
Tidak terasa sudah sekitar lima hari saja Elina di rawat di rumah sakit.
Dan selama itu pula yang selalu aktif menemani Gilbert, Elina serta baby Alarico di rumah sakit adalah Kak Ivar, Agnes, Danish, maupun Ayah Eric.
Membicarakan soal Danish, Danish begitu sangat senang sekali mempunyai keponakan baru, dan dia maunya di panggil Daddy oleh Alarico, bukannya Paman.
Gilbert tentu saja menolak dong, dia Ayahnya, kenapa panggilan keren malah di sematkan untuk Danish.
Jadi untuk menengahi perdebatan antara Danish dan Gilbert, Elina mengusulkan, jika Gilbert di panggil Papi, dan dirinya di panggil Mami.
Alhasil sekarang Daddy untuk Danish, dan Papi - Mami untuk Gilbert dan Elina.
Selama Elina di rumah sakit, Pietro dan Molly tidak bisa berkunjung sama sekali.
Selain Molly baru saja melahirkan, Pietro juga sedang sibuk melatih singa betina hasil perburuannya, dan juga menunggu Molly yang benar-benar masih membutuhkan bantuannya.
Jadi, barulah Molly dan Pietro beserta baby Leonardo baru bisa melihat anggota keluarga baru mereka, ketika Elina dan baby Alarico sudah sampai di rumah super mewahnya yang ada di sebelah rumah mereka.
Ketika pertama kali Alva melihat Pietro sudah bisa menangkap seekor singa betina, dia sangat senang sekali, Alva ingin segera mendekati singa betina itu.
Tapi sayang, Pietro langsung melarangnya, karena memang singa betina itu masih belum jinak sama sekali.
Dan Alva yang melihat singa betina itu sudah ada di dalam kandang si King, dia begitu sangat senang sekali.
Karena itu tandangnya si King akan segera mempunyai penerus, serta saking begitu senangnya dengan singa betina itu, Alva memberi nama dengan panggilan Queen.
" Queen?? ",, tanya Pietro pada waktu itu kepada Alva.
" Iya Queen Paman, karena Raja pasti pasangannya Ratu ",, jawab Alva kepada Pietro.
" Ok, baiklah Paman setuju ",, jawab Pietro kepada Alva.
Pietro, selain memberikan makan kepada Queen, dia juga memberikan ramuan-ramuan herbal untuk membuat Queen lebih menurut dan naluri hewan liarnya bisa sedikit berkurang.
Karena di dalam rumah super mewah milik Pietro, ada begitu banyak orang, terutama tiga orang baby yang harus ekstra pengawasannya.
King sendiri belum terlalu dekat dengan singa betina itu, karena singa betina itu masih menunjukkan keengganan ketika melihat King.
Bahkan jika si King mencoba mendekati Queen, Queen akan memilih pergi menghindar.
Jadi, untuk menghilangkan rasa galaunya, King lalu memilih untuk ke luar dari dalam kandang dan bermain di luar kandang, meninggalkan si Queen yang hanya bisa memandangi si King dari dalam kandang.
Sebab si Queen belum boleh di lepas bebaskan oleh Pietro, untuk berkeliaran di dalam rumahnya.
Saat ini sudah genap satu minggu usia baby Alarico, dan untuk baby Leon sekitar delapan hari, selisih satu hari saja.
Dan untuk merayakan kelahiran dari baby Leon serta baby Alarico, Kak Ivar, Pietro serta Gilbert sengaja mengadakan pesta syukuran di rumah super mewah milik Pietro.
Semua kolega yang mereka kenal terutama kolega bisnisnya Gilbert dan Kak Ivar, mereka semua di undang ke acara syukuran baby Leon dan baby Alarico.
Serta jangan lupakan kelucuan dari baby Chasel dan juga baby Aluisa yang selalu mencuri perhatian dari semua orang yang hadir.
Danish yang sedang duduk bersantai, tiba-tiba dia di dekati oleh sang Ayah yang langsung duduk di kursi sebelahnya.
" Danish, kamu tidak mau mencari calon istri, siapa tahu koleganya Gilbert dan Tuan Ivar ada yang menarik hatimu ",, kata Ayah Eric kepada Danish yang sedang menikmati pestanya.
" Tidak Ayah, malas, begini saja enak, sambil ikut membesarkan baby Rico ",, jawab Danish kepada Ayah Eric.
" Lihat umur kamu, kamu sudah tua Danish, masa kamu tidak ada h45rat ingin berumah tangga ",, nasihat dari Ayah Eric lagi kepada Danish.
__ADS_1
" Tidak masalah bagi Danish Ayah, karena Danish sangat happy dengan masa kesendirianku saat ini ",, jawab Danish lagi kepada Ayah Eric.
