KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
INSAF


__ADS_3

Pietro saat ini sedang sendiri di dalam kamar mandi untuk mandi dan membersihkan badannya yang terasa lengket.


Sedang Kak Ivar dan juga Gilbert masih berada di situ, sambil menunggu Pietro yang sedang mandi.


Di dalam kamar mandi, Pietro terus kepikiran dengan semua perkataan dari Kak Ivar tentang si kembar dan juga Molly.


" Kali ini yang di katakan oleh Kak Ivar memang benar adanya ",, kata Pietro dengan mengguyur tubuhnya di bawah air shower.


" Aku tidak mau kehilangan mereka bertiga, karena Molly dan si kembar adalah nyawaku sekarang, aku tidak bisa hidup tanpa mereka bertiga ",, kata Pietro lagi untuk dirinya sendiri.


" Baiklah, aku akan berhenti dari pekerjaanku dan akan membuka toko obat herbal racikanku sendiri ",, kata Pietro lagi.


Setelah selesai merenung dan memantapkan hatinya untuk berhenti dari dunia hitam, Pietro lalu segera menyelesaikan mandinya untuk segera menemui sang Kakak untuk meminta pendapat.


Selesai mandi, dengan cuma memakai celana selutut tanpa baju, alias bert3l4n74n9 dada, Pietro pun lalu menemui Kak Ivar dan Gilbert yang sedang berada di ruang Keluarga.


" Kenapa kamu tidak memakai baju juga Pietro, apa kamu tidak mau segera pulang untuk melihat si kembar?? ",, tanya Kak Ivar ketika melihat kedatangannya Pietro.


" Kak, ada yang ingin Pietro sampaikan kepada Kakak dan Kakak juga membutuhkan bantuan kamu Gilbert ",, kata Pietro kepada Kak Ivar dan juga Gilbert.


" Katakanlah Pietro?? ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.


" Apa yang bisa Gilbert bantu Kak?? ",, tanya Gilbert kepada Pietro.


" Pietro akan berhenti dari dunia hitam yang Pietro tekuni saat ini Kak ",, jawab Pietro kepada Kak Ivar dan masih di dengar oleh Gilbert.


" Puji Tuhan, Kakak sangat senang sekali mendengarnya Pietro ",, kata Kak Ivar dengan wajah yang terlihat sangat bahagia sekali.


" Dan aku ingin membuka toko obat herbal hasil racikanku sendiri yang akan aku patenkan serta pasarkan hingga sampai menembus pasar internasional Kak ",, kata Pietro lagi kepada Kak Ivar serta Gilbert.


" Jadi Pietro meminta tolong kepada Kakak, untuk bisa mematenkan hasil racikanku itu, karena Pietro tidak mau jika obat racikanku akan di akui oleh orang lain Kak ",, kata Pietro lagi dan lagi.


" Baik, Kakak akan membantu kamu Pietro dengan senang hati Kakak akan mengusahakan semua itu demi kamu, karena Kakak percaya dan juga yakin jika semua ramuan racikan obat milik kamu adalah yang paling mujarab di antara racikan obat pabrik yang ada di apotek ",, jawab mantap dan semangat dari Kak Ivar untuk Pietro.


Sungguh apa pun kendalanya nanti Kak Ivar akan terus berjuang membantu Pietro yang akan bertobat, sebab Kak Ivar tidak mau melihat Pietro kembali ke dunia hitamnya lagi.

__ADS_1


" Jika kamu sudah mematenkan semua racikan obat herbal buatan kamu itu dan membuka toko obat herbalnya, bisa-bisa semua apotek yang ada di Negara ini tidak akan laku ",, canda dari Kak Ivar kepada Pietro.


Karena bagaimanapun juga Kak Ivar tidak bisa berbohong, jika racikan obat herbal buatannya Pietro memang selalu cepat menyembuhkan daripada obat-obatan yang di jual bebas di apotek.


Pietro hanya biasa saja ketika dicandai seperti itu oleh sang Kakak.


" Lalu apa yang bisa Gilbert bantu untuk Kakak?? ",, tanya Gilbert kepada Pietro.


" Kamu carikan lima ruko untuk Kakak buat toko herbalnya, carikan yang tempatnya strategis, ramai di lalui banyak orang dan tempatnya sangat menjual sekali ",, jawab Pietro kepada Gilbert.


" Lima ruko itu besar lho Kak,?? apa Kakak yakin akan menyewa itu semua?? ",, tanya Gilbert lagi kepada Pietro.


" Kakak tidak akan menyewanya, tapi mau membelinya dan merenovasinya menjadi sebuah toko obat herbal sesuai keinginan Kakak ",, jawab Pietro kepada Gilbert.


