
Kita akan membahas sihantu cantik yaitu Greta.
Tadi ketika Greta pergi dari dalam mall menuju kerumah milik Keluarganya yang jaraknya cukup jauh dari mall tersebut.
Akhirnya Greta pun sampai juga didalam rumah kedua orang tuanya setelah terbang beberapa menit lamanya.
Disaat Greta sudah sampai dirumah kedua orang tuanya, dia langsung melihat Ayah dan juga Mamahnya, namun Greta tidak mengenal dengan anak kecil yang sedang bermanja dan bermain dengan kedua orang tuanya.
" Siapa dia??, seingatku aku tidak mempunyai keponakan dia??, dan aku tidak mengenalnya?? ",, kata dari Greta kepada anak kecil berjenis kelamin laki-laki yang sudah berusia empat tahun.
" Nenek-nenek ada wanita cantik yang sedang berdiri disamping Nenek ",, kata anak laki-laki itu kepada Mamahnya Greta yang bernama Mamah Hanna.
" Mana Chan, Nenek tidak melihatnya??, disini tidak ada siapa-siapa, hanya ada kamu Nenek dan juga Kakek ",, jawab Mamah Hanna kepada Chan.
" Apakah Kakek melihat perempuan yang dimaksud Chan?? ",, tanya Mamah Hanna kepada sang suami yang bernama Ayah Janu.
" Apakah yang dimaksud anak kecil yang bernama Chan itu aku?? ",, kata Greta sambil berbicara sendiri.
Dan Chan yang mendengar perkataan dari Greta dia langsung saja mengangguk membenarkan.
" Kakek juga tidak melihatnya ko Nek?? ",, jawab Ayah Janu kepada Mamah Hanna.
" Chaaaan anak tampan, disini tidak ada siapa-siapa??, mana sih perempuan yang Chan maksud, bisakah Chan tunjukkan kepada Nenek dan Kakek?? ",, tanya dari Ayah Janu kepada Chan.
" Itu Kek, dia wajahnya sangat mirip sekali dengan foto itu?? ",, jawab Chan kepada Kakeknya sambil menunjuk fotonya Greta.
" Dia memanggil Ayah dan Mamah ko Kakek dan Nenek, siapa sih sebenarnya dia?? ",, kata Greta masih berbicara sendiri.
Mamah Hanna dan Ayah Janu yang mendengar perkataan dari Chan, dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearah foto yang ditunjuk oleh Chan.
" Ayah itu,...........?? itu fotonya Greta, apakah yang dimaksud siChan itu arwahnya Greta ya Ayah?? ",, kata Mamah Hanna dengan sangat terkejut sekali sambil meneteskan air matanya.
Tidak cuma Mamah Hanna saja terkejut, melainkan Ayah Janu pun juga terkejut.
" Chan apa Chan tidak salah lihat, itu fotonya auntynya Chan yang sudah lama meninggal ",, kata Ayah Janu kepada Chan.
Dan Greta yang masih berdiri disamping shofa yang diduduki Mamah Hanna pun dia hanya bisa diam saja sambil terus mendengarkan semua Keluarganya sedang berbincang seperti itu.
Chan yang mendengar perkataan dari Ayah Janu, dia langsung saja melepaskan mainannya dan langsung berjalan mendekati Greta.
__ADS_1
Apa yang dilakukan Chan diperhatikan seksama oleh Ayah Janu dan Mamah Hanna.
" Kakak, Kakak cantik siapa namanya?? ",, tanya Chan kepada Greta.
Namun yang dilihat Ayah Janu dan Mamah Hanna, adalah jika Chan sedang berbicara sendiri.
" Kakak bernama Greta Lovisa Hartigan Chan ",, jawab Greta kepada Chan sambil tersenyum.
" Kakak tahu nama Chan?? ",, tanya Chan lagi kepada Greta.
" Tahu dong, kan daritadi nama Chan disebutkan terus sama Nenek dan Kakek Chan ",, jawab lembut dari Greta kepada Chan.
Chan hanya mengangguk saja kepada Greta.
Sedangkan Ayah Janu dan Mamah Hanna mereka hanya bisa melihat Chan dengan terbengong dan sedikit bingung.
Karena pasalnya Chan tidak pernah menunjukkan hal yang aneh seperti sekarang, tapi entah kenapa Chan tiba-tiba saja bisa berbicara sendiri dan mengatakan hal yang tidak pernah Mamah Hanna dan Ayah Janu dengar.
Chan yang sudah selesai mengobrol dengan Greta, dia lalu berbicara kepada Ayah Janu dan Mamah Hanna.
