
Singa betina yang sudah berhasil mereka tangkap, mereka semua langsung saja membawa singa tersebut ke rumah milik Pietro.
Sesampainya di rumah, Pietro langsung menyuruh kepada para anak buahnya, untuk mengambilkan ramuan, seperti bius dan ramuan obat yang bisa membuat singa liar menjadi sedikit penurut.
Walau tidak instan hasilnya, tapi setidaknya singa itu tidak akan terlalu berbahaya, jika bersama para manusia, terutama orang-orang yang ada di rumah super mewah milik Pietro.
" Bawa sini obat ramuannya ",, kata Pietro kepada para anak buahnya.
" Ini Tuan ",, jawab anak buah itu yang sudah mengambilkan ramuan untuk Pietro.
Ramuan bius dan juga penenang yang sudah berada di tangan Pietro, Pietro langsung saja memberikannya kepada singa betina itu dengan memasukkan ke dalam mulut sang singa.
Setelah itu, Pietro langsung saja menyuruh kepada para anak buahnya, untuk memasukan singa betina tersebut ke dalam mobilnya, karena dia akan membawanya langsung pulang ke rumahnya.
Singa betina itu tidak di masukkan ke dalam kandang, ataupun di ikat ke dua tangan dan juga kakinya, hanya di biarkan tertidur begitu saja di kursi belakang oleh Pietro.
Dan Pietro mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang cukup kencang, supaya bisa segera sampai di rumah super mewah miliknya.
Membicarakan rumah super mewahnya, baru saja satu jam Pietro pergi, rumah Pietro - Molly kedatangan tamu yaitu Keluarga Hartigan yang sudah mendapatkan kabar, jika Molly baru saja melahirkan baby Leon.
" Cucu Nenek yang sangat tampan sekali ",, kata Mama Hanna sambil menggendong baby Leon.
Saat ini semua orang sedang pada duduk di ruang tamu rumah si Pietro, dan mereka semua terdiri dari Kak Agler, Kak Ivar, Agnes, Molly, Linn, Ayah Janu dan juga jangan lupakan baby Ansel beserta si kembar.
" Siapa namanya Molly?? ",, tanya Kak Agler kepada Molly.
" Namanya Leonardo Kak ",, jawab Molly kepada Kak Agler.
" Lalu suami kamu ada di mana,?? ko dia tidak terlihat sendiri di sini?? ",, tanya Kak Agler lagi kepada Molly.
" Dia sedang berburu ",, jawab Molly kepada Kak Agler.
" Berburu, Nak Pietro berburu Molly,?? waaah hebat sekali dia ",, kata Ayah Janu kepada Molly.
" Itu sudah kebiasaannya sejak masih kecil Tuan Janu ",, kata Kak Ivar menyahuti perkataan dari Ayah Janu.
Ayah Janu hanya mengangguk saja menanggapi perkataan dari Kak Ivar tadi.
" Oh ya, ko kamu cepat sekali pulang ke rumahnya Nak, kamu melahirkan baby Leonardo kapan?? ",, tanya Mama Hanna kepada Molly.
" Dia tidak melahirkan di rumah sakit Nyonya, tapi di rumah di bantu sama suaminya ",, malah Agnes yang menjawab pertanyaan dari Mama Hanna tadi.
" Hah,!! di rumah?? ",, kata Mama Hanna dengan sangat terkejut sekali.
Tidak cuma Mama Hanna saja yang merasa terkejut, melainkan semua Keluarga Hartigan pun sama terkejutnya seperti Mama Hanna.
" Apa benar itu Molly?? ",, tanya Mama Hanna untuk lebih memastikannya lagi.
" Benar Ma, Molly melahirkan di rumah, dan di bantu oleh Kakanda ",, jawab Molly sambil tersenyum.
" Waaaaah, sungguh Kakak tidak tahu jalan pikiran dari suami kamu Molly, dia begitu serba bisa ",, kata Linn kepada Molly.
" Lalu cara penanganan pasca persalinannya bagaimana, apakah Tuan Pietro juga yang menangani kamu, maksudnya apakah kalian berdua tidak memanggil Dokter ke sini begitu?? ",, tanya Linn kepada Molly.
