KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
KISAH ELINA


__ADS_3

Di sebuah tempat, ada seorang wanita yang sedang melamun sendirian seperti yang biasa dia lakukan beberapa bulan yang lalu.


Dia suka termenung dan termenung sendirian di dalam kamarnya.


Bukan itu pekerjaan dari wanita tersebut, hanya saja jika dia sedang tidak ada pekerjaan setelah mengurus butiknya, waktu yang dia habiskan hanya terdiam melamun sendirian sambil memandangi langit-langit kamarnya atau memandangi pemandangan yang ada di luar jendela kamarnya.


Masa melamun dari wanita itu sedikit teralihkan, ketika tiba-tiba ada seseorang yang langsung masuk ke dalam kamarnya sambil memanggil namanya.


" Apakah kamu tidak bosan Elina melamun terus seperti itu dari beberapa bulan yang lalu?? ",, kata seseorang itu untuk mengalihkan pandangan dari wanita yang tadi sedang melamun.


Dan wanita itu adalah Elina Hedy, sedangkan orang yang baru saja menegur Elina tadi adalah Danish Hedy Kakak laki-lakinya.


" Ada apa lagi Kakak datang ke sini?? ",, tanya dari Elina kepada sang Kakak tanpa mengalihkan pandangannya dari jendela kamarnya.


Semenjak perpisahannya dengan Gilbert, hubungan Elina menjadi renggang juga dengan sang Kakak.


Bukan maksud hati Elina ingin marah dengan sang Kakak, hanya saja Elina merasa marah dengan Danish, karena Danish malah bersikap sombong kepada Pietro dan Kak Ivar ketika meminta maaf kemarin di restoran.


Setelah dua hari Danish bertemu dengan Pietro dan Kak Ivar, dan setelah dua hari itu pula hubungan Elina dan Gilbert kandas di tengah jalan.


Ketika Elina dan Danish sedang makan malam berdua saja di rumah mereka, Danish mencoba jujur kepada Elina, jika Pietro dan Kak Ivar pernah mencoba meminta maaf kepadanya.


Elina jujur sangat terkejut sekali mendengar cerita dari sang Kakak, karena Danish malah bersikap seperti itu kepada Keluarga Roderick.


Dan Danish tidak menyangka jika reaksi dari Elina akan seperti kepadanya di saat sudah mendengar ceritanya, Elina menjadi marah besar hingga mendiamkannya untuk beberapa minggu lamanya.


Elina yang sudah mendengar cerita dari sang Kakak, dia lalu merasa menyesal kepada Gilbert.


Kenapa dia harus terburu-buru memutuskan hubungannya dengan Gilbert, sedangkan sang ke dua Kakaknya sedang memperbaiki masalah demi hubungannya.


Elina bukan hanya marah dengan sang Kakak, tapi dia juga marah dengan dirinya sendiri, karena ketika Elina mencoba mendatangi kediamannya Kak Ivar, dia sudah terlambat, Gilbert sudah keburu pergi dari rumah.


Iyaps, Elina memang pernah sekali mendatangi rumah Kak Ivar dan di sambut baik oleh Kak Ivar bersama Agnes, tapi semuanya sudah terlambat.

__ADS_1


" Maafkan kami Nona Elina, kami juga tidak tahu ke mana Gilbert pergi, karena ketika kami tanya dia tidak mau menjawab sama sekali kepada kami ",, begitulah jawaban yang di berikan oleh Kak Ivar pada waktu itu kepada Elina.


Sedih, tentu saja Elina langsung merasa bersedih, menyesal, tentu saja Elina juga merasa menyesal.


Karena dia merasa terlambat mempertahankan Gilbert untuk pergi jauh darinya.


Setelah mengetahui hal pahit itu, Elina lalu memutuskan untuk menjual apartemen mewahnya dan membeli sebuah rumah yang cukup mewah yang masih berada di kota yang sama dengan sang Kakak.


Elina lalu pindah dari rumah sang Kakak ke rumah barunya itu sendirian, karena Elina jika melihat sang Kakak, dia langsung saja teringat dengan Gilbert yang sudah pergi meninggalkannya.


Uang tabungan dari hasil pertandingannya balap mobil yang sangat banyak sekali itu, Elina gunakan untuk investasi dengan membuka butik.


Eits, Elina itu tomboy, tentu saja butik yang dia maksud adalah sebuah butik yang bernuansa otomotif, dari pakaian, pernak-pernik mobil motor, dan sejenisnya.


