
Masih berlanjut membahas si King.
Molly yang merasa kasihan kepada semua orang yang sedang pada merasa ketakutan dengan si King, dia dengan sengaja memperkenalkan semua orang kepada King.
Jadi jika sewaktu-waktu jika mereka semua berkunjung ke rumah super mewah milik Pietro, King sudah tidak merasa asing lagi dengan wajah mereka semua.
Akhirnya setelah acara berkenalan dari si King kepada semua orang, dan semua orang sudah cukup dekat dengan si King, mereka pun lalu melanjutkan lagi pestanya, dan memakan makanan yang belum di jamah oleh si King.
Pesta pun masih berlanjut sampai larut malam, sedangkan para wanita yang sudah merasa capek, mereka semua sudah pada masuk ke dalam kamar yang sudah di sediakan oleh Molly.
Sedang Molly juga sudah masuk ke dalam kamar sejak tadi untuk menidurkan si kembar sekaligus beristirahat.
Dan untuk Gilbert, Elina, Ayah Eric serta Danish, mereka semua sudah pada pulang ke rumah Gilbert yang ada di sebelah, untuk beristirahat juga.
Ketika waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari, Molly tiba-tiba terbangun dari tidurnya, karena dia merasa sangat lapar sekali.
Molly melihat ke arah ranjang sampingnya yang ternyata masih kosong dan juga dingin, itu artinya Pietro belum masuk ke dalam kamar untuk ikut tidur bersamanya.
Molly pun lalu memutuskan untuk keluar dari dalam kamar, untuk melihat apakah pestanya sudah selesai apa belum.
Dan ternyata pesta yang diadakan di rumahnya masih berlanjut, hanya saja khusus untuk para laki-laki saja.
Pietro yang melihat Molly keluar dari dalam kamar, dia pun langsung saja berjalan mendekati Molly.
" My Queen kenapa ke luar dari dalam kamar?? ",, tanya Pietro kepada Molly.
" Tidak apa-apa, hanya saja Mama sedang merasa lapar Ayah, dan ini kenapa kalian semua belum pada tidur?? ",, jawab Molly kepada Pietro.
" Sebagian dari mereka sudah ada yang pada tidur di dalam kamar tamu, hanya yang di sini saja tuh mereka semua katanya belum pada mengantuk ",, jawab Pietro juga kepada Molly.
" Sekarang katakan kepada Ayah, apa yang ingin di makan oleh My Queen malam-malam begini?? ",, tanya Pietro kepada Molly.
" Mama ingin makan pizza, spaghetti dan makanan yang belum pernah Mama makan ",, jawab Molly kepada Pietro.
" Mudah itu, baiklah akan Kakanda belikan untuk My Queen ",, kata Pietro kepada Molly.
" Bukan beli, tapi buat sendiri ",, kata Molly kepada Pietro.
__ADS_1
" What,!! buat sendiri ",, jawab terkejut dari Pietro kepada Molly.
Perkataan super keras dari Pietro langsung mengalihkan atensi dari mereka semua yang masih berada di situ.
" Siapa yang akan membuat makanan sebanyak itu Mama?? ",, tanya Pietro kepada Molly.
" Iya Kakanda, bersama mereka semua, Mama sedang ingin memakan masakannya Ayah ",, jawab Molly kepada Pietro.
" Baiklah, akan Ayah buatkan khusus untuk Mama ",, kata Pietro kepada Molly.
" Ajak mereka juga ",, kata Molly kepada Pietro.
" Tidak perlu, Kakanda bisa menanganinya sendiri ",, jawab Pietro kepada Molly.
" Ok, Mama tunggu Ayah, dan Mama mau kembali ke dalam kamar lagi ",, kata Molly kepada Pietro.
Pietro pun hanya mengangguk saja kepada Molly, dan setelahnya Pietro langsung berjalan menuju ke dalam dapur untuk membuatkan makanan seperti yang di inginkan oleh Molly.
Pietro yang sudah terbiasa memasak sendiri sejak dulu, dia tidak begitu kerepotan dan kebingungan dalam mengambil semua bumbu-bumbu dapur yang dia butuhkan.
