KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
KESENGSARAANNYA GILBERT


__ADS_3

Kesakitan dan terus kesakitan malam itu yang di rasakan oleh Molly.


Molly menangis, mengaduh, meringis, berpindah posisi dari rebahan ke duduk, dari duduk rebahan miring ke kanan dan ke kiri, semuanya Molly lakukan tapi tetap saja tidak membuat perutnya merasa lebih baik lagi.


Sang Dokter yang memeriksa keadaannya Molly hampir setiap satu jam sekali saja, sampai di buat kesal dengan tingkah Molly, karena dia tidak mau di lakukan tindakan selanjutnya untuk 0p3r451 caesar.


Para tenaga medis sudah menjelaskan jika sang baby kelamaan di dalam perut itu bisa berbahaya untuk keselamatan, tapi tetap saja Molly kekeh ingin menunggu sang suami sampai di rumah sakit terlebih dahulu.


" Aku jadi penasaran, suami dari Nyonya Molly bagaimana sih wajahnya, karena dia sangat menjengkelkan sekali ",, gerutu dari salah satu tenaga medis untuk Pietro.


Hmm, dia tidak tahu saja, jika wajah dari suami Nyonya Molly sangat tampan, tapi sayang di balik ketampanannya itu ada kamuflase kematian yang tidak terlihat.


Jadi istilah bahasa jangan suka memandang seseorang hanya karena covernya semata, karena cover bisa menipu, begitulah sekiranya pribahasa yang tepat untuk Pietro.


" Hust,!! jangan keras-keras nanti kalau kedengaran sama Keluarganya, kita bisa di tuntut lho karena membicarakan keluarga pasien ",, tegur dari salah satu temannya kepada para petugas tenaga medis tadi.


" Habisnya dia jengkelin, nanti jika Nyonya Molly sama baby kembarnya kenapa-kenapa, kan pihak rumah sakit ini yang bisa kena tuntutan karena tidak becus mengurus pasien ",, jawab dari tenaga medis tadi kepada temannya.


" Sudah-sudah yuk, tidak perlu di bahas kembali, kita lanjut kerja saja, lagi pula yang tidak mau di 0p3r451 kan Nyonya Molly bukan kita, yang terpenting kita sudah menawarkan pilihan yang terbaik untuknya ",, kata sang teman kepada temannya.


Iya setidaknya ada salah satu atau dua orang yang merasa sedikit jengkel dengan sikapnya Molly tersebut.


" Aduuuh Kakanda, kapan Kakanda akan pulang ",, kata Molly lagi sambil terus meringis merasakan rasa sakit di perutnya.


" Jika Kakanda pulang, akan Molly potong itu ke dua kaki, biar sekalian tidak bisa pergi dan bersama Molly terus!! ",, gerutu dari Molly lagi sambil menetralkan pernafasannya yang sudah pengap.


Gilbert, Kak Ivar dan juga Agnes, mereka bertiga yang mendengar perkataannya Molly sampai saling pandang, sebab mereka berpikir jika Molly lama-kelamaan sifatnya seperti Pietro.


Dan mereka bertiga juga semalaman tidak tidur sama sekali, hanya karena ingin bergantian menjaga Molly yang mau melahirkan.


" Kak Molly, Kak Molly mau ya di 0p3r451 saja, Gilbert tidak tega melihat Kakak seperti ini, rasanya perut Gilbert seperti ikut sakit juga, bahkan Gilbert rasanya seperti ingin buang air besar tapi tidak bisa keluar dan sudah Gilbert coba tadi di dalam kamar mandi ",, bujuk dari Gilbert kepada Molly.


" Diam kamu Gilbert,!! kamu sama saja seperti mereka!! ",, kata super galak sekali dari Molly kepada Gilbert.


Rasa sakit dan faktor hormon bumillah yang membuat Molly daritadi mudah sekali membentak seseorang.

__ADS_1


Bahkan Gilbert yang dibentak seperti itu, dia langsung saja terdiam sambil menutup mulutnya menggunakan telapak tangannya, karena itu adalah bentakan pertama dari Molly untuk Gilbert.


" Ayah, Ayah sudah mencoba menghubungi Ito lagi belum, ini sudah hampir jam lima pagi, siapa tahu Ito sudah sampai di Bandara sini?? ",, tanya dari Agnes kepada Kak Ivar.


" Sebentar Ma, akan Ayah coba lagi untuk menelponnya ",, jawab dari Kak Ivar kepada Agnes.


Agnes hanya mengangguk saja sambil terus menenangkan Molly yang sedang merasa sangat kesakitan sekali.