Dulu Pietro pernah berkata kepada Danish jika Gilbert sampai berubah sikap karena perpisahannya dengan Elina, dia akan mencari Danish sekeluarga sampai ke ujung dunia sekalipun dan akan membunuhnya saat itu juga.


Iya, dulu memang Pietro hampir saja ingin melakukan itu di saat Gilbert mendiamkannya dan juga Kak Ivar.


Namun itu tidak sampai terjadi, karena sudah keburu di cegah oleh Kak Ivar, sungguh jika Kak Ivar tidak memantau Pietro terus selama itu, mungkin saat ini Danish dan Elina sudah berada di bawah tanah bersama mangsa Pietro yang lainnya.


" Jika Kakak ke sini hanya untuk mengacaukan harinya Elina, lebih baik Kakak pulang saja dari sini ",, kata dari Elina kepada Danish.


" Apakah kamu masih tidak mau memaafkan Kakak Elina?? ",, tanya dari Danish kepada Elina.


" Sudahlah Kak, Kakak tidak perlu membahas ini lagi ",, kata Elina sambil berbalik badan mengahadap Danish.


" Jika kamu tidak mau membahas ini lagi, kenapa sikap kamu kepada Kakak masih seperti ini Elina?? ",, tanya dari Danish kepada Elina.


" Entahlah Kak, rasanya Elina masih berharap ingin bertemu dan bersama Gilbert, tapi rasanya seperti sudah tidak mungkin ",, jawab dari Elina kepada Danish, sambil memperlihatkan wajah sedihnya.


" Apakah belum ada kabar dari Gilbert Elina, Kakak berjanji jika kamu ingin bersama Gilbert lagi, Kakak akan merestuinya ",, kata Danish kepada Elina.


" Semuanya sudah terlambat ",, kata Elina kepada Danish.

__ADS_1


" Dia tidak bisa lagi aku hubungi sejak hari itu sampai sekarang, dan mungkin juga saat ini dia sudah mempunyai kekasih yang baru ",, kata Elina lagi kepada Danish sambil meneteskan air matanya.


Danish yang melihat Elina meneteskan air matanya, dia langsung saja berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah Elina untuk memeluk Elina.


" Maafkan Kakak Elina, maafkan Kakak, Kakak sudah egois kepadamu ",, kata Danish sambil memeluk Elina.


Jika memang dengan kembali Elina bersama Gilbert membuat Elina bahagia, Danish berjanji akan mengubur rasa sedih dan marah yang dia rasakan kepada Keluarganya Pietro.


Karena Danish mau melihat sang adik bahagia dan ceria lagi seperti sedia kala.


" Kakak membawakan makanan untuk kamu, ayo kita makan bersama ",, kata Danish sambil melepaskan pelukannya Elina.


" Ayo, dan apakah Kakak baru saja dari rumah sakit?? ",, tanya dari Elina kepada Danish.


" Iya, Kakak dari sana ",, jawab dari Danish kepada Elina.


" Bagaimana kabar dari Ayah, apakah dia masih terus menangis dan tersenyum sendiri seperti biasanya?? ",, tanya dari Elina sambil berjalan menuju ke arah ruang makan.


Dan sang Ayah yaitu Ayah Eric semenjak tiga bulan kepergian dari sang istri yaitu Mama Juni, Ayah Eric menunjukkan gejala seperti stres.


Ketika Ayah Eric di bawa Elina dan Danish ke Psikiater, ternyata Ayah Eric di vonis terkena ganguan jiwa, alias gila, sungguh miris sekali bukan hidup dari Ayah Eric.


Semenjak saat itu Danish dan Elina terpaksa membawa sang Ayah ke rumah sakit jiwa dan mereka akan mengunjungi Ayah Eric sekitar dua sampai tiga kali dalam seminggu.


Itu artinya Ayah Eric sudah beberapa bulan menginap di rumah sakit jiwa sampai sekarang.


" Kata Dokter yang menangani Ayah, sekarang Ayah tiba-tiba sering berbicara sendiri sambil memanggil nama Mama ",, jawab sedih dari Danish kepada Elina sambil duduk di kursi ruang makan.


Semarah-marahnya Elina dan Danish, mereka berdua tetap sayang kepada Ayah Eric.


Jadi ketika mereka berdua mendengar kabar jika Ayah Eric belum ada perkembangan, jujur di dalam hati kecil mereka, mereka berdua merasa sangat bersedih sekali.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2