
Sambil berjalan tenang Pietro pun lalu mendekati laki-laki yang ingin memanjat pintu gerbangnya.
Dan laki-laki tersebut yang mendengar ada langkah kaki mendekat ke arahnya, dia langsung saja menolehkan wajahnya ke arah sumber suara.
Ketika laki-laki itu melihat Pietro, dia langsung saja mengurungkan niatnya untuk memanjat pintu gerbang tersebut.
" Siapa anda?? ",, tanya dari Pietro kepada laki-laki itu.
" Kenapa anda ingin mencoba memasuki rumah saya?? ",, tanya dari Pietro lagi kepada laki-laki tersebut.
Sedang di dalam rumah, Molly sudah merasa lega sekali mendengar kabar dari Greta, jika Pietro sudah kembali dari berburunya dan sedang mengajak berbicara kepada laki-laki asing tersebut.
" Sudah kamu tenang ya Molly, ingat kamu sedang hamil, sekarang aku mau keluar lagi ingin melihat keadaan ",, kata Greta lagi kepada Molly.
" Iya, dan terus berikan informasi terbaru kepadaku ya Greta, karena aku tidak mau terjadi apa-apa kepada suamiku ",, kata Molly kepada Greta.
Dan Greta pun hanya mengangguk saja kepada Molly.
Setelahnya Greta langsung pergi menembus dinding rumah untuk melihat situasi lagi antara Pietro dan laki-laki asing tersebut.
" Oh, jadi anda yang terkenal dengan julukan King Psikopat itu?? ",, kata laki-laki itu kepada Pietro.
Pietro hanya diam saja sambil terus menatap tenang ke arah laki-laki yang tidak tahu asal usulnya tersebut.
" Perkenalkan, nama saya adalah Benedic, dan saya adalah anak dari Tuan Brush yang baru anda bunuh kemarin!! ",, kata laki-laki itu kepada Pietro.
Dan wajah dari Benedic terlihat sekali ada dendam di dalamnya untuk Pietro.
" Oh .... ",, jawab super singkat sekali dari Pietro kepada Benedic.
" Saya belum bisa tidur selama ini sebelum memenggal balik kepala anda, karena saya tidak terima anda sudah membunuh Ayah saya dengan cara sangat keji sekali seperti itu!! ",, kata Benedic kepada Pietro.
Pietro masih terlihat tenang dan santai melihat kemarahan dari Benedic.
Dan ketika Pietro sedang tenang seperti itu, tiba-tiba saja ponsel yang ada di dalam saku celananya berdering dengan cukup kencang sekali.
Melihat nama Tuan Abraham, Pietro langsung saja mengangkatnya.
" Halo ",, kata Pietro sambil menatap ke arah Benedic.
" Halo Tuan Roderick, saya ingin memberitahukan sesuatu kepada anda ",, kata Tuan Abraham dengan segera kepada Pietro.
__ADS_1
" Jika ada laki-laki yang bernama Benedic datang ke rumah anda, dia adalah anak kandungnya Tuan Brush ",, lanjut lagi perkataan dari Tuan Abraham kepada Pietro.
" Dia kemarin sudah membuat rusuh di markas saya karena tidak terima menerima jasad Ayahnya dalam keadaan seperti itu ",, kata Tuan Abaraham kepada Pietro.
" Dia setelah menerima jasad dari Ayahnya, ternyata Benedic itu menyelidiki siapa saja orang yang terlibat dalam pembunuhan Ayahnya Tuan Roderic ",, kata dari Tuan Abraham kepada Pietro yang masih saja setia mendengarkan.
" Dan ketika dia sudah tahu jika saya dalangnya, dia langsung saja ingin membalas dendam namun gagal, karena dia sudah keduluan di amankan oleh anak buah saya Tuan, akan tetapi dia berhasil kabur serta mengancam salah satu anak buah saya untuk mengatakan siapakah yang sudah berani memenggal kepala Ayahnya ",, sambung terus perkataan dari Tuan Abraham kepada Pietro.
Pietro sendiri dia masih saja diam, sambil terus mendengarkan perkataan dari Tuan Abraham dan sambil terus memperhatikan Benedic.
" Maafkan saya Tuan Roderick, karena anak buah saya sudah berani memberitahukan tempat tinggal anda kepada dia, dan saya juga sudah memberikan hukuman kepada anak buah saya itu sekarang ",, kata Tuan Abraham lagi kepada Pietro.
" Dia sekarang ada di hadapan saya ",, kata Pietro dengan tenang kepada Tuan Abraham.
" Hah!! ",, Tuan Abraham sangat terkejut sekali mendengar perkataan dari Pietro.
" Kalau begitu habisi saja dia Tuan Roderick, biar dia sekalian menyusul Ayahnya!! ",, kata dari Tuan Abraham lagi kepada Pietro.
" Dengan senang hati ",, jawab dari Pietro kepada Tuan Abraham.
Dan setelahnya Pietro memilih mematikan sambungan teleponnya itu secara sepihak tanpa mendengarkan jawaban dari Tuan Abraham terlebih dahulu.
" Huh,!! siapakah yang sudah menelpon anda sang King Psikopat yang terhormat,?? apakah dia Tuan Abraham?? ",, tanya dari Benedic dengan menampilkan wajah mengejeknya kepada Pietro.
