KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
PERPISAHAN KEDUA KALINYA


__ADS_3

Meninggalkan Pietro dan semua kekejamannya sejenak, kita akan membicarakan Greta lagi sebentar saja yuk readers.


Seperti janji Greta kepada kedua orang tuanya, malam itu Greta memang tidur menemani sang Mamah dan juga sang Ayah.


Dan Greta tidur berada ditengah-tengah ranjang antara Mamah Hanna serta Ayah Janu.


Walau Greta tidak tidur dalam artian seperti seorang manusia, namun dia tetap tidur ditengah-tengah kedua orang tuanya.


Senyum mengembang terus terlihat diwajah Ayah Janu dan Mamah Hanna.


Seperti mencoba mengusap wajah Greta itulah yang sedang dilakukan oleh Mamah Hanna terus kepada Greta malam itu.


" Mamah sama Ayah tidur ya, nanti kalian bisa sakit, ini sudah jam dua belas malam lebih ",, kata Hanna kepada kedua orang tuanya.


" Apa kamu tidak tidur juga Nak??, apakah arwah sepertimu tidak bisa tidur?? '',, tanya Ayah Janu kepada Greta.


" Greta tidur Ayah, tapi tidur Greta tidak sama seperti manusia ",, jawab Greta kepada Ayah Janu.


" Baiklah Mamah sama Ayah tidur dulu ya Nak ",, kata Mamah Hanna kepada Greta.


" Iya Mah, tidurlah............. ",, kata Greta kepada Mamah Hanna sambil tersenyum.


Mamah Hanna pun setelah berkata seperti itu kepada Greta, dia langsung saja memejamkan matanya.


Sebab sejujurnya Mamah Hanna sudah mengantuk daritadi.


" Jika besok kamu sudah pergi, pergilah dengan tenang ya Nak, Ayah ikhlas, karena memang bukan disini tempat kamu, Ayah sudah rela melepaskanmu lagi didunia ini untuk kedua kalinya ",, kata Ayah Janu kepada Greta sambil tersenyum.


Walau bibir Ayah Janu sedang tersenyum, tapi nampak terlihat sangat jelas sekali, jika matanya menunjukkan kesedihan yang mendalam harus berpisah dengan Greta lagi.


" Iya Ayah, walau Greta sudah tidak ada lagi disini, ketahuilah Ayah, kalau Greta begitu sangat menyayangi kalian berdua ",, jawab Greta kepada Ayah Janu.


" Kalau Greta bisa diberikan reinkarnasi, Greta ingin kembali menjadi anak Ayah dan Mamah ",, sambung lagi perkataan dari Greta kepada Ayah Janu sambil tersenyum.


Ayah Janu langsung saja tersenyum semakin lebar saja dan juga manis mendengar perkataan dari Greta tadi.


" Ayah tidur dulu ya Greta, mata Ayah sudah mengantuk sejak tadi, tapi Ayah dan Mamah sengaja menahannya, karena takut besok sudah tidak bisa melihat kamu lagi ",, kata Ayah Janu kepada Greta.


" Walau Ayah tidak bisa melihat Greta lagi, tapi Greta akan selalu ada didalam hati Ayah bukan ",, jawab Greta kepada Ayah Janu.


" Jadi sekarang Ayah tidurlah, lihatlah Mamah sudah tidur cukup lelap ",, sambung lagi perkataan dari Greta kepada Ayah Janu.


" Iya Nak, kamu benar, kamu akan selalu berada didalam hati Ayah, karena dari tangan inilah Ayah membesarkanmu dulu.......... Ayah tidur dulu ya Greta, selamat malam Nak ",, kata Ayah Janu lagi kepada Greta.

__ADS_1


Greta hanya mengangguk saja kepada Ayah Janu sambil tersenyum manis.


Dan Ayah Janu pun yang sudah mengantuk daritadi sama seperti Mamah Hanna, setelah berpamitan kepada Greta, dia langsung saja memejamkan matanya.


Tidak membutuhkan waktu lama, sekitar lima belas menitan Ayah Janu sudah lelap dalam tidurnya.


Greta yang melihat Ayah dan Mamahnya sudah pada lelap tertidur, dia lalu terbang ke atas langit-langit kamar untuk melihat kedua orang tuanya yang sedang pada tidur.


Seharian tadi, Greta sudah bermain dan menghabiskan waktu bersama semua keluarganya beserta juga jagoan kecil Kak Agler yaitu Chan.


" Ayah, Mamah selamat tinggal,........ ",, kata Greta kepada kedua orang tuanya yang sudah pada tidur.


" Greta harus kembali lagi kepada Molly sekarang Ayah, Mamah,........... ",, Kata Greta lagi masih sambil menjedanya sejenak.


" Greta sayang kepada kalian berdua ",, kata Greta lagi untuk Ayah Janu dan Mamah Hanna.


Greta tetap lebih memilih kembali kepada Molly, karena jika Greta tetap tinggal dengan Keluarga kandungnya, dia akan semakin berat lagi untuk pergi jika suatu saat nanti waktunya tiba dia dipanggil ketempatnya yang sesungguhnya.


Setelah berkata seperti itu, Greta lalu mencoba terbang menembus dinding kamar sang Kakak, yaitu Kak Agler.


