
Jika Greta sedang bertarung dengan arwah hantu wanita jahat itu, Pietro lebih memilih menyelamatkan Molly yang sedang tertusuk pisau tajam itu perutnya.
" Kamu bantu Greta saja, dan musnahkan dia dari muka bumi ini!! ",, perintah tegas dari Pietro kepada Ansel.
" Baik King ",, jawab dari Ansel kepada Pietro.
Setelahnya Ansel langsung bergegas membantu Greta dengan mencekal dan memegangi dengan sangat kuat sekali hantu wanita tadi menggunakan tali yang masih dibawanya.
Walau tangannya sudah serasa terbakar memegangi tali itu, namun Ansel tetap menahannya supaya bisa membantu memusnahkan hantu jahat itu dari muka bumi ini.
Sedang Pietro dia langsung saja membawa masuk Molly ke dalam ruang pengobatannya untuk mengobati luka tusuk di perutnya itu.
Pietro yang sudah menaruh Molly di atas ranjang yang ada di ruang pengobatan itu, dia langsung saja menarik pisau itu dari perut Molly dengan sangat hati-hati sekali.
Dan Molly sudah menunjukkan wajah yang pucat pasi, karena dia sedang menahan rasa sakit di perutnya itu.
Namun ketika Pietro sudah berhasil mengeluarkan pisau tadi, tiba-tiba saja ada yang menusukkan sebuah kayu di pinggangnya.
Hal itu sontak saja langsung membuat Pietro berteriak kesakitan sekali.
" Aaaaaaaaaaaaa ",, kata Pietro sambil berusaha menjabut kayu tadi dari pinggangnya.
Setelah berhasil mengambil kayu tadi, Pietro langsung saja mengalihkan pandangannya ke belakang, yang ternyata ada Benedic sedang bersembunyi di dalam rumahnya.
Benedic tadi yang berhasil kabur dari kejaran para arwah, dia langsung berusaha bersembunyi di dalam rumah Pietro.
Sebab Benedic sangat tahu sekali, jika para arwah itu tidak akan berani masuk ke dalam rumah Pietro.
Sama seperti para arwah yang lainnya, Benedic pun juga merasakan hal yang sama, yaitu merasa panas di sekujur tubuhnya ketika dia baru saja masuk ke dalam rumah Pietro.
Ketika Benedic sedang bersembunyi di dalam rumah Pietro, dia melihat Pietro sedang masuk sambil menggendong Molly yang sedang sangat kesakitan.
Benedic pun lalu mengikuti secara diam-diam kemana langkah kaki dari Pietro masuk ke dalam ruang pengobatan.
Dan di saat Benedic melihat Pietro tidak sadar akan kehadirannya, Benedic melihat ada sebuah kayu kecil bekas ranting dahan yang daunnya Pietro gunakan untuk membuat ramuan.
Benedic lalu mengambil kayu kecil itu dan menusukkannya ke pinggang Pietro.
__ADS_1
Walau sakit, tentu saja kayu kecil itu tidak akan ada apa-apanya di rasakan oleh Pietro.
Pietro yang sudah melihat arwah dari Benedic, dengan masih menyimpan perasaan marah yang cukup besar untuk Benedic, karena sikap Benedic tadi.
Pietro dengan Psikopat mode onnya, dia langsung saja mendekati Benedic dan melemparinya sebuah jimat yang bentuknya seperti butiran pasir nan lembut ke arah Bendic.
Hal itu membuat Benedic langsung merasa sangat kesakitan sekali.
Rasa yang di rasakan oleh Benedic seperti ada percikan api kecil-kecil di dalam tubuhnya.
" Aaah sakit, panas, apa yang tadi kamu lemparkan kepadaku hah!! ",, kata Benedic kepada Pietro.
" Pasir neraka!! ",, jawab dari Pietro kepada Benedic.
Pietro lalu membuka wadah dari butiran pasir itu dan lalu menuangkannya ke arah Benedic, membuat Benedic langsung merasa seperti terbakar sekali tubuhnya.
Tubuhnya yang transparan itu langsung berlubang kecil-kecil terkena butiran pasir tersebut.
Hingga akhirnya lubang itu semakin banyak dan membuat Benedic langsung pyaaarr,!! pecah sama seperti butiran pasir tadi.
