KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
PERTARUNGAN


__ADS_3

Pietro langsung saja merasa sangat kesakitan sekali ketika dia mendapatkan serangan tiba-tiba seperti itu dari Tuan Brush di punggungnya.


Darah segar langsung mengucur keluar dari punggung atas sebelah kirinya Pietro karena luka tusukan tadi.


Sedang Tuan Brush dia langsung saja tertawa puas karena sudah bisa melukai dan menyerang Pietro seperti itu.


" Hahahahahahahaha ",, suara tawa kemenangan dari Tuan Brush.


Tidak tahukah Tuan Brush dengan sikapnya yang sudah berani melukai Pietro, jiwa iblis di dalam diri Pietro langsung saja muncul kepermukaan.


Dengan santainya seperti tanpa merasa kesakitan sama sekali Pietro langsung mencabut pisau itu dari balik punggungnya.


Setelahnya Pietro men71l4t darahnya sendiri yang menempel di pisau itu menggunakan lidahnya.


" Hmm aroma darah yang membuatku semakin semangat ",, kata Pietro terdengar seperti suara iblis.


" Anda pengecut Tuan Brush ",, ejek dari Pietro kepada Tuan Brush.


" Jika anda berani lawanlah saya tapi jangan seperti tadi ",, kata Pietro lagi kepada Tuan Brush.


" Setidaknya saat ini saya sudah berhasil melukai anda 6471n94n!! ",, jawab santai dari Tuan Brush kepada Pietro.


Pietro bukannya marah ketika dia diejek dan dihina seperti itu oleh Tuan Brush, tapi Pietro langsung menunjukkan senyum devilnya kepada Tuan Brush.


" Ok ...... ",, kata Pietro kepada Tuan Brush.


" Anda benar Tuan Brush, mari kita mulai permainan yang sesungguhnya ",, kata Pietro lagi kepada Tuan Brush.


" Sini serang saya ",, kata Pietro sambil mengkode Tuan Brush untuk menyerangnya.


Setelahnya Pietro melemparkan satu buah senjata seperti parang kepada Tuan Brush biar adil, sedang Pietro sendiri dia menggunakan pisau lipatnya tadi yang ketajamannya super sangat tajam sekali.


Dan tidak mau menunggu waktu lama lagi, Tuan Brush langsung menyerang Pietro lagi.


Pertarungan sengit pun akhirnya terjadi antara Pietro dan Tuan Brush.


Pietro yang memiliki kegesitan yang cukup tinggi dia bisa terus menghindar dari tebasan parang yang diayunkan dari Tuan Brush kepadanya.


Bahkan sekarang Tuan Brush sudah terkena sayatan di paha dan juga punggungnya karena serangan balik dari Pietro.

__ADS_1


Sedikit tertatih namun Tuan Brush tetap menahannya, karena dia tidak mau kalah dari Pietro.


" Besar juga kekuatan anda Tuan ",, kata Pietro kepada Tuan Brush.


Pietro yang mendapatkan serangan demi serangan lagi dari Tuan Brush, akhirnya dia berhasil menjatuhkan parang yang dibawa Tuan Brush itu ke atas lantai.


Pietro langsung memelintir pergelangan tangannya Tuan Brush hingga membuat Tuan Brush langsung mengaduh kesakitan.


Dengan sekali tendangan kecil dari Pietro parang yang tadinya masih berada di atas lantai langsung berpindah ke tangan Pietro.


" Huh tamatlah riwayat anda Tuan Brush, dan sepertinya saya tidak mau mengabulkan keinginan dari Tuan Abraham ",, kata Pietro kepada Tuan Brush.


Dan tiba-tiba........


Kresss ..........


Kepala Tuan Brush sudah langsung terlepas dari badannya karena baru saja di tebas oleh Pietro menggunakan parang yang super tajam tadi.


" Huh ..... m4mpu5!! ",, kata Pietro sambil menatap jasad dari Tuan Brush dengan tatapan iblisnya.


Biasanya Pietro setelah melumpuhkan mangsanya seperti itu, dia akan menguliti, mengobrak-abrik isi perutnya, sekarang Pietro biarakan saja, dan menyerahkan semua tugas itu kepada para anak buahnya.


Itu semua Pietro lakukan karena dia ingin segera pulang menemui sang Ratu yang sedang sakit katanya.


Kak Ivar yang baru saja masuk ke dalam kamar sambil membawakan sepiring makanan dan juga minuman hangat untuk Molly, dia langsung melihat Gilbert baru saja memfoto Molly.


Dan hal itu membuat Kak Ivar langsung saja bertanya kepada Gilbert.


" Kamu kenapa memfoto Molly Gilbert?? ",, tanya Kak Ivar kepada Gilbert sambil menaruh nampan berisi makanan tadi di atas meja.


