KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
PIETRO - MOLLY


__ADS_3

Ketika Pietro menggendong tubuh Molly, Molly sendiri antara sadar dan tidak sadar, dan Molly pun juga tidak bisa memberontak sama sekali kepada Pietro, karena efek tubuhnya yang benar-benar sangat tidak berdaya sama sekali.


Yang bisa Molly lakukan adalah pasrah saja ketika Pietro membawanya kedalam kamarnya lagi.


Tubuh dari siPietro yang masih berlumuran darah, menempel semua ditubuh dan bajunya Molly.


Dan ketika Pietro sudah menaruh Molly diatas ranjangnya, sprei ranjangnya pun juga sama terkena semua darah yang menempel ditubuh Pietro.


Pietro yang sudah menaruh Molly diatas ranjangnya, dia langsung saja mengambil ramuan yang sudah dia buat sebelumnya sebagai obat persediaan didalam rumahnya.


Ketika ramuan itu sudah berada ditangan Pietro, dia langsung saja menuangkan ramuan itu kedalam gelas hanya sedikit saja dan lalu setelahnya Pietro campur dengan air putih sampai setengah gelas saja.


Pietro yang sudah meracikkan ramuan itu untuk Molly, dia langsung saja menyuruh Molly untuk meminum ramuan tersebut, yah jika diIndonesia bisa dibilang seperti jamu.


" Minumlah ",, kata Pietro sambil berusaha membantu Molly untuk bangun.


" Tidak mau, pasti didalamnya ada racun ",, kata Molly dengan suara pelan dan lemasnya kepada Pietro.


" Tidak ada racun didalam gelas ini, minum saja, saya jamin kamu akan segera baikkan ",, jawab lembut dari Pietro kepada Molly.


Ada angin apa Pietro bisa berbicara selembut itu kepada seorang wanita, dan wanita itu adalah Molly.


Antara mau dan tidak mau akhirnya Molly mau minum juga racikan ramuan yang Pietro buat tadi sampai habis.


" Rasanya seperti yang biasanya aku minum ",, kata batin dari Molly ketika meminum ramuan tersebut.


" Tidur dan beristirahatlah, saya mau mandi dulu ", kata Pietro kepada Molly, disaat Molly sudah meminum ramuannya.


Molly hanya diam saja tidak menanggapi perkataan dari Pietro.


Dan Molly yang melihat tubuh Pietro penuh dengan lumuran darah, membuatnya sedikit penasaran, namun Molly malas sekali untuk bertanya kepada Pietro.


Pietro pun setelah membantu Molly untuk tiduran lagi diatas ranjangnya, dia langsung saja beranjak pergi menuju kedalam kamar mandi yang ada didalam kamarnya.


Didalam kamar mandi Pietro dengan segera membersihkan seluruh tubuhnya yang penuh dengan darah dari para mangsanya tadi.


Dan tidak lupa juga semua yang melekat ditubuh Pietro akan dia buang, karena Pietro tidak mau menyimpan sesuatu yang terkena darah dari para mangsanya.

__ADS_1


Termasuk juga semua pakaian dari Molly serta spreinya itu, pasti nanti akan Pietro buang karena terkena tetesan darah dari tubuhnya tadi.


Sedangkan Molly sendiri, ketika dia samar-samar melihat Pietro sudah berlalu pergi menuju kedalam kamar mandi.


Walau didalam hatinya ada rasa takut kepada Pietro, namun secara bersamaan juga Molly merasakan ada rasa nyaman dan tenang ketika melihat Pietro sudah pulang.


Hingga tanpa sadar perasaan itu membuat Molly cepat lelap dalam tidurnya, ditambah efek ramuan yang tadi diminum olehnya.


King yang tadi sudah ditinggal pergi oleh Pietro dan juga Molly, dia langsung saja berjalan tenang menuju kedalam kandangnya lagi untuk menjaga kedua jasad dari pemburu tadi.


Pietro tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mandi, karena didalam kamarnya sedang ada Molly.


Dan Pietro yang sudah selesai mandi, dia langsung saja keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan handuk sepinggangnya saja.


Ketika Pietro sudah keluar dari dalam kamar mandi, dia langsung melihat Molly sudah memejamkan matanya dengan cukup lelap.


Pietro lalu mencoba berjalan pelan untuk mendekati Molly yang sedang tertidur cantik diatas ranjang miliknya, yang selama dia tinggal disitu tidak ada orang yang berani menempati ranjangnya selain dirinya sendiri.


" Sungguh gadis ini sangat cantik sekali, bahkan aku tidak tahu siapa nama dia sampai sekarang ",, kata batin dari Pietro sambil memandang wajah cantik dari Molly yang sedang tertidur.


