
Greta sebenarnya tidak benar-benar pergi dari rumah kedua orang tuanya.
Dia pergi bukan untuk pergi dari mereka semua, melainkan Greta pergi karena dia sudah tidak tahan dengan suasana haru yang sedang terjadi dengan keluarganya.
Saat ini Greta seperti kebiasaannya, dia memilih duduk diatas genting lantai dua rumah kedua orang tuanya untuk mengeluarkan air matanya dengan sangat deras sekali.
" Ayah, Mamah........... tidak tahukah kalian, Greta juga sangat merindukan kalian semua ",, kata Greta sambil menangis dengan sangat keras sekali.
Bahkan para arwah yang asli penunggu disekitar rumah Greta pun sedikit terganggu dengan suara tangisan dari Greta.
" Hei kamu siapa??, kenapa menangis seperti itu??, berisik!! ",, tegur dari arwah laki-laki yang sudah cukup lama menempati pohon yang berada disebelah rumah Ayah Janu.
Greta yang mendengar teguran dari arwah itu, dia tidak mau memusingkannya dan memilih terus menangis dalam diamnya sambil sedikit melamun.
Dan arwah laki-laki tadi yang menegur Greta namun tidak mendapatkan respon dari Greta, dia pun langsung saja mencoba terbang kehadapan Greta.
" Kamu siapa?? sepertinya aku tidak pernah melihat kamu disekitar sini?? ",, tanya arwah laki-laki yang seumuran dengan Greta.
Greta sungguh sangat malas sekali menjawab pertanyaan dari arwah laki-laki itu, karena dia masih merasa ingin sendiri dan tidak mau diganggu.
Akhirnya tanpa menjawab dan banyak berbicara, Greta memilih menghilang dari depan arwah laki-laki tersebut untuk masuk kedalam kamarnya dulu yang ternyata masih rapi keadaannya tidak ada yang berubah setelah kematiannya sekitar tujuh tahun yang lalu.
Jika Greta meninggal sekitar umur dua puluh tujuh tahun, itu artinya jika dijumlahkan umur Greta sudah sekitar tiga puluh empat tahun.
Tapi wajah Greta masih terlihat berumur dua puluh tujuh tahun, karena dia meninggalnya diumur segitu.
Sedang arwah laki-laki tadi dia langsung saja menggerutu dengan sikap Greta yang acuh kepadanya.
" Dasar hantu cewek aneh ",, gerutu dari arwah laki-laki itu untuk Greta.
Setelahnya hantu laki-laki itu memilih untuk menghilang dan terbang kesuatu tempat lagi.
Sedang Greta sesampainya didalam kamarnya dia terus berkeliling untuk bernostalgia dengan barang-barang yang dia miliki dulu.
Senyum pilu dan sedih Greta tunjukkan ketika teringat dengan kenangan yang pernah tercipta ketika dia masih hidup dulu.
Disaat Greta sedang sibuk mengamati semua barang-barang peninggalannya sendiri, tiba-tiba saja telinga Greta mendengar suara tangisan yang cukup pilu sekali.
__ADS_1
Dan suara tangisan itu berasal dari Mamah Hanna yang baru saja sadar dari pingsannya.
" Gretaaaaaaaa...................... ",, teriak dari Mamah Hanna sambil menangis dengan sejadi-jadinya.
Greta yang sudah keluar dari dalam kamarnya yang berada dilantai dua rumahnya, dia melihat sendiri bagaimana sang Mamah sangat bersedih sekali kehilangan dirinya untuk kedua kalinya.
" Mamaaaahh........... ",, jawab Greta sambil menangis juga.
" Apakah Greta sudah benar-benar pergi dari sini Linn, kenapa Mamah sudah tidak bisa melihat arwahnya disini?? ",, tanya Mamah Gretl kepada Linn menantunya.
" Sudah Mah, dan Linn juga sudah menutup bata batin dari Mamah, Ayah sama Papah Agler ",, jawab dari Linn kepada Mamah Hanna.
" Kenapa ditutup, bagaimana jika Greta kesini lagi tapi Mamah tidak tahu ",, kata Mamah Hanna dengan tidak terima.
" Itu Linn lakukan supaya Mamah tidak diganggu dengan semua arwah yang nantinya bisa Mamah lihat disemua tempat ",, jawab Linn kepada Mamah Hanna.
" Jika Mamah ingin melihat Greta lagi nanti pasti akan Linn bantu ko Mah, sekarang Mamah tenang ya ",, kata Linn lagi kepada sang Mamah mertua.