Greta yang berada di situ daritadi, dia sedikit merasa jengkel kepada Benedic, karena menurut Greta Benedic orangnya sangat sombong sekali.
Pietro yang melihat dan mendengar kesombongan dari Benedic dia hanya tertawa miring saja seperti mengejek.
" Dan ketika saya melihat anda, ternyata wajah anda tidak seseram menurut ekspetasi saya, huh King Psikopat!! ",, kata mengejek lagi dari Benedic kepada Pietro.
Sungguh banyak bicara sekali ini si Benedic, jika dia ingin membunuh Pietro, ayolah cap cus saja jangan berkelit lidah daritadi, bosan membacanya.
Sedangkan Pietro dia masih tenang, slow, santai, sambil terus memperhatikan ke arah Benedic dengan masih sambil membawa hasil perburuannya tadi di dalam hutan.
" Katanya sang King Psikopat, makan saja masih mencari di dalam hutan, apakah anda sebegitu tidak punya uangnya kah hingga tidak bisa membeli makanan di luar?? ",, kata mengejek lagi dan lagi dari Benedic kepada Pietro.
Sungguh keberanian dari Benedic kepada Pietro perlu diacungi clurit sama kapak.
" Kasihan sekali nanti wanita yang akan menjadi istri anda, karena dia pasti akan kekurangan gizi, sebab cuma itu-itu saja yang nantinya akan dia makan ",, lanjut terus kata mengejek dari Benedic kepada Pietro yang hanya diam saja daritadi.
Wajah Pietro langsung saja berubah Psikopat mode on ketika mendengar Molly di ejek akan kekurangan gizi karena menikah dengannya.
__ADS_1
Dan aura yang di keluarkan dari dalam tubuh Pietro pun langsung terlihat berbeda dari yang sebelumnya.
Para arwah dan hantu yang gentayangan yang ada di situ dan mendengar semua perkataan dari Benedic.
Mereka semua sama halnya seperti Greta, merasa marah, sebal dan jengkel kepada Benedic yang sombong sekali seperti itu.
Hingga saking jengkelnya, salah satu dari arwah di situ ada yang mencoba memasuki tubuhnya Benedic untuk mengerjai Benedic.
Pietro yang melihat arwah tersebut sedang mencoba memasuki tubuhnya Benedic, aura Psikopat mode onnya pun langsung sedikit hilang dari dalam tubuhnya.
" Sang King lebih baik anda masuk saja ke dalam, biar laki-laki ini kami yang akan mengurusnya, kasihan Nyonya Molly pasti dia sudah menunggu anda daritadi ",, kata arwah yang memasuki tubuhnya Benedic.
" Iya Tuan kejam, Molly di dalam sedang merasa sangat ketakutan sekali, dan dia juga sedang merasa sangat kelaparan ",, sahut dari Greta juga kepada Pietro.
Pietro yang mendengar perkataan dari Greta dan arwah yang memasuki tubuhnya Benedic.
Tanpa banyak berbicara dia langsung saja melangkahkan kakinya untuk membuka pintu gerbangnya, meninggalkan Benedic yang tubuhnya sudah di kuasai oleh arwah penunggu hutan dan rumahnya.
Setelah kepergian dari Pietro, arwah tadi yang memasuki tubuhnya Benedic dia langsung saja mengeluarkan pisau yang di bawa dan di sembunyikan dari balik bajunya Benedic.
" Bunuh saja dia, sombong sekali jadi orang, Sang King yang lebih hebat dari dia saja, tidak sesombong itu!! ",, kata salah satu arwah kepada temannya yang sedang memasuki tubuhnya Benedic.
" Mending kamu menguliti kulit tubuhnya saja dari tangan, kaki secara perlahan-lahan, dan nanti jika sudah banyak kulit yang terkelupas dari tubuhnya, kamu keluar saja dari dalam tubuhnya ",, sahut dari Greta kepada arwah yang memasuki tubuhnya Benedic.
" Jangan langsung keluar nanti dia bisa balas dendam kepada sang King ",, sahut dari arwah yang lainnya juga.
" Mending setelah aku kuliti tubuhnya aku gorok saja lehernya, namun jangan sampai meninggal, biar dia meninggal secara perlahan dengan sendirinya ",, kata sang arwah yang memasuki tubuhnya Benedic.
" Iya setuju-setuju ",, sahut dari semua arwah yang ada disitu.
Sedang Greta dia langsung saja mengangguk pertanda setuju juga dengan pendapat yang di kemukakan oleh semua arwah.
Setelahnya arwah yang memasuki tubuhnya Benedic, dia langsung saja memulai melukai tubuh dari Benedic seperti perkataannya Greta tadi.
Tentu saja Benedic tidak merasakan kesakitan, karena tubuhnya sedang diambil alih oleh arwah yang memasuki tubuhnya.
Dan ketika kulit dari ke dua tangan sampai ketiak, ke dua kaki sampai 53l4k4n94n sudah hampir terkelupas semua hingga memperlihatkan daging dalam beserta syaraf-syarafnya.
Sekarang tiba saatnya arwah tadi langsung menggorok leher dari Benedic namun tidak sampai meninggal.
Setelah puas, arwah tadi langsung saja keluar dari dalam tubuh Benedic, sambil mentertawakan Benedic yang langsung berteriak histeris karena merasa sangat kesakitan sekali di sekujur tubuhnya.
__ADS_1
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...