Dengan segera dan bergegas Pietro mengumpulkan butiran pasir tadi ke dalam wadah miliknya, supaya butiran tubuh dari Benedic tidak berterbangan bersama angin.
Setelah bisa mengumpulkan semua butiran pasir tadi, Pietro langsung saja segera membuat ramuan untuk luka tusuk di perutnya Molly.
Terlatih dengan gerakan cepat, tidak ada lima menit Pietro sudah selesai membuat ramuan itu.
Dan ketika Pietro sudah selesai, dia langsung saja berjalan menghampiri Molly yang hampir saja kehilangan kesadarannya, karena merasa kesakitan di perutnya itu.
" Tahan My Queen, akan Kakanda lihat seberapa dalamnya bekas tusukan tadi ",, kata Pietro kepada Molly.
Molly tidak bisa menjawab perkataan dari Pietro, dan untuk Pietro sendiri dia langsung menekan serta membuka sedikit luka tusuk yang ada di perutnya Molly.
" Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa sakit ",, teriak super keras sekali dari Molly.
Sebab memang rasanya sangat sakit sekali ketika luka tusuknya di tekan seperti itu oleh Pietro.
Pietro yang sudah pengalaman dengan luka tusukan seperti itu, dia sangat bersyukur sekali ketika mengecek luka tusuk yang di alami oleh Molly, tidak sampai mengenai kandungannya, terlebih organ dalam milik Molly, untungnya cuma sampai pada lapisan kulit pertama saja.
__ADS_1
" Tahan sayang ",, kata Pietro lagi kepada Molly.
Setelahnya Pietro lalu memberikan tumbukan obat tadi di luka tusukannya Molly sambil sedikit menekannya, supaya sari pati dari tumbuhan obat itu bisa langsung mengenai luka tusuk yang ada di dalam perutnya Molly.
Sedangkan di luar rumah, Greta yang sudah berhasil menyerap habis tidak tersisa kekuatan jahat yang di miliki oleh arwah jahat tersebut.
Dia langsung lemas seketika, sebab kekuatan yang Greta miliki sekarang, melebihi kekuatan yang seharusnya dia miliki.
Dan untuk hantu wanita jahat itu, masih Ansel ikat dengan tali ajaib milik Greta dan dia menggeletakkannya saja di atas tanah dengan sendirinya.
" Aaaah lepaskan aku,!! ini terasa panas sekali seperti terbakar!! ",, teriak dari hantu wanita itu kepada Greta dan Ansel.
Greta dan Ansel hanya diam saja, sebab hantu wanita itu sudah tidak mempunyai kekuatan apa-apa, dan dia lama kelamaan akan musnah dengan sendirinya.
" Greta kamu tidak apa-apa?? ",, tanya Ansel yang melihat wajah pucat dari Greta.
" Aku tidak kuat menahan kekuatan jahat dari hantu itu ",, kata Greta kepada Ansel dengan suara lemah.
Ansel yang tahu apa yang harus dia lakukan, dia pun langsung saja mencium Greta tepat di bibirnya.
Ciuman itu sengaja Ansel lakukan, karena dia ingin menyedot setengah kekuatan dari hantu tersebut yang ada di dalam tubuhnya Greta.
Ada cara lain sih sebetulnya untuk menyedot kekuatan itu dari tubuh Greta, tapi yah Ansel memilih mencium Greta mau bagaimana lagi.
Walau Greta sedikit terkejut dengan ciuman mendadak yang dilakukan oleh Ansel, namun dia tahu jika Ansel sedang membantunya.
Jadi Greta berusaha menikmatinya saja ciuman yang sedang di lakukan oleh Ansel kepadanya.
" Bagaimana, apakah sudah terasa lebih baik?? ",, tanya dari Ansel kepada Greta ketika dia sudah melepaskan ciumannya.
" Sudah, terimakasih ",, jawab dari Greta kepada Ansel.
Dan ketika Greta bersama Ansel baru saja selesai berciuman seperti itu, tiba-tiba saja mereka berdua mendengar teriakan super keras sekali dari Molly yang tadi luka tusukannya sedang di tekan oleh Pietro.
Sontak saja Greta dan Ansel langsung terbang menembus dinding untuk masuk ke dalam rumah si Pietro untuk melihat keadaannya Molly.
Di saat Greta bersama Ansel melihat Molly berteriak karena sedang di obati oleh Pietro, mereka berdua pun langsung merasa lega seketika.
__ADS_1
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...