KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
NAH KAN AMBYAR


__ADS_3

Jam visit Dokter pun tiba ketika waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi.


Sebenarnya Dokter tadi sudah visit ke dalam ruang perawatannya Molly.


Namun karena Dokter itu tidak melihat keberadaannya Molly di atas ranjang pasien, Dokter itu pun kembali keluar lagi untuk visit keruangan yang lainnya dulu.


Sebab fikir Dokter tersebut jika Molly sedang berada di dalam kamar mandi.


Akan tetapi ketika dia visit lagi ke dalam ruang perawatannya Molly, sang Dokter beserta asistennya masih belum menemukan Molly.


Dan masih sama seperti sebelumnya, Dokter beserta asistennya hanya melihat Gilbert masih tidur dengan nyenyak di atas shofa yang ada di situ.


Hanya kurang Molly saja pasien Dokter itu yang belum dia periksa, dan ketika sudah di cek ke dalam kamar mandi Molly pun tidak ada.


Akhirnya sang Dokter jaga itu teman seprofesi Dokter Dae pun memberanikan diri bertanya kepada Gilbert dengan menyuruh asistennya.


" Kamu tolong dong bangunkan dia dan bertanya dimana Nyonya Molly berada ",, kata sang Dokter itu kepada asistennya.


" Baik Dokter ",, jawab sang asisten kepada Dokter itu.


Asisten itu lalu berjalan mendekat ke arah Gilbert, setelahnya dia menepuk pelan tangan Gilbert untuk membangunkan Gilbert yang masih tidur dengan sangat lelap sekali.


" Tuan, permisi Tuan ",, panggil asisten Dokter tadi kepada Gilbert.


" Tuan, bangun Tuan ",, panggil lagi dari sang asisten Dokter kepada gilbert.


Belum sempat Gilbert terbangun tiba-tiba saja ada seseorang yang keluar dari dalam kamar pribadi yang ada di situ.


Dan orang itu adalah Kak Ivar yang baru saja terbangun ketika mendengar ada suara orang yang sedang berbicara.


Dokter dan ke dua asistennya pun mereka langsung saja mengalihkan pandangannya ke arah Kak Ivar.


Begitupun dengan Kak Ivar yang langsung sedikit terkejut ketika melihat ada banyak Dokter di dalam ruang perawatan sang adik ipar.


" Tuan, Dokter .... ",, sapa dari Kak Ivar dan Dokter itu secara bersamaan.


" Tuan, saya mau bertanya, dimanakah keberadaan dari pasien yang bernama Nyonya Molly?? ",, tanya dari sang Dokter kepada Kak Ivar.


" Dia kan ada di ........ ",, kata Kak Ivar langsung terputus ketika dia melihat ranjang pasiennya sudah kosong.


" Lho ko tidak ada ",, kata Kak Ivar sambil berbicara sendiri.


" Sebentar Dokter akan saya cari dulu ",, kata Kak Ivar kepada Dokter itu.

__ADS_1


Dokter itu pun langsung mengangguk dan tersenyum ramah kepada Kak Ivar.


Kak Ivar langsung saja mencari Molly dan Pietro di dalam kamar mandi, di bawah kolong ranjang, bahkan di dalam kamar tidur yang tadi malam untuk dia tidur, tetap tidak ketemu sama sekali.


Akhirnya Kak Ivar mencoba menghubungi Pietro menggunakan ponselnya.


Sedang Gilbert dia masih tertidur pulas, walau Kak Ivar sedang heboh sendiri daritadi untuk mencari keberadaannya Pietro dan Molly yang sudah pulang daritadi.


Entahlah Gilbert tidur atau mati hanya dia yang tahu, namun sang asisten Dokter yang berjenis kelamin perempuan itu mereka berdua sedikit salah fokus ke celana Gilbert yang terlihat sedikit menonjol dari biasanya.


Mungkin Gilbert sedang bermimpi yang aduhai, sehingga membuat roket miliknya terlihat on seperti itu dari balik celananya.


Pietro yang masih berpelukan dengan Molly di atas ranjang di dalam ruang pengobatannya, dia pun sedikit merasa kesal karena rasa nyamannya sedikit terusik dengan suara dering ponselnya.


Pietro pun sedikit melonggarkan pelukannya untuk mengambil ponsel miliknya yang berada di dalam saku celananya.


Melihat nama Kak Ivar Pietro pun langsung saja mengangkatnya.


" Halo Kak ",, kata Pietro kepada Kak Ivar.


" Halo Pietro kamu ada dimana?? ",, tanya dari Kak Ivar kepada Pietro.


" Di rumah ",, jawab dari Pietro kepada Kak Ivar.


Karena siapa tahu Kak Ivar tadi salah mendengar perkataannya Pietro.


