
Meninggalkan Elina dan Danish sejenak, kita beralih ke Keluarga Roderick, yaitu Pietro dan Molly terlebih dahulu.
Molly yang sudah mendengar nama dari ke dua babynya, dia pun mencoba untuk menyu5ui sang baby, karena baby C sedang merasa kehausan.
Tapi sayang, karena Molly belum berpengalaman, dia sedikit merasa kesulitan untuk memberikan ASI kepada sang anak.
Pietro yang melihat Molly kesusahan seperti itu, dia terus berpikir keras bagaimana caranya baby boynya bisa n3n3n kepada Molly.
Akhirnya dengan cara sebisanya, Pietro pun membantu Molly memegangi baby C untuk bisa n3n3n kepada sang Mama.
Untung saja karena semasa hamil Molly sering mendapatkan ramuan herbal dari Pietro, membuat dia bisa mempunyai air 4si sangat banyak melimpah sekali, hingga bertumpah-tumpah.
" Bolehkah Kakanda ikut juga My Queen, itu yang sebelah terus keluar 4sinya, rasanya Kakanda ko ikut merasa haus juga ya melihat baby C sedang n3n3n seperti itu ",, kata Pietro kepada Molly.
" Ini silahkan saja Kakanda, tapi awas tetap bantu Molly memegangi baby C ",, kata Molly kepada Pietro.
Senyum Pietro langsung saja merekah dengan sangat lebar sekali mendengar perkataan dari Molly.
Tidak mau menunggu waktu lama lagi, dengan tangan masih membantu Molly memegangi baby C, mulut Pietro pun dia dekatkan di dada Molly yang satunya.
Akhirnya Molly tidak cuma menyu5ui satu baby saja, melainkan dua baby, tapi yang satunya babynya sudah lapuk.
Ketika Pietro sedang nikmat menikmati air susunya Molly, tiba-tiba saja pintu ruang perawatan Molly terbuka dari luar.
Pietro tentu saja langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk, namun tidak dengan Molly, karena wajahnya sedang tertutup tubuhnya Pietro sambil terus memperhatikan si baby C yang sedang n3n3n dengannya.
Ternyata yang baru saja membuka pintu ruang perawatan Molly adalah para petugas tenaga medis yang ingin memeriksa keadaannya Molly, yang terdiri dari satu Dokter yang menangani Molly melahirkan kemarin, dan tiga orang suster sebagai asistennya.
Para tenaga medis itu yang melihat dengan jelas tingkah Pietro yang sedang ikut n3n3n kepada Molly, mereka langsung saja tersenyum dengan tertahan.
Mau menyapa atau menegur pun rasanya sungkan dan kurang nyaman.
Dan akhirnya para tenaga medis itu pun berpura-pura tidak tahu saja dengan apa yang baru saja mereka lihat tadi.
Pietro yang melihat kedatangan dari para petugas tenaga medis, dia langsung saja menegakkan tubuhnya kembali sambil langsung menutupi dada Molly yang sedang terbuka itu.
" Wah Nyonya Molly sudah bisa menyu5ui sendiri ternyata, bagus Nyonya Molly, itu perkembangan yang sangat bagus untuk Ibu baru dan muda seperti anda ",, sapa hangat dari sang Dokter kepada Molly.
__ADS_1
Bukan Pietro namanya, jika dia tidak cemburu atau mengeluarkan perkataan yang sangat pedas dan tegas kepada sang Dokter.
" Jangan merayu istri saya,!! atau mau saya robek itu mulut anda,!! ",, kata Pietro kepada sang Dokter.
Ke tiga suster yang ikut dengan Dokter itu pun, langsung saja membuka mulutnya ketika mendengar perkataan dari Pietro tadi kepada sang Dokter.
Sedangkan sang Dokter pun juga tidak kalah terkejutnya mendengar perkataan pedas dari Pietro untuknya.
" Sana keluar, mengganggu saja!! ",, usir dari Pietro kepada Dokter itu dan ke tiga orang suster tersebut.
" Apa begini sikap kalian yang tidak mempunyai sopan santun, huh!! ",, kata Pietro lagi kepada para petugas tenaga medis yang hanya bisa diam saja dari tadi.
" Sudah masuk tidak mengetuk pintu terlebih dahulu, tiba-tiba langsung masuk saja di saat istri saya sedang menyu5u1, apakah ini pelayanan terbaik yang ada di rumah sakit ini!! ",, sambung lagi perkataan Pietro kepada para petugas tenaga medis.
Sang Dokter yang baru kali ini di tegur dengan sangat keras sekali dari Keluarga pasiennya pun, dia hanya bisa diam saja sambil menampilkan wajah terbengongnya.
Sedikit merasa bersalah dan tidak mau membuat keributan dengan keluarga pasien, akhirnya sang Dokter pun mencoba mengalah kepada Pietro.