" Terserah kamu saja Danish, Ayah capek menasihati kamu ",, kata Ayah Eric kepada Danish.
" Semoga saja, suatu saat ini ada seorang wanita yang bisa membuka hatimu yang sudah keras seperti es batu ",, kata Ayah Eric lagi kepada Danish.
Danish hanya tertawa saja menanggapi perkataan dari sang Ayah.
Setelahnya, Ayah Eric memilih beranjak pergi meninggalkan Danish yang cuek-cuek saja melihat begitu banyak perempuan cantik di situ.
Pesta berjalan dengan sangat lancar sekali, semua orang sangat menikmati jalannya pesta, dari Keluarga besar dan juga semua kolega yang hadir, sangat senang bisa di undang di acara pesta kelahirannya baby Alarico atau biasa di panggil Rico dan juga baby Leonardo atau baby Leon.
Ke dua baby yang sedang menjadi tokoh utamanya malam itu, banyak sekali mendapatkan kado dari para tamu undangan yang hadir.
Dan Pietro sendiri, walau cukup banyak tidak mengenal siapa saja yang hadir, tapi hampir mereka semua mengenal siapa itu Pietro Roderick.
Sang King Psikopat yang sangat di takuti oleh para kalangan pembisnis atau para mafia yang ada di Negara tersebut.
" Tidak saya sangka, ternyata Tuan Roderick adik kandungnya Tuan Ivar Roderick ",, bisik salah satu pembisnis A kepada temannya.
" Iya, saya kira juga Marga Roderick mereka itu berbeda, ternyata masih satu Keluarga ",, jawab sang pembisnis B kepada pembisnis A.
" Apakah kamu tahu, kekejaman dari Tuan Pietro Roderick?? ",, bisik dari pembisnis C kepada pembisnis A dan B.
" Tahu dong, dia tidak segan-segan untuk menguliti, memotong bahkan mengambil or94n d4lam mangsanya ",, jawab dari pembisnis A kepada pembisnis B dan C.
" Waaah kamu ko bisa tahu sedetail itu bro, dari mana?? ",, tanya dari pembisnis C kepada pembisnis A.
" Dulu saudara saya ada yang memakai jasanya, sumpah saya sampai mau muntah melihat mangsa yang sudah di eksekusi oleh Tuan Pietro Roderick, sungguh saya akui dia benar-benar sangat kejam sekali ",, jawab dari pembisnis A kepada pembisnis C dan B.
" Eh, tapi tidak sangka ya, istri dari Tuan Pietro Roderick, dia sangat cantik sekali, dua bola matanya itu lho sangat indah ",, kata dari pembisnis B kepada pembisnis A dan C.
" Suusstt sudah diam, ada Tuan Ivar yang ingin berjalan ke arah kita ",, tegur dari pembisnis A kepada ke dua temannya.
Iya begitulah sekiranya, bisikan demi bisikan yang di lontarkan dari para kolega yang hadir.
Walau mereka sudah mengetahui siapa anak dan juga istri dari sang King Psikopat, tapi mereka semua akan berpikir untuk dua kali jika ingin mencelakai mereka berdua.
Yang lain pada sibuk dengan pesta yang ada, Alva dengan santainya dan memilih bermain bersama si King dan juga Queen.
Queen yang sedang rebahan tapi dengan mata yang terbuka lebar, dia hanya diam saja ketika Alva mencoba masuk ke dalam kandang.
Padahal Pietro sudah melarang semua orang untuk masuk ke dalam kandang King dan Queen, karena Queen masih terbilang liar.
Namun sepertinya, Alva tidak menghiraukan larangan dari sang Paman.
" Halo Queen ",, sapa Alva dengan menahan rasa takutnya.
King pun yang melihat Alva masuk ke dalam kandangnya, dia sudah siap berada di samping Alva, untuk berjaga-jaga jika Queen akan menyerang Alva.
Alva terus mencoba berjalan mendekati Queen dengan sangat perlahan-lahan sekali, supaya Queen tidak terkejut dan merasa takut dengannya.
" Jangan takut ya Queen, aku cuma ingin mengajak kamu bermain saja sama seperti si King ",, kata Alva kepada Queen.
Queen masih diam saja, dengan mata yang terus menatap ke arah Alva.
" Tenang ya Queen, tenang ",, kata Alva lagi.
Tanpa dia sadari, Alva sudah sampai di depan Queen, dan dia sengaja mencoba menjulurkan tangannya untuk memegang kepala si Queen.
__ADS_1
Perlahan dan perlahan, akhirnya Alva bisa menyentuh kepala si Queen, yang daritadi hanya diam saja ketika dia sentuh.
