KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
FREJA FERNANDO


__ADS_3

Singkat cerita malam pun tiba, dan saat ini Molly, Pietro, Kak Ivar dan Agnes sedang duduk santai diruang Keluarga untuk menunggu jam makan malam tiba.


Tadi ketika Pietro dan Molly sudah selesai menikmati makanan mereka direstoran mewah, Pietro langsung saja mengajak Molly untuk kerumah Kak Ivar.


Sesampainya dirumah Kak Ivar, Agnes yang berada dirumah dia begitu sangat senang sekali melihat kedatangan dari Pietro dan Molly kerumahnya.


" Aduuuuh bidadarinya Abang Ito sudah datang, ayo masuk-masuk, sini Molly masuk sama Kakak ",, kata Agnes sambil merangkul lengan Molly.


Pietro yang melihat kehebohan dari Kakak iparnya kepada Molly, dia hanya membiarkannya saja.


Dan Molly sendiri dia seperti orang bingung dan linglung ketika diperlakukan seperti itu oleh Agnes.


" Molly mau minum apa??, nanti biar Kak Agnes buatkan?? ",, tanya Agnes kepada Molly ketika mereka semua sudah duduk diruang Keluarga.


" Tidak perlu Kak, Molly tidak haus, tadi Molly baru saja makan sama Kakanda ditempat makan yang bagus sekali tempatnya ",, jawab Molly kepada Agnes.


" Kaka...........?? Kakak apa tadi kamu Molly memanggil Ito?? ",, tanya Agnes dengan wajah anehnya kepada Molly.


" Kakanda?? ",, jawab Molly kepada Agnes.


" Ka........kan.......da??, panggilan apaan sih itu, aneh sekali didengarnya?? ",, kata Agnes kepada Molly.


Molly hanya menggelengkan kepalanya saja kepada Agnes pertanda dia juga tidak mengerti apa arti dari kata Kakanda.


Sedang Pietro sendiri yang mendengar Agnes berbica seperti itu, dia memilih diam saja tidak mau menyahuti perkataan dari Agnes.


Kembali kewaktu sekarang, Kak Ivar sama seperti sang istri yaitu Agnes sedikit terkejut dan merasa sangat aneh sekali ketika mendengar panggilan yang Molly katakan tadi kepada Pietro.


" Pietro,.......... sebenarnya apa sih arti kata Kakanda??, karena telinga Kakak sangat aneh sekali mendengarnya ",, tanya Kak Ivar kepada Pietro.


Dan perkataan dari Kak Ivar langsung saja dianggukin semangat oleh Agnes.


Sedang Molly hanya diam saja sambil langsung mengalihkan pandangannya juga kearah Pietro yang sedang duduk disampingnya.


" Apa??!! ",, hanya itu perkataan yang keluar dari dalam mulut Pietro ketika semua orang sedang melihat kearahnya.


Sungguh sangat menjengkelkan sekali bukan jawaban yang Pietro berikan kepada Kak Ivar.


" Iiisssshh Pietro tadi Kakak bertanya kepada kamu, apa arti kata Kakanda??, kenapa Molly tidak kamu suruh saja memanggil kamu sayang, honey, baby, Ayah, Papah, Papi begitu, kenapa harus Kakanda yang sangat asing ditelinga kita semua ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.


" Tidak apa Kak suka saja dengan panggilan itu, jika Kakak penasaran googling saja diInternet apa arti kata Kakanda ",, jawab simple dari Pietro kepada Kak Ivar.

__ADS_1


" Huuuuuuhhh,........... sabar-sabar ",, kata Kak Ivar sambil mengeluarkan nafasnya secara perlahan.


Sebab Pietro bukannya menjawab pertanyaannya malah menjawabnya dengan jawaban yang membuat Kak Ivar merasa gemas.


Dan apa susahnya sih menjawab pertanyaan yang begitu simple itu, yah begitulah yang sedang Kak Ivar katakan didalam hatinya.


Pietro sangat pintar sekali membuat orang mudah jatuh cinta kepadanya bagi kaum hawa, dan membuat jengkel bagi Kak Ivar serta Gilbert.


Ketika Kak Ivar sedang merasa jengkel kepada Pietro dan Agnes malah langsung membuka ponselnya untuk googling tentang arti Kakanda.


Tiba-tiba saja pandangan mereka semua teralihkan dengan kedatangan dari Gilbert dan juga seorang gadis yang membuat Pietro sedikit terkejut.


Begitupun dengan gadis tersebut, dia juga lebih terkejut daripada Pietro, tapi gadis itu langsung saja merubah mimik mukanya supaya tidak membuat semua orang tahu jika dia sedang terkejut melihat Pietro.


" Kak Ivar, ini gadis yang tadi Gilbert ceritakan namanya Freja Fernando ",, kata Gilbert kepada Kak Ivar.


Yak akhirnya ketahuan juga siapa itu Freja Fernando yang tadi mencoba mendekati Pietro ketika dimall.


Freja tadi ketika dia sedang membeli kebutuhan untuk diapartemennya didalam supermarket yang sama dengan Pietro dan Molly.


Dia sedikit teralihkan konsentrasinya ketika mendengar perkataan dan bisikan dari banyak orang yang sedang membicarakan wajahnya Pietro dan Molly.


