KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
FREJA


__ADS_3

Nyawa pun melayang, jiwa pun terbang, itulah yang sedang terjadi kepada Edith.


Ketika nyawa Edith sudah tidak tertolong lagi, arwah dia langsung saja terbang keatas untuk melihat jasadnya yang sedang mengeluarkan busa dan melihat Pietro yang hanya diam saja tanpa ekspresi sama sekali.


Hanya menangis yang saat ini Edith bisa lakukan sambil terus memperhatikan Pietro sang laki-laki pujaan hatinya dari dulu.


" Huh!!, sudah mati...... ",, kata Pietro yang didengar oleh Edith.


" Itulah akibatnya sudah berani ingin menggantikan posisi Molly disisiku ",, kata Pietro lagi yang masih didengar oleh Edith.


" Tidak ada yang bisa menggantikan dia disisiku, terlebih kamu yang sudah dari dulu ingin mendekatiku ",, lanjut lagi perkataan dari Pietro yang juga didengar oleh Edith.


" Jika kamu tidak aku berikan pelajaran seperti ini, kamu pasti akan mencoba melukai Mollyku, dan terus mencoba mendekatiku seperti biasanya ",, sambung terus perkataan dari Pietro dan Edith pun juga mendengarnya dengan sangat jelas.


Sungguh perkataan dari Pietro membuat Edith sangat terkejut sekali, fikir Edith Pietro akan menolongnya dan membantu dirinya untuk dibawa kerumah sakit, tapi apa nyatanya..............


Semua itu hanya khayalan semata yang Edith bayangkan didalam benaknya.


" Tidak aku sangka Pietro, kamu bisa sekejam ini kepadaku?? ",, kata Edith kepada Pietro sambil menangis sejadi-jadinya.


" Apa salahku yang mencintaimu dari dulu ",, kata Edith lagi dengan sangat pilu sekali kepada Pietro.


" Ternyata mencintaimu sesakit ini Pietro, dan tidak aku sangka aku meninggal ditangan laki-laki yang sangat aku cintai dari dulu ",, kata Edith lagi sambil langsung duduk disamping jasad tubuhnya yang sudah terbujur kaku.


Ketika para anak buah Pietro sudah masuk kedalam kamar apartemen Edith, Edith pun sedikit dibuat bingung, sebab pasalnya, pakaian yang dia pakai langsung saja dirobek paksa oleh para anak buah itu, dan digantikan dengan pakaian bodyguard sama seperti mereka semua, namun atasannya dipakaikan hoody untuk menutupi kepalanya.


Dan setelah itu jasad Edith langsung dibopong seperti seolah-olah sedang pingsan saja.


Busa yang dikeluarkan Edith dari dalam mulutnya pun sudah dibersihkan dengan sangat bersih oleh para anak buah tersebut.


Edith terus mengikuti kemana jasad dia dibawa pergi oleh anak buah dari siPietro.


Dan Edith sampai lupa jika Pietro ternyata sudah pergi dari dalam kamar apartemennya, sebab dia terlalu fokus memperhatikan jasadnya yang sedang dibawa pergi oleh para anak buah Pietro.


" Kemana kalian semua akan membawa tubuh saya!! ",, teriak Edith dengan sangat keras sekali kepada para anak buah dari Pietro.


Baik Pietro dan para anak buahnya, tentu saja mereka tidak ada yang bisa mendengar semua perkataan dari Edith yang sudah menjadi arwah gentayangan itu.


" Tunggu............!!, tunggu kalian semua mau membawaku kemana??!! ",, kata Edith lagi sambil terbang diatas para anak buah tersebut.

__ADS_1


" Cepat ayo masukkan jasad wanita ini kedalam mobil, cepat kita sudah tidak punya banyak waktu ", perintah dari sang ketua kepada para anak buahnya.


" Hei kenapa tubuh saya kalian masukkan kedalam mobil, jangan kasar begitu dong, dasar kalian!! ",, kata Edith lagi dengan sangat marah, karena tubuhnya dilempar dengan begitu kasar kedalam bagasi mobil.


Setelahnya para anak buah itu langsung menjalankan mobilnya dan meninggalkan gedung apartemen tersebut.


Sedang Edith sendiri dia terus terbang diatas mobil tersebut untuk mengetahui kemana jasad tubuhnya akan dibawa kemana oleh para anak buah siPietro.


" Pietro jahat!!, Pietro kejam............ akan aku balas suatu saat nanti!! ",, kata Edith sambil terus terbang.


Berpindah sejenak, sekarang kita akan membahas Gilbert dan gadis incarannya itu.


Saat ini Gilbert dan Freja masih berada didalam Cafe dan sedang berbincang santai hanya berdua saja.


