KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
MENCOBA BERBICARA


__ADS_3

Kembali ke Pietro dan Kak Ivar.


Rasa penasaran dari Kak Ivar semakin besar saja ketika dia bertanya kepada Pietro selalu mendapatkan jawaban yang sama.


" Pietro bisa tidak sih katakan dengan jujur kepada Kakak, kamu mau mengajak Kakak pergi ke mana?? ",, Kak Ivar mencoba bertanya lagi kepada Pietro.


" Nanti Kakak juga akan tahu sendiri ke mana Pietro akan mengajak pergi ",, jawab Pietro kepada Kak Ivar.


Nah seperti itulah jawaban yang daritadi di katakan oleh Pietro kepada Kak Ivar, hingga membuat Kak Ivar menjadi gemas sendiri di buatnya.


Tiba-tiba saja ponsel milik Pietro berdering dengan sangat kencang sekali, dan kita tidak tahu siapa yang sedang menelpon Pietro.


" Iya baiklah, tahan dia supaya dia tidak pergi dari sana, saya sebentar lagi akan sampai ",, jawab Pietro kepada orang yang sedang menelponnya.


Dan setelahnya sambungan telepon itu di matikan oleh Pietro.


" Siapa yang tadi sedang menelpon kamu Pietro?? ",, tanya dari Kak Ivar lagi kepada Pietro.


" Rahasia, Kakak tidak perlu tahu ",, jawab dari Pietro kepada Kak Ivar.


" Hiiiii, sini tak cekik leher kamu!! ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.


Namun Pietro hanya diam saja tidak mempedulikan perkataan dari Kak Ivar.


Hingga akhirnya setelah berada di perjalanan sekitar kurang lebih lima puluh menit lamanya, mobil yang Pietro kendarai sampai juga di sebuah restoran yang cukup mewah yang ada di kota mereka.


" Kamu cuma ingin mengajak Kakak ke restoran Pietro, kenapa tidak makan di rumah saja ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.


" Sudah ayo Kak ikut Pietro ",, jawab dari Pietro kepada Kak Ivar.


Walau merasa bingung, Kak Ivar tetap mengikuti langkah kakinya Pietro untuk masuk ke dalam restoran mewah tersebut.


Dan ketika seseorang sudah melihat kedatangan dari Pietro, mereka semua langsung menunduk dan segera pergi dari hadapan orang yang sedang mereka jaga dari tadi atas suruhan dari Pietro.


" Selamat sore Tuan Danish Hady?? ",, kata Pietro menyapa orang yang di sandra sejenak oleh anak buahnya tadi.


Iyaps, orang yang di sandra oleh anak buah Pietro adalah Danish.


Dan Pietro menyapa Danish sambil langsung duduk di kursi seberangnya Danish di ikuti oleh Kak Ivar juga.

__ADS_1


Danish tadi setelah selesai menonton acara pertandingan balap mobil dari sang adik yaitu Elina, dia lalu memilih untuk menenangkan diri pergi ke sebuah restoran sekaligus mengisi perutnya yang sudah lapar.


Namun alangkah terkejutnya Danish, ketika dia baru saja selesai makan dan ingin beranjak pergi dari situ, dia langsung saja di dekati oleh empat orang berpakaian bodyguard dengan body yang sama gagahnya dengan Pietro.


" Tuan, jangan pergi dari sini ",, begitulah kata salah satu anak buah kepada Danish.


" Siapa kalian,!! dan apa mau kalian?? ",, tanya dari Danish sambil berusaha tenang.


" Tuan kembalilah duduk di kursi anda, jangan membuat kami melakukan kekerasan kepada anda!! ",, jawab dari salah satu anak buah lagi kepada Danish.


Danish yang baru satu langka saja beranjak dari mejanya, dia pun langsung saja kembali duduk kembali ke kursi yang tadi dia duduki.


" Sebenarnya apa maksud dari kalian semua menyandera saya seperti ini?? ",, tanya dari Danish kepada ke empat anak buah Pietro.


Tidak tahukah Danish, semenjak Pietro di marahi oleh Kak Ivar, dia langsung saja menugaskan anak buahnya untuk selalu mengawasi Danish, dan seperti inilah akhirnya.


" Anda nanti akan tahu sendiri Tuan ",, jawab dari salah satu anak buah lagi kepada Danish.


" Saya bisa saja berteriak di sini, karena kalian sudah berani menahanku secara paksa seperti ini!! ",, ancam dari Danish kepada ke empat anak buah tersebut.


" Silahkan saja jika anda mau berteriak, karena itu artinya anda tidak sayang kepada mulut anda sendiri!! ",, jawab santai nan tenang dari salah satu anak buah kepada Danish.


Walau semua pengunjung restoran pada melihat ke arah Danish, namun mereka cuek-cuek saja, karena di restoran mewah seperti itu sudah biasa, jika bosnya makan di temani oleh para anak buah seperti Danish.


