
Kak Ivar tahu jika Pietro mengikutinya dari belakang, dan dia membiarkannya saja.
Dan selama di perjalanan, Molly belum sadar sama sekali, hal itu membuat Agnes yang ikut duduk di bangku belakang bersama Molly merasa sangat khawatir sekali.
Sedang Gilbert dia saat ini duduk di kursi depan sampingnya Kak Ivar.
" Ayah cepetan sedikit ke rumah sakitnya, ini Molly pingsan apa mati sih, kenapa tidak gerak-gerak daritadi ",, kata Agnes kepada Kak Ivar.
" Ini Ayah juga sudah cepat Mamah, Mamah tenang dulu jangan membuat Ayah semakin pusing ",, kata Kak Ivar kepada Agnes.
" Sebenarnya dulu ke dua orang tuanya Kak Molly itu bagaimana sih mendidiknya, kenapa dia sama-sama oon bin bodoh seperti itu seperti Kak Pietro ",, gerutu dari Gilbert untuk Molly.
" Dari ceritanya Molly, dia sudah di tinggal mati Mamahnya sejak kecil, terus hidup dia sama Ayahnya saja, akan tetapi Molly tidak pernah melihat dunia luar sama sekali Gilbert ",, sahut dari Kak Ivar kepada Gilbert.
" Maksudnya tidak pernah melihat dunia luar itu bagaimana Kak?? '',, tanya dari Gilbert kepada Kak Ivar.
" Molly tidak pernah keluar rumah sama sekali Ibet, jika keluar rumah pun dia harus bersama Ayahnya dan harus memakai cadar untuk menutupi wajah cantiknya itu ",, jawab dari Kak Ivar kepada Gilbert.
" Iya-iya, sekarang Gilbert sudah faham, kenapa Kak Molly bertingkah sangat kampungan sekali ",, kata Gilbert kepada Kak Ivar dan masih di dengar oleh Agnes.
" Sayang sekali Kak Molly malah mempunyai suami yang sama-sama bodohnya seperti dia, jadinya ya seperti ini deh rumah tangganya ",, kata Gilbert lagi.
Dan tidak terasa mobil yang Kak Ivar tumpangi sampai juga di rumah sakit yang terdekat dari rumah Pietro.
Kak Ivar langsung memarkirkan mobilnya tepat di depan ruang UGD dan di ikuti oleh Pietro tentunya.
Pietro yang sudah keluar dari dalam mobil, dengan segera dia langsung saja bergegas menghampiri mobil Kak Ivar.
" Minggir biar aku saja yang menggendong ISTRIKU!! ",, kata Pietro kepada Kak Ivar yang ingin menggendong Molly keluar dari dalam mobil.
Sedang Gilbert tadi yang sudah keluar juga dari dalam mobil, dia langsung saja memanggil para petugas medis untuk segera membantu Molly mendapatkan penanganan.
Sudah lama sekali Pietro tidak berada di rumah sakit, dan seingat Pietro dia berada di rumah sakit terakhir kalinya ketika ke dua orang tuanya meninggal dulu.
" Eh Tuan, tolong pindahkan ke dua mobil ini ke parkiran dulu ",, tegur dari salah satu suster kepada Gilbert dan Kak Ivar yang pada ingin langsung masuk mengikuti Pietro.
" Baik suster ",, jawab dari Gilbert dan Kak Ivar secara bersama-sama.
__ADS_1
Sedangkan Pietro dia sudah masuk ke dalam bersama Agnes yang masih setia menemani Molly.
" Gilbert kamu parkirkan mobil Kakak kamu itu, Kakak yakin kuncinya masih menggantung di dalam ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert.
" Iya ",, jawab Gilbert dengan pasrah kepada Kak Ivar.
Dan setelahnya mereka berdua memindahkan ke dua mobil mewah itu di parkiran rumah sakit.
Kembali ke Pietro lagi.
Pietro dan Agnes akhirnya sudah sampai di depan sebuah ruangan intensif untuk menangani pasien seperti Molly.
" Mohon maaf Tuan, anda tidak boleh masuk ke dalam ",, cegah dari salah satu suster kepada Pietro.
" Saya akan masuk,!! dan jangan pernah melarang saya!! ",, jawab dari Pietro kepada suster tersebut.
" Tapi Tuan anda di ......... ",, perkataan dari suster itu langsung terpotong karena Pietro langsung mencekik lehernya suster tersebut hingga mengangkatnya dari atas lantai.
