KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
MAKAN MALAM


__ADS_3

Berpindah kePietro sekarang.


Tidak terasa mobil yang dikendarai oleh Pietro sudah sampai didalam pekarangan rumahnya.


Tanpa menunggu waktu lama dan tidak perlu memarkirkan mobilnya terlebih dahulu kedalam garasi mobilnya, dia langsung saja keluar dari dalam mobil untuk segera masuk kedalam rumah.


Tempat yang pertama kali Pietro tuju adalah ruang pengobatannya.


Dan sesampainya diruang pengobatannya, Pietro langsung melihat jika Molly masih tertidur dengan sangat pulas sekali.


Pietro yang sudah berjongkok didepan wajah Molly, dia langsung mengusap mesra rambut kepala Molly dan lalu memberikan kecupan sekilas dibibirnya.


Setelahnya Pietro mencoba mengecek ramuan yang tadi dia berikan kem155 ^nya Molly.


" Sudah kering.... ",, kata Pietro ketika melihat ramuannya sudah mengering.


Pietro lalu berdiri lagi untuk menuju kedalam kamar mandi.


Sambil keluar dari dalam kamar mandi dengan membawa sebuah wadah berisi air, dengan telaten Pietro lalu membersihkan m155 ^nya Molly menggunakan air yang dibawanya tadi.


Pietro kejam memang iya,.......... tidak berperi kemanusiaan dan sejenisnya iya itu memang benar.


Tapi walau Pietro seperti itu orangnya serta selalu bersikap dingin dan cuek kepada Molly, dia sebenarnya sudah mulai perhatian kepada Molly namun tidak bisa menunjukkannya secara gamblang dihadapan Molly.


Setelah Pietro sudah selesai membersihkan m155 ^nya Molly, dia lalu mencoba melepaskan semua pakaian yang dipakai oleh Molly.


Karena Pietro tidak mau jika Molly nanti sakit jika seharian memakai pakaian yang sama terus.


Ketika Pietro mengangkat sedikit tubuh Molly dan ingin melepaskan 6r4 yang dibapakai oleh Molly, Molly yang terganggu dalam tidurnya, membuat Molly pun akhirnya tersadar dan juga terbangun dari tidurnya yang lelap itu.


" Kakanda........... ?? ",, kata Molly dengan mata sayu karena masih mengantuk.


" Iya ini aku ",, jawab Pietro kepada Molly.


" Apakah aku tidur lagi??, aaah kepalaku pusing sekali ",, kata Molly sambil berusaha untuk duduk.


" Iya kamu tertidur lagi, ayo kita pindah kedalam kamar ",, jawab Pietro kepada Molly.


Dan Pietro langsung saja menggendong Molly ala bridal style untuk dia ajak masuk kedalam kamar.


" Astaga sudah jam sepuluh malam Kakanda, dan dimana bajuku?? ",, kata Molly lagi kepada Pietro.


" Sudah Kakanda lepaskan, ini pakailah kaos Kakanda saja ",, kata Pietro kepada Molly sambil memberikan kaos miliknya yang masih baru.


Kali ini Molly tanpa sungkan langsung saja memakai kaos yang diberikan oleh Pietro tadi kepadanya.


" Apakah Kakanda sudah makan?? ",, tanya Molly dengan sangat lembut sekali kepada Pietro.

__ADS_1


Pietro langsung saja menggelengkan kepalanya kepada Molly.


" Sudah malam begini Kakanda belum makan, apa Kakanda sengaja menungguku untuk bangun?? ",, tanya Molly lagi kepada Pietro.


Dengan lucu dan patuh Pietro pun langsung saja mengangguk kepada Molly.


Molly langsung saja merasa tidak enak dan berdosa karena sang suami yaaaaa suami, Molly sekarang mengakui Pietro sebagai suaminya dan dia belum makan sama sekali daritadi.


" Ayo Kakanda kita makan, ayo dimana ruang makannya?? ",, ajak Molly kepada Pietro.


" Apa kamu sudah bisa jalan sendiri?? ",, tanya Pietro kepada Molly.


Molly langsung saja mengangguk dan tersenyum kepada Pietro.


Tanpa Molly sadari Pietro langsung saja menggenggam jari jemarinya untuk diajak berjalan bersama menuju keruang makan.


Molly pun menurut saja ketika Pietro menggenggam jari jemarinya seperti itu.


" Waaah apakah semua ini Kakanda tadi yang memasak?? ",, tanya Molly kepada Pietro ketika sudah membuka tudung sajinya.


Lagi dan lagi Pietro langsung saja mengangguk kepada Molly.


Molly yang melihat anggukan dari Pietro dia langsung saja membalikkan badannya untuk menghadap kearah Pietro.


" Maafkan Molly ya Kakanda, karena Molly tidak memasakkan untuk Kakanda malam ini ",, kata Molly dengan sangat lembut sekali kepada Pietro.