Mamah Hanna hanya bisa menangis saja mendengar penjelasan dari Linn menantunya.
Chan yang masih belum mengerti apa-apa, dia hanya bisa asik sibuk sendiri memainkan semua mainannya yang berserakan dilantai yang ada diruang Keluarga itu.
Walau sebetulnya Ayah Janu juga sama tidak relanya, namun dia mengerti bukan disini tempatnya Greta.
Chan yang sedang asik memainkan pesawat terbangnya dia tidak sengaja melihat Greta sedang berdiri ditengah-tengah tangga sambil terus menatap kearah semua Keluarganya dengan air mata yang sedang mengalir deras.
" Aunty Greta ",, kata reflek dari Chan ketika melihat Greta sambil menunjuk kearah Greta.
Linn yang mendengar perkataan dari sang anak, dia langsung saja mengalihkan pandangannya yang ternyata memang benar ada Greta berdiri diatas tangga.
Greta ketika melihat Linn dan Chan bisa mengetahui keberadaannya, dia langsung saja memilih menghilang seketika.
Mamah Hanna yang mendengar perkataan dari Chan tadi, dia langsung saja semakin menangis histeris saja.
" Linn dengarlah, Chan tadi menyebutkan nama auntynya lagi, pasti dia saat ini masih berada disini kan dan belum pergi meninggalkan Mamah ",, kata Mamah Hanna kepada Linn.
" Iya tadi Greta berdiri diatas tangga itu, tapi sekarang dia sudah menghilang lagi Mah ",, jawab Linn dengan jujur kepada Mamah Hanna.
__ADS_1
Mamah Hanna yang mendengar perkataan dari Linn, dia langsung saja mencoba menaiki tangga dengan tergesa-gesa membuat Mamah Hanna langsung terjatuh terduduk diantara tangga yang ada disitu.
Semua orang yang melihat Mamah Hanna seperti itu, mereka hanya bisa diam saja sambil ikut-ikutan merasa bersedih.
" Greta anak Mamah, apakah kamu masih ada disini Nak, Mamah rasanya ingin memeluk kamu sampai pagi ",, kata Mamah Hanna sambil menjulurkan tangannya seperti ingin menggapai sesuatu.
Dan jangan lupakan semakin pilu saja air mata yang Mamah Hanna keluarkan.
Greta yang bersembunyi dibalik tembok dan menyaksikan Mamahnya seperti itu karena kedatangannya, dia hanya bisa menangis dalam diamnya supaya sang Kakak ipar dan keponakannya tidak mengetahui keberadaannya lagi.
" Maafkan Greta Mah, bukan seperti ini yang Greta harapkan dengan kedatangan dari Greta kerumah ",, kata Greta untuk sang Mamah.
Ayah Janu yang tidak tahan dengan ratapan tangisan dari Mamah Hanna pun, dia langsung saja mencoba mendekati Mamah Hanna dan mengajaknya untuk masuk kedalam kamar mereka.
" Ayo Mah, kita lebih baik beristirahat saja, karena ini sudah malam, tidak baik untuk penyakit asmanya Mamah nanti ",, kata Ayah Janu sambil membangunkan tubuh dari sang istri.
Dengan masih lemas, dan menangis pilu Mamah Hanna pun hanya menurut saja ketika Ayah Janu mengajaknya untuk masuk kedalam kamar.
Dan setelah kepergian dari Mamah Hanna serta Ayah Janu, Kak Agler langsung saja mengajak sang istri yaitu Linn dan juga Chan untuk beristirahat didalam kamar mereka sendiri.
" Ayo jagoan Papah, mari kita tidur ",, kata Kak Agler kepada Chan.
Chan yang masih lucu dan polos dia hanya bisa mengangguk dan menurut saja kepada sang Papah.
Chan tidur didalam kamarnya sendiri yang berada tepat disamping kamarnya Kak Agler dan Linn.
" Sayang, cuci tangan dan bersih-bersih dulu yuk sebelum tidur ",, kata Linn kepada Chan.
Chan pun langsung menurut saja apa kata sang Mamah.
Dan setelah Chan sudah selesai melakukan rutinitasnya didalam kamar mandi, dia pun langsung saja mencoba tidur ditemani oleh Linn, sedang Kak Agler dia sudah masuk kedalam kamarnya sendiri.
Linn menidurkan Chan sambil terus memikirkan Greta dan kejadian tadi diruang Keluarga.
Linn tidak menyangka jika akhirnya dia bisa melihat wajah Greta secara nyata walau sudah berupa arwah sekalipun.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
__ADS_1
...***TBC***...