" Kakek, Nenek, nama Kakak cantik yang berdiri itu katanya bernama Greta Lovisa Hartigan ",, kata Chan kepada Ayah Janu dan Mamah Hanna dengan sangat polos sekali.
Mamah Hanna langsung saja syok sambil membuka mulutnya dengan air mata yang langsung mengalir dari kedua matanya ketika mendengar perkataan dari Chan tadi.
Greta yang melihat sang Mamah menangis seperti itu dia menjadi ikutan menangis dan rasanya dia ingin sekali memeluk sang Mamah kali itu saja.
" Mah tenang Mah, nanti sakit asmanya Mamah bisa kambuh ",, kata Ayah Janu kepada Mamah Hanna.
" Chan, apa Chan tidak berbohong kepada Kakek dan Nenek?? ",, tanya dari Ayah Janu kepada Chan.
" Tidak, Kakak itu sendiri yang bilang tadi ",, jawab Chan sambil menggelengkan kepalanya sambil juga menunjuk Greta.
" Chan tolong sampaikan kepada Nenek, jangan menangis lagi ya, aunty Greta sangat sayang sama Nenek dan Kakek ",, kata Greta meminta tolong kepada Chan dengan wajah yang juga bersedih sekali.
Chan pun langsung mengangguk saja kepada Greta.
" Nenek kata aunty Greta, Nenek tidak boleh bersedih lagi, karena aunty Greta bilang dia sangat menyayangi Kakek dan Nenek ",, kata Chan kepada Ayah Janu dan Mamah Hanna dengan suara polos khas anak-anak.
" Greta anak Mamah, Nak bisakah kamu mendengar suara Mamah, Mamah sangat merindukanmu ",, kata Mamah Hanna kepada arwah Greta sambil menangis dengan sangat rindu sekali.
__ADS_1
" Greta juga sangat merindukan Mamah, Mamah jangan menangis lagi ",, jawab Greta kepada Mamah Hanna dan yang bisa mendengar perkataan dari Greta cuma Chan saja.
" Aunty Greta ingin memeluk Nenek tapi tidak bisa ",, sahut dengan polos dari Chan kepada Mamah Hanna.
Semakin pilulah suara tangisan dari Mamah Hanna, dan Ayah Janu yang melihat dia langsung saja mencoba memeluk untuk menenangkan sang istri tercinta.
Ketika mereka semua sedang dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba saja pandangan mereka semua termasuk Greta teralihkan dengan kedatangan dari sang Kakak laki-lakinya bersama seorang perempuan.
Namu perempuan itu tiba-tiba saja terpaku karena dia juga melihat arwahnya siGreta.
Sedang Kakak laki-lakinya Greta yang bernama Kak Agler langsung saja mendekat kearah kedua orang tuanya yang sedang menangis pilu sekali.
" Mamah,........ Ayah, Mamah kenapa?? ",, tanya dari Kak Agler kepada Ayah Janu.
" Kata Chan, disamping Mamah kamu ada arwah adik kamu Greta ",, jawab dari Ayah Janu kepada Kak Agler.
Kak Agler yang mendengar perkataan dari Ayahnya, dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearah sang istri yang masih diam diri terpaku tidak jauh dari mereka semua.
" Apakah Mamah melihatnya juga seperti yang dilihat oleh Chan?? ",, tanya Kak Agler kepada istrinya yang bernama Linn.
Linn pun langsung saja mengangguk kepada Kak Agler.
Dan ternyata penglihatan yang dimiliki Chan diturunkan dari sang Mamah tercintanya yaitu Linn.
Chan sendiri adalah anak laki-lakinya Kak Agler bersama Linn, dan yang mengetahui jika Linn serta Chan mempunyai indra keenam adalah Kak Agler saja.
Jadi wajar saja ketika Ayah Janu dan Mamah Hanna sangat terkejut sekali ketika baru mengetahui kelebihan yang dimiliki Linn dan Chan saat ini.
" Greta?? ",, kata Linn kepada Greta.
" Apakah kamu juga bisa melihatnya Linn?? ",, tanya Ayah Janu kepada Linn menantunya.
Linn langsung mengangguk kepada Ayah Janu.
" Linn punya kelebihan untuk melihat seperti itu Ayah, dan kelebihan itu diturunkan kepada Chan, maafkan Agler yang tidak bercerita kepada kalian berdua ",, jawab dari Agler kepada Ayah Janu.
Ayah Janu sedikit tidak percaya dengan apa yang dibilang oleh Agler baru saja tadi.
Sedang Greta sendiri, dia masih bingung dengan situasi yang ada, karena perempuan yang bernama Linn itu bisa melihat kedatangannya.
__ADS_1
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...