" Uhuk-uhuk ......... ",, suster tadi langsung terbatuk ketika cekikan tangan Pietro sudah terlepas dari lehernya.
Agnes yang melihat dia hanya diam saja, karena memang seperti itulah sifat dari adik iparnya.
" Tuan kenapa anda masuk ke dalam sini?? ",, tegur lagi dari salah satu asistan Dokter kepada Pietro.
" Tidak ada yang bisa melarang saya, walau pemilik rumah sakit ini sekalipun!! ",, kata tenang dan terdengar menyeramkan dari Pietro kepada Asisstan Dokter tersebut.
" Ba..... Baik Tuan, tapi saya mohon anda jangan mengganggu kami ",, kata Asistan Dokter itu kepada Pietro dengan sedikit ketakutan.
Pietro hanya diam saja tidak mempedulikan perkataan dari Asistan Dokter tadi.
Sedang Asistan Dokter tadi langsung saja membantu ke dua Dokter yang sedang memeriksa keadaannya Molly.
" Tampan-tampan tapi sangat menyeramkan sekali ",, kata batin dari Asistan Dokter tadi untuk Pietro.
Pietro terus memperhatikan dengan sangat serius sekali bagaimana para Dokter itu memeriksa keadaannya Molly.
Dan ketika para Dokter itu ingin membuka sedikit bajunya Molly karena ingin memeriksa perutnya, Pietro langsung mencegahnya.
__ADS_1
" Jangan melihat yang tidak seharusnya kalian lihat!! ",, cegah dari Pietro sambil mencengkeram erat tangan sang Dokter.
" Tapi Tuan, ini adalah prosedur dari kita untuk memeriksa keadaan dari istri anda, kami ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat istri anda bisa pingsan seperti ini ",, jawab dari sang Dokter kepada Pietro sambil menahan rasa sakit dipergelangan tangannya.
" Periksalah cepat,!! jangan lama-lama, atau nanti mata kalian semua saya congkel!! ",, kata Pietro lagi kepada para tenaga medis itu.
" Baik Tuan ",, jawab dari para tenaga medis itu dengan sangat ketakutan sekali kepada Pietro.
Seperti di bawah tekanan, yah seperti itulah keadaan dari para tenaga medis yang sedang bekerja untuk memeriksa keadaannya Molly.
Sedangkan di luar perawatannya Molly, Kak Ivar dan Gilbert mereka berdua baru saja sampai di depan ruang pemeriksaan itu.
Kak Ivar langsung saja bertanya kepada Agnes bagaimana keadaan dari Molly.
" Tidak tahu Ayah, kan para Dokternya belum pada keluar ",, jawab dari Agnes kepada Kak Ivar dan masih di dengar oleh Gilbert.
" Terus ini Kak Pietronya dimana Kak Agnes, kenapa dia tidak ada di sini?? ",, tanya dari Gilbert kepada Agnes.
" Ikut masuk ke dalam ",, jawab singkat dari Agnes kepada Gilbert.
" Ikut masuk ke dalam?? ",, ulang kata dari Kak Ivar kepada Agnes.
Dan Agnes langsung saja mengangguk kepada Kak Ivar.
" Bisa rusuh nanti itu di dalam, dan pasti Kak Pietro akan mengancam semua para tenaga medis untuk jangan ini dan jangan itu terhadap tubuhnya Kak Molly ",, sahut dari Gilbert kepada Kak Ivar dan Agnes.
" Iya, tadi saja Pietro sudah mencekik leher suster yang ada di sini, hingga tubuhnya sampai terangkat ke atas ",, jawab dari Agnes kepada Gilbert dan masih di dengar oleh Kak Ivar.
" Astaga Pietro!! ",, kata Kak Ivar sambil memejamkan matanya.
Dimanapun Pietro berada, dia akan tetap selalu membuat keributan, kehebohan, dan ketakutan bagi setiap orang yang diajaknya berbicara.
" Rasanya Gilbert ingin masuk ke dalam dan melihat sendiri bagaimana Kak Pietro merusuhkan suasana ruang perawatannya Kak Molly ",, kata Gilbert seperti membayangkan sesuatu dan sambil tertawa juga.
Kak Ivar yang merasa gemas dengan tingkahnya Gilbert, dia langsung saja menjitak kepala Gilbert dengan cukup keras sekali.
Baik Gilbert dan Pietro, mereka berdua sangat pandai sekali membuat kesabaran dari Kak Ivar teruji setiap saat.
__ADS_1
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...