" Queen kamu manis sekali ",, kata Alva mencoba mengusap kepala si Queen.
Semua para kolega bisnis yang hadir mereka semua tidak ada yang mengetahui, jika sang King Psikopat mempunyai hewan peliharaan.
Jadi, ketika si King dan Queen yang sudah menurut kepada Alva, mereka berdua dengan tenangnya berjalan mengikuti ke mana langkah kaki Alva berjalan.
Alva sungguh sangat menyebalkan sekali bagi Gilbert, lagi dan lagi dia membebaskan singa yang sudah sengaja Pietro kurung, supaya tidak mengacaukan jalannya pesta.
Semua orang yang belum mengenal siapa King dan Queen, tentu saja mereka semua langsung lari kocar-kacir ketika melihat dua ekor singa masuk ke dalam rumah.
Dan Gilbert yang melihat kelakuan dari sang keponakan, dia langsung saja berteriak dengan sangat keras sekali.
" Alvaaaaaaaaaaaaaaa!! ",, teriak Gilbert kepada Alva.
" Hauuuuuuummmm ",, auman super keras dari King untuk Gilbert.
Selalu begitu, King tidak terima jika ada yang berkata keras kepada Alva.
Dan King yang sedang mengaum kepada Gilbert, langsung mengundang gelak tawa dari para Keluarga besar yang hadir.
Tapi tidak untuk para kolega yang hadir, mereka semua masih ngeri-ngeri takut, jika tiba-tiba akan di santap oleh King atau Queen.
Alva seperti pawang singa, karena dia berdiri di tengah-tengah King dan Queen dengan begitu manisnya.
Pietro, yang melihat Queen di keluarkan dari dalam kandang oleh Alva, dia langsung saja menyuruh anak buahnya untuk menyiapkan ramuan bius.
Sebab Pietro, tidak mau jika Queen akan berbuat onar, karena Queen termasuk belum terlalu jinak sama seperti King, dan Queen cuma jinaknya sama Pietro saja.
" Alva kenapa Queen kamu ke luarkan dari dalam kandang?? ",, tanya Pietro sambil berjalan mendekati Alva.
" Alva tidak mau mengeluarkan mereka Paman, hanya saja tadi, ketika Alva mau ke luar dari dalam kandang, King dan Queen melarangnya dengan menarik terus gaun Alva, lihatlah sampai robek kan?? ",, jawab Alva sambil menunjukkan gaunnya yang sudah robek di tarik King dan Queen tadi.
" Tapi Queen belum jinak Alva ",, kata Pietro yang di dengar oleh semua orang.
Dan semua orang, terutama para kolega semakin takut saja mendengar jika Queen belum jinak.
" Tenang saja Paman, dia sudah jinak ko sama Alva ",, jawab Alva sambil mengusap kepala si Queen.
" Alva, main di belakang saja ya, ajak King sama Queen pergi dari sini, lihatlah Paman kamu Gilbert, sebentar lagi nanti bisa ke luar tanduk di kepalanya ",, kata Kak Ivar kepada Alva.
" Ok Paman, eeh Ayah, maaf ",, jawab Alva sambil tertawa dan menunjukkan ke dua jarinya membentuk huruf v.
Setelahnya, Alva langsung berlalu pergi dari situ untuk bermain di area belakang bersama King dan Queen.
Kak Ivar hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah dari sang putri, yang tidak merasa takut sama sekali dengan dua ekor singa itu.
Sedangkan Pietro yang melihat Alva sudah berlalu bersama King dan Queen, dia langsung menyuruh salah satu anak buahnya untuk menjaga Alva, dan menyuruh menyuntikkan bius kepada Queen. jika Queen akan menyerang Alva.
Ada beberapa kolega yang mempunyai anak laki-laki dan melihat dengan jelas aksinya Alva, mereka semua di dalam hati ingin menjadikan Alva kelak sebagai calon menantunya.
Karena pikir mereka semua, jika seorang wanita bisa menakhlukkan dua ekor singa yang ganas, berarti dia termasuk wanita yang kuat dan pantas untuk mendampingi anak laki-laki mereka, yang nantinya akan menjadi penerus bisnis yang sudah mereka bangun.
...๐ธ๏ธ๐ธ๏ธ๐ธ๏ธ๐ธ๏ธ๐ธ๏ธ๐ธ๏ธ๐ธ๏ธ๐ธ๏ธ๐ธ๏ธ๐ธ๏ธ๐ธ๏ธ๐ธ๏ธ๐ธ๏ธ...
Sepertinya saingan dari L anak dari Papa Alex akan banyak nantinya๐คญ.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
__ADS_1
...***TBC BONCHAP***...