Dan sekarang Danish sudah tahu kenapa dari tadi dia di tahan tidak boleh pergi dari situ, karena ternyata Pietro sedang ingin menemuinya.


Danish sangat terkejut sekali ketika mendengar sapaan dari Pietro tadi.


Wajah yang awalnya biasa saja sekarang langsung menunjukkan ekspresi marah kepada Pietro.


Dan Kak Ivar yang tidak mengenal Danish, dia pun langsung bertanya kepada Pietro.


" Pietro dia siapa,?? dan kenapa kamu membawa Kakak untuk menemuinya?? ",, tanya dari Kak Ivar kepada Pietro.


" Dia adalah Danish Hady Kak, Kakak kandungnya Elina ",, jawab dari Pietro kepada Kak Ivar.


Kak Ivar sedikit terkejut ketika laki-laki yang duduk di depannya adalah Kakak dari wanita yang saat ini sedang dekat dengan Gilbert.


" Untuk apa anda menemui saya?? ",, tanya dari Danish kepada Pietro.

__ADS_1


" Apakah anda tidak mau bertemu dengan saya Tuan Hady?? ",, tanya balik dari Pietro kepada Danish.


" Untuk apa saya menemui laki-laki yang sudah membunuh Mama saya ",, jawab dari Danish kepada Pietro.


" Di kamus hidup saya, tidak ada kata ampun, dan anda sudah tahu sendiri akan hal itu, jadi apa salah saya jika saya membalas perbuatan dari Mama anda yang sudah kurang ajar seperti itu kepada saya?? ",, jawab tenang dari Pietro kepada Danish.


Danish langsung saja menunjukkan ekspresi yang semakin marah saja kepada Pietro.


" Sudah Pietro, jangan di bahas lagi ",, kata Kak Ivar mencoba menengahi.


" Begini Tuan Danish, kedatangan kita ke sini, kita mau meminta maaf atas kejadian yang baru saja menimpa Mama anda yang di sebabkan oleh adik saya Pietro, jika anda sudi dan mau mengikhlaskannya, tolong maafkanlah sikap dari adik saya yang kurang ajar ini kepada Keluarga anda ",, kata Kak Ivar kepada Danish.


" Apakah anda bisa memaafkan orang yang sudah membunuh orang tua anda Tuan?? ",, tanya dari Danish kepada Kak Ivar.


" Tidak bisa,!! dan saya sudah membunuh pelaku yang membunuh ke dua orang tua saya dulu dengan tangan saya sendiri ",, jawab dari Pietro kepada Danish.


" Itu anda sudah tahu jawabannya, kenapa anda menyuruh saya untuk memaafkan adik anda ini Tuan?? ",, kata Danish kepada Kak Ivar.


" Adik saya ini dia memiliki sifat dan sikap yang tidak bisa kami ceritakan kepada anda Tuan, prinsip dia ya seperti yang sudah anda ketahui ",, kata Kak Ivar kepada Danish.


" Jika saya mendengarkan cerita dari Pietro, dia tiba-tiba di pukul menggunakan guci seperti itu oleh Mama anda, di sini Pietro tidak bisa di salahkan sepenuhnya Tuan ",, kata Kak Ivar lagi kepada Danish.


" Coba anda pikirkan, di balik itu semua pasti ada percikan api yang memulai, dan tidak sengaja Pietro iku masuk ke dalam percikan api tersebut, hingga ada titik di mana Pietrolah yang membuat api itu semakin membesar, jadi siapakah yang patut di salahkan, Pietro atau orang yang sudah menyalakan percikan api tersebut Tuan Danish Hady ",, sambung lagi perkataan dari Kak Ivar kepada Danish yang dari tadi hanya diam saja.


Sedang Pietro pun sama halnya dengan Danish diam saja sambil terus menatap ke arah Danish.


" Pietro wajar saja jika dia merasa marah dan membunuh orang yang sudah membunuh ke dua orang tua kami, karena orang tua kami tidak bersalah tapi di bunuh dengan cara tiba-tiba seperti itu dengan sangat kejam sekali, hanya karena mereka ingin menguasai bisnis yang kami punya, tapi di sini posisinya berbeda, apakah anda tidak bisa berpikir sendiri Tuan dan mencoba membuka hati untuk memaafkan Keluarga kami?? ",, kata Kak Ivar lagi dan lagi kepada Danish.


Dan Danish langsung saja semakin berpikir untuk bisa mencoba memaafkan Pietro, walau hatinya sebenarnya benar-benar merasa sangat sulit sekali.


Karena semarah-marahnya dia kepada Ayah dan juga Mamanya, tapi mereka tetaplah ke dua orang tua kandungnya yang sudah membesarkannya hingga bisa menjadi seperti sekarang.


Jadi tentu saja Danish dan Elina akan merasa marah jika Mamanya di bunuh seperti itu oleh Pietro.


...❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️...


Jadi menurut kalian, apakah Pietro patut di salahkan sepenuhnya di sini.??🤔


...🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2