" Iya di rumah Kak, Pietro sudah mengajak pulang Molly sejak jam lima tadi ",, jawab santai dan tenang dari Pietro kepada Kak Ivar sambil menikmati dada jellynya Molly.


" Geli aaaah Kakanda ",, kata Molly yang merasa kegelian karena ulah si Pietro.


Dan Kak Ivar yang mendengar suaranya Molly yang seperti itu, dia langsung saja mengambil nafas dengan sangat panjang sekali sambil memejamkan matanya.


Karena Kak Ivar merasa adik satunya itu benar-benar sangat keterlaluan sekali kepadanya.


" Ok baiklah, kamu lanjutkan saja kegiatan kamu sama Molly ",, jawab Kak Ivar kepada Pietro dengan berusaha menahan kesabarannya.


Sebab di situ masih ada Dokter bersama para asistennya.


Kak Ivar langsung saja mematikan sambungan teleponnya itu tanpa menunggu jawaban terlebih dahulu dari Pietro.


Setelahnya Kak Ivar langsung mencoba berbicara kepada Dokter tersebut.


" Emm Dokter ......, sebelumnya maafkan saya ",, kata Kak Ivar kepada Dokter itu.

__ADS_1


" Iya Tuan ada apa?? ",, tanya dari sang Dokter kepada Kak Ivar.


" Adik saya ternyata sudah membawa pulang istrinya yaitu pasien yang bernama Molly itu Dokter, tanpa sepengetahuan dari kami, jadi emm ........ ",, kata Kak Ivar belum selesai sudah di potong oleh Dokter itu.


" Oh iya Tuan, saya mengerti, tidak apa-apa ko ",, kata Dokter itu menyela perkataan dari Kak Ivar.


" Nanti Tuan urus dulu kepulangannya Nyonya Molly di resepsionis depan, supaya kamar ini bisa segera di bereskan Tuan ",, kata Dokter itu lagi kepada Kak Ivar dengan ramah.


" Baik Dokter, saya faham, terimakasih dan maaf atas ketidaknyamanannya ini ",, kata Kak Ivar kepada Dokter itu sambil tersenyum.


Dan setelahnya Dokter itu berpamitan pergi kepada Kak Ivar diikuti oleh para asistennya.


Kak Ivar setelah kepergian dari Dokter itu, dia langsung saja membangunkan Gilbert dengan sengaja menepuk roketnya yang sedang on itu.


Hingga membuat Gilbert langsung mengaduh kesakitan sekali, karena barang tersensitifnya sedang di pukul seperti itu oleh Kak Ivar.


" Kakak jahat sekali sih, ini itu aset berharga milik Gilbert, kalau patah bagaimana!! ",, marah dari Gilbert kepada Kak Ivar.


" Iya kalau patah minta di sambungkan lagi saja sana sama Kakak kamu yang gila itu!! ",, jawab judes dari Kak Ivar kepada Gilbert.


" Siapa yang Kakak maksud, Kak Pietrokah?? ",, tanya dari Gilbert kepada Kak Ivar.


" Iya siapa lagi kalau bukan dia ",, jawab dari Kak Ivar kepada Gilbert.


" Sudah seenaknya sendiri membawa pulang Molly tanpa memberitahukan kita, eh sekarang dia malah sedang enak-enakan bersama Molly di rumah ",, lanjut lagi perkataan dari Kak Ivar kepada Gilbert.


" Apa yang Kakak bilang,?? Kak Pietro sudah pulang??!! ",, kata Gilbert sambil langsung berdiri dari rebahannya.


" Apaan sih ribut-ribut ",, sahut dari Agnes yang baru saja bangun tidur karena mendengar suara berisik dari Gilbert.


" Ayo Kak kita segera susul Kak Pietro, mau Gilbert potong itu pisang dia, biar sekalian tidak punya anak, lagi pula dia kan sebentar lagi akan punya dua, jadi tidak apalah jika Gilbert potong itu miliknya!! ",, kata Gilbert dengan wajah yang benar-benar merasa kesal kepada Pietro.


" Gemas aku jadinya sama Kak Pietro, rasanya Gilbert ingin uuuuuuuuuhhhhh ",, kata Gilbert lagi sambil membayangkan sedang m3r3m45 kepalanya Pietro.


" Kamu kenapa si Ibet, tidak bisa 0r945m3 ya jadinya masih pagi-pagi sudah marah-marah seperti itu?? ",, sahut dari Agnes dengan perkataan absurdnya kepada Gilbert.


Gilbert langsung saja menunjukkan wajah bengongnya kepada Agnes, sedang Kak Ivar dia langsung menghembuskan nafasnya dengan sangat kasar sekali.


" Sepertinya memang benar, hanya aku saja yang waras dia antara mereka semua ",, gerutu dari Kak Ivar sambil langsung berlalu keluar dari dalam ruang perawatan tersebut.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2