KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
SI KING


__ADS_3

Pasti kalian semua pada bertanya-tanya bukan, bagaimana dengan si King, hewan kesayangan dari King Pietro.


Mari sekarang kita bahas si King, singa terpandai di novel perhaluan ini.


Setelah Pietro dan Molly menginap di rumah milik Kak Ivar semenjak Molly melahirkan dulu, King memang sering di tinggal sendirian di dalam rumah yang ada di dalam hutan.


Tapi..... ada tapinya nih iya readers.


Ketika Pietro baru saja sadar akan racun yang baru di minumnya pada waktu itu, Pietro yang sudah bertekad ingin merubah diri menjadi yang lebih baik lagi.


Dia pun tanpa meminta ijin kepada Kak Ivar, langsung membawa King untuk ikut dengannya tinggal di rumah Kak Ivar.


Kak Ivar dan Gilbert yang pada waktu itu setelah mendengarkan rencana Pietro untuk membuka toko obat herbalnya.


Pietro lalu ijin masuk ke dalam kamarnya untuk memakai pakaiannya, namun baru saja masuk ke dalam kamar sekitar lima menit, Pietro pun langsung keluar lagi untuk menemui Kak Ivar dan juga Gilbert, sambil membawa kaos yang ingin di pakainya.


" Kak Ivar, sama Gilbert pulanglah saja dulu, karena aku masih ada yang ingin di kerjakan sebentar di sini ",, kata Pietro pada waktu itu kepada Kak Ivar dan juga Gilbert.


" Baiklah ",, jawab Kak Ivar dan Gilbert secara bersamaan.


Kak Ivar dan Gilbert pun lalu beranjak berdiri dari duduk mereka, untuk segera keluar dari dalam rumah Pietro menuju ke dalam mobil milik mereka masing-masing.


Setelah mereka sudah masuk ke dalam mobil milik mereka, baik Gilbert dan Kak Ivar langsung saja segera menyalakan mesin mobilnya untuk bergegas pergi dari pekarangan rumah si Pietro.


Dan untuk si Pietro sendiri, setelah kepergian dari Kak Ivar serta Gilbert, dia langsung kembali masuk ke dalam ruang pengobatannya untuk mengambil sesuatu.


Ketika Pietro sudah mengambil barang yang dia butuhkan, dia pun langsung bergegas untuk keluar dan berjalan menuju ke arah belakang rumahnya.


Setelah semua yang ingin di lakukannya sudah selesai, Pietro lalu langsung masuk ke dalam mobilnya untuk segera pulang ke rumah Kak Ivar.


Sambil mengendarai mobilnya, Pietro mencoba menelpon beberapa anak buahnya dan menyuruhnya untuk segera datang ke rumahnya, untuk berjaga di rumahnya.


Walau Kak Ivar sudah pergi lebih dulu dari Pietro tadi bersama Gilbert, dia memarkirkan mobilnya di pekarangan rumahnya bisa secara tidak sengaja bersamaan dengan mobil milik Pietro.


Sebab Kak Ivar tadi mampir sebentar ke Cafe untuk membeli makanan untuk mereka semua.


" Ko Kakak baru saja sampai?? ",, tanya Pietro kepada Kak Ivar.


" Iya, tadi Kakak mampir sebentar ke Cafe, nih untuk beli ini ",, jawab Kak Ivar kepada Pietro, sambil menunjukkan makanan yang sedang di bawanya.


Pietro yang mendengar jawaban dari Kak Ivar, dia pun menanggapinya dengan hanya ber oh ria saja.

__ADS_1


Setelahnya, Kak Ivar pun memilih meninggalkan Pietro untuk masuk lebih dulu ke dalam rumah.


Sedang Pietro, setelah kepergian dari Kak Ivar, dia langsung membuka pintu belakang mobilnya dan mengeluarkan sesuatu dari dalam sana.


" Come on King, ayo keluar, kita sekarang tinggal di sini ",, kata Pietro yang ternyata kepada King.


Pietro setelah kepergian dari Kak Ivar dan Gilbert tadi, dia mencoba mengambil sesuatu di dalam ruang pengobatannya, dan benda yang di ambil oleh Pietro adalah sebuah racikan obat untuk nantinya dia minumkan kepada King, supaya King tenang dan tidak memberontak, ketika dia ajak berkendara menggunakan mobilnya.


Dan setelah Pietro keluar dari dalam ruang pengobatannya, dia lalu berjalan ke arah belakang rumahnya, nah di situlah Pietro memanggil si King yang sedang tidur di dalam kandangnya untuk dia minumkan obat penenang tersebut.


Setelah King terlihat tenang, Pietro langsung saja mengajak si King untuk masuk ke dalam mobilnya.


King yang memang penurut sejak kecil, di tambah di berikan obat penenang oleh Pietro, membuatnya semakin menurut saja.


Dan ketika sudah sampai di rumah Kak Ivar, King yang mendengar perkataan dari Pietro yang menyuruhnya untuk ke luar dari dalam mobil, dengan menggemaskannya King langsung keluar sambil mengibaskan rambut kepalanya yang sangat lebat sekali itu.


" Good job My King, ayo kita masuk ",, kata Pietro sambil berjalan ke dalam rumah.