" Untuk Gilbert kirimkan kepada Kak Ivar, bahkan Gilbert tadi sudah menelpon Kak Pietro Kak ",, jawab Gilbert kepada Kak Ivar sambil mengetik pesan untuk dia kirimkan kepada Pietro.


Kak Ivar yang mendengar perkataan dari Gilbert, sontak saja membuat Kak Ivar reflek langsung memukul kepala Gilbert hingga ponsel yang dibawa Gilbert jatuh terpental ke lantai.


" Kakak kenapa memukul Gilbert!! ",, kata Gilbert kepada Kak Ivar.


" Kamu bodoh Ibet!! ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert dengan suara tertahan karena takut membangunkan Molly.


Selanjutnya tiba-tiba saja Kak Ivar menarik tangan Gilbert untuk keluar dari dalam kamarnya Pietro.

__ADS_1


" Kakak kamu itu sedang mengeksekusi orang Ibet, jika kamu mengabarinya tentang keadaan dari Molly, bisa-bisa dia yang akan dieksekusi mangsanya karena tidak fokus kefikiran Molly terus!! ",, marah dari Kak Ivar kepada Gilbert.


" Iya mana Gilbert tahu Kak, jika Kak Pietro sedang beraksi ",, bantah dari Gilbert kepada Kak Ivar.


" Makanya tadi tanya dulu jangan asal menelpon, dan tadi Kakak kan cuma menyuruh kamu untuk menjaga Molly saja Ibeeeettt!!! ",, kata Kak Ivar lagi kepada Gilbert sambil menggertakan giginya karena merasa gemas.


" Kakak kenapa harus bingung sekali sih seperti ini, seharusnya bagus dong jika Gilbert mengabari Kak Pietro, jadi Kak Pietro bisa langsung pulang ke sini dan merawat Molly ",, kata Gilbert lagi kepada Kak Ivar.


Plaaaakkk


Lagi-lagi kepala Gilbert menjadi sasaran pukulan tangan dari Kak Ivar.


" Jika Kakak kamu itu pulang sendirian tidak masalah, kalau dia pulang saling membawa buldoser bagaimana,?? kamu mau tinggal di jalanan!! ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert.


Dasar adik yang tidak merasa bersalah, dia hanya biasanya saja ekspresinya ketika mendengar penjelasan dari Kak Ivar.


Gilbert bahkan tidak ada rasa takut sama sekali jika Pietro akan marah kepada mereka berdua.


Walau mereka statusnya Keluarga kandung, tetap saja Kak Ivar takut jika melihat Pietro sedang marah.


Dan untuk Pietronya sendiri yang sudah keluar dari ruang penyekapan itu, dia langsung saja mencoba menghubungi Tuan Abraham.


" Halo Tuan Roderick ",, kata Tuan Abraham kepada Pietro.


" Halo Tuan Abraham, saya sudah melakukan perintah anda, tapi saya tidak melaksanakan sepenuhnya permintaan anda ",, lapor dari Pietro kepada Tuan Abraham sambil terus berjalan keluar dari dalam markasnya.


" Maksud anda bagaimana Tuan Roderick,?? bisakah anda menjelaskannya kepada saya?? ",, kata Tuan Abraham kepada Pietro.


" Saya tidak memotong ke dua kaki dan juga ke dua tangannya, tapi saya langsung menebas kepalanya, karena dia sudah berani menusuk dan melukai punggung saya ",, jawab dari Pietro kepada Tuan Abraham.


" Oh masalah itu, tidak masalah Tuan Roderick, yang terpenting Tuan Brush sudah menderita walau dia tidak bisa merasakannya ",, kata Tuan Abraham kepada Pietro.


" Segera kirimkan sisa pembayarannya, dan mayat Tuan Brush akan diurus sama anak buah saya, terserah mau anda apakan mayat itu, karena saya masih ada pekerjaan penting lainnya saat ini ",, kata Pietro kepada Tuan Brush.


" Baiklah Tuan Roderick, senang berbisnis dengan anda dan untuk masalah pembayaran itu anda tenang saja Tuan, karena sudah saya siapkan sejak kemarin ",, jawab dari Tuan Abraham kepada Pietro.


Pietro tidak menjawab perkataan dari Tuan Abraham, dia langsung memilih mematikan sambungan telepon itu, karena dia ingin segera mengendarai mobilnya untuk pulang ke rumah Kak Ivar.


Dan Kak Ivar sendiri bersama Gilbert, saat ini mereka berdua sudah masuk lagi ke dalam kamarnya Pietro untuk mencoba mambangunkan Molly, supaya Molly bisa makan malam dulu dan meminum obat yang sudah disiapkan oleh Kak Ivar sebelumnya.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


***TBC***


__ADS_2