KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
ALAMAK ???


__ADS_3

Setelah kepergian dari Kak Ivar, Agnes dan juga Gilbert, Pietro tanpa banyak berbicara dia langsung saja menggendong Molly untuk dia bawa ke dalam kamar mereka.


Dan sesampainya di dalam kamar, Pietro langsung saja menurunkan Molly dengan sangat pelan-pelan sekali di atas lantai.


Lalu setelah itu Pietro tiba-tiba saja berjongkok di depan perutnya Molly dan menempelkan telinganya di situ.


Molly yang melihat kelakuan dari Pietro, dia merasa sedikit heran namun dia membiarkannya saja.


Pietro yang sudah menempelkan telinganya di sperut Molly, tiba-tiba saja dia mengetuk perutnya Molly menggunakan tangannya.


Dan Molly yang sudah tidak bisa menahan rasa herannya dengan tingkah dari si Pietro, dia langsung saja bertanya kepada Pietro.


" Kakanda sebenarnya kenapa sih?? ",, tanya Molly kepada Pietro.


" Kakanda masih tidak percaya jika kamu sekarang sedang hamil My Queen ",, jawab dari Pietro kepada Molly sambil menempelkan telinganya lagi ke perut Molly.


" Molly juga tidak percaya jika Molly saat ini sedang hamil Kakanda, karena Molly tidak merasakan perubahan apa-apa di dalam tubuhnya Molly ",, jawab dari Molly kepada Pietro.


" Iya sama, dan perutnya tadi Kakanda ketuk, malah yang terdengar cuma suara air dari dalam ",, jawab dari Pietro kepada Molly.


Gubrak, sungguh devinisi pasangan oon, bodoh, jengkelin dan satu server ya mereka berdua, siapa lagi jika bukan Pietro sama Molly.


" Bagaimana kalau Kakanda membuktikannya sendiri My Queen?? ",, tanya dari Pietro kepada Molly.


" Caranya?? ",, tanya balik dari Molly kepada Pietro.


" Iya perutnya My Queen Kakanda bedah supaya bisa tahu apakah di dalam perutnya ada baby kita atau tidak, dan nanti jika sudah selesai Kakanda jahit lagi ko seperti semula ",, jawab dari Pietro kepada Molly.


" Nanti kalau Molly meninggal