
Pietro yang sudah berada di depan rumahnya dan ketika dia ingin membuka pintu rumahnya ternyata tidak bisa di buka dari luar.
Pietro pun langsung saja berteriak memanggil Greta yang sedang asik berunding dengan para arwah tadi.
" Gretaaaaa!!! ",, panggil Pietro kepada Greta.
Greta yang mendengar Pietro berteriak kepadanya, dengan segera dia langsung terbang mendekat ke arah Pietro.
" Sana kasih tahu sama Molly untuk membuka pintunya, aku mau masuk!! ",, perintah dari Pietro ketika Greta sudah berada di depannya.
Tanpa banyak berbicara, Greta langsung saja terbang menembus dinding untuk menyampaikan perintah tadi kepada Molly.
Dan Molly yang mendengar laporan dari Greta dia langsung saja bergegas keluar dari dalam kamar untuk membukakan pintunya untuk Pietro.
" Kakanda ",, kata Molly kepada Pietro.
" Eeh ko ada suara orang yang sedang berteriak Kakanda?? ",, tanya Molly yang mendengar suara teriakan histeris kesakitan dari Benedic tadi.
" Tidak, itu bukan suara orang My Queen, itu suara arwah yang sedang berpesta ",, jawab dari Pietro dengan asal kepada Molly sambil mengajak Molly segera masuk ke dalam rumah.
Molly walau kebingungan dengan jawaban dari Pietro, namun dia menurut saja ketika diajak masuk ke dalam rumah.
" Ini buah-buahannya My Queen, cucilah dulu baru bisa di makan ",, kata Pietro kepada Molly sambil menyerahkan buah-buahan yang sudah di ambilnya tadi di dalam hutan.
" Baiklah ",, jawab Molly kepada Pietro sambil menerima buah-buahan tersebut.
" Dan kamu kenapa masih ada di sini,!! cepat sana keluar!! ",, kata Pietro kepada Greta yang daritadi mengikuti mereka berdua.
" Dasar jahat!! ",, jawab Greta kepada Pietro sambil langsung terbang keluar menembus genting rumah.
Molly langsung tersenyum melihat Pietro dan Greta yang akan selalu bertengkar ketika bersama.
" Oh ya Kakanda apa tidak berburu, nanti malam kita mau makan apa?? ",, tanya dari Molly kepada Pietro.
" Kakanda sudah berburu, nanti kita makan malam di rumah Kak Ivar saja, dan hasil buruannya Kakanda tadi biar di masak sama Kak Agnes saja ",, jawab dari Pietro kepada Molly.
" Kakanda mau mandi dulu, setelah itu kita ke rumah Kak Ivar, My Queen juga segera bersiap-siap ya setelah makan buah-buahannya ",, kata Pietro lagi kepada Molly.
Molly hanya mengangguk saja kepada Pietro.
Dan setelahnya baik Pietro beserta Molly langsung berpisah tempat dengan tujuannya masing-masing.
Sedang di luar rumahnya si Peitro, Benedic yang merasa sangat kesakitan sekali di sekujur tubuhnya, dia tidak sadar berjalan tidak tentu arah masuk ke dalam hutan.
__ADS_1
Rasa sakit, kehilangan banyak darah, akhirnya tidak lama membuat tubuh Benedic tidak sadarkan diri juga dan meninggal di dalam hutan yang cukup rimbun itu.
Pietro yang mendapat laporan dari salah satu arwah, jika Benedic sudah tewas di dalam hutan, Pietro pun langsung saja menyuruh King untuk menyantap jasadnya itu.
King pasti akan sangat kenyang sekali bisa menyantap santapan yang cukup besar malam ini.
Singkat cerita Molly dan Pietro saat ini sudah berada di dalam mobil ingin menuju ke rumah Kak Ivar.
Dan Pietro pun sengaja tidak memberitahukan kedatangannya kepada Kak Ivar.
Sesampainya di rumah Kak Ivar, Pietro langsung menampilkan wajah curiga, karena dia melihat ada begitu banyak mobil terparkir di halaman rumah sang Kakak.
Di saat Pietro dan Molly sudah masuk ke dalam rumah Kak Ivar, mereka berdua langsung melihat ada banyak sekali orang di dalam ruang tamunya Kak Ivar.
Dan orang itu adalah Keluarga dari Paman serta bibinya Kak Ivar, Pietro maupun Gilbert.
Paman dan Bibi yang dulu sudah merawat Kak Ivar dan Gilbert hingga dewasa, saat ini mereka sedang berkunjung ke rumah Kak Ivar bersama anak laki-laki pertamanya yang selalu mempunyai sifat iri kepada Pietro.
Tidak cuma ada mereka saja, melainkan juga ada Mamahnya Agnes yang dari kemarin sengaja disuruh untuk menjaga Alva, karena Kak Ivar dan Agnes akan menjenguk Pietro yang sedang sakit.
" Nah ini Nek yang namanya aunty Molly, cantik sekali istrinya Uncle Ito kan?? ",, kata Alva kepada Neneknya sambil menarik tangannya Molly untuk mendekat ke arah sang Nenek.
" Iya Alva, sungguh sangat cantik sekali aunty kamu ini ",, kata Mamah Jaena kepada Alva.
Karena Molly tidak mengenal Mamah Jaena maupun Keluarga Pamannya Pietro itu.
" Halo keponakan paman, kamu sudah datang ternyata ",, sapa sang Paman kepada Pietro.
" Halo Pietro ",, kata anak laki-laki sang Paman kepada Pietro sambil menampilkan wajah tidak sukanya.
Pietro daridulu tidak suka dengan Keluarga Paman dan Bibinya, karena mereka mempunyai anak yang sangat menyebalkan seperti sepupunya itu.
Ketika Pietro di sapa sama sepupunya tadi, dia langsung saja menarik tangannya Molly untuk mendekat lagi ke arahnya.
" Pietro kata Kakak kamu jika kamu sudah menikah, apakah dia istri kamu,?? kenapa kemarin kamu tidak mengundang kami Nak ketika kamu menikah ",, kata sang Paman kepada Pietro.
" Kedatangan dari kalian semua tidak penting!! ",, jawab super menyakitkan dari Pietro kepada Pamannya.
Walau sang Paman sangat tahu sekali jika Pietro tidak menyukai Keluarganya, baik Paman dan Bibinya Pietro tidak ada yang marah sama Pietro.
Karena cuma mereka sajalah Keluarga Roderick yang masih tersisa, kecuali sang sepupu yang akan selalu mencari gara-gara dan masalah kepada Pietro sejak dulu.
" Boleh juga istri kamu Pietro, sungguh sangat pintar sekali kamu mencari seorang istri ",, kata sang sepupu yang bernama Eron itu kepada Pietro.
__ADS_1
" Jika kamu sampai berani mendekati dan merebut istriku dariku, akan aku bunuh kamu pada saat itu juga!! ",, kata Pietro kepada Eron dengan nada sangat tegas sekali.
Dan ancaman dari Pietro tidak main-main untuk Eron.
Namun Eron tidak takut sama sekali kepada Pietro, dia malah sengaja terus memancing kemarahan dari Pietro.
" Jika bukan aku yang menggodanya, melainkan dianya sendiri yang tergoda kepadaku bagaimana?? ",, jawab santai dari Eron kepada Pietro.
Pietro yang tidak terima dengan perkataan dari Eron, dia langsung saja menerjang Eron dan memberikannya pukulan bertubi-tubi di wajahnya.
Sontak saja, Kak Ivar, Gilbert, berserta sang Paman langsung saja melerai Pietro yang sedang memukuli Eron.
" Jangan berani memancingku Eron!! ",, kata Pietro ketika dia sudah di pisahkan dari atas tubuhnya Eron.
" Huh,!! sepertinya kamu sangat mencintai istri kamu itu Pietro, tapi aku tidak terima jika wanita secantik dia menjadi milik kamu, akan aku rebut dia dari sisimu, aku pastikan itu ",, kata batin dari Eron sambil mengusap darah yang berada di sudut bibirnya.
" Aku tidak akan menginjakkan kakiku lagi sebelum Keluarga mereka pergi dari rumah ini Kak!! ",, kata Pietro kepada Kak Ivar.
Sudah menjadi rahasia umum jika Pietro tidak menyukai Keluarga sang Paman, terlebih dengan Eron.
Dan tidak cuma sekali atau dua kali saja Pietro dan Eron akan berkelahi seperti itu.
Bukan Pietro dulu yang mencari masalah, akan tetapi Eronlah yang dari dulu mencari masalah dengan Pietro.
Karena Eron merasa tersaingi dan iri dari Pietro yang bisa dengan mudah mendapatkan apapun yang dia inginkan.
" Dan untuk kamu, aku berjanji, jika aku melihatmu lagi, kamu akan mati di tanganku!! ",, kata Pietro kepada Eron.
" Siap-siap Paman, Bibi untuk menyiapkan liang kubur untuk anak kalian ini!! ",, kata Pietro lagi kepada Paman dan Bibinya.
Setelahnya Pietro langsung saja berlalu keluar lagi dari dalam rumah Kak Ivar bersama Molly untuk menuju ke sebuah restoran yang terdekat.
" Kak Pietro tunggu!! ",, cegah dari Gilbert yang mengikuti langkah kakinya Pietro.
" Jangan mencegahku, karena Kakak sudah muak dengan kelakuan dari Eron!! ",, kata Pietro kepada gilbert.
" Dan ini rawat mereka, kita akan pesta barbeque nanti jika mereka semua sudah pada pulang!! ",, kata Pietro lagi sambil menyerahkan dua kelinci hutan hasil buruannya tadi kepada Gilbert.
Setelah itu Pietro langsung masuk ke dalam mobil dan menyalakan mobilnya, meninggalkan Gilbert yang masih terbengong karena di suruh memegangi dua kelinci yang masih hidup itu.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...
__ADS_1