
Setelah mendapatkan penanganan pasca persalinan, Linn dan baby Ansel pun di pindahkan ke ruang perawatan biasa, yang kebetulan sekali bisa berada persis di sebelah ruang perawatannya Molly.
Baby Ansel sebelum di pindahkan ke ruang perawatan biasa, dia sangat tenang sekali, akan tetapi ketika dia baru saja di pindahkan ke ruang perawatan biasa oleh Dokter, baby Ansel menangis terus tiada henti.
Hal tersebut membuat semua orang terutama Kak Agler dan Linn merasa kebingungan sekali, karena baby Ansel rewel sekali.
Begitupun dengan baby A yang ada di ruang sebelah, dia tidak rewel, hanya saja selalu membuka matanya dan tidak mau tidur sama sekali.
Entahlah itu ikatan batin atau bukan, namun yang pasti, ke dua baby itu sama-sama membuat ke dua orang tua mereka merasa sangat heran sekali.
Kak Agler dan Linn, Mama Hanna serta Ayah Janu yang kebingungan dengan baby Ansel yang sangat rewel, salah satu dari mereka pun langsung memencet tombol darurat yang tersedia di situ.
Akan tetapi ketika Dokter memeriksa keadaan dari baby Ansel, baby Ansel dinyatakan baik-baik saja.
Alhasil Dokter menyarankan untuk menggendong baby Ansel saja jika itu bisa membuat sang baby terdiam dari suara tangisannya.
Sementara di ruang perawatannya Molly, baby A yang tidak mau tidur sendiri, sedangkan sang Kakak yaitu baby C sudah tertidur daritadi, membuat Agnes yang sedang menggendong baby A merasa sangat gemas namun juga kebingungan sekali.
" Molly, coba kamu n3n3nin lagi, masa daritadi baby A diam saja dengan mata terbuka tanpa mau tidur sama sekali ",, kata Agnes kepada Molly.
" Sini Kak, biar Pietro yang menggendong ",, kata Pietro kepada Agnes.
Agnes pun langsung saja memberikan baby A kepada Pietro.
Tadi ketika Agnes pertama kali mendengar nama panjang dari baby A dan baby C, dia merasa sangat terkejut sekali, sebab lidah Agnes yang terbiasa kesleo kalau berbicara semakin kesleo saja ketika menyebutkan nama baby A dan baby C.
Baby A yang sudah n3n3n kenyang dengan Molly dia masih sama saja, baby A masih terus membuka mata kecilnya itu dengan tubuh seperti di gerakkan terus menerus seperti minta di gendong.
Begitupun dengan baby Ansel yang masih terus menangis dengan sangat kencang sekali, membuat semua orang sampai bingung sendiri bagaimana cara menenangkan baby Ansel.
" Coba baby Ansel Papa bawa keluar untuk mencari udara, siapa tahu dia langsung terdiam Ma ",, kata Kak Agler kepada Linn dan ke dua orang tuanya.
" Jangan jauh-jauh Papa ",, kata Linn kepada Kak Agler.
" Cuma di depan ruangan ini saja sayang ",, jawab dari Kak Agler kepada Linn dan masih di dengar oleh Mama Hanna dan Ayah Janu.
__ADS_1
Linn pun hanya mengangguk saja kepada Kak Agler, dan setelah itu Kak Agler sambil menggendong baby Ansel dia lalu keluar juga dari dalam ruang perawatan sang istri.
Dan tidak sengaja bisa secara bersamaan dengan Kak Agler keluar Pietro pun keluar juga dari dalam ruang perawatan Molly sambil menggendong baby A di dalam gendongannya.
Saling melempar senyum ramah nan kaku Kak Agler dan Pietro tunjukkan satu sama lainnya.
" Cup-cup-cup oh sayang diamlah ",, kata Kak Agler terus menimang-nimang baby Ansel di dalam gendongannya.
" Baby anda kenapa Tuan,?? kenapa dia menangis seperti itu ",, tanya dari Pietro sambil berjalan mendekat ke arah Kak Agler.
" Tidak tahu Tuan, hanya saja jika dia di taruh di box babynya akan selalu menangis terus lebih parah dari ini, makanya ini saya coba ajak keluar siapa tahu bisa diam ",, jawab Kak Agler kepada Pietro.
