
Sore harinya setelah kejadian pagi tadi sudah berlalu, ketika Pietro akan memberi makan King dan Queen.
Mata dia dibuat sedikit tertarik dengan pemandangan yang sedang dilihatnya sekarang.
Karena saat ini King seperti ingin mengajak 63rcint4 Queen, tapi Queen tidak mau.
Suara auman singa saling sahut-sahutan, antara King dan Queen, dan suara seperti itu sudah tidak asing lagi para pekerja yang ada di rumah itu.
Dan tidak ada yang berani memberi makan si King dan juga Queen jika Pietro ada di rumah.
Kalau Pietro sedang pergi, ya terpaksa kepala pekerja yang ada di rumah Pietro, menugaskan salah satu anak buahnya untuk memberi makan si King.
Walau takut, dan nyawa mereka menjadi taruhannya, tapi mereka tidak punya pilihan lain.
Karena lebih menyeramkan sang majikan yaitu Pietro ketika sedang marah, daripada dua ekor singa yang sedang mereka hadapi.
Pietro yang masih berada di luar kandang, dia terus mengamati pemandangan itu.
Saling cakar mencakar, dan saling beradu mulut karena bertengkar, sedang King lakukan untuk menakhlukkan si Queen.
Hingga akhirnya perkelahian pun terjadi, seberapa kuatnya si Queen, dia cuma singa betina yang memang harus tunduk dan patuh dengan singa jantan.
Jadi hasilnya, Queen kalah dan dia harus menuruti h45rat si King yang sudah lama tidak tersalurkan.
Pietro begitu senang sekali melihat King bisa menakhlukkan Queen dengan begitu mudahnya, walau tubuh Queen akhirnya banyak luka, karena serangan dari si King tadi.
Tapi luka seperti itu tidak masalah bagi Pietro, karena dia bisa mengobatinya dengan mudah.
Pietro yang melihat King sedang ingin 63rc1nta dengan Queen, dia lalu mengurungkan niatnya untuk memberi makan mereka berdua.
Dan Pietro lalu beranjak pergi dari situ untuk memberikan ruang kepada si King, yang sedang ingin melakukan penc0bl054n ke area yang dia inginkan.
" Kalian semua jangan ada yang mengganggu si King, ayo pergi dari sini biarkan King dan Queen berdua dulu ",, kata Pietro kepada para anak buahnya yang berjaga di sekitar taman belakang.
" Dan jangan ada yang boleh masuk ke area sini sebelum King selesai dengan kegiatannya ",, pesan Pietro lagi kepada para anak buahnya.
" Baik Tuan Pietro ",, jawab serempak dari anak buah kepada Pietro.
Pietro langsung saja berlalu masuk ke dalam rumah, dan semua anak buah yang ada di situ juga, langsung ikut masuk, namun berjaga di depan pintu penghubung antara taman belakang dan ruang belakang.
Supaya tidak ada yang berjalan ke arah taman belakang, sesuai dengan perintah dari Pietro tadi.
Pietro yang sudah masuk ke dalam rumah, dia langsung saja ikut bergabung dengan Molly, baby Leonardo, si kembar, dan juga Alva yang masih cemberut melihat Pietro.
" Ayo Leon ikut Ayah ",, kata Pietro sambil mengambil alih baby Leon, dari gendongannya Molly.
" Kakanda, tidak mau mencoba membujuk Alva, tuh dia masih marah kepada Ayah, gara-gara tadi pagi Ayah jahili ",, kata Molly kepada Pietro.
Pietro yang mendengar perkataan dari Molly, dia langsung mengalihkan pandangannya ke arah Alva, yang sedang mengajak bermain si kembar.
" Alva kamu masih marah sama Paman?? ",, tanya Pietro kepada Alva.
" Huh!! ",, kata Alva sambil memalingkan wajahnya.
" Kamu tambah cantik Alva jika sedang marah ",, goda Pietro kepada Alva.
" Kalau begitu, Alva mau marah terus sama Paman, Paman suka jahil begitu kepada Alva!! ",, jawab Alva kepada Pietro.
Pietro langsung tersenyum mendengar perkataan dari Alva, karena memang dari dulu walau Pietro sangat kejam dan banyak di takuti oleh semua orang, tidak di pungkiri jika Alva juga cukup dekat dengannya.
Akan tetapi sedekat-dekatnya dengan Pietro, Alva lebih dekat lagi dengan Gilbert.
" Ok Paman mengaku salah, sebagai permintaan maaf Paman, ayo pergi sama Paman untuk membeli es krim atau apapun yang Alva suka ",, kata Pietro kepada Alva.
" Benar Paman?? ",, jawab Alva dengan wajah berbinar senang.
Pietro langsung mengangguk kepada Alva.
__ADS_1
" Asyiiiiikkk, ajak si kembar juga ya Paman?? ",, kata Alva kepada Pietro.
" Ok baiklah, ayo let's go ",, kata Pietro kepada Alva.