Pietro langsung saja menaruh masakan yang sudah jadi tadi ke atas meja makan yang berada di situ, setelahnya Pietro lalu melanjutkan membuat pizza serta spaghetti yang di inginkan oleh Molly.
Pietro jika sedang melakukan apapun, dia akan sangat serius sekali, tanpa menyadari jika ada yang ikut masuk juga ke dalam dapurnya.
Dan ketika Pietro sedang ingin menaruh spaghetti buatannya yang sudah selesai di masaknya, dia pun di buat sangat terkejut sekali.
Sebab, dua masakan tadi yang sudah dengan susah payah di masaknya, ternyata sudah habis di makan oleh si King lagi.
Lagi dan lagi King membuat onar di rumah Pietro, dan King lebih pantas disebut hewan pembuat onar daripada raja rimba yang buas.
" Kiiiiiiinnng!!! ",, kata Pietro sambil menggertakan giginya.
King yang tahu jika Pietro sedang marah dengannya, dia pun langsung saja berlari ke luar dari dalam dapur untuk bersembunyi di suatu tempat.
Entah memilih bersembunyi di mana si King, intinya saat ini dia sedang bersembunyi dari kemarahannya si Pietro.
Sedang Pietro yang melihat King pergi berlari menghindarinya, yang bisa dia lakukan saat ini hanya m3n9umpat dan menggerutu.
__ADS_1
" 514l4n si King, masakan yang sudah capek-capek aku masak untuk Molly, malah dia makan habis sendirian!! ",, marah Pietro sambil menahan rasa gemasnya untuk King.
Ketika Pietro sedang sibuk marah-marah karena ulah si King, hidung Pietro tiba-tiba mencium aroma pizza yang sedang dibuatnya, yang menandakan jika sudah matang.
Pietro lalu membawa pizza dan spaghetti hasil buatannya sendiri kepada Molly.
Molly yang sedang enak-enaknya tidur dan dibawakan makanan oleh Pietro, dengan mudahnya dia berkata.
" Makan Ayah Ito saja, Mama Molly sudah kenyang dan tidak merasa lapar lagi ",, kata Molly tanpa membuka matanya sama sekali.
Gemas, Pietro di buat merasa sangat gemas oleh sikap Molly dan ulah si King, rasanya Pietro ingin memakan semua masakannya sama piring-piringnya juga.
Tanpa banyak berbicara, Pietro langsung kembali keluar dari dalam kamar untuk memakan semua hasil masakannya tadi sambil menahan rasa gemasnya.
" Sepertinya anak ke tigaku sangat menyebalkan, sama seperti Gilbert!! ",, gerutu Pietro sambil mengunyah makanannya.
" Si Chasel wajahnya sudah mirip Gilbert, masa anak ke tigaku sifatnya juga mirip Gilbert lagi ",, kata Pietro lagi terus berbicara sendiri.
" Aku doakan, semoga saja anaknya Gilbert, jika tidak wajah ya sifatnya mirip denganku!! ",, kata Pietro lagi.
Pietro terus menghabiskan semua hasil masakannya sendirian, sambil menikmati acara televisi yang di tontonnya.
Sedangkan si King, apakah kalian semua ingin tahu, dia sedang bersembunyi di mana.??
Jawabannya, King sedang bersembunyi masuk ke dalam salah satu kamar tamu yang ada di rumah Pietro dan langsung ikut tidur di ranjang samping kerabatnya Kak Ivar yang tadi mengompol di celana karena ulah si King.
Entahlah, bagaimana ekspresi dari laki-laki tersebut, ketika dia bangun nanti langsung melihat guling yang di peluknya bukanlah guling yang seperti biasanya.
Apakah nanti dia akan kencing di celana lagi, atau bahkan lebih parah lagi dari itu, contohnya dengan buang air besar mungkin di atas ranjang mahal milik Pietro.
Semuanya bisa terjawab nanti, ketika dia sudah terbangun dari tidurnya.
Pasti di dalam kamar tamu yang laki-laki itu tempati akan terjadi kehebohan, karena ulah si King yang yah membuat kita semua menjadi gemas sendiri.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...
__ADS_1