KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
ERON END


__ADS_3

Ketika Molly di suruh Pietro keluar dari dalam mobil, dia masih saja diam sambil terus memperhatikan semua orang yang sedang pada sibuk membantu Kak Ivar yang sedang terluka di kepalanya.


Agnes, Alva dan sang Bibi, mereka bertiga sudah menangis karena merasa takut akan terjadi apa-apa kepada Kak Ivar.


Sedang Gilbert dia sibuk mengeluarkan mobil dari dalam garasi, dan untuk sang Paman dia sedang memapah Kak Ivar supaya tidak terjatuh.


" Mah, titip Alva lagi ya, kami pergi dulu ",, pesan dari Agnes kepada Mamah Jaena.


" Iya kamu pergi saja, Alva akan Mamah jagain ",, jawab dari Mamah Jaena kepada Agnes.


" Ayo Molly ikut sama Kakak ",, kata Agnes kepada Molly yang hanya terbengong saja daritadi.


" Eh iya ",, jawab Molly kepada Agnes.


Dan Molly pun langsung saja masuk ke dalam mobil yang sedang di kendarai oleh Gilbert.


Molly di suruh untuk di kursi depan bersama Gilbert, sedang Kak Ivar dia duduk di kursi belakang bersama Agnes.


Ketika Gilbert sudah membantu Kak Ivar masuk ke dalam mobil, dia sebelum masuk ke dalam mobil juga, Gilbert mengatakan sesuatu terlebih dahulu kepada Paman dan juga Bibinya.


" Paman, dan Bibi lebih baik kalian berdua pulang saja, karena Gilbert tidak mau jika nanti Kak Pietro melukai kalian berdua juga ",, kata Gilbert sebelum masuk ke dalam mobil.


" Dan satu hal lagi, lebih baik kalian persiapkan pemakaman untuk Eron, karena Gilbert yakin, Eron tidak akan selamat malam ini nyawanya di tangan Kak Pietro ",, kata Gilbert lagi kepada Paman dan Bibinya.


Setelahnya Gilbert langsung saja masuk ke dalam mobil, meninggalkan Paman dan Bibinya yang hanya bisa diam saja dengan menampilkan wajah sedih mereka.


Niat hati ingin berkunjung ke rumah sang keponakan yang sudah lama sekali tidak mereka tengok, malah berakhir menjadi bencana yang tidak mereka harapkan.


Terlebih lagi, Paman dan sang Bibi tidak menyangka jika hari itu adalah hari terakhirnya bersama sang anak laki-laki sulungnya, yaitu Eron.


Gilbert yang sudah masuk ke dalam mobilnya, dia langsung mengendarai mobilnya dengan cukup kencang sekali supaya bisa segera sampai ke rumah sakit terdekat.


Ketika Gilbert sedang sibuk mengendarai mobilnya, ponsel miliknya yang berada di saku celananya berdering dan bergetar cukup kencang sekali.


Gilbert yang tidak bisa mengangkat sambungan teleponnya itu, dia langsung saja memberikan ponselnya kepada Molly.


" Kak Molly tolong angkat dulu dari siapa, karena siapa tahu itu penting ",, kata Gilbert kepada Molly.


" Oh ya baiklah ",, jawab Molly kepada Gilbert.


Setelahnya Molly langsung saja mengangkat sambungan teleponnya Gilbert yang ternyata dari Elina.


" Halo ",, kata Molly kepada Elina.


Elina yang mendengar suaranya Molly, dia langsung saja menjauhkan ponselnya, karena siapa tahu Elina salah menelpon orang.

__ADS_1


" Halo juga, bukannya benar ini nomor ponselnya Tuan Gilbert?? ",, kata Elina kepada Molly.


" Iya, dia ada di samping saya, dan dia sedang tidak bisa diganggu ",, jawab Molly kepada Elina dengan jujur.


Tapi asumsinya Elina berbeda lagi, jika Gilbert dan Molly sedang melakukan hal yang tidak bisa dia fikirkan.


" Oh baiklah, maafkan saya kalau begitu sudah menganggu kalian berdua ",, kata Elina kepada Molly.


" Jika ada pesan nanti bisa saya sampaikan kepada Gilbertnya Nona ",, kata Molly kepada Elina.


Dan Gilbert yang mendengar Molly mengucapkan kata Nona, dia langsung saja melirik sekilas ke arah Molly.


" Oh tidak perlu Nona, nanti saya akan menghubungi lagi Tuan Gilbertnya jika dia sudah tidak sibuk ",, jawab dari Elina kepada Molly.


" Oh baiklah kalau begitu ",, jawab Molly kepada Elina.


Setelahnya baik Molly dan Elina mereka berdua sepakat ingin mengakhiri sambungan teleponnya.


" Bisa dibacakan nama siapa yang tadi menelponku Kak Molly?? ",, tanya dari Gilbert kepada Molly ketika sambungan teleponnya sudah terputus.


" M Y Elina terkasih ",, jawab dari Molly sambil mengeja kata my.


" Aduh, pasti dia salah sangka!! ",, gerutu dari Gilbert ketika mendengar nama Elina.