" Maafkan sikap dari kami Tuan ",, kata sang Dokter kepada Pietro.
" Anda benar, kami sudah bersalah kepada anda, kalau begitu kami permisi dulu dan akan kembali ketika Nyonya Molly selesai menyu5ui ",, kata Dokter itu lagi kepada Pietro.
Unik, tentu saja uniklah, dan sepertinya cuma Pietro saja yang berani bersikap demikian kepada para petugas tenaga medis.
" Mengganggu saja!! ",, gerutu dari Pietro ketika para petugas tenaga medis itu sudah berlalu keluar.
Setelahnya Pietro pun kembali membuka lagi dadanya Molly untuk dia ikut n3n3n bersama baby C.
Lagi dan lagi ketika Pietro sedang sangat menikmati sekali kegiatannya, tiba-tiba lagi saja pintu ruang perawatannya Molly terbuka dari luar, dan kali ini pelakunya adalah Gilbert yang baru saja kembali dari membeli makanan.
Gilbert yang melihat kelakuan dari sang Kakak ke duanya yang tidak mau kalah dengan baby C, dia pun tentu saja langsung merasa gemas dengan sikap sang Kakak.
" Astaga!! ",, kata Gilbert kepada Pietro sambil menaruh makanan yang di belinya tadi di atas meja.
Pietro yang melihat kedatangan dari Gilbert, dia langsung saja menunjukkan wajah sebal dan marahnya, karena lagi-lagi dia di ganggu oleh seseorang.
Pietro langsung menghentikan kegiatannya dan memilih menutupi kegiatannya Molly, supaya Gilbert tidak bisa melihatnya.
__ADS_1
" Kakanda ini tolong pindahkan baby C ke tempatnya lagi ",, kata Molly kepada Pietro ketika baby C sudah tidak mau n3n3n lagi.
Pietro yang mendengar perkataan dari Molly, dia sangat berhati-hati sekali dengan tangan yang seperti gemetaran ketika dia sedang memindahkan baby C ke dalam box babynya.
Gilbert yang tidak di pedulikan oleh sang Kakak, dia hanya diam saja sambil terus memperhatikan Pietro dan juga Molly.
Molly yang sudah selesai menyu5ui baby C dia langsung saja menutup kembali dadanya itu yang sedang terbuka.
" Mana Gilbert makanannya, perutku sudah terasa sangat lapar sekali ",, kata Molly kepada Gilbert.
" Bagaimana tidak lapar, jika yang Kakak 5u5ui adalah bayi besar!! ",, gerutu dari Gilbert kepada Molly.
" Lha habisnya itu Kakak kamu mau minta, kan kasihan jika tidak di kasih ",, jawab sekenanya saja dari Molly kepada Gilbert.
Pietro yang mendengar perkataan dari Molly, dia langsung saja tersenyum miring sambil menaikkan sebelah alisnya ke atas kepada Gilbert.
Sedangkan Gilbert, ketika dia mendengar perkataan dari Molly, dia langsung saja membuka mulutnya sambil melihat ke arah Pietro dan Molly secara bergantian.
" Sepertinya aku menyesal kembali lagi menjadi anggota Keluarga Roderick ",, kata Gilbert untuk Molly dan Pietro.
" Karena kemungkinan besar dan bisa di pastikan aku pasti akan gila lagi seperti dulu kala ",, lanjut terus perkataan dari Gilbert untuk ke dua Kakaknya itu.
" Sudah diam, kamu terlalu banyak bicara Gilbert!!, sini mana makanannya, rasanya aku masih kurang cuma minum susu saja hari ini ",, kata Pietro kepada Gilbert.
" Tumben sekali Kakak mau minum susu, biasanya kan Kakak tidak suka susu, bisa eneg katanya ",, sindir dari Gilbert kepada Pietro.
" Susu yang ini beda rasanya dan tidak pernah di jamah oleh manusia selain Kakak, jadi ya sebelum di habiskan sama C dan A ya Kakak habiskan dulu ",, jawab dari Pietro kepada gilbert.
" C dan A itu siapa?? ",, tanya dari Gilbert kepada Pietro.
" Itu nama panggilan untuk baby Chasel dan baby Aluisa Gilbert ",, bukan Pietro yang menjawab melainkan Molly.
Sekarang Gilbert sudah mengerti ketika sudah di jelaskan oleh Molly, dan Gilbert yang merasa gemas dengan jawaban dari Pietro yang tadi, dia reflek langsung dengan sengaja menjitak kepala sang Kakak.
Dan hal itu tentu saja membuat Pietro langsung menatap horor ke arah Gilbert yang sedang merasa terkejut dengan kelakuannya sendiri kepada sang Kakak.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
__ADS_1
...***TBC***...