KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
UNIKNYA PIETRO


__ADS_3

Seperti kucing yang sedang tidur, iya seperti itulah yang sedang Pietro lakukan di kakinya Molly yang terbalut selimut itu.


Dia terus mengusap-usapkan wajahnya ke kakinya Molly dengan sangat lucu, tapi menggelikan.


Kelakuan dari Pietro itulah yang akhirnya membuat Molly terbangun juga dari tidurnya yang lelap.


" Eenngg, dimana aku?? ",, kata Molly sambil menetralkan matanya dari sorotan lampu yang menyala.


" Aduuuuuhhh!! '',, kata Molly reflek mengaduh, karena tidak sengaja dan tanpa sadar telapak kaki besar milik Pietro berada tepat di wajahnya.


Sungguh tidur yang sangat meresahkan sekali si Pietro itu, dan Molly yang jengkel dia langsung saja menyingkirkan kaki milik Pietro dari wajahnya dengan cukup kasar.


" Ini Kakanda tidurnya bagaimana sih!! ",, gerutu dari Molly kepada Pietro.


" Tapi ini Molly ada dimana, tempatnya sangat asing sekali, aduh dan ini kenapa dengan tangannya Molly, ko ada selangnya seperti ini?? ",, kata Molly lagi sambil melihat tangannya.


Dan selang yang dimaksud oleh Molly adalah selang infus yang di pasangkan oleh Dokter di tangannya.


Waktu sudah menunjukkan pukul lima pagi, dan itu artinya mereka baru tidur beberapa jam saja.


Makanya mereka semua tidak ada yang tahu jika Molly sudah terbangun dari tidurnya yang lelap.


Lagi dan lagi Molly mengaduh, kali ini bukan karena Pietro, melainkan karena dia sengaja menjabut infus yang ada di tangannya itu.


Tindakan Molly yang sembrono, tentu saja membuat darah langsung menetes dari bekas tusukan jarum infus tersebut.


" Aaaaaaaahh, sakit ",, kata Molly yang tidak tahan dengan rasa sakitnya.


Suara kesakitan dari Mollylah yang akhirnya membuat Pietro terbangun dari tidur absurdnya itu.


" My Queen .... ",, kata Pietro sambil langsung turun dari atas ranjang pasien.


" Sakit tangan Molly Kakanda ",, kata Molly mengadu kepada Pietro.


Pietro yang melihat ada darah yang menetes di tangannya Molly, dia lalu berinisiatif untuk menggendong Molly turun dari atas ranjang.


Tentu saja Molly langsung melingkarkan tangannya di pundak sang suami supaya dia tidak terjatuh.


Dan ketika Molly sudah berada di gendongannya, Pietro langsung saja membawa Molly keluar dari dalam ruang perawatan tersebut, tanpa berbicara dulu kepada semua Keluarganya yang masih pada tertidur dengan lelap.


" Kita sebenarnya ada dimana Kakanda?? ",, tanya dari Molly kepada Pietro.

__ADS_1


" Di rumah sakit ",, jawab dari Pietro kepada Molly sambil terus melangkah.


" Rumah sakit, kenapa?? ",, tanya dari Molly lagi kepada Pietro.


" Tidak apa-apa, cuma ingin memeriksakan kejiwaannya Gilbert yang kambuh ",, jawab asal dari Pietro lagi kepada Molly.


" Oh, dan tadi apakah Kakanda jadi membedah perutnya Molly?? ",, tanya Molly lagi dan lagi kepada Pietro.


" Benar kata Kakanda, jika ramuannya membuat Molly tidak merasakan sakit apa-apa, buktinya perut Molly tidak merasakan sakit sama sekali Kakanda ",, kata Molly lagi kepada Pietro.


Sambil melirik ke arah Molly, Pietro memilih diam saja tidak mau menjawab perkataannya Molly tersebut.


" Kakanda tapi apakah benar jika Molly sedang hamil sekarang?? ",, tanya Molly kepada Pietro.


" Iya kamu sedang hamil kembar My Queen ",, jawab dari Pietro kepada Molly dengan jujur.


Dan tanpa sadar langkah kaki dari Pietro sampai juga di parkiran mobil miliknya.


Ketika Pietro yang daritadi keluar dari dalam rumah sakit sambil menggendong Molly, dia terus di tatap oleh semua orang yang berpas-pasan dengannya.


Namun baik Molly dan Pietro mereka berdua yang mempunyai sifat sedikit mirip, jadi mereka berdua cuek-cuek saja tidak mempedulikan pandangan dari semua orang.


