
Di sebuah tempat, tepatnya di sebuah rumah sakit tempat seseorang sedang memeriksakan kandungannya, ada sepasang suami istri yang sedang memeriksakan kandungan dari sang istri.
Kandungan istri tersebut sudah memasuki usia ke sembilan bulan, cuma selisih beberapa minggu saja dengan Molly.
Pasangan suami istri itu nampak gembira sekali ketika Dokter Spesialis kandungannya menyatakan, jika baby yang sedang di kandung oleh sang istri dinyatakan sehat.
Dan setelah selesai melakukan pemeriksaan kandungan tersebut, sepasang suami istri itu pun langsung berpamitan pergi kepada Dokter Spesialis kandungannya.
" Apakah Mama mau ikut Papa untuk mengambil obatnya?? ",, kata sang suami kepada istrinya.
" Iya ikut dong, masa Mama di suruh untuk menunggu di sini sendirian ",, jawab dari sang istri kepada sang suami.
" Ok, ayo kalau begitu kita berjalan ke tempat pengambilan obatnya ",, kata sang suami kepada istrinya.
Sang istri pun hanya mengangguk saja kepada suaminya.
Setelahnya sepasang suami istri lalu berjalan berdua menuju ke tempat pengambilan obat dan vitamin untuk ibu hamil.
Ketika sepasang suami istri sedang berjalan berdampingan, tiba-tiba saja dari arah depan ada yang memanggil nama mereka.
" Agler, Linn ",, panggil dari seseorang kepada sepasang suami istri tersebut.
Dan ternyata sepasang suami istri itu adalah Kak Agler dan Linn, Kakak kandung dan Kakak Iparnya Greta.
Ketika Greta berkunjung ke rumah ke dua orang tuanya dulu karena rindu, itu ternyata Linn sudah telat datang bulan sekitar dua minggu lamanya.
Dan setelah kepergian dari Greta sekitar tiga hari dari rumah Ayah Janu, Linn pun mencoba untuk mengetesnya, yang ternyata hasilnya dia positif hamil.
Saat ini usia kehamilannya Linn sudah memasuki detik-detik akan melahirkan, tinggal hitungan hari saja calon baby ke duanya, alias adik dari Chan akan segera lahir ke dunia ini.
Kak Agler dan Linn yang merasa di panggil namanya oleh seseorang tadi, mereka berdua pun semakin menajamkan mata mereka, untuk melihat siapakah yang sudah memanggil nama mereka.
Di saat Kak Agler dan Linn sudah melihat siapa yang memanggil mereka, ternyata yang memanggil nama mereka berdua adalah teman mereka sendiri yang seorang Dokter di rumah sakit itu.
Kak Agler dan Linn pun langsung saja mengobrol sebentar dengan teman mereka yang bekerja menjadi Dokter itu.
Setelah mengobrol singkat karena sang teman akan segera visit ke ruang pasien yang lain, akhirnya Kak Agler dan Linn pun berpisah juga dengan teman mereka itu.
Ketika Kak Agler dan Linn yang sudah mengambil obat yang mereka butuhkan, mereka pun langsung saja bergegas pergi menuju ke parkiran rumah sakit, karena mereka ingin segera pulang ke rumah.
Akan tetapi ketika Agler dan Linn yang akan sampai di mobil milik mereka, telinga mereka tiba-tiba saja mendengar kata yang selama ini mereka cari.
__ADS_1
" Tuan dan Nyonya Roderick ",,
Itulah perkataan yang di dengar jelas oleh Kak Agler dan Linn.
Kak Agler dan Linn tentu saja langsung menghentikan langkah kaki mereka berdua untuk melihat, siapakah seseorang yang yang mempunyai nama yang sedang mereka cari.
Ternyata sekitar tiga meter dari tempat mereka berdiri, ada Kak Ivar dan Agnes yang sedang di panggil seseorang.
Kak Ivar dan Agnes setelah puas menggendong baby kembarnya Pietro tadi, mereka lalu berpamitan sebentar kepada Pietro dan Molly untuk pulang terlebih dahulu, dan berjanji akan kembali lagi nanti jika urusan di rumah sudah selesai.
Kak Ivar dan Agnes pulang untuk mengambilkan keperluan yang mereka semua butuhkan, dari baju dan semua perlengkapan baby, terlebih Alva juga di rumah sendirian bersama sang Bibi.
Pietro dan Molly tentu saja mengijinkan ke dua Kakak mereka untuk pulang terlebih dahulu.
Dan di sinilah Kak Ivar serta Agnes yang hampir saja sampai di mobil mereka, tapi tiba-tiba di panggil oleh seseorang.
Kak Agler dan Linn pun diam-diam terus memperhatikan Kak Ivar dan Agnes yang sedang berbincang dengan seseorang itu.
