KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
DANISH - GILBERT


__ADS_3

Danish yang mengira sudah cukup lama meninggalkan Gilbert dan Elina, dia pun akhirnya ikut bergabung lagi di meja mereka.


" Maaf Tuan Gilbert lama, karena tadi bertemu dengan kolega saya di sini ",, kata Danish berbohong kepada Gilbert.


" Iya Tuan tidak apa-apa, saya mengerti ",, jawab Gilbert kepada Danish sambil tersenyum.


" Kalau bisa tidak perlu kembali lagi, biar aku bisa berduaan saja dengan Elina ",, kata batin dari Gilbert kepada Elina.


" Kakak lama sekali sih, Elina mau ke kamar mandi juga ah ",, kata Elina dengan bernada manja kepada Danish.


Danish hanya tertawa saja menanggapi perkataan dari Elina.


" Mau Kakak antar, siapa tahu nanti menyasar atau diambil orang ",, goda dari Danish kepada Elina.


" Diantar saja Nona, banyak buaya kelaparan lho di sini ",, sahut dari Gilbert juga kepada Elina.


" Biar saja Elina bisa sendiri ",, jawab Elina kepada Danish dan juga Gilbert.


Danish dan juga Gilbert langsung saja tertawa melihat wajah sebal dari Elina.


Dan setelahnya Elina langsung pergi meninggalkan kedua laki-laki itu untuk ke kamar mandi.


Akhirnya tinggallah berdua saja Danish dan juga Gilbert di meja itu.


" Tuan Gilbert anda tidak mau mengambil makanan?? ",, tanya dari Danish berbasa-basi kepada Gilbert.


" Boleh ",, jawab dari Gilbert kepada Danish.


" Anda dulu atau saya dulu?? ",, tanya dari Danish kepada Gilbert.


" Takutnya jika kita pergi bersama-sama, meja ini ditempati oleh orang lain, sedangkan di sini hampir semua tamu undangan sudah pada hadir semua ",, lanjut lagi perkataan dari Danish kepada Gilbert.


" Kalau begitu biar saya saja dulu Tuan Danish ",, jawab dari Gilbert kepada Danish.


" Oh ya silahkan Tuan Gilbert, biar saya yang menunggu dulu di sini ",, jawab Danish kepada Gilbert.


Gilbert hanya tersenyum saja, dan setelahnya dia beranjak berdiri untuk mengambil makanan serta minuman yang dia inginkan.


Setelahnya baru gantian Danish ketika Gilbert sudah kembali ke mejanya yang tadi.

__ADS_1


Danish yang sudah mengambil makanan serta minuman untuknya dan juga untuk Elina pun lalu kembali lagi ke maja yang sama dengan Gilbert.


" Anda mengambil itu apakah untuk Elina juga Tuan Danish?? ",, tanya dari Gilbert kepada Danish.


" Iya, saya lihat tadi ada makanan kesukaannya Elina, jadi saya ambilkan juga ",, jawab Danish kepada Gilbert.


Gilbert hanya mengangguk saja menanggapi Danish, sambil menikmati makanan yang ada di depannya.


Padahal aslinya Gilbert sedang mengatakan sesuatau di dalam hatinya.


" Oh ternyata Elina suka dengan makanan itu ",, kata batin dari Gilbert sambil menatap makanan untuk Elina.


" Oh ya Tuan Gilbert, apakah nanti anda mau datang menonton pertandingan mobil di sirkuit yang kemarin itu?? ",, tanya dari Danish kepada Gilbert.


" Memangnya kenapa Tuan Danish?? ",, tanya balik dari Gilbert kepada Danish.


" Jika anda mau nanti anda bisa saya kasih tiket biar bisa duduk di kursi khusus VVIP, karena beberapa hari lagi Elina akan bertanding final di sana ",, jawab dari Danish kepada Gilbert.


" Waaah apakah Nona Elina adalah seorang pembalap mobil perempuan Tuan Danish?? ",, tanya dari Gilbert berpura-pura tidak tahu kepada Danish.


" Iya, dia seorang pembalap Tuan ",, jawab dari Danish kepada Gilbert.


" Balapan mobil adalah hobynya dari dia masih kecil, sudah sering saya atau ke dua orang tua kami melarang Elina bertanding lagi, tapi dia selalu mencuri-curi waktu atau berbohong kepada kami jika ingin bertanding di sirkuit ",, cerita dari Danish kepada Gilbert.


" Emm apakah kalian semua tidak menyetujui jika Elina menjadi seorang pembalap Tuan Danish?? ",, tanya dari Gilbert kepada Danish.


