KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
SPESIAL OON 2


__ADS_3

Pesta syukuran baby Alarico dan baby Leonardo, selesai pukul dua belas malam, namun untuk para baby sudah pada masuk ke dalam kamar mereka masing-masing sekitar pukul sembilan malam.


Jadi pesta itu, setelahnya di peruntukkan untuk para orang dewasa saja.


Bahkan Alva yang sedang asik bermain dengan King dan Queen, dia sampai ketiduran di ruang belakang yang dekat dengan kandang si King.


Alva tidur di temani oleh King dan Queen, yang ada di sebelahnya.


Para anak buah yang di suruh menjaga Alva, mereka semua tidak ada yang berani menggendong atau memindahkan Alva dari situ.


Karena, setiap kali salah satu anak buah yang mencoba mendekat, King selalu tahu dan dia langsung membuka matanya.


Alhasil para penjaga itu, hanya bisa memandangi saja sambil berjaga dari jarak yang tidak terlalu jauh dari tempat Alva, King dan Queen sedang pada tidur.


Ketika Agnes sedang mencari Alva, untuk dia suruh tidur karena waktu sudah malam, dia pun langsung menyingkir dari pesta dan berjalan ke arah kandang si King.


Dan Agnes yang sudah sampai di belakang, dia langsung melihat Alva sudah tertidur di temani si King dan juga Queen.


Dengan santainya, walau masih merasa takut dengan Queen yang belum terlalu jinak, Agnes pun mencoba mendekati Alva.


Queen yang awalnya tertidur dengan nyenyak, ketika merasa Agnes sedang berjalan mendekati Alva, dia langsung saja terbangun, dan reflek langsung menyerang Agnes, sehingga membuat tangan Agnes terluka cukup parah.


Para anak buah yang melihat, mereka langsung saja menyiapkan obat bius yang tadi di suruh oleh Pietro.


Alva yang sedang tertidur, dia langsung terbangun ketika mendengar suara teriakan dari sang Mama.


" Mama ",, kata Alva dengan mata yang sudah terbuka lebar.


" Queen stop!! ",, marah Alva kepada Queen.


King yang melihat Queen mengamuk kepada Agnes, dia langsung menerjang tubuh Queen, sebelum di tembak bius oleh para anak buah.


Suasana di ruang belakang sedikit mencekam, karena Queen tiba-tiba mengamuk dengan Agnes, yang di kira akan melukai Alva.


Justru kebalikannya, Queenlah yang melukai Agnes dan orang-orang di depan pada tidak tahu semua, jika Queen sedang memberontak seperti itu, sebab jaraknya cukup jauh dengan full live musik yang berisik.


Obat bius yang sudah di siapkan, salah satu anak buah langsung saja mencoba menembakkan obat bius itu ke arah tubuh si Queen.


Dan berhasil, Queen langsung lemas seketika, hingga dia sampai kehilangan kesadarannya.


Setelahnya, para anak buah itu, langsung membawa tubuh si Queen, ke dalam kandangnya lagi dan menguncinya dari luar bersama si King.


Alva yang sudah membawa masuk sang Mama, dia langsung mengajak sang Mama masuk ke dalam kamar tamu yang tidak jauh dari situ.


Setelah itu, Alva langsung saja segera mencari sang Paman untuk mengobati luka sang Mama.


" Paman Ito ",, panggil Alva di tengah-tengah acara pesta.


Semua orang yang mendengar panggilan Alva untuk Pietro, mereka semua langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah Alva.

__ADS_1


Dan tiba-tiba, langkah kaki Alva di cegah oleh salah satu kolega sang Ayah, yang mendengar teriakan dari Alva memanggil Pietro.


" Eeh anak cantik, calon menantu Paman, kamu sedang mencari Paman kamu Pietro ya Nak?? ",, kata salah satu kolega bisnisnya Kak Ivar kepada Alva.


" Iya Paman, di manakah Paman Pietro sekarang?? ",, tanya Alva kepada kolega bisnis itu.


" Itu di sana, dia sedang berbincang dengan Ayah kamu dan temannya ",, jawab kolega bisnis itu kepada Alva.


" Terimakasih Paman ",, kata Alva kepada kolega bisnis itu.


" Sama-sama cantik ",, jawab kolega bisnis itu kepada Alva.


" Dari dekat dia terlihat lebih cantik ya Ayah ",, kata sang istri setelah Alva sudah berlalu dari hadapan mereka.


" Iya Mama, sepertinya Ayah akan lebih gencar menjalin bisnis dengan Keluarga Roderick, karena menjadi besan mereka akan memperbaiki bibit, bebet dan bobot di Keluarga kita, terlebih lagi mereka juga dari Keluarga terpandang ",, jawab sang suami kepada istrinya.


" Iya benar sekali Ayah ",, jawab sang istri kepada suaminya.


Meninggalkan mereka, akhirnya Alva sampai juga di depan Pietro.


" Paman, Ayah, ayo bantu Mama, dia baru saja di cakar oleh Queen ",, kata Alva kepada Pietro dan Kak Ivar.


Pietro dan Kak Ivar langsung segera beranjak berdiri dari duduknya, untuk masuk ke dalam kamar tempat Agnes sedang menahan lukanya.


" Mama ",, kata Kak Ivar yang sudah masuk ke dalam kamar tersebut.


" Sakit Ayah ",, kata Agnes sambil menangis menahan rasa sakit di tangannya.


Setelah itu, Pietro langsung kembali lagi sambil membawa ramuan herbal berupa salep dan juga ramuan herbal untuk di minum oleh Agnes.