Kak Ivar lalu mencoba menghubungi Pietro, lagi dan lagi nomor ponsel Pietro belum bisa di hubungi.


" Kamu di mana sih Pietro, lama sekali tidak aktif ponsel kamu, jangan bilang jika kamu tidak mau menemani Molly yang mau melahirkan!! ",, kata batin dari Kak Ivar sambil terus mencoba menghubungi Pietro.


" Jika sampai itu terjadi, aku bersumpah akan memisahkanmu dari Molly dan ke dua baby kembar kamu Pietro!! ",, kata Kak Ivar lagi di dalam hatinya.


" Bagaimana Ayah, apakah masih belum bisa di hubungi??",, tanya dari Agnes lagi kepada Kak Ivar.


" Belum bisa Mama, sepertinya Pietro belum sampai di Bandara, karena ponselnya masih mati ",, jawab dari Kak Ivar kepada Agnes.


Pietronya sendiri, rasanya ingin terjun payung saja dari dalam pesawat, dan merasa pesawat jet yang dia tumpangi serasa lambat sekali dalam mengudara.


Kembali lagi ke rumah sakit.


Molly yang sedang menahan rasa sakitnya, tiba-tiba saja dia memanggil Gilbert yang sedang berjalan ke sana dan ke sini dengan tidak jelas di dalam ruangan itu.


" Gilbert ",, panggil dari Molly kepada Gilbert.


Gilbert yang mendengar panggilan dari Molly, tentu saja dia langsung segera bergegas mendekat ke arah Molly.


" Iya Kak Molly, Kak Molly mau apa,?? biar Gilbert belikan ",, kata Gilbert kepada Molly.


" Aku tidak mau apa-apa, coba sini kamu mendekat lagi ke arahku ",, jawab dari Molly kepada Gilbert.


Kak Ivar dan Agnes saja sampai memperhatikan apa yang ingin di lakukan oleh Molly kepada Gilbert.


Gilbert pun lalu mendekat ke arah Molly, dan ketika dia sudah sampai di samping ranjang pasiennya Molly, Molly langsung saja menjambak rambut kepala dan menggigit lengan Gilbert dengan sangat keras sekali.

__ADS_1


Tentu saja tindakan Molly kepada Gilbert, membuat Gilbert langsung saja berteriak dengan sangat kencang sekali.


Dan Kak Ivar yang mendengar teriakan dari Gilbert, dia dengan segera menutup mulut Gilbert menggunakan telapak tangannya, karena mereka saat ini sedang berada di rumah sakit.


Sedang Agnes yang melihat Molly seperti itu kepada Gilbert, dia malah mengusap lengan tangannya dan rambut kepalanya sendiri sambil meringis seperti ikut merasakan kesakitan yang di rasakan oleh Gilbert.


Ketika gigitan dan jambakan yang dilakukan oleh Molly sudah terlepas, Gilbert tentu saja langsung mengusap lengannya itu dan juga kepalanya.


" Aduh sakit sekali ",, kata Gilbert sambil menahan air matanya.


" Kak Molly kenapa menggigit lengan dan menjambak rambutnya Gilbert, sakit tahu!! ",, marah dari Gilbert kepada Molly.


" Rasanya Molly sangat sebal kepada Kakanda, karena Kakanda tidak sampai di sini juga, dan ketika Molly melihat wajah kamu, Molly rasanya semakin eneg saja!! ",, jawab super pedes dari Molly kepada Gilbert.


Gilbert saja sampai membuka mulutnya ketika mendengar Molly bisa berbicara seperti itu kepadanya.


Sedangkan Kak Ivar dan Agnes langsung saja pada tertawa, lebih tepatnya mentertawakan penderitaan dari Gilbert.


" Jika Kak Pietro sudah pulang, dia akan aku gigit dan jambak balik,!! enak saja dia yang buat anak dan akan punya anak, aku yang kena sasarannya!! ",, kata Gilbert kepada Molly.


" Sudah kamu diam,!! mau aku tarik itu adik kecil kamu, biar kamu sama-sama merasakan sakit sepertiku!! ",, kata Molly kepada Gilbert.


Sumpah baru kali ini Molly terlihat sangat galak sekali kepada semua orang.


Dan Gilbert yang mendengar perkataan dari Molly, dia langsung saja memegangi ninut-ninutnya sambil berjalan mundur untuk menjauhi ranjang pasien.


" Ini aset berhargaku yang tidak ternilai harganya, masa akan kamu tarik Kak Molly, enak saja!! ",, gerutu dari Gilbert sambil menatap Molly dengan garang.


...❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️...


Jika Gilbert tidak menderita, rasanya tidak afdol ya readers🤣😂.


...🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2