KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
MOLLY - GILBERT


__ADS_3

Beralih ke Gilbert lagi.


Gilbert yang tadi sudah sampai di rumah milik Kak Ivar, dia pun langsung saja ingin menggendong Molly keluar dari dalam mobilnya.


Namun ketika Molly mendengar suara pintu mobil terbuka, dia pun akhirnya tersadar juga dari pingsannya.


" Aku ada dimana ini, ko tempatnya gelap?? ",, kata Molly sambil mengedarkan pandangannya keseluruh mobil.


Ketika Molly sudah sadar jika dia berada di dalam mobil, dia pun langsung saja berteriak.


" Aaaa, aku di culik, aduh perutku ",, kata Molly berteriak tertahan karena baru tersadar jika perutnya sedang terluka.


Gilbert yang mendengar teriakan dari Molly, dia pun langsung segera memasukkan kepalanya ke dalam mobil untuk melihat keadaan dari Molly.


Namun karena Molly pandangannya belum terlalu jelas, karena sedang menahan rasa sakit di perutnya, dia malah mengira jika Gilbert adalah seorang penculik dan langsung menendang aset berharga milik Gilbert.


Tentu saja Gilbert langsung merasa sangat kesakitan sekali karena ulah Molly tersebut.


" Aaaaaaaaaaa, ini sakit sekali ",, kata Gilbert gantian yang berteriak sambil memegangi asetnya, sambil juga berguling-guling di atas rumput di situ.


Molly yang mendengar suara orang sedang berteriak dan serasa tidak asing di telinganya, membuat dia langsung berusaha bangun dari rebahannya di dalam mobil untuk mengintip keluar mobil.


" Seperti suara dari orang gila, eh salah suara Gilbert maksudnya?? ",, kata dari Molly sambil berusaha duduk.


Setelahnya, Molly mencoba mengintip sedikit keluar mobil, dan benar saja dia langsung melihat Gilbert sedang berguling-guling di atas rumput di situ.


" Kenapa Gilbert malah main di atas rumput di situ sih, di situ kan banyak kotoran kucingnya, kemarin saja aku menginjak kotoran kucing di situ?? ",, kata Molly sambil melihat Gilbert.


Tidak tahukah Molly kenapa Gilbert sampai berguling-guling seperti itu, tidak sadarkah dia, jika dirinya yang membuat Gilbert sampai seperti itu.


Entahlah terserah Molly sajalah, nanti jika kita terlalu ikut campur bisa di penggal kepalanya oleh Pietro.


" Padahal Kak Ivar tidak mempunyai kucing, tapi kenapa ada kotoran kucing di situ ya,?? hmm mungkin kucingnya tetangga ",, kata Molly lagi sambil terus memperhatikan Gilbert.


Ketika Molly sedang memperhatikan Gilbert, tiba-tiba saja Gilbert sengaja memasukkan tangannya ke dalam celananya untuk memegang asetnya itu.


" Aduh bengkak kan, pasti tambah besar deh ninut-ninutku?? ",, kata Gilbert sambil meraba miliknya di dalam celananya.


Dan lucunya Gilbert menamai asetnya dengan ninut-ninut, author jadi salah fokus dengan kata ninut-ninut versi Gilbert.


Sedang Molly yang melihat hal tersebut, tentu saja dia langsung berteriak cukup kencang, hingga sampai mengagetkan Gilbert.

__ADS_1


" Aaaaaaaaa Gilbert apa yang kamu lakukan, kamu membuatku melihat yang tidak seharusnya aku lihat ",, teriak dari Molly kepada Gilbert.


Gilbert yang mendengar teriakan dari Molly pun, dia langsung saja mengeluarkan tangannya dari balik celananya, dan langsung berdiri sambil berpura-pura tidak merasakan sakit apa-apa.


" Kenapa Kak Molly berteriak?? ",, tanya dari Gilbert kepada Molly sambil menahan rasa malunya itu.


" Kamu itu yang kenapa?? ",, kata Molly kepada Gilbert.


" Kamu malah sedang bermain dengan itu kamu di luar begini, dia atas rumput yang penuh dengan kotoran kucing pula ",, kata Molly lagi kepada Gilbert.


" Si....... siapa yang sedang bermain dengan itu Kak?? ",, kata Gilbert dengan gerogi.


" Itu juga karena Kakak tadi yang menendang ninut-ninutku ",, gerutu dari Gilbert untuk Molly dengan suara yang super pelan sekali.


" Ada apa ini ko ribut sekali?? ",, tegur dari seseorang kepada Molly dan Gilbert.


Dan ketika Gilbert sudah mengalihkan pandangannya ke arah orang tersebut, ternyata yang berbicara tadi adalah Mama Jaena yang sedang berjalan ke arah mobil.


" Oh tidak apa-apa Ma, ayo kak Molly Gilbert bantu untuk masuk ke dalam kamar, itu perut Kakak harus segera di obati ",, kata Gilbert kepada Mama Jaena dan juga Molly.