__ADS_1
" Tidak Nyonya Linn, semuanya Ito yang menangani sendiri, entahlah dulu otaknya terbuat dari apa, kenapa dia seperti anti dengan dunia ke Dokteran, padahal jika dia mau, dia bisa menjadi seorang Dokter yang handal ",, kata Agnes kepada Linn.
" Boleh juga itu usulnya Nyonya Agnes, nanti Tuan Pietro kita jadikan seorang Dokter saja, pasti akan bertambah itu pundi-pundi uangnya ",, kata Kak Ivar kepada Agnes.
" Walau Pietro sangat pintar dengan dunia medis, tapi dia hanya mau mengobati orang-orang tertentu saja, terutama untuk semua Keluarganya ",, kata Kak Ivar kepada mereka semua.
Baru saja sedang enak-enaknya membicarakan Pietro, tiba-tiba saja, pandangan mereka semua langsung teralihkan ke arah orang yang baru saja datang.
Dan orang itu adalah Gilbert, dengan ekspresi panik dan juga ketakutannya.
" Kakak, Kak Ivar tolooooooong, sepertinya Elina akan segera melahirkan sekarang, bagaimana ini?? ",, kata Gilbert kepada semua orang.
Semua orang kecuali Molly dan Mama Hanna, yang sedang pada duduk di ruang tamu, mereka semua langsung saja segera bergegas menuju ke rumah Gilbert yang ada di sebelah.
Sesampainya di rumah Gilbert, mereka semua sudah melihat Elina sedang merasa kesakitan sekali di temani oleh Ayah Eric.
" Ayo kita segera bawa Elina ke rumah sakit Gilbert ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert.
" Kak Pietro mana Kak, biar dia saja yang membantu Elina melahirkan ",, kata Gilbert kepada Kak Ivar.
" Dia sedang pergi, tidak keburu nanti jika menunggu dia pulang dulu ",, jawab Kak Ivar kepada Gilbert.
" Ayo Tuan Gilbert, akan saya bantu untuk mengendarai mobilnya ",, kata Kak Agler kepada Gilbert.
Akhirnya, Elina pun di bawa ke dalam mobil oleh Gilbert, dan di dalam mobil itu ada Agnes juga yang bertugas menemani Elina, sedang Gilbert duduk di kursi depan sebelah Kak Agler.
Kak Ivar yang sudah melihat mobil yang di tumpangi oleh Elina, sudah berlalu pergi dari dalam rumah, dia langsung saja segera bergegas kembali ke rumah milik Pietro untuk mengambil mobil mewah miliknya.
Kak Ivar lalu mengendarai mobilnya untuk menyusul ke rumah sakit bersama Ayah Eric.
Ayah Eric yang masih berada di rumah, dia tadi langsung ikut ke rumah sakit bersama Kak Ivar.
Ketika di perjalanan menuju ke rumah sakit, Ayah Eric langsung saja mencoba menghubungi Danish.
Danish yang sedang bekerja pun, dia begitu terkejut namun merasa senang secara bersamaan, karena sebentar lagi dia akan segera mempunyai keponakan yang lucu.
Tapi sayang, Danish belum bisa langsung menyusul ke rumah sakit, karena dia sedang ada meeting penting dengan clientnya.
Setelah berada di dalam perjalanan, sekitar tiga puluh menit lamanya, akhirnya mobil yang di tumpangi oleh Gilbert sampai juga di rumah sakit yang terdekat.
Gilbert langsung memanggil Dokter untuk segera menangani sang istri yang akan segera melahirkan.
Sedangkan kembali ke rumah super mewah milik Pietro, Molly pun juga merasa sangat khawatir sekali dengan keadaannya Elina, karena ini adalah proses melahirkan pertama kali di dalam hidupnya.
" Semoga saja Elina diberikan kelancaran oleh Tuhan ya Ma ",, kata Elina kepada Mama Hanna.
" Aamiin, semuanya akan baik-baik saja Nak ",, jawab Mama Hanna kepada Molly.
" Kalian berdua hamil bisa secara bersamaan, melahirkan pun bisa secara bersamaan pula, hanya berselisih sekitar beberapa jam saja ",, kata Linn kepada Molly.