Kak Agler dan Linn juga cukup jelas mendengar, ketika Kak Ivar dan Agnes di tanyai sedang apa di rumah sakit ini, lalu mereka menjawab sedang menunggui adik ipar mereka yang baru saja melahirkan.
Mendengar jawaban dari Agnes dan Kak Ivar, Kak Agler dan Linn langsung saja saling pandang dengan jantung yang sama-sama berdegub dengan sangat kencang sekali.
Kak Ivar dan Agnes yang sudah selesai berbincang dengan orang tersebut, mereka berdua langsung saja melanjutkan langkah kaki mereka untuk masuk ke dalam mobil.
" Ayo kita ikuti saja mereka ya Ma ",, kata Kak Agler kepada Linn.
" Iya Papa, siapa tahu mereka Keluarga Roderick yang kita cari selama ini ",, jawab dari Linn kepada Kak Agler.
Untung saja mobil milik Kak Ivar terparkir tidak jauh dari mobil mereka, jadi ketika mobil Kak Ivar sudah keluar dari tempat parkir, Kak Agler langsung saja mengikutinya dari belakang.
" Jangan terlalu dekat Papa, nanti mereka bisa curiga dengan kita ",, kata Linn kepada Kak Agler.
" Iya Ma ",, jawab dari Kak Agler kepada Linn.
Kak Agler terus mengikuti mobil milik Kak Ivar hingga akhirnya mobil milik Kak Ivar sampai juga di rumah mewahnya.
" Mereka tinggal di kawasan perumahan ini Mah ",, kata Kak Agler kepada Linn sambil mengamati rumah Kak Ivar dari dalam mobil.
" Dan rumah mereka juga tidak terlalu jauh dari rumah kita Pa ",, jawab dari Linn kepada Kak Agler.
" Iya, ayo sekarang kita pergi dari sini Ma, setidaknya kita sudah mengantongi satu nama lagi yang bernama Roderick di kota ini ",, kata Kak Agler kepada Linn.
__ADS_1
" Iya Ayah ",, jawab dari Linn kepada Kak Agler.
Setelahnya Kak Agler pun langsung berlalu pergi dari situ menuju ke rumah Ayah Janu.
Sepanjang perjalanan, Linn yang mempunyai kelebihan dari manusia yang lain, di dalam hatinya mengatakan jika Roderick yang baru saja mereka temui tadi yaitu Kak Ivar, adalah Keluarga yang selama ini mereka cari.
Akan tetapi Linn belum bisa memastikannya sendiri sebelum dia bertemu dengan bayi yang baru saja dilahirkan oleh Molly.
Sedangkan di ruang perawatannya Molly, setelah kepergian dari Kak Ivar dan Agnes tadi, saat ini Pietro mencoba menyuruh Gilbert untuk membelikannya makanan.
" Sana cepat belikan makanan Gilbert, aku dari kemarin belum makan, uangku habis ",, kata Pietro kepada Gilbert.
" Aku sumpahin uang Kakak habis beneran biar tahu rasa!! ",, jawab dari Gilbert kepada Pietro.
" Sudah cepat sana pergi!! ",, usir Pietro kepada Gilbert.
" Mana uangnya?? ",, kata Gilbert kepada Pietro sambil menodongkan telapak tangannya.
" Pakai uang kamu dulu ",, jawab dari Pietro kepada Gilbert.
" No, sini mana uangnya!! ",, kata kekeh dari Gilbert kepada Pietro.
Akhirnya Pietro pun mengeluarkan uangnya juga untuk dia berikan kepada Gilbert.
" Nah begini kan enak, sebentar akan Gilbert belikan dulu makanan untuk anda Tuan Roderick yang gila ",, kata Gilbert sambil menggoda Pietro ketika dia sudah menerima uang dari Pietro.
Pietro langsung saja melototkan matanya ketika dirinya di panggil gila oleh Gilbert.
Sedang Gilbert dia tidak mempedulikan pelototan mata dari Pietro, dan dia memilih untuk segera berlalu keluar sambil tertawa dengan sangat puas sekali kepada Pietro.
Di saat Gilbert sudah berlalu keluar dari ruang perawatannya Molly.
Tinggallah Pietro dan Molly berdua saja di dalam ruang perawatan tersebut.
Namun tiba-tiba mata Molly dan Pietro di buat langsung terbelalak seketika, ketika mereka berdua melihat dua pasang arwah suami istri sedang tersenyum manis kepada mereka berdua.
...🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀...
Siapakah sepasang arwah suami istri itu ya,??😁
Mau tahu, lanjut part selanjutnya🤭
__ADS_1
...🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️...
...***TBC***...