" Bawa sini tangannya Kak ",, kata Pietro kepada Agnes.


Sebelum memberikan salep herbal hasil racikan di tokonya, Pietro membersihkan luka di tangan Agnes terlebih dulu menggunakan air hangat yang dia ambil dari dalam kamar mandi.


Setelah itu, Pietro langsung mengoleskan salep yang di bawanya ke luka cakaran tersebut.


Ketika saleb itu mengenai lukanya, Agnes berteriak dengan sangat kencang sekali, sebab rasa sakitnya berkali-kali lipat rasanya.


" Tahan Mama, supaya cepat kering ",, kata Kak Ivar kepada Agnes.


Agnes tidak menjawab, tapi dia terus menangis sambil meniup-niup luka cakaran di tangannya.


Walau cuma luka cakaran, tapi luka itu cukup dalam dan memanjang, jadi pasti akan terasa sangat sakit sekali.


" Jangan sampai terkena air dulu Kak, biarkan tangan yang ini terbuka saja jangan di perban, dan Kakak harus rutin memberinya salep dua jam sekali, biar cepat kering lukanya ",, kata Pietro kepada Agnes.


" Lalu ini ramuan herbal untuk mengurangi rasa nyerinya, Kakak minum sekitar empat atau lima jam sekali, setengah gelas kecil saja ",, lanjut lagi perkataan Pietro kepada Agnes.


Agnes hanya mengangguk saja sambil terus menangis menahan rasa sakit di tangannya.

__ADS_1


Sedangkan Alva, dia merasa sangat bersalah sekali, sebab dia lah yang sudah mengeluarkan si Queen, dan tidak menuruti perkataan dari sang Paman.


Hingga akhirnya si Queen malah membuat tangan sang Mama terluka seperti itu.


" Ini Kak saleb dan ramuannya, jika habis ambillah di ruang penyimpanan obatku, di sana masih ada banyak, jika stoknya sudah habis, ambil saja di tokoku ",, kata Pietro kepada Kak Ivar.


Kak Ivar hanya mengangguk saja sambil menerima saleb dan ramuan tersebut.


" Kakak temani Kak Agnes saja, ajak dia masuk ke dalam kamar, biar pestanya aku dan Gilbert saja yang menghandle ",, kata Pietro lagi kepada Kak Ivar.


" Baiklah, katakan kepada mereka semua, jika Kakak tidak bisa ikut bergabung lagi di dalam pesta, karena ada masalah kecil ",, jawab Kak Ivar kepada Pietro.


" Baik Kak ",, jawab Pietro kepada Kak Ivar.


Pietro setelah itu, langsung saja berlalu pergi menuju ke dalam pesta yang masih berlangsung.


Gilbert sebenarnya tadi melihat ke dua Kakaknya sedang berjalan tergesa-gesa.


Dia ingin sekali mendekati ke dua Kakaknya itu, hanya saja Gilbert tidak bisa begitu saja pergi, sebab dia sebagai tuan rumahnya di saat ke dua Kakaknya sedang tidak berada di situ.


Alhasil, Gilbert masih stay di situ sambil menunggu kedatangan dari sang Kakak kembali ke pesta.


Akhirnya, setelah jam dua belas malam, pesta itu benar-benar sudah selesai, dan semua para tamu undangan yang hadir, sudah pada kembali pulang ke rumah mereka masing-masing.


Gilbert yang ingin bertanya daritadi kepada Pietro tidak sempat, dan sekarang barulah sempat dia bertanya.


" Kak Pietro, di mana Kak Ivar, dan tadi kenapa kalian sepertinya tergesa-gesa sekali?? ",, tanya Gilbert kepada Pietro.


" Kak Agnes di serang oleh Queen, dan tangannya terluka cukup dalam, jadi tadi Kakak mencoba mengobatinya dulu ",, jawab Pietro kepada Gilbert.


" Astaga, lalu bagaimana keadaan dari Kak Agnes sekarang Kak?? ",, tanya Gilbert lagi kepada Pietro.


" Mungkin dia sudah tidur, karena tadi Kakak juga menyuruhnya untuk meminum ramuan penghilang rasa nyeri, dan ramuan itu ada efek obat tidurnya ",, jawab Pietro lagi kepada Gilbert.


" Sudah malam, sana kamu pulang temani Elina dan Rico, Kakak mau istirahat capek ",, kata Pietro kepada Gilbert.


" Iya baiklah, mau bagaimana lagi sudah di usir sama Tuan rumah ",, jawab Gilbert dengan menampilkan wajah pasrah.


" Besok biar Gilbert menyuruh anak buah Gilbert, untuk membantu bersih-bersih di sini ",, kata Gilbert kepada Pietro yang sudah berlalu pergi.


" Harus itu, karena Kakak tidak suka tempat kotor ",, jawab Pietro sambil berlalu menaiki tangga.


" Dasar Kakak gila, semoga saja Kak Agnes baik-baik saja ",, kata Gilbert untuk Pietro dan mendoakan tulus untuk Agnes.


Setelah itu, Gilbert pun berlalu pulang ke rumahnya sendiri yang berada di samping rumah mewah milik Pietro.


Senang rasanya, pesta berjalan dengan lancar, walau ada masalah sedikit, tapi untungnya masih bisa di atasi.


Dan Gilbert berdoa, semoga hari esok akan lebih baik dari sebelumnya, serta luka yang Agnes alami bisa sembuh dengan cepat.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC BONCHAP***...


__ADS_2