" Serta jangan lupakan, ketika membuatnya pun mungkin tidak sengaja bisa secara bersamaan juga Kak ",, kata Molly kepada Linn.
Linn langsung saja tertawa cukup keras mendengar jawabannya Molly tadi.
__ADS_1
Dan Molly yang melihat Linn tertawa, dia juga langsung ikut-ikutan tertawa.
Kembali ke rumah sakit lagi.
Elina saat ini sudah di tangani oleh para Dokter dan tim medis, dan saat ini juga dia sudah di bawa masuk ke dalam ruang bersalin.
Gilbert pun tidak lupa juga di suruh ikut masuk oleh para tim medis, untuk memberikan semangat dan menemani Elina yang ternyata sudah mengalami pembukaan ke tujuh.
" Kurang tiga lagi, sebentar lagi istri anda akan segera melahirkan Tuan ",, kata Dokter itu kepada Gilbert.
Gilbert terus menenangkan Elina yang sudah tidak tahan dengan rasa sakit yang di rasakan di perutnya.
" Gilbert sakit, sakit sekali perut aku ",, kata Elina kepada Gilbert.
" Bersabarlah, dan bertahanlah sayang, demi kita semua ",, kata Gilbert kepada Elina.
Elina merasa sangat tidak tenang sekali, karena perutnya benar-benar terasa sangat sakit sekali.
Sedangkan Dokter dan para tim medis lainnya, juga masih setia menunggu di ruang bersalin itu, untuk melihat perkembangannya Elina.
Dan tidak terasa cukup cepat sekali proses yang di alami oleh Elina, karena ketika di cek lagi oleh Dokter, Elina ternyata sudah mengalami pembukaan ke sepuluh.
Elina langsung saja di tangani oleh para Dokter beserta asistennya, untuk segera mengeluarkan baby pertamanya.
Jika Dokter itu membutuhkan beberapa asisten, Pietro tidak membutuhkan siapa-siapa, dia bisa menanganinya sendiri, bahkan uang miliknya pun juga tidak berkurang sepeserpun, sebab obat saja juga hasil racikannya sendiri.
Elina terus men9374n dan men9374n untuk mengeluarkan baby pertamanya.
Bahkan Gilbert reflek juga ikut men9374n, hingga mengeluarkan suara kentut yang cukup besar sekali.
Suara kentut itu membuat para tim medis menjadi salah fokus dan mereka tersenyum lucu di dalam masker yang sedang mereka pakai.
" Maaf ",, kata Gilbert dengan menahan perasaan malunya.
" Ganteng-ganteng tapi memalukan ",, batin dari salah satu asisten Dokter untuk Gilbert.
" Ayo Nyonya dorong yang kuat lagi ",, intrupsi dari sang Dokter kepada Elina.
Elina lalu lebih menekan lagi babynya, supaya bisa cepat ke luar dari dalam perutnya.
Gilbert yang melihat Elina m3n9374n lagi, dia pun reflek ikut men9374n dan menarik nafasnya, sama persis dengan apa yang sedang dilakukan oleh Elina.
Lagi dan lagi, ketika Gilbert ikut men9374n, dia langsung mengeluarkan suara kentut lagi, namun kali ini suaranya tidak terlalu keras seperti yang tadi, namun masih terdengar di telinga semua orang yang ada di situ.
" Maaf ",, kata Gilbert lagi sambil tertawa garing.
Suara tawa langsung terdengar di dalam ruang bersalin itu walau samar-samar, karena mereka semua sedang memakai masker di mulutnya.
Hingga akhirnya, setelah tiga puluh menit berjuang, Elina bisa juga mengeluarkan baby pertamanya yang berjenis kelamin laki-laki.
Gilbert yang melihat baby pertamanya lahir dengan selamat, dia langsung saja berbalik badan untuk menyembunyikan wajahnya di tembok, sambil mengeluarkan air mata yang cukup deras sekali.
Sebab Gilbert merasa terharu dengan perjuangan Elina, yang sudah bisa melahirkan baby pertama mereka dengan bersusah payah.
__ADS_1
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...