Alva langsung mengangguk dengan sangat senang sekali.
Setelahnya, Pietro langsung memberikan baby Leonardo lagi ke pangkuan Molly, karena dia ingin menyenangkan keponakannya dulu, ke supermarket yang tidak jauh dari rumah mereka.
Pietro, Alva dan juga si kembar saat ini sudah masuk ke dalam mobil milik Pietro, dengan di kawal satu buah mobil yang berisi empat bodyguard atau anak buah si Pietro.
Baru saja Pietro ke luar dari pintu gerbang rumahnya, Kak Ivar dan Agnes baru saja ke luar dari dalam kamar, untuk bergabung dengan Molly di ruang Keluarga.
" Kak Agnes sudah baikkan,?? ko ke luar dari dalam kamar?? ",, tanya Molly kepada Agnes.
" Sudah lebih baik Molly, badan Kakak sudah tidak selemas tadi pagi ",, jawab Agnes sambil duduk di sofa seberang Molly.
" Ko cuma ada kamu sama Leonardo saja Molly, di mana Pietro, Alva sama si kembar?? ",, tanya Kak Ivar kepada Molly.
Kak Ivar dan Agnes memang masih menginap di rumah Pietro, untuk meminta bantuan Pietro supaya dia bisa mengobati Agnes terlebih dahulu sampai sembuh.
Dan Kak Ivar juga sengaja hari itu, tidak berangkat ke kantor untuk menjaga Agnes yang sedang sakit.
" Mereka sedang pergi ke supermarket depan Kak, Kakanda sedang membujuk Alva yang masih marah gara-gara kejadian tadi pagi ",, jawab Molly sambil tertawa pelan.
" Iya, dan gara-gara suami oon kamu, pinggang Kakak juga jadi sakit ",, jawab judes dari Kak Ivar kepada Molly.
Molly semakin keras saja tertawanya, ketika mendengar perkataannya Kak Ivar tadi.
" Kak titip Leon sebentar ya, Molly mau mengambil camilan di dapur ",, kata Molly kepada Kak Ivar.
" Sini, bawa sini keponakanku yang tampan ",, jawab Kak Ivar kepada Molly.
Molly langsung menyerahkan baby Leon kepada Kak Ivar, setelahnya dia langsung berlalu pergi menuju ke dalam dapur.
Sedangkan kembali ke Pietro lagi, yang sudah sampai di supermarket yang tidak jauh dari rumah super mewahnya.
Saat ini Pietro baru saja memarkirkan mobilnya, dan karena berhubung Alva tidak sabar ingin segera masuk ke dalam toko, dia pun memutuskan untuk ke luar terlebih dahulu dari dalam mobil.
Hanya saja sang pengemudi sambil mengambil sesuatu yang jatuh di bawah kakinya, jadi dia tidak tahu jika ada Alva yang sedang berdiri di tengah jalan.
Alva pun juga sama cerobohnya, dia menunggu Pietro sambil jalan-jalan tidak tentu arah, sedangkan ke empat anak buah Pietro, kebagian parkir mobilnya sedikit jauh dari mobil milik Pietro.
Jadi, para bodyguard itu tidak melihat, jika anak dari majikan mereka sudah ke luar dari dalam mobil.
Pietro tentu saja langsung berlari untuk menyelamatkan Alva, dari tabrakan mobil yang akan dia alami, walau Pietro harus mengalami luka lecet di sekujur lengannya.
Anak buah yang sedang berjalan ke arah mobil Pietro, mereka melihat semuanya, dan langsung saja menghentikan mobil yang ingin menabrak Alva tadi.
" Paman!! ",, kata Alva kepada Pietro.
" Kamu tidak apa-apa Alva?? ",, tanya Pietro kepada Alva.
" Alva takut, maafkan Alva yang tidak menunggu Paman terlebih dahulu, tangan Paman terluka ",, jawab Alva kepada Pietro.
" Kalian ke luarkan si kembar dari dalam mobil cepat!! ",, perintah Pietro kepada para anak buahnya.
" Baik Tuan ",, jawab para anak buah itu kepada Pietro.
Si kembar pun yang masih kecil dan tidak tahu apa-apa, hanya menurut saja ketika di keluarkan dari dalam mobil, lalu di masukkan ke dalam kereta dorong miliknya oleh para anak buah sang Ayah.
" Ayo, kita beli es krim sama camilan yang lain, Paman tidak apa-apa ko Alva ",, kata Pietro kepada Alva.
" Kita pulang saja ayo Paman, Alva sudah tidak mau beli es krim lagi, kasihan Paman Pietro tangannya terluka ",, jawab Alva kepada Pietro.
" Sudah ayo, ini tidak apa-apa ko, cuma luka lecet biasa, sudah yuk kita masuk ke dalam ",, kata Pietro kepada Alva.
Dan pengendara mobil tadi yang ceroboh, dia langsung saja di amankan oleh anak buah Pietro.