Dengan setia King pun ikut berjalan di samping Pietro.


" Kamu silahkan main sepuas kamu di sini, tapi dengan satu syarat, jangan membuat kehebohan dan kericuhan di sini, ok boy ",, pesan Pietro kepada King.


Entahlah, apakah King mengerti dengan perkataannya Pietro, namun dia menanggapinya dengan menggelengkan kepalanya, sambil menjilati salah satu kakinya.


Kak Ivar, Agnes, Molly dan juga Alva, kecuali Mama Jaena, karena Mama Jaena sudah pulang ke rumahnya sendiri, mereka semua belum menyadari jika ada si King di rumah mereka.


Karena baik Kak Ivar dan Agnes saat ini juga sedang berada di dalam kamar mereka, sedangkan Alva sedang ikut les privat yang biasa dia jalani.


Kak Ivar tadi yang sengaja membeli makanan, dia seperti biasanya langsung menaruh makanan tersebut di atas meja makan yang ada di rumahnya.


Dan King yang di tinggal masuk oleh Pietro ke dalam kamarnya, dia pun memilih untuk jalan-jalan di dalam rumah Kak Ivar.


Ketika King sampai di ruang makan, indra penciumannya yang sangat tajam, langsung mencium makanan yang di beli oleh Kak Ivar tadi.


Dengan tanpa berdosa, King pun langsung menarik bungkus makanan tersebut untuk dia jatuhkan ke atas lantai.


Setelahnya, iya kita tahu sendiri, King menikmati makanan tersebut, sebelum semua penghuni rumah menikmatinya.


Kak Ivar yang baru masuk ke dalam kamar tadi, dia pun langsung di sambut oleh Agnes.


" Ayah sudah pulang ",, kata Agnes kepada Kak Ivar.

__ADS_1


Masih romantis sampai sekarang, Kak Ivar pun langsung mendekati sang istri dan langsung juga memberikan kecupan sekilas di bibir Agnes.


" Iya, itu tadi Ayah juga membeli makanan untuk kita semua Mama, sudah Ayah taruh di atas meja makan seperti biasanya, tolong di siapkan ",, kata Kak Ivar kepada Agnes.


" Sebentar, Mama mau menyelesaikan dandanannya dulu, biar tambah cantik ",, jawab Agnes kepada Kak Ivar.


Kak Ivar pun hanya menggelengkan kepalanya saja mendengar jawaban dari sang istri, sambil berlalu masuk ke dalam kamar mandi.


Dan ketika Agnes sudah selesai berdandannya, dia pun langsung segera keluar dari dalam kamarnya menuju ke ruang makan rumahnya untuk menyiapkan makanan yang di beli sang suami tadi.


Namun, alangkah terkejutnya Agnes, ketika dia sudah sampai di ruang makan, dia malah langsung melihat si King yang sedang memakan semua makanan yang di beli oleh Kak Ivar tadi.


" Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ",, teriak super kencang sekali dong si Agnes, ketika terkejut melihat keberadaannya si King di dalam rumahnya.


Akan tetapi, King yang mendengar teriakan super keras sekali dari Agnes, dia malah menoleh sebentar, lalu mengambil salah satu bungkus makanan yang sudah dia makannya tadi, untuk dia berikan kepada Agnes.


King menaruh satu bungkus makanan tersebut di samping kaki Agnes yang sedang diam terpaku menatap tingkahnya.


Tidak tahukah Agnes, jika maksud King adalah ingin berbagi makanan dengannya dan menyuruh Agnes untuk makan bersamanya.


Tapi, tidak tahukah juga si King, jika satu bungkus makanan yang dia berikan untuk Agnes, sudah habis dia makan tadi.


Aduh lucunya, boleh di bungkus dan di bawa pulang tidak nih si King ini, kalau bisa sistem COD saja๐Ÿคฃ.


Setelah memberikan satu bungkus makanan yang sudah habis tadi kepada Agnes, King langsung berbalik badan untuk menikmati makanannya lagi yang masih tersisa sedikit.


Kak Ivar tidak mendengar jika Agnes sedang berteriak dengan sangat kencang sekali, karena dia sedang mandi.


Namun Pietro dan Molly yang sedang asik bercanda setelah menidurkan si kembar, mereka berdua langsung bergegas keluar dari dalam kamar mereka, untuk melihat keadaan dari Agnes yang baru saja berteriak dengan sangat kencang sekali.


Pietro dan Molly sedikit berlari menuruni anak tangga, karena mereka takut terjadi apa-apa kepada Agnes.


Akan tetapi, ketika mereka berdua sudah melihat Agnes ternyata cuma terkejut karena keberadaannya si King di rumahnya.


Pietro dan Molly langsung menampilkan wajah lega, serta malah tidak mempedulikan Agnes yang seperti patung hidup, diam terpaku dan tidak bergerak sama sekali.


Karena Pietro dan Molly, bukannya menenangkan Agnes yang sedang terkejut karena si King, malah lebih memilih meluapkan rasa gemas mereka kepada King yang sedang makan dengan sangat lahap sekali.


Sungguh membagongkan sekali bukan, sikap Pietro dan Molly.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2