
Flashback beberapa menit sebelum kejadian penculikan dari Molly.
Zafran yang tadi terkejut ketika baru mengetahui jika Molly sudah menjadi istri dari Pietro, dia masih terus menatap dan menatap kearah Pietro dan juga Molly.
" Jangan mempunyai pemikiran gila ya Zafran, aku tahu dari tatapanmu itu seperti menyimpan sesuatu ",, kata Agya pada waktu itu kepada Zafran.
" Kita sudah berteman dari kecil, dan aku sangat tahu sekali bagaimana karakter kamu Zafran, terlebih kamu ingin membalas dendam kepada sang King ",, kata Agya lagi kepada Zafran.
" Tidak aku sangka ternyata Molly menyembunyikan kecantikannya kepada kita semua selama ini Agya ",, kata Zafran kepada Agya sambil terus menatap dengan memuja kearah Molly.
" Stop Zafran, jangan diteruskan memandang Molly seperti itu, dia sudah tidak bisa kita gapai ",, kata Agya kepada Zafran.
" Sadar Zafran sadar!! ",, kata Agya lagi kepada Zafran.
" Rasanya aku tidak rela Agya jika Molly bersama siPembunuh itu, dan aku juga menyesal kenapa tidak mengetahui kecantikan yang dimiliki oleh Molly sejak dulu ",, kata Zafran sambil mengalihkan pandangannya kearah Agya.
" Zafran,........... ",, kata Agya kepada Zafra.
" Aku tahu apa yang sedang kamu fikirkan ",, sambung lagi perkataan dari Agya kepada Zafran.
" Jangan bilang jika kamu ingin menculik Molly dari sang King Zafran ",, kata Agya kepada Zafra.
" Memang itu yang ada didalam otakku Agya, sungguh kamu memang benar kawan terbaikku bisa mengetahui maksudku tanpa aku bilang terlebih dahulu ",, kata Zafran sambil menepuk lengan siAgya.
Agya yang mendengar perkataan dari Zafran sang sahabat, dia langsung saja menggelengkan kepalanya kepada Zafran.
" Stop Zafran, stop!!, kamu bisa celaka sendiri nanti ",, kata Agya terus mencegah pemikiran jelek dari sang sahabat.
" Tidak, aku tidak mau Agya,.......... ",, jawab Zafran kepada Agya.
" Dia sudah membunuh Ayahku, dan sekarang saatnya aku membalas dendam kepadany, karena dia tidak boleh bahagia dengan Molly yang sangat cantik sekali itu ",, sambung lagi perkataan dari Zafran kepada Agya.
Ketika mendengar jawaban dari Zafran, tiba-tiba saja Agya langsung memukul wajah Zafran, dan hal itu sontak saja membuat Zafran menjadi sangat terkejut dan juga marah kepada Agya.
" Apa yang kamu lakukan Agya??!!, kenapa kamu memukul wajahku hah!! ",, kata Zafran dengan bernada marah kepada Agya.
" Biar kamu sadar, jika apa yang ada didalam isi otak kamu itu salah!! ",, bantah Agya kepada Zafran.
" Aku tidak peduli, jangan mengganggu urusanku, kamu urus saja urusanmu sendiri!! ",, kata Zafran kepada Agya sambil mendorong tubuh Agya dengan sangat kuat sekali.
Hingga Agya sampai tersungkur keatas tanah yang ditumbuhi rerumputan nan hijau tersebut.
Ketika Zafran baru saja mendorong Agya, dia melihat Molly masuk kedalam rumahnya sendirian tanpa ditemani oleh Pietro.
__ADS_1
Tanpa menunggu waktu lama, Zafran langsung saja berjalan dengan mengendap-ngendap untuk lewat pintu belakang rumah Molly.
Agya yang sudah tidak bisa mencegah kepergian dari Zafran, sambil menatap rumah Molly, Agya terus berperang dalam fikirannya apakah dia harus memberitahukan tindakan dari Zafran apa tidak.
Jika Agya bocorkan pasti persahabatannya dengan Zafran sejak kecil harus hancur, namun jika tidak pasti Pietro akan menjadi sangat marah sekali.
Akhirnya ketika Agya melihat sang Ayah dan semua warga kampung menjadi bahan pertaruhan nyawa untuk Pietro.
Disitulah Agya memilih keputusan yang tepat untuk menyelamatkan warga kampungnya.
Agya rela jika persahabatannya dengan Zafran hancur, yang penting kampungnya tidak hancur terlebih lagi nanti dia tidak melihat banyak orang yang tidak berdosa harus meninggal karena kemarahan sang King Psikopat.
Disaat Zafran sudah masuk kedalam rumah Molly, dia langsung melihat Molly sedang membelakanginya.
Karena Molly pada waktu itu yang sudah masuk kedalam rumahnya, dia sedang mencoba mengambil barang yang dia lupakan.
Senyum licik nan jahat terukir dibibir kissable milik Zafran, dan tidak mau menundanya lagi, Zafran langsung saja memukul tengkuk Molly hingga membuat Molly pingsan seketika.