Setelah berkata seperti itu, Pietro langsung saja melangkahkan kakinya menuju kelaci meja yang ada didalam kamarnya.


Ternyata Pietro ingin mengambil gunting yang dia miliki dan jangan ditanyakan bagaimana ketajamannya.


Setelah membawa guntingnya, Pietro langsung saja membawanya untuk didekatkan ketubuh Molly.


Eeiiittss tenang saja readers, Pietro tidak akan memotong tubuh Molly, melainkan akan memotong dress yang dipakai oleh Molly.


Dengan perlahan dan hati-hati supaya tidak membangunkan Molly akhirnya Pietro berhasil juga memotong dress yang dipakai Molly hingga akhirnya Molly pun bertel4nj4n9 bulat didepan Pietro.


Sekuat tenaga Pietro menahan gejolak n4f5u liarnya yang tiba-tiba saja bangkit ketika melihat tubuh indah dari Molly dihadapannya sekarang.


" Huuuuuuuhhh.................... ",, Pietro menghela nafasnya sejenak karena harus menurunkan tingkat n4f5u liarnya yang sudah ada dipucuk.


" Sungguh gadis ini cuma hanya diam saja seperti ini, aku sudah tidak tahan ingin menyentuhnya lagi ",, kata Pietro dengan suara pelan.


Setelah itu Pietro mencoba menarik kain dress yang dipakai oleh Molly yang ada dipundak Molly dengan pelan-pelan sekali.

__ADS_1


Menurut Pietro dia sudah pelan sekali menarik kain dressnya supaya tidak membangunkan Molly, tapi entah kenapa Molly terbangun juga dari tidurnya.


Dan ketika Molly sudah terbangun, dia sungguh langsung saja merasa sangat terkejut sekali, sebab Molly melihat Pietro sedang melepaskan bajunya, sedang Pietro sendiri dalam keadaan cuma memakai handuk sepinggangnya saja.


" Aaaaaaaaaaaaaaaaaa, a............apa yang ingin anda lakukan kepada saya lagi Tuan, ampun Tuan jangan p3rk054 saya lagi ", kata Molly dengan sangat ketakutan sekali kepada Pietro sambil menutupi bagian tersensitifnya.


" Saya tidak mau memp3rk054 kamu lagi, walau saya ingin......... ",, jawab Pietro kepada Molly.


" Saya hanya ingin mengganti baju kamu yang kotor itu ",, sambung lagi perkataan dari Pietro kepada Molly.


Saat ini Pietro tidak menunjukkan wajah psikopatnya dihadapan Molly, namun tetap saja Molly merasa sangat takut sekali kepada Pietro.


Pietro yang melihat Molly sedang duduk dengan tidak nyaman, sambil menutupi bagian tubuh ters3nsitifnya yaitu kedua bukit kembar dan juga m155 ^ miliknya, Pietro pun langsung saja bertanya kepada Molly dengan santainya.


" Kenapa kamu menutupi kedua bukit kamu itu gadis kecil??, kan saya sudah pernah melihat bentuknya, bahkan sudah saya coba juga rasanya ",, kata Pietro seperti tanpa malu kepada Molly.


Molly yang mendengar perkataan dari Pietro dia langsung saja sangat terkejut sekali sambil membuka sedikit mulutnya.


Karena Molly tidak menyangka jika Pietro sudah pernah mengh154p kedua bukit kembarnya.


" Tu..........tuan, bisakah anda meminjami saya selimut, saya malu dan tidak nyaman Tuan, tidak memakai baju begini dihadapan Tuan ",, kata Molly dengan suara takut-takut kepada Pietro.


" Oh ternyata kamu malu, ini........... pakai saja ",, jawab Pietro kepada Molly dengan santainya langsung melepaskan handuk yang sedang dipakainya itu untuk dia berikan kepada Molly.


Alhasil terong jumbo yang masih anteng dipohonnya pun terlihat jelas dimata Molly.


Molly dibuat sampai molotokan matanya ketika melihat tingkah Pietro yang tidak ada kata malu sama sekali kepadanya.


" Pakai saja, sebentar saya carikan baju yang masih bersih ",, kata Pietro kepada Molly sambil melemparkan handuk yang dipakainya tadi kepada Molly.


Setelahnya Pietro langsung saja berjalan tenang dengan keadaan bert3l4nj4n9 bulat seperti itu keluar dari dalam kamarnya untuk mengambilkan pakaian milik Molly yang tadi sudah dibelikan oleh Pietro.


Sedang Molly sendiri dia langsung saja memakai handuk yang ditadi diberikan oleh Pietro untuk menutupi tubuh putih mulus nan indahnya itu.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2