Bahkan ketika ada yang berkata kalau tangannya Molly mengeluarkan darah, baik Pietro dan Molly mereka bisa kompak sama-sama diam tidak menjawabnya.


" Iya kembar ",, jawab singkat dari Pietro kepada Molly.


Molly lalu diam saja dan dia seperti sedang memikirkan sesuatu.


Sedang Pietro dia langsung saja mengendarai mobilnya untuk kembali pulang ke rumah mewahnya yang ada di tengah hutan.


Sungguh benar-benar devinisi adik l4kn4t dan kurang ajar ya itu si Pietro.


Sudah capek-capek di tungguin, di bantuin, dan di temani di rumah sakit, eh dia pulang malah tidak bilang dulu kepada Kak Ivar, Agnes maupun Gilbert.


Setelah beberapa menit berkendara akhirnya mobil yang dikendarai oleh Pietro sampai juga di rumah mewahnya.


Dan sesampainya di rumah, Pietro langsung saja membawa Molly ke dalam ruang pengobatannya, untuk dia tumbukan ramuan supaya bekas infus tadi tidak membuat tangannya Molly infeksi.


Benar-benar kelakuan dari si Pietro, dia mengajak Molly pulang bukan untuk beristirahat di rumah, melainkan karena dia ingin mengobati luka di tangannya Molly.


Padahal tadi ketika masih di rumah sakit, Pietro bisa saja memanggil Dokter untuk mengobati tangannya Molly, namun bukan itu yang dilakukan oleh Pietro.

__ADS_1


Molly yang memang dasarnya selalu menurut kepada Pietro, dia hanya diam saja daritadi menunggu Pietro yang sedang sibuk menumbuk sambil memikirkan sesuatu di otaknya.


Pietro yang sudah selesai menumbuk dia lalu berjalan ke arah Molly yang sedang tiduran di atas ranjang yang ada di situ.


" My Queen sepertinya sedang memikirkan sesuatu?? ",, kata Pietro kepada Molly.


" Iya, Molly sedang memikirkan baby ini Kakanda ",, jawab Molly kepada Pietro sambil mengusap perutnya.


" Ada apa dengan babynya?? ",, tanya dari Pietro sambil menempelkan tumbukan ramuan tadi di tangannya Molly yang terluka.


" Dia benar-benar anaknya Kakanda kan?? ",, tanya balik dari Molly kepada Pietro.


Pietro yang mendengar pertanyaan dari Molly, dia langsung saja menaikkan sebelah alisnya ke atas karena merasa aneh saja.


Apa tidak kebalik yang bertanya begitu adalah Molly, bukannya Pietro.


Tapi itulah kenyataannya, malah Molly yang bertanya seperti itu kepada Pietro.


" Kenapa My Queen bertanya begitu kepada Kakanda?? ",, tanya balik lagi dari Pietro kepada Molly.


" Molly takut, kalau Kakanda mengira Molly selingkuh dengan alat kecil yang diberikan oleh Kak Agnes kemarin itu, jadi ini benar kan baby yang Molly kandung anaknya Kakanda?? ",, jawab dari Molly kepada Pietro.


" My Queen ..... ",, kata Pietro mencoba memberikan pengertian kepada Molly.


Molly langsung saja menatap Pietro dengan sangat lekat sekali.


" Itu hanyalah sebuat alat Ratuku, alat untuk mengetes apakah seorang wanita positif hamil atau tidak, yang bisa menghamili My Queen ya cuma Kakanda, jadi baby ini yang ada di dalam perutnya My Queen anak kita berdua sayang ",, kata Pietro kepada Molly dengan suara yang terdengar sangat lembut, manis dan juga sambil mengusap perutnya Molly.


Tidak disangka kan Pietro yang oon bin bodoh tapi pintar bisa seromantis dan selembut itu kepada Molly.


Molly saja sampai tertegun di buatnya, terlebih sekarang dia baru saja di panggil sayang oleh Pietro.


Molly yang merasa ingin di peluk oleh Pietro, dia lalu mengkode dengan merentangkan ke dua tangannya supaya Pietro datang mendekat dan memeluknya.


Tentu saja Pietro tidak akan menyia-nyiakan hal seperti itu, karena memeluk Molly adalah hal ternyaman yang dia sukai.


...❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️...


Bagaimana ya kira-kira reaksi dari Kak Ivar jika tahu Pietro dan Molly sudah pulang ke rumah namun tidak memberitahukannya🤭🤭.


...🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2