Melihat Molly tidak sadarkan diri, Zafran langsung saja menggendong Molly keluar dari dalam rumahnya melewati pintu belakang dengan terus berjalan mengendap-ngendap.
Supaya Zafran tidak ketahuan jika dia sedang menggendong Molly, dia sengaja tidak melewati belakang rumah tetangganya Molly.
Namun lewat didalam hutan yang ditumbuhi semak-semak yang cukup tinggi hingga akhirnya Zafran sampai juga dirumah peninggalan dari Ayahnya dulu.
Zafran yang sudah masuk kedalam rumahnya melewati pintu belakang juga supaya tidak ketahuan, dia langsung saja menidurkan Molly diatas kursi kayu yang ada diruang tamunya.
" Sungguh sangat cantik sekali kamu Molly, kulit kamu mulus dan bersih sekali ",, kata Zafran yang sedang mengagumi wajah cantik milik Molly.
" Aku tidak bisa jika bersembunyi disini, pasti sebentar lagi sipembunuh kejam itu akan menuju kesini!!, iya aku pasti yakin itu, karena dia tidak menemukan Molly didalam rumahnya ",, kata Zafran sambil berbicara sendiri.
Zafran terus berfikir bagaimana cara dia pergi dari dalam rumahnya sambil membawa Molly.
Karena sejujurnya Zafran sangat ketakutan sekali dengan Pietro.
Zafran yang tidak bisa berfikir dengan matang, dia akhirnya membawa Molly lagi untuk masuk kedalam hutan yang berada tidak jauh dibelakang rumahnya.
Zafran terus berjalan dan berjalan sampai dia merasa capek, karena harus sambil menggendong Molly yang sedang pingsan.
Sedangkan Pietro dan semua warga termasuk dengan Agya, mereka semua yang sudah sampai didepan rumah Zafran, mereka semua langsung saja berteriak memanggil-manggil nama Zafran.
" Zafran..........!!, keluar kamu!! ",, kata semua warga kepada Zafran.
Panggilan untuk Zafran terus mereka suarakan, namun Pietro yang sudah tidak sabar, dia langsung saja menendang pintu rumah Zafran dengan sekali tendangan saja.
__ADS_1
Dan pada akhirnya rumah milik Zafran pintunya lepas dari engselnya karena ulah Pietro.
Semua warga langsung saja menerobos masuk kedalam rumah Zafran, termasuk Pietro untuk mencari keberadaannya Molly.
Semua seisi dalam rumah Zafran mereka obrak-abrik termasuk kamar dan juga didalam lemari, akan tetapi mereka tetap tidak bisa menemukan Zafran bersama Molly.
Pietro yang sudah dididik dan mempunyai cara tersendiri bagaimana untuk menemukan musuhnya, dia mengamati dengan sangat detail sekali.
Pietro terus mengamati dan mencium aroma tubuh Molly yang tertinggal, serta seperti jejak yang hanya Pietro yang tahu.
Hingga akhirnya Pietro sampai juga dipintu belakang rumah Zafran, dan benar saja pintunya tidak terkunci, bahkan seperti terbuka sedikit.
Padahal semua warga yang ikut masuk kedalam rumah belum sampai diarea belakang rumah apalagi sampai membuka pintu belakang.
Ketika Pietro membuka pintu rumah yang belakang, Pietro menemukan jejak kaki seperti baru saja terinjak.
Terlebih lagi ada rerumputan yang sedang bergerak perlahan ingin berdiri, karena seperti baru saja terinjak.
Insting berburu Pietro yang liar seperti hewan buas, langsung saja membuatnya bergegas masuk kedalam hutan
Dan Agya yang melihat kepergian dari Pietro, dia langsung saja mengikuti kemana langkah kaki Pietro yang masuk kedalam hutan.
Salah satu warga yang melihat kepergian dari Agya, dia langsung saja mengajak para warga yang lain untuk mengikutinya.
Akhirnya semua orang langsung berjalan menuju kearah hutan untuk mencari Zafran.
Dan Zafran sendiri yang mendengar suara ramai-ramai sambil berteriak memanggil namanya, dia langsung saja merasa semakin ketakutan saja.
" Aduh mereka semua sudah tahu jika aku yang menculik Molly ",, kata Zafran kepada dirinya sendiri.
" Ini pasti ulah Agya, iya pasti dia yang mengatakan kepada semua warga, awas saja kamu Agya!! ".. kata Zafran lagi sambil menahan rasa marahnya untuk Agya.
Setelahnya Zafran mencoba menggendong Molly lagi untuk dia bawah lebih jauh lagi masuk kedalam hutan.
Tidak tahukah Zafran, atau dia lupa atau bagaimana, entahlah.
Hutan itu tempat tinggal Pietro, dan hutan adalah kehidupan keduanya Pietro.
Sejauh apapun, sedalam dan sebagaimana Zafran masuk kedalam hutan untuk bersembunyi dari Pietro.
Pietro pasti akan dengan mudah menemukan keberadaannya, terlebih lagi aroma tubuh Molly sangat bisa dikenali oleh Pietro dari jarak hanya Pietro yang tahu.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
__ADS_1
...***TBC***...