" Oh ya Freja besok Kakak ipar aku mau mengadakan makan malam dirumah, maukah kamu ikut denganku untuk makan malam dirumah Freja?? ",, kata Gilbert kepada Freja.


" Hanya aku yang belum punya pasangan, dan kedua Kakak aku sudah mempunyai istri sendiri-sendiri ",, sambung lagi perkataan dari Gilbert kepada Freja.


" Boleh tidak apa-apa, hanya menemani kamu makan malam saja kan??, tidak lebih?? ",, jawab Freja kepada Gilbert.


" Sungguh Freja kamu mau menemaniku?? ",, kata Gilbert kepada Freja dengan nada yang terlihat sangat bahagia sekali.


" Ok kalau begitu besok aku akan menjemput kamu jam setengah tujuh malam dirumah kamu ya ",, kata Gilbert kepada Freja.


" Baik aku tunggu kedatangan dari kamu Gilbert ",, kata Freja kepada Gilbert.


Gilbert sangat senang sekali ketika ajakannya kepada Freja ditanggapi dan tidak ditolak sama sekali.


Bahkan Gilbert sudah tidak sabar ingin segera besok malam saja supaya dia bisa mengajak pergi Freja dan mengenalkan kepada kedua Kakaknya.


Untuk Freja sendiri dia adalah seorang gadis yang tidak sengaja bertemu dengan Gilbert.


Freja pada waktu itu sedang pergi kesuatu tempat dan tiba-tiba saja mobil yang dia tumpangi mogok ditengah jalan.


Dijalanan itu memang cukup sepi dari kendaraan yang lewat.


Dan kebetulan Gilbert pada waktu itu yang baru saja pulang untuk mengsurvei tempat usaha, dia tidak sengaja melihat Freja yang sedang kebingungan karena mobilnya mogok.


" Ada apa Nona??, apa ada yang bisa saya bantu?? ",, yah sekiranya begitulah yang dulu Gilbert katakan kepada Freja.

__ADS_1


" Mobil saya mogok Tuan, dan saya sudah menelfon bengkel langganan saya tapi mereka bisa sampai sini nanti satu jam lagi ",, jawab Freja kepada Gilbert.


" Sebentar boleh saya lihat dulu, siapa tahu saya bisa membantu anda?? ",, kata Gilbert mencoba membantu Freja.


" Silahkan Tuan ",, jawab Freja kepada Gilbert.


Setelahnya Gilbert mencoba mengotak-atik mesin mobil milik Freja dan akhirnya bisa menyala lagi mesinnya.


Sejak saat itu Gilbert dan Freja yang sudah bertukar nomor telefon pun menjadi dekat dan benih-benih rasa suka sudah mulai tumbuh dihati Gilbert untuk Freja.


Tapi entah untuk Frejanya sendiri, apakah dia juga menyukai Gilbert atau tidak, karena Freja terlihat biasa saja ketika bersama Gilbert.


Dan kita tidak tahu nanti bagaimana jika Freja bertemu dengan Pietro.


Sebab dari dulu jika semua perempuan yang mendekati Gilbert atau yang dekat dengan Gilbert, mereka hanya ingin bisa lebih dekat lagi dengan Pietro dan lebih tertarik kepada Pietro daripada Gilbert.


Karena tidak bisa dipungkiri walau Gilbert tampan, namun jika dibandingkan pasti lebih tampan Pietro, kedua Kak Ivar dan yang terakhir Gilbert.


Ketika dirasa waktu sudah malam, Gilbert pun mencoba mengajak Freja untuk pulang kerumah.


" Ayo kita pulang Freja, ini sudah malam, mari aku antar kamu pulang?? ",, kata Gilbert kepada Freja.


" Aku bawa mobil sendiri ko Gilbert, terimakasih ",, jawab Freja kepada Gilbert dengan ramah.


" Kalau begitu aku akan mengikuti mobil kamu dari belakang ",, kata Gilbert kepada Freja.


" Terserah kamu saja............... ",, perkataan Freja belum selesai langsung dipotong oleh perkataan dari Gilbert.


" Tidak perlu, biar aku yang membayar semuanya ",, kata Gilbert kepada Freja yang ingin mengeluarkan uang untuk membayar.


" Oh ok, thankyou Gilbert ",, kata Freja kepada Gilbert sambil tersenyum.


Setelah Gilbert menyelesaikan pembayaran makanan yang mereka pesan tadi, akhirnya Gilbert mengantarkan Freja pulang kerumahnya dengan cara mengikuti mobil Freja dari belakang.


Semoga besok malam kamu tidak kecewa Gilbert, jika perempuan yang kamu incar beberapa bulan ini langsung tertarik dengan Kakak kamu Pietro jika bertemu nanti.


Berdoa sajalah jika Freja berbeda dari perempuan yang biasa kamu kenal dulu, yang selalu memilih Pietro dibandingkan kamu.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2