Sedangkan di sisi lain, Pietro masih terus mengejar dan mengejar mobil milik Eron yang terus melaju cukup kencang itu.


Karena mobil milik Pietro termasuk mobil mewah yang memiliki kecepatan sekitar empat ratus empat puluh tujuh kilometer per jam.


Eron sangat ketakutan sekali ketika dia melihat mobil milik Pietro selalu berada persis di belakangnya.


Bahkan terkadang Pietro sengaja menabrakkan mobil mewahnya itu ke body belakang mobil milik Eron.


Pietro tidak berfikir merasa sayang dengan kerusakan dari mobilnya yang seharga lima puluh miliar itu jika di rupiahkan.


Yang ada di dalam fikiran Pietro, Eron harus mati di tangannya saat ini juga.


Pietro yang sudah bisa menabrak body mobil milik Eron, dia terus mendorongnya hingga membuat Eron tanpa sadar membelokkan stir mobilnya ke arah jurang yang ada di sekitar jalanan itu.


Eron sangat ketakutan sekali ketika ban mobil depan miliknya sudah menabrak pagar pembatas jurang yang ada di situ.


Pietro yang melihat mobil milik Eron sudah terpojok, dia langsung saja menghentikan laju mobilnya membuat mobil milik Eron pun langsung saja ikut berhenti.


Eron yang merasa sangat ketakutan sekali jika dia akan di dorong jatuh masuk ke dalam jurang, akhirnya dia memutuskan keluar dari dalam mobil ketika mobil miliknya sudah berhenti.


Dalam keadaan lemas Eron keluar dari dalam mobil, namun dia masih berusaha berdiri dan berlari menghindari Pietro.

__ADS_1


Pietro yang melihat Eron mencoba kabur darinya, sekuat tenaga langsung saja mengejar Eron, dan hap.!!


Akhirnya Eron bisa juga ditangkap oleh Pietro.


Pietro dan Eron langsung saja berkelahi di jalanan itu, dan untung saja jalanan itu cukup sepi dari lalu lintas kendaraan yang lewat.


Pertarungan cukup sengit antara Eron dan Pietro akhirnya tidak bisa terelakkan, namun begitu tetap Pietrolah pemenang dalam pertarungan tersebut.


Karena yang pasti kekuatan dan keahlian Pietro melebihi dari Eron.


Eron yang sudah kalah telak dan sedang terkapar di atas aspal, dia langsung saja menjadi sasaran kemarahan dari Pietro.


" Sudah dari dulu rasanya aku ingin menghabisi kamu!! ",, kata Pietro sambil terus memukuli wajahnya Eron.


" Dan sekarang kamu berani-beraninya melukai Kakakku!! ",, kata Pietro lagi kepada Eron.


" Apalagi kamu tadi juga berani menatap istriku seperti itu, rasakan ini!! ",, kata Pietro lagi sambil terus memberikan bogem mentah ke wajah Eron yang sudah babak belur.


" Sekarang kamu harus terima akibatnya Eron, ciaaaaaaaaa bugh.!! ",, kata Pietro sambil berteriak untuk memberikan pukulan yang sangat keras sekali kepada Eron.


Pietro yang melihat Eron sudah terkapar tidak sadarkan diri, dia lalu berdiri dari atas tubuhnya Eron dan berjalan menuju ke arah mobilnya.


Dan Pietro yang sudah masuk ke dalam mobilnya, dia langsung saja menyalakan mesin mobilnya lalu mengendarainya menuju ke arah Eron yang masih tergeletak di atas jalanan.


Kalian semua pasti tahu apa yang dilakukan oleh Pietro.


Jika kalian semua menebak Pietro akan menabrak Eron, iyaps jawaban kalian betul semua.


Pietro dengan santainya menabrak, menggilas dan memaju mundurkan ban mobinya seperti setrikaan di atas tubuhnya Eron yang sudah tidak berdaya, hingga akhirnya membuat Eron meninggal seketika.


Sadis bukan, iya sesuai dengan nama panggilannya yaitu sang King Psikopat, dan Pietro tidak akan puas membunuh jika mangsanya belum mati di hadapannya.


Ban mobil yang masih berada di atas dadanya Eron, Pietro lalu sengaja menghentikan laju mobilnya sejenak untuk turun melihat kondisinya Eron.


" Belum parah!! ",, kata Pietro seenaknya sendiri ketika sudah melihat kondisinya Eron.


Sebelum menyalakan mesin mobilnya lagi, Pietro mencoba menghubungi anak buahnya untuk segera datang ke lokasi kejadian untuk mengamankan jasadnya Eron.


Setelah selesai menelpon para anak buahnya, Pietro langsung saja melanjutkan lagi kegiatannya untuk membuat Eron seperti ayam geprek.


Bahkan kepala Eron sampai di buat pecah oleh Pietro menggunakan lindasan ban mobilnya, dan usus dari Eron juga sampai keluar dari lubang p***tnya.


Hingga tulang-tulang di tubuh Eron bisa di pastikan remuk semua akibat lindasan yang sengaja dilakukan oleh Pietro.


Dan Pietro baru pergi ketika semua anak buahnya sudah pada datang semua ke tempat tersebut.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


***TBC***


__ADS_2