Pietro yang sudah berada persis di sebelah Kak Agler, tuba-tiba saja baby Ansel langsung terdiam seketika, ketika dia bersebelahan dengan baby A.
" Eh ko diam ",, kata Kak Agler dengan sangat aneh sekali.
" Anda tadi meminta anak anda terdiam dari suara tangisannya, tapi ketika dia sudah diam kenapa anda menjadi heran sendiri Tuan ",, kata Pietro kepada Kak Agler.
Kak Agler hanya tertawa garing saja sambil terus memperhatikan baby Ansel yang sudah sangat anteng sekali di dalam gendongannya.
" Iya, baru kemarin dia melahirkan, dan ini anak ke dua kami ",, jawab dari Pietro kepada Kak Agler.
Entah ada angin apa lagi, padahal Pietro tipe orang yang sangat cuek sekali, akan tetapi ketika dia melihat Kak Agler sedang menggendong baby Ansel, membuat Pietro tergerak hatinya ingin mengobrol dengan Kak Agler.
" Wah selamat Tuan, ini juga baby ke dua saya dengan istri saya ",, kata Kak Agler kepada Pietro.
" Apakah bayi anda kembar juga Tuan?? ",, tanya dari Pietro kepada Kak Agler.
" Tidak, apakah baby anda kembar Tuan?? '',, tanya dari Kak Agler kepada Pietro.
" Iya, dan dia baby ke dua saya perempuan, yang kembarannya baby boy ",, jawab dari Pietro kepada Kak Agler.
" Wao, anda pasti sangat bahagia sekali Tuan, karena bisa mempunyai baby kembar seperti ini ",, kata Kak Agler kepada Pietro.
Kak Agler dan Pietro menjadi bisa mengobrol seputar anak mereka, karena ke dua baby masing-masing terdiam dan tidak rewel seperti tadi.
__ADS_1
Bahkan baby A sudah sangat terlelap sekali dalam tidurnya dalam gendongan sang Ayah yaitu Pietro.
Begitupun dengan baby Ansel, dia juga sudah tertidur sama lelapnya seperti baby A.
Ketika di rasa mereka berdua harus berpisah, sebab baby mereka sudah tertidur cukup lelap, baik Kak Agler dan Pietro berpamitan untuk masuk ke dalam ruang perawatan istri mereka masing-masing.
Baru saja Kak Agler ingin menaruh baby Ansel ke dalam box babynya, tiba-tiba saja dia terbangun dan menangis lagi dengan sangat keras sekali.
Iya sama saja dengan baby A, dia langsung membuka matanya sambil terus menggeliatkan tubuhnya seperti tidak nyaman saja dalam tidurnya.
" Ko menangis lagi sih kamu sayang ",, kata Kak Agler kepada baby Ansel.
" Ko baby Ansel menangis lagi Papa, tadi di luar Papa apakan dia bisa anteng dan diam seperti tadi?? ",, tanya dari Linn kepada Kak Agler.
" Papa cuma menggendongnya saja sambil berbincang dengan penghuni sebelah yang sama-sama menimang babynya ",, jawab dari Kak Agler kepada Linn dan masih di dengar Ayah Janu dan Mama Hanna.
" Apakah dia seorang perempuan Papa?? ",, tanya dari Linn kepada Kak Agler.
" Iya anak dia perempuan Ma, Mama jangan cemburu begitu dong ",, jawab Kak Agler menggoda Linn.
" Dan anaknya masih bayi baru lahir kemarin, dan yang menggendong adalah Ayahnya, dia anaknya kembar lho Ma ",, kata dari Kak Agler lagi kepada Linn.
" Waaah kembar, pasti keluarga mereka sedang sangat bahagia sekali itu ",, kata Mama Hanna kepada Kak Agler.
" Iya Ma, pasti itu ",, kata Ayah Janu menyahuti perkataan dari Mama Hanna.
Entah bagaimana caranya, akhirnya baby A bisa terdiam lagi dan tidur lagi dengan sangat lelap sekali.
Akan tetapi tidurnya baby Ansel tidak bisa selelap seperti tadi ketika dia berdekatan dengan baby A.
Begitupun dengan baby A, dia juga sudah tidur lagi, mungkin karena capek daritadi terjaga terus dari tidurnya.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...
__ADS_1