KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
KAK IVAR - MOLLY


__ADS_3

Kak Ivar yang sudah duduk diruang Keluarga rumah sang adik, dia langsung saja mengalihkan pandangannya kesemua penjuru ruangan.


Dan ketika Kak Ivar melihat ada foto kedua orang tuanya, foto-foto mereka sekeluarga, foto jaman dulu dan masih banyak foto yang lainnya, Kak Ivar tersenyum sendiri dalam diamnya.


" Mah, Yah......... apakah kalian berdua tenang disana??, dengan keadaan Pietro yang menjadi seperti sekarang?? ",, kata batin dari Kak Ivar sambil melihat kearah foto kedua orang tuanya.


" Maafkan Ivar Yah, Mah yang tidak bisa merubah Pietro menjadi manusia normal seperti dulu lagi ",, kata batin dari Kak Ivar lagi untuk kedua orang tuanya.


" Tapi Ivar bersyukur Mah, Yah, sifat Pietro sudah sedikit berubah, tidak sekaku, dan sedingin dulu kepadaku ketika Kakek masih hidup ",, kata Kak Ivar lagi sambil tersenyum tipis.


Setelahnya Kak Ivar memilih diam saja sambil menunggu sang adik yaitu Pietro membawa keluar gadis yang sudah membuatnya sangat penasaran sekali.s


Sedang beralih kedalam kamar siPietro.


Molly yang melihat tingkah Pietro memberikan kecupan sekilas dibibirnya, entah kenapa didalam hatinya merasa sedikit menghangat dan sikap Pietro terlihat manis dimatanya.


Dan ketika Molly melihat Pietro sudah masuk kedalam ruang walk in closetnya, Molly memilih langsung duduk dipinggir ranjang dengan sambil memegang erat celana siPietro supaya tidak melorot kebawah.


Hanya membutuhkan waktu lima menit saja Molly menunggu, akhirnya Pietro selesai juga berganti bajunya.


Pietro hanya menggunakan celana pendek tanpa atasan, alias bertelanj4n9 dada.


" Ayo kita keluar, ada Kakak saya diluar ",, kata Pietro kepada Molly.


" Tidak mau Tuan, saya tidak mau........... saya takut......... ",, sahut Molly dengan cepat kepada Pietro.


" Apa itu artinya kamu tidak takut dengan saya gadis kecil?? ",, tanya Pietro sambil menatap lekat kearah Molly.


Molly hanya diam saja sambil menundukkan wajahnya ketika sedang ditatap seperti itu oleh Pietro.


" Ayo cepatan keluar, atau saya patahkan kedua kaki kamu itu biar sekalian tidak bisa berjalan!! ",, kata tegas dari Pietro kepada Molly.


" Jangan Tuan........ ",, jawab Molly sambil menggelengkan kepalanya kepada Pietro.


" Ayo cepat....!! ",, kata Pietro lagi kepada Molly.


Dan Molly pun akhirnya mencoba berjalan tertatih dengan keadaan m155 ^nya yang masih sangat sakit sekali, serta jangan lupakan pergelangan tangannya juga masih mengeluarkan darah karena ulah dari Pietro.


Pietro yang sudah keluar dari dalam kamar, dia sedikit merasa gemas dengan Molly, karena Molly jalannya sangat pelan-pelan sekali.


" Kamu lelet sekali sih!! ",, kata Pietro kepada Molly.


Dan tanpa diduga oleh Molly, Pietro langsung saja menggendong Molly dengan tiba-tiba, hingga membuat Molly menjadi sangat terkejut sekali.


Pietro yang sudah menggendong Molly, dia langsung saja membawa Molly untuk menuju kedalam ruang Keluarga rumahnya yang disana sudah ada Kak Ivar yang sudah menunggu mereka daritadi.

__ADS_1


Kak Ivar sendiri yang melihat Pietro keluar dari dalam rumah sambil menggendong seorang gadis yang sedang memakai pakaian milik siPietro.


Fikiran Kak Ivar sudah tidak karuan sekali, entah alurnya kekanan atau kekiri, namun yang pasti fikiran Kak Ivar sudah melayang jauh keatas awan sana.


" Apa dia gadis itu Pietro?? ",, tanya Kak Ivar kepada Pietro, sambil menunjuk Molly yang sedang menundukkan kepalanya dengan rambut yang tergerai menutupi wajahnya.


" Iya....... ",, jawab Pietro kepada Kak Ivar.


" Siapa namanya?? ",, tanya Kaka Ivar kepada Pietro.


" Tidak tahu..... ",, jawab Pietro dengan santai kepada Kak Ivar.


" Tidak tahu!!! ",, kata Kak Ivar dengan sangat terkejut sekali.


" Kamu tidak tahu namanya, tapi sudah menidurinya??!!! ",, kata Kak Ivar lagi kepada Pietro.


" Sudah berapa kali kamu menidurinya Pietro?? ",, tanya Kak Ivar kepada Pietro.


Sedang Molly daritadi hanya diam saja sambil terus mendengarkan perkataan dari Kak Ivar.