" Dan lima ruko menurut Kakak itu cukup, sebab nanti pasti akan banyak bahan-bahan herbal yang di simpan di dalam toko itu ",, kata Pietro lagi kepada Gilbert.


" Sudah carikan saja Gilbert, dan jika kalau ada cari sepuluh ruko, nanti yang lima sisanya biar Kakak yang membayar ",, kata Kak Ivar menyahuti perkataan dari Pietro.


Semua itu Kak Ivar lakukan, karena dia merasa sangat bahagia sekali, sebab adik yang dari dulu dia harapkan bisa keluar dari dunia hitam akhirnya menurut juga dengan nasehatnya.


" Sudah ayo kalau begitu kita segera pulang ke rumah, kasihan Molly sama istri Kakak, yang daritadi mengurus si kembar yang sedang rewel ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert dan Pietro.


" Tunggu Kak, ada satu hal lagi yang ingin Pietro sampaikan dan ini khusus untuk Gilbert ",, kata Pietro kepada Kak Ivar.


" Hal apa yang ingin Kakak katakan kepada Gilbert Kak, apakah itu serius?? ",, tanya Gilbert kepada Pietro.


Pietro langsung mengangguk kepada Gilbert.


" Carilah beberapa bodyguard untuk menjaga rumah kamu dan mengawal Elina jika dia sedang pergi ",, kata Pietro kepada Gilbert.


" Karena tadi ketika Kakak sedang pergi ke Cafe, Kakak melihat sendiri Elina sedang di l3c3hk4n oleh seorang laki-laki ",, kata Pietro lagi kepada Gilbert.


Marah, tentu saja Gilbert langsung marah mendengar cerita dari sang Kakak.


Karena siapa sih seorang suami yang tidak akan marah melihat istrinya di l3c3hk4n oleh laki-laki lain.

__ADS_1


" Kamu tenang saja, Kakak sudah memusnahkan laki-laki tersebut dan dia mungkin sudah masuk ke dalam tanah saat ini, di kubur oleh Keluarganya ",, kata Pietro menenangkan Gilbert.


Gilbert masih saja diam sambil terus mendengarkan semua perkataan dari sang Kakak dan juga sambil meredakan amarah yang ada di dalam dadanya.


" Jika nanti kamu sampai rumah, janganlah kamu memarahi Elina, ajaklah bicara baik-baik dari hati ke hati supaya Elina tidak merasa takut denganmu Gilbert ",, nasihat dari Pietro kepada Gilbert.


Sungguh tumben sekali Pietro bisa bersikap bijak juga untuk adik terl4kn4tnya itu.


" Iya Gilbert, benar apa yang di katakan oleh Kakak kamu Pietro ",, kata Kak Ivar ikut berbicara.


" Jika kamu sering marah kepada Elina, pasti akan membuat Elina tidak akan mau terbuka lagi denganmu, jika dia sedang merasa kesulitan atau bersedih ",, kata Kak Ivar lagi kepada Gilbert.


" Baik Kak, Gilbert mengerti, dan terimakasih Kak, Kakak tadi sudah menolong Elina di saat tidak ada Gilbert di sampingnya ",, jawab Gilbert kepada ke dua Kakaknya.


" Untuk sementara waktu bawalah beberapa anak buah Kakak untuk mengawasi rumah kamu dan menjaga Elina, sampai kamu menemukan anak buah kamu sendiri Gilbert ",, kata Pietro kepada Gilbert.


" Iya, Kakak juga akan mengirimkan beberapa anak buah Kakak untuk berjaga di rumah kamu Gilbert ",, kata Kak Ivar juga kepada Gilbert.


" Terimakasih Kak, terimakasih, kalian berdua adalah panutanku, tanpa kalian berdua, Gilbert tidak akan ada apa-apanya di dunia ini ",, kata Gilbert merasa sangat senang sekali.


Kak Ivar langsung mengangguk dan tersenyum manis kepada Gilbert.


Sedang Pietro dia hanya mengangguk saja, setelah itu dia berpamitan ingin memakai baju dulu di dalam kamarnya.


Gilbert memang belajar banyak dari ke dua Kakaknya, karena selama ini dia begitu manja dan di manjakan oleh Kak Ivar maupun Pietro.


Walau Pietro begitu menyebalkan sekali untuk Gilbert, tapi dia akan selalu memasang badan terlebih dahulu jika ada orang yang akan menyakiti Gilbert.


Bahkan baik Pietro dan Kak Ivar, mereka akan selalu menuruti semua perkataan Gilbert jika memang itu yang terbaik dan membuat Gilbert bahagia.


Dan sekarang Gilbert sudah menemukan kebahagiaannya sendiri, jadi Kak Ivar serta Pietro akan mengajari Gilbert bagaimana cara menjaga Keluarganya dengan baik dari orang-orang yang akan berbuat buruk kepada mereka.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2