Ketika Greta sudah masuk kedalam kamar Kak Agler, dia langsung melihat jika Kakak laki-laki belum tidur, sedang melembur bekerja dimeja kerjanya.


Kak Agler yang sekilas melihat ada bayangan terbang didalam kamarnya, dia langsung saja mengalihkan pandangannya.


Dan benar saja ada sosok Greta sedang berdiri tidak jauh dari meja kerjanya.


" Kakak belum tidur??, jaga kesehatan Kakak, jangan suka bergadang seperti sekarang nanti Kakak bisa sakit ",, kata Greta kepada Agler.


Agler yang mendengar omelan dari Greta, dia langsung saja menangis sambil menundukkan kepalanya diatas meja kerjanya.


Sebab sebenarnya sudah dari kemarin Kak Agler menahan air matanya karena merasa rindu dengan Greta.


" Kakak menangis??, Kakak kenapa menangis?? ",, kata Greta kepada Kak Agler sambil terbang kearah Kak Agler.


" Kakak sebenarnya sangat merindukanmu Greta, seperti inilah contohnya, dari dulu kamulah yang selalu paling cerewet mengingatkan Kakak untuk jangan bergadang, jangan telat makan, bahkan cerewet kamu melebihi Mamah ",, kata Kak Agler kepada Greta sambil menangis.


Diseumur hidup Greta dulu dia tidak pernah melihat sang Kakak menangis seperti sekarang.


Jadi ketika Greta melihat Kakaknya menangis karena dirinya, membuat Greta langsung saja ikutan menangis.


" Jika kamu pergi lagi, pasti Kakak akan merindukan kecerewetanmu seperti tadi Greta ",, kata Kak Agler lagi kepada Greta.


" Kak Agler, please Kak jangan seperti ini,........ Kakak jangan menangis ",, kata Greta kepada Kak Agler dengan perasaan yang sangat bersedih sekali.

__ADS_1


" Biar saja Kakak menangis Greta, karena Kakak sudah tidak tahan menahan rasa sesak didalam dada Kakak ini sejak kemarin ",, jawab Kak Agler kepada Greta.


" Baiklah, menangislah sepuas hati Kakak hingga Kakak lega ",, kata Greta kepada Kak Agler.


" Greta kesini cuma mau berpamitan kepada Kakak, jika Greta malam ini harus pergi meninggalkan kalian semua lagi ",, sambung lagi perkataan dari Greta kepada Kak Agler.


Semakin kencang pulalah suara tangisan dari Kak Agler ketika mendengar perkataan dari Greta.


Linn yang sudah tertidur, dia sampai terbangun karena mendengar suara orang yang sedang menangis dan orang tersebut ternyata suaminya sendiri.


Linn langsung saja bangun dari tidurnya ketika melihat Kak Agler sedang menangis sambil menundukkan wajahnya diatas meja.


" Papah................., Greta ",, kata Linn kepada Kak Agler dan Greta.


" Papah kenapa menangis?? ",, kata Linn kepada Kak Agler.


" Kak............ titip Mamah ya, jaga dan rawat Mamah, karena anak perempuan Mamah cuma Kakak saja, Greta mau pamit ",, kata Greta kepada Linn.


" Kamu mau pergi sekarang Greta?? ",, tanya Linn kepada Greta sambil berusaha menguatkan sang suami.


" Iya Kak,......... ",, jawab Greta kepada Linn.


" Tenanglah kamu disana Greta, kami akan selalu menyayangi dan merindukanmu selalu, serta kamu akan selalu tersimpan didalam hati kami semua ",, kata Linn kepada Greta.


" Terimakasih Kak Linn ",, jawab Greta kepada Linn sambil tersenyum.


" Kak Agler, teruslah menjadi kebanggaan Mamah dan Ayah ya Kak, Greta pamit ",, kata Greta kepada Kak Agler.


" Tenanglah disana adik tercantikku, kamu akan menjadi adik terbaik disepanjang hidup Kakak ",, kata Kak Agler kepada Greta.


Setelah mendengar jawaban dari kedua Kakaknya, Greta langsung saja melambaikan tangannya dan lama kelamaan tubuh Greta pun menghilang dengan sendirinya.


Air mata yang tadi masih mengalir, sekarang pun semakin mengalir dengan cukup deras dari kedua kelopak mata Kak Agler melihat kepergian dari sang adik tercintanya.


Walau berat, Kak Agler akan tetap mengikhlaskan kepergian kedua kalinya dari Greta ditengah-tengah Keluarganya.


Melihat Greta sepertinya sudah benar-benar pergi dari rumah Ayah mertuanya, karena Linn sudah tidak bisa merasakan aura dari Greta lagi.


Linn langsung saja mengajak sang suami untuk beristirahat saja dan menenangkan perasaannya yang baru saja merasa kehilangan Greta untuk kedua kalinya.


Walau berat Keluarga Hartigan memang harus berpisah dengan Greta, karena Greta tidak bisa selamanya berada dibumi ini.


Sebab Greta suatu saat nanti dia juga akan dipanggil untuk kembali kedunia asalnya yaitu dunia alam baka.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...


__ADS_2