" Awalnya kami menyetujuinya Tuan, karena Elina sudah termasuk pembalap profesional, bahkan dia juga sudah merambah sampai dunia internasional, tapi sayangnya dulu Elina pernah kecelakaan dan mengalami koma selama dua bulan lamanya Tuan Gilbert, itulah yang membuat kami sekarang melarangnya bertanding lagi karena kami tidak mau kehilangan Elina ",, jawab dari Danish kepada Gilbert.


" Wah hebat juga ternyata si Elina ",, kata batin dari Gilbert untuk Elina.


" Tapi semakin kami larang, Elina semakin sering melakukan hal nekat untuk tetap bisa menyalurkan hobynya itu ",, sambung lagi perkataan dari Danish kepada Gilbert.


" Sungguh hebat sekali hobi dari Nona Elina Tuan Danish ",, kata Gilbert menyahuti perkataan dari Danish sambil bertepuk tangan pelan.


" Emm saran saya mending anda dan ke dua orang tua anda jangan melarang Nona Elina Tuan Danish ",, kata Gilbert mencoba memberikan solusi kepada Danish.


" Maksudnya begini, jika anda dan ke dua orang tua anda takut jika Nona Elina akan mengalami kecelakaan kembali, mending ketika Nona Elina bertanding lagi anda mengsuport dia dengan memberikan kinerja tim yang memadai Tuan ",, lanjut lagi perkataan dari Gilbert kepada Danish yang hanya diam sambil mencerna perkataan demi perkataan dari Gilbert.


" Contohnya tim medis dan tim yang lainnya Tuan, semua anda pantau sendiri, jadi untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan, serta jangan lupa persiapkan semua yang dibutuhkan dengan sematang mungkin, karena kita tidak tahu ada hal apa ketika pertandingan nanti berlangsung ",, kata dari Gilbert lagi kepada Danish.

__ADS_1


" Iya anda benar juga ya Tuan Gilbert, sungguh saya sangat berterimakasih atas saran anda Tuan ",, jawab dari Danish seperti mendapatkan pencerahan masukan dari Gilbert.


" Iya sama-sama Tuan ",, jawab Gilbert kepada Danish sambil tersenyum.


Sedang Elina sendiri tadi yang sudah sampai di dalam kamar mandi, dia terus mengerutu sendiri karena dia bisa-bisanya menjadi gerogi karena ulah dari Gilbert.


Dan setelah dia bisa menetralkan rasa canggung serta juga rasa malu yang ada di dalam dirinya, dia langsung saja bergegas kembali ke meja yang sama dengan Danish dan juga Gilbert.


Danish yang melihat sang adik sudah kembali dari dalam kamar mandi, dia langsung saja mengatakan sesuatu.


" Itu Elina makanan kesukaan kamu sudah diambilkan oleh Tuan Gilbert ",, kata Danish kepada Elina.


" Eh........?? ",, kata reflek dari Gilbert sambil menatap ke arah Danish dan juga Elina.


Sedang Elina dia juga langsung menatap balik ke arah Gilbert dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


" Tadi Kakak mengambil makanan, terus Kakak melihat ada makanan kesuakaan kamu itu, dan kebetulan Tuan Gilbert mengambil makanan di sebelah makanan kamu ini, jadi Kakak meminta tolong untuk mengambilkan juga untuk kamu ",, kata Danish mencoba memberi pengertian kepada Elina.


" Oh hehe terimakasih Tuan Gilbert ",, kata Elina sambil tertawa garing kepada Gilbert.


Danish langsung saja menyenggol kaki Gilbert dari bawah meja supaya tersadar dari keterbengongannya.


" Eh iya Nona Elina sama-sama, jika kurang nanti bisa saya ambilkan lagi ",, jawab Gilbert kepada Elina ketika dia tersadar dari senggolan kaki dari Danish tadi.


Entahlah apa maksud dari Danish bisa mengaku seperti itu kepada Elina.


Sepertinya Danish ingin menjodohkan Elina kepada Gilbert.


Danish yang sudah mendengar jawaban dari Gilbert untuk Elina tadi, dia langsung saja tersenyum penuh arti kepada Gilbert sambil menikmati makanannya.


Dan untuk Gilbert sendiri, dia langsung menunjukkan ibu jarinya kepada Danish dengan secara sembunyi-sembunyi dari Elina.


Elina tidak menyadari tingkah dari kedua laki-laki yang satu meja dengannya, karena dia masih menetralkan rasa risih di dalam hatinya sebab harus duduk satu meja dengan Gilbert.


Akhirnya setelah ditunggu-tunggu oleh semua orang acara jamuan pesta makan malam bisnis itu pun dimulai juga.


Inti acara itu adalah cuma ingin merekatkan antara pembisnis satu dengan pembisnis yang lain.


Dan siapa tahu dengan adanya pertemuan seperti itu, banyak Perusahaan bisa saling bekerjasama untuk mengembangkan produk yang lebih baik lagi di pasaran.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...


__ADS_2