saja sigap untuk segera bersiap-siap melaksanakan tugas dari sang majikan.


Dan ketika Pietro sudah selesai memberikan perintah kepada para anak buahnya, dia langsung saja berjalan kembali ke arah ranjang untuk tidur.


Pietro langsung saja membawa Molly ke dalam pelukannya dan setelahnya dia mencoba untuk memejamkan matanya.


Sedangkan di luar sana tepatnya untuk arwah si Freja yang masih gentayangan karena masih ingin membalas dendam kepada Pietro.


Freja masih terbang ke sana dan kemari untuk mencari alamat rumah si Pietro.


" Dimana sih rumah Tuan Pietro itu?? ",, kata Freja sambil melayang di tengah-tengah jalan.


" Aku sepertinya sudah terbang jauh ke sana dan kemari kenapa aku masih belum menemukan alamat rumahnya ",, kata Freja lagi kepada dirinya sendiri.


" Ahaaa.......... aku punya ide ",, kata Freja yang sudah bisa menemukan sebuah ide.


Dan setelah mengatakan hal tersebut Freja langsung saja terbang menuju ke rumah Kak Ivar.


Sesampainya di rumah Kak Ivar, Freja langsung duduk di dahan pohon besar yang tidak jauh dari srumah Kak Ivar.


Ketika Freja edang duduk di dahan pohon besar tersebut, tiba-tiba saja dia di dekati oleh sesosok hantu penunggu pohon tersebut yang berwujud sangat menyeramkan sekali.


" Kamu siapa??, apa kamu anak baru di sini?? ",, kata arwah atau hantu penunggu pohon tersebut kepada Freja.


" Iya Tuan, maaf saya sudah lancang duduk di sini ",, jawab Freja kepada hantu penunggu pohon.


" Kenapa kamu terus melihat ke arah rumah Tuan Ivar, apa kamu mengenalnya?? ",, tanya dari hantu penunggu pohon itu lagi kepada Freja dengan suaranya yang ngebass menggelegar.


" Iya saya mengenalnya, tapi yang saya cari bukan Tuan Ivar, tapi adiknya yang bernama Tuan Pietro ",, jawab Freja kepada hantu penunggu pohon itu.


" Untuk apa kamu mencari Tuan Pietro??!! ",, tanya lagi dari hantu penunggu pohon itu kepada Freja.


" Aku ingin membalas dendam kepadanya, karena dia aku menjadi begini!! ",, jawab Freja dengan nada yang terlihat sangat marah sekali kepada Pietro.

__ADS_1


" Balas dendam??......... Hahahahaha ",, kata dari hantu penunggu pohon itu kepada Freja sambil tertawa dengan terbahak-bahak.


" Kenapa anda tertawa Tuan, apakah ada yang salah dengan saya yang ingin membalas dendam kepada Tuan Pietro?? ",, tanya Freja sambil menunjukkan wajah keheranan kepada hantu penunggu pohon tersebut.


" Tidak ada yang salah jika kamu ingin membalas dendam ",, jawab hantu penunggu pohon itu kepada Freja.


" Tapi yang salah itu jika kamu membalas dendam kepada orang yang salah ",, lanjut lagi perkataan dari hantu penunggu pohon tersebut kepada Freja.


" Maksud anda bagaimana Tuan?? ",, tanya Freja kepada hantu pohon itu.


" Saran saya lebih baik urungkan saja niat kamu itu yang ingin membalas dendam kepada Tuan Pietro ",, jawab dari hantu penunggu pohon itu kepada Freja.


" Kenapa memangnya Tuan??, apa anda tahu sesuatu tentang Tuan Pietro ",, tanya Freja lagi kepada hantu penunggu pohon itu.


" Saya tahu banyak tentang Keluarga Roderick, dan saya sudah ada di sini sejak mereka belum pada lahir ",, jawab dari hantu pohon itu lagi kepada Freja.


" Jadi saya menyarankan kamu untuk menghilangkan dendam kamu itu untuk Tuan Pietro, karena nanti kamu sendiri yang bakal hancur olehnya ",, sambung lagi perkataan dari hantu penunggu pohon itu kepada Freja.


" Jika anda tidak mau memberitahukanya kepada saya, tidak apa........., biar saya mencari tahunya sendiri ",, kata Freja kepada hantu penunggu pohon itu.


" Tapi bisakah anda menolong saya untuk menunjukkan dimana letak tempat tinggalnya Tuan Pietro??, saya mohon Tuan bantu saya ",, kata Freja lagi kepada hantu penunggu pohon tersebut.


" Jika kamu ingin mencari kehancuranmu sendiri, baiklah akan saya antarkan ke rumah Tuan Pietro ",, kata dari hantu penunggu pohon tersebut kepada Freja.


Freja langsung saja tersenyum senang, dan di dalam hatinya sudah mempunyai niat untuk membalas perbuatan Pietro kepadanya.


" Terimakasih Tuan, terimakasih Tuan ............?? ",, kata Freja kepada hantu penunggu pohon itu dan dia tidak tahu namanya.


" Panggil saja Lord Spooky ",, kata hantu pohon itu kepada Freja.


" Baik Lord Spooky, terimakasih ",, jawab Freja kepada Lord Spooky dengan sangat senang sekali.


Lord Spooky hanya mengangguk saja kepada Freja.


Dan setelahnya tiba-tiba saja Lord Spooky yang berbadan besar, berbulu serta juga mempunyai wajah yang hancur itu berubah menjadi hantu laki-laki yang sangat tampan sekali wajahnya.


Bahkan sampai-sampai Freja yang melihatnya di buat sangat terpesona oleh penampilan dan wajah dari Lord Spooky itu.


" Ayo pegang tangan saya ",, kata Lord Spooky kepada Freja ketika sudah berubah menjadi laki-laki tampan.


" Eeh iya ",, jawab Freja yang terkesima kepada Lord Spooky.


Setelah tangan mereka sudah berpegangan, Lord Spooky mengantarkan Freja menggunakan sejenis teleportasi, dan tahu-tahu Freja bersama Lord Spooky sudah sampai di hutan tempat tinggal Pietro.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...


__ADS_2