" Tiga kali, jika Kakak tidak datang mungkin bisa sampai keempat dan kelima kalinya ",, jawab enteng dari Pietro kepada Kak Ivar.


Molly yang mendengar perkataan dari Pietro dia langsung saja mendongakkan kepalanya untuk melihat kearah Pietro.


Karena seingat Molly, dia dip3rk054 oleh Pietro baru dua kali, tapi kenapa Pietro mengatakan sudah tiga kali.


" Siapa nama anda Nona?? ",, tanya Kak Ivar kepada Molly.


Gantian Molly langsung mengalihkan pandangannya kearah Kak Ivar yang sedang duduk berseberangan dengannya.


Kak Ivar yang sudah melihat wajah cantik alami dari Molly dengan dua bola mata yang berbeda seperti kata dari Gilbert tadi, dia langsung saja terkejut sambil sedikit membuka mulutnya.


" Kamu.............??, apakah mata kamu itu asli atau kamu sedang memakai softlens yang berbeda Nona?? ",, kata Kak Ivar kepada Molly.


" Jika Kakak ingin tahu mata dia asli atau tidak, Pietro bisa mencongkelkan kedua bola mata dia untuk Kakak ",, jawab Pietro dengan sangat menguji kesabaran sekali untuk Kak Ivar.


Molly langsung saja melototkan matanya mendengar perkataan dari Pietro tadi.


Sedang Kak Ivar dia langsung saja menepuk jidatnya sambil menahan rasa gemasnya kepada sang adik.


" Pietro kamu diam!!, Kakak sedang bertanya kepada dia bukan kamu!! ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.


" Jawab Nona siapa nama kamu?? ",, kata Kak Ivar kepada Molly.


" Dan kenapa dengan pergelangan tangan kamu??, apa itu ulah dari adik saya Pietro?? ",, sambung lagi perkataan dari Kak Ivar kepada Molly.

__ADS_1


" Jika Kakak ingin aku memotong pergelangan tangannya akan Pietro lakukan dengan senang hati Kak ",, sahut tiba-tiba dari Pietro kepada Kak Ivar.


" Pietro, diam!! ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.


Dan Pietro pun langsung saja diam, sambil menampilkan muka temboknya.


" Jawab Nona ",, kata Kak Ivar lagi kepada Molly.


" Molly Tuan, nama saya Molly dan tangan saya ini i........iya Tuan, karena dia ",, jawab Molly kepada Kak Ivar dengan suara lembutnya sambil menundukkan kepalanya karena takut.


" Nama dia seperti truk pengaduk beton ",, sahut dari Pietro kepada Molly dan Kak Ivar.


Kak Ivar yang mendengar sahutan dari Pietro sebenarnya dia ingin sekali tertawa, namun sekuat tenaga dia tahan.


Sedang Molly sendiri, dia tidak tahu maksud dari perkataannya Pietro, karena rumah yang ada dikampungnya semuanya masih terbuat dari kayu atau serat-serat tumbuhan yang masih alami diambil dari dalam hutan, termasuk rumahnya sendiri.


" Dimana baju kamu??, kenapa kamu malah memakai pakaian adik saya?? ",, tanya Kak Ivar kepada Molly.


" Sudah dirobek sama dia Tuan ",, jawab Molly kepada Kak Ivar sambil menunjuk Pietro yang duduk disebelahnya.


Kak Ivar langsung saja melototkan matanya kepada Pietro ketika mendengar perkataan dari Molly tadi.


Namun Pietro yang sedang dipelototin oleh Kak Ivar, dia hanya santai saja, tidak merasa takut sama sekali.


" Apakah anda melakukan hal itu dengan adik saya antara suka sama suka Nona??, jawab jujur kepada saya, karena jawaban anda yang terakhir ini akan menentukan nasib anda Nona ",, kata Kak Ivar kepada Molly.


" Tidak Tuan,.......... Tuan itu yang memaksa saya ",, jawab Molly kepada Kak Ivar sambil meneteskan air matanya.


Kak Ivar yang sudah mendengar jawaban dari Molly, dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Pietro untuk memberikan siraman rohani sebentar seperti biasanya.


Walau biasanya ketika Pietro mendapatkan siraman rohani dari Kak Ivar tidak pernah dia dengarkan sama sekali


Namun tetap saja jika Pietro terus dibiarkan, dia akan terus-terusan berbuat seperti itu dan tidak akan menghargai Molly.


" Kenapa Kak Ivar melihatku seperti itu??,, jangan buat Pietro harus mencongkel mata Kakak juga!! ",, kata Pietro kepada Kakaknya.


" Congkel sajalah Pietro, lebih baik Kakak buta, daripada harus melihat tingkah kamu yang daridulu sangat sulit dirubah ",, jawab Kak Ivar dengan tenang kepada Pietro.


Molly yang mendengar perkataan dari Kak Ivar, dia langsung menjadi sangat ketakutan sekali.


Takut jika Pietro beneran akan mencongkel mata dari Kakaknya itu.


Dan Pietro sendiri yang mendengar perkataan dari sang Kakak, dia hanya cuek saja tidak peduli sama sekali seperti biasanya.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2