Freja sama seperti para pengunjung mall atau supermarket lainnya, ketika dia melihat Molly, Freja langsung saja terkagum melihat wajah cantik alami yang dimiliki oleh Molly.


Freja seperti tidak bisa mengalihkan pandangannya dari wajah Pietro, seolah-olah wajah Pietro mempunyai magnet tersendiri bagi Freja.


Freja juga merasa jika Gilbert seperti ada rasa dengannya, namun Freja tidak menyukai Gilbert sama sekali, karena laki-laki tipenya Freja ya seperti Pietro.


Jadi ketika dimall tadi Freja sengaja mengikuti Pietro dan juga sengaja menaruh kartu namanya disaku hoodynya Pietro.


Ketika Freja mendapatkan pesan dari Pietro tadi, dia sungguh sangat senang sekali, dan dirasa Freja Pietro orangnya welcome, Freja pun semakin gencar mendekati Pietro dengan memberanikan diri mengirimkan fotonya yang hanya menggunakan lingerie seksi saja.


Fikir Freja jika Pietro adalah tipe laki-laki yang mudah digoda dan didekati, namun dia tidak tahu saja, dibalik sikap Pietro yang seperti itu ada hal mengerikan yang siap akan mengintai Freja.


Kembali keruang Keluarga lagi.


Freja ketika diperkenalkan Gilbert kepada Kak Ivar dan juga Agnes, dia langsung saja tersenyum ramah dan juga sopan sekali kepada mereka berdua.


Selanjutnya Gilbert pun langsung memperkenalkan Freja kepada Kakak keduanya yaitu Pietro.


" Freja perkenalkan kalau dia adalah Kakakku yang kedua namany Kak Pietro, dan yang duduk disampingnya adalah istrinya ",, kata Gilbert kepada Freja.

__ADS_1


Sungguh Freja sangat tidak menyangka jika gadis cantik yang dia fikir sebagai adik atau anaknya siPietro ternyata dugaannya salah.


Walau terkejut begitu Freja tetap memperlihatkan senyum ramah kepada Pietro dan juga Molly.


Dan Molly dia langsung tersenyum simple membalas sapaan dari Freja tadi, tapi tidak dengan Pietro, dia hanya diam saja sambil mamandangi Freja dengan sangat lekat sekali.


Senyum ramah yang Freja tunjukkan kepada Molly adalah senyum palsu, karena didalam hatinya ada niat licik untuk menyingkirkan Molly supaya dia bisa memiliki Pietro.


Freja tidak tahu saja, jika Pietro bisa membaca niat buruk seseorang dari tatapan matanya saja, jadi ketika Freja memandangi Molly dengan tatapan seperti itu, dia langsung tersenyum miring sambil dengan sengaja merangkul pundak Molly dengan mesra.


Akhirnya jam makan malam pun tiba, ketika mereka semua sudah berbincang sebentar tadi diruang Keluarga, dengan diselingi Freja dan Pietro saling curi-curi pandang, saat ini mereka semua sudah berada dimeja makan yang ada ruang makan rumah Kak Ivar.


" Oh ya Pietro, kapan kamu akan mengajak Molly berbulan madu??, apakah kamu tidak kasihan sama Molly?? ",, tanya Kak Ivar kepada Pietro.


" Nanti saja Kak, disini urusan Pietro masih banyak yang belum selesai ",, jawab Pietro kepada Kak Ivar.


Didalam dada Freja sangat marah sekali ketika mendengar perkataan dari Kak Ivar tadi kepada Pietro.


" Freja, apakah kamu ingin tambah makanannya lagi, jika mau yang mana biar aku ambilkan?? '',, kata Gilbert dengan tiba-tiba dan membuat masa melamun dari Freja langsung teralihkan kearah Gilbert.


Semua orang langsung mengalihkan pandangannya kearah Freja ketika mendengar perkataan dari Freja tadi.


Sambil melirik kearah Pietro, Freja pun langsung menjawab perkataan dari Gilbert tadi.


" Tidak perlu Gilbert, aku sudah kenyang ",, begitulah jawaban yang diberikan Freja kepada Gilbert.


Pietro yang melihat Freja seperti tidak fokus dan sering menatap terus kearahnya terutama kearah Molly, dia pun langsung saja mencoba ijin kepada semua orang untuk pergi kekamar mandi sebentar.


Kak Ivar dan yang lainnya langsung mengangguk saja kepada Pietro, sedang Freja rasanya ingin sekali menyusul Pietro kekamar mandi dan mengatakan kepadanya untuk meninggalkan Molly saja.


Pietro sesampainya didalam kamar mandi, dia tidak melakukan apa-apa selain mengirimkan pesan kepada Freja.


" Nanti malam saya akan datang keapartemen kamu ketika istriku sudah tidur ",, begitulah pesan yang dikirimkan oleh Pietro kepada Freja.


" Ternyata ketika saya sudah memandang kamu lebih lama, kamu sepertinya lebih menggairahkan dibandingkan istriku ",, pesan dari Pietro lagi untuk Freja.


Setelah mengirimkan semua pesan itu kepada Freja, Pietro langsung saja kembali lagi kedalam ruang makan untuk bergabung dengan yang lainnya.


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


Kita hitung mundur atau maju nih readers nyawa yang masih menempel diraga Freja🀣.

__ADS_1


...πŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈ...


...***TBC***...


__ADS_2