Sambil sedikit mendongakkan kepalanya, Molly pun berbicara juga tidak menggunakan kata aku.


Dan Pietro sendiri juga salah fokus dengan bibir pink alami milik Molly yang berada tepat didepannya.


Cup .....


Pietro yang tidak tahan dengan bibirnya Molly, dia sekilas langsung memberikan kecupan untuk Molly.


Molly bukannya marah, dia malah langsung tersenyum kepada Pietro ketika Pietro mengecupnya sekilas seperti itu.


Sedang Pietro dia masih diam dengan wajahnya yang datar seperti biasanya sambil terus memandangi wajah Molly dengan sangat lekat.


Tanpa diduga oleh Pietro, dan Pietro dibuat sangat terkejut sekali dengan sikap dari Molly.


Molly tiba-tiba saja mencoba menarik tengkuk Pietro dan dia sedikit menjinjit untuk membalas mencium Pietro tepat dibibirnya.


Pietro yang tidak rela jika Molly melepaskan ciuman bibir mereka, dia dengan sengaja langsung memeluk Molly dengan sangat erat sekali, bahkan belakang kepala Molly sengaja Pietro pegang seperti itu.


Akhirnya Molly dan Pietro berciuman dengan cukup mesra disamping meja makan itu dibawah lampu ruangan yang menyinari mereka.


Mau tidak mau Molly memang harus mau menerima Pietro sebagai suaminya baik suka maupun duka, dari sikap buruk maupun baiknya seperti janji suci yang sudah mereka ucapkan dihadapan Pak Pendeta tadi siang.

__ADS_1


Setelah ciuman mereka terlepas karena Molly mengakhirinya terlebih dahulu, Molly langsung saja tersenyum sambil mengusap lembut pipi Pietro.


" Kita makan malam yuk, walau sudah terlambat itu lebih baik daripada tidak sama sekali ",, kata Molly kepada Pietro.


Pietro tidak banyak berbicara dia langsung saja mengangguk kepada Molly.


Molly dan Pietro akhirnya duduk dikursi meja makan itu saling bersebelahan.


Dengan telaten Molly mengambilkan makanan berupa ikan bakar dan burung panggang tadi yang sudah dimasak oleh Pietro.


Molly tersenyum melihat Pietro makannya sangat lahap dan cukup banyak sekali.


" Apakah disini tidak ada roti gandum Kakanda?? ",, tanya Molly kepada Pietro.


Pietro hanya menunjuk saja lemari tempat penyimpanan roti gandumnya.


Molly langsung mencoba beranjak berdiri untuk mengambil roti gandum tersebut.


" Biar lebih kenyang lagi makanlah dengan roti gandum ini Kakanda ",, kata Molly kepada Pietro.


Pietro langsung saja menghentikan kegiatan makannya ketika melihat Molly sedang memotong dua roti gandum dan didalamnya diisi daging burung yang sudah dipanggangnya tadi.


" Ini makanlah Kakanda ",, kata Molly menyerahkan roti gandum tadi.


Pietro bukannya mengambil roti tadi dari tangan Molly, malah langsung melahapnya.


" Enak?? '',, tanya Molly kepada Pietro sambil tersenyum.


Pietro langsung mengangguk kepada Molly, dan Molly pun semakin lebar saja senyumannya ketika melihat sikap Pietro yang terlihat manis malam itu.


" Ini makanlah juga, makan kamu sangat sedikit seperti itu, pantas saja tubuh kamu sangat ringan dan juga kecil ",, kata Pietro sambil mengambilkan satu ikan utuh untuk Molly.


" Iya baiklah, ini akan Molly makan ya Kakanda, tapi jika Molly tidak habis, nanti Kakanda saja ya yang menghabiskan ",, kata Molly kepada Pietro.


" Iya ",, jawab Pietro kepada Molly.


Dan setelahnya mereka berdua makan dengan tenang, namun terkadang diselingin dengan Molly yang ingin menyuapi Pietro.


Ikan utuh yang cukup besar tadi tentu saja Molly tidak mampu menghabiskannya, dia hanya mampu makan setengahnya saja.


Dan sisanya beserta ikan yang lainnya serta tidak lupa juga burung panggang yang Pietro masak, Pietro sendiri yang menghabiskan.


Pietro duduk berdua seperti itu bersama Molly, dia merasa seperti mendapatkan seorang teman, sahabat, kekasih dan orang yang benar-benar membuatnya merasa nyaman sekali.


Disaat Pietro dan Molly sedang asik menikmati makan malam mereka, tiba-tiba saja King masuk kedalam rumah sambil membawa seekor kancil remaja yang ukurannya sedang yang masih hidup.


Tentu saja hal itu bagi Molly yang tidak terbiasa dia menjadi sangat terkejut sekali melihat ulah dari King, tapi tidak untuk Pietro.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...


__ADS_2