__ADS_1
Entah dia akan di apakan oleh para anak buah itu, karena Pietro tidak mau mengurusnya sebab sedang mengajak Alva dan si kembar dengannya.
Alva pun akhirnya menurut kepada Pietro, mereka berempat lalu masuk ke dalam supermarket untuk membeli barang-barang yang di sukai oleh Alva.
Ada satu pengunjung wanita yang tertarik dengan Pietro dan melihat luka lecet di tangan Pietro, dia pun mencoba menggoda untuk membantu mengobati luka tersebut.
" Tuan, tangan anda terluka, maukah saya obati lukanya itu Tuan?? ",, kata sang perempuan kepada Pietro.
" Jangan ganggu Ayah saya tante,!! cepat sana pergi!! ",, kata Alva kepada perempuan tersebut.
Perempuan itu langsung menunjukkan wajah jahatnya kepada Alva, karena baru saja di bentak oleh Alva yang mengaku sebagai anaknya Pietro.
Setelah itu perempuan itu langsung memasang wajah sok cantiknya kepada Pietro.
" Dia anak anda ya Tuan, manis sekali ",, goda dari perempuan itu lagi kepada Pietro.
Tidak cuma sekali atau dua kali Pietro di ganggu seperti itu oleh para wanita genit, jika sedang jalan-jalan di tempat umum.
Pietro yang acuh, dia langsung saja pergi meninggalkan perempuan tersebut dan memilih melanjutkan langkah kakinya untuk membeli barang-barang yang mereka inginkan.
Sedangkan perempuan tadi, dia menjadi semakin sebal, karena dicuekin oleh Pietro, dan Pietro tidak memandang sama sekali ke arahnya.
" Huh,!! aku di cuekin awas saja kamu Tuan, kamu harus menjadi milikku, setelahnya akan aku singkirkan ke tiga anak kamu itu!! ",, gerutu si perempuan lagi untuk Pietro.
Perempuan itu semakin gencar, dia lalu mengikuti langkah kaki Pietro untuk ,mengejar Pietro sampai dapat.
" Waaah ini babynya kembar ya, lucu sekali, boleh saya gendong Tuan ",, kata si perempuan itu, dengan gaya sok dekat kepada Pietro.
" Jika kamu sampai berani memegang mereka, akan saya patahkan ke dua tangan kamu!! ",, kata Pietro dengan sangat tegas sekali kepada perempuan tadi.
" Waaah, tegas, kejam dan sombong, aku suka, dan aku merasa tertantang ",, kata batin si perempuan untuk Pietro.
" Maaf Tuan ",, kata si perempuan berpura-pura menyesal.
" Sudah sana pergi tante jelek,!! kehadiran tante membuat mata kami ternoda ",, kata Alva kepada perempuan itu.
" 514lan anak kecil ini!! ",, marah si perempuan di dalam hatinya.
Pietro dan Alva langsung melanjutkan langkah kaki mereka lagi, meninggalkan perempuan genit tersebut.
" Tuan tunggu,!! boleh saya ikut bersama kalian?? ",, kata perempuan itu kepada Pietro.
" Tidak!! ",, jawab Pietro dan Alva dengan sangat tegas sekali secara bersamaan.
Baru saja perempuan itu ingin berbicara lagi, leher dia langsung saja di cekik dengan sangat kuat sekali oleh Pietro.
Sebab Pietro sangat tidak suka sekali, di ganggu dengan orang asing, seperti saat ini.
" Berani berbicara lagi, dan berani mengganggu kami lagi, kepala kamu akan saya pisahkan dari tubuh kamu!! ",, kata Pietro kepada perempuan tersebut.
Perempuan itu, sungguh sangat kesakitan sekali, ketika di cekik oleh Pietro hingga sampai terangkat kakinya dari atas lantai.
Dan ketika Pietro sedang mencekik leher wanita itu, ke empat anak buah Pietro, sudah ikut menyusul ke dalam supermarket.
" Kalian bereskan dia, men7171kkan sangat mengganggu sekali!! ",, kata Pietro kepada para anak buahnya, sambil melepaskan secara paksa cekikan dari tangannya tadi.
" Baik Tuan ",, jawab serempak dari anak buah kepada Pietro.
Lagi dan lagi, Pietro tidak mau menodai mata Alva dan si kembar dengan mencelakai wanita tadi.
Jadi, Pietro menyerahkan semuanya kepada para anak buahnya, untuk memberi hukuman kepada perempuan genit tadi.
Akhirnya, setelah ada kejadian yang kurang menyenangkan, Pietro dan Alva bisa melanjutkan lagi belanja mereka dengan senang dan tenang.
Karena si kembar juga sepertinya begitu menikmati sekali momen pergi mereka, bersama sang Ayah dan Kakak sepupunya itu yaitu Alva.
Dan setelah puas belanja untuk memborong barang-barang yang mereka suka, Pietro langsung saja mengajak Alva serta si kembar untuk kembali pulang ke rumah super mewahnya.
__ADS_1
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC BONCHAP***...