" Tidak mau, tangan kamu baru saja memegang itu, jorok!! ",, jawab Molly kepada Gilbert.


" Itu apa Nak Molly?? ",, tanya dari Mama Jaena kepada Molly.


Setelahnya Gilbert langsung segera masuk ke dalam rumah untuk mencari Agnes, sebab dia menghindari pertanyaan dari Mama Jaena tadi.


Sedangkan Mama Jaena langsung membantu Molly untuk keluar dari dalam mobil.


" Kamu kenapa Nak?? ",, tanya dari Mama Jaena kepada Molly.


" Perut Molly sakit Ma, eeh ... maaf ",, jawab dari Molly kepada Mama Jaena.


Dan Molly langsung meminta maaf, karena dia malah ikut-ikutan memanggil Mama Jaena dengan panggilan Mama .


Mama Jaena yang mendengar panggilan dari Molly, dia pun langsung saja tersenyum manis khas seorang ibu.


" Tidak apa-apa ko Nak, panggil Mama saja sama seperti yang lainnya, karena adik-adiknya Ivar sudah Mama anggap juga sebagai anak Mama ko, termasuk Pietro ",, kata Mama Jaena sambil menuntun Molly masuk ke dalam rumah.


" Terimakasih Ma ",, jawab dari Molly kepada Mama Jaena sambil tersenyum.


" Sebenarnya kamu sakit apa Nak, ko sampai tidak bisa berjalan tegap seperti ini, dan suami kamu Pietro kemana?? ",, tanya dari Mama Jaena kepada Molly.

__ADS_1


" Eh iya-iya, suami Molly Kakanda ada dimana ya Ma, ko Molly tidak melihat daritadi?? ",, tanya balik dari Molly dengan ekspresi kebingungan.


Mama Jaena yang melihat Molly malah seperti itu ditanya tentang Pietro, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.


Sedangkan Gilbert yang sudah memanggil Agnes, dia saat ini sedang berjalan bersama Agnes untuk membantu Molly masuk ke dalam kamarnya.


" Kamu kenapa Molly?? ",, tanya dari Agnes kepada Molly.


" Kak Agnes, Kakanda suaminya Molly dimana ya?? ",, malah balik tanya kepada Agnes itu si Molly.


Iya jelas mana tahu si Agnes, kan dia daritadi sedang sibuk mengurus Kak Ivar.


Gilbert yang mendengar pertanyaan dari Molly dan mengetahui dimana Pietro berada, dia pun langsung menjawab dengan asal kepada Molly.


" Kak Pietro sedang membeli pesawat jet tadi katanya Kak, tunggu saja, nanti Kak Pietro juga pulang ",, jawab asal dari Gilbert kepada Molly.


" Pesawat jet?? ",, kata Molly kepada Gilbert.


" Iya pesawat jet, katanya Kak Pietro ingin mengajak jalan-jalan Kak Molly naik pesawat jetnya nanti ",, jawab dari Gilbert lagi kepada Molly.


" Jika Kak Pietro sudah pulang, tanyakan saja tentang pesawat jetnya, ok ",, Gilbert mencoba menghasut Molly.


" Iya, akan Molly tanyakan nanti kepada Kakanda ",, jawab dari Molly kepada Gilbert.


" Kena kamu Kak Pietro, rasakan itu nanti Kak Molly minta pesawat jet beneran, biar bankrut sekalian uang Kakak yang banyak itu, salah siapa sudah dibantu, malah ninut-ninutku di tendang Kak Molly seperti tadi ",, kata batin dari Gilbert sambil tersenyum jahat untuk Pietro.


" Apakah benar itu Gilbert?? ",, tanya dari Agnes kepada Gilbert.


" Sudah, diamlah saja Kak Agnes, ayo segera kita bantu Kak Molly, lihatlah bajunya sudah memerah terkena darah ",, kata Gilbert kepada Agnes.


" Eh iya ada darah ",, jawab dari Agnes dengan heboh sekali.


Setelahnya Gilbert dan Agnes langsung segera membantu Molly untuk masuk ke dalam kamarnya dengan sedikit bersusah payah, karena mereka harus menaiki tangga yang cukup tinggi.


Dan ketika sudah sampai di dalam kamar, Agnes yang penasaran dengan darah tersebut, dia meminta ijin kepada Molly untuk membuka bajunya sedikit.


Namun ketika Agnes sudah melihat luka tusukan di perutnya Molly, dan dia yang merasa mengilu sendiri, tiba-tiba saja Agnes malah langsung pingsan di lantai kamarnya Molly.


Gilbert yang melihat, dia langsung menghembuskan nafasnya dengan kasar sambil menggerutu.


" Yah dia pingsan, aku tendang saja nih biar masuk ke dalam kolong ranjang sekalian ",, gerutu dari Gilbert ketika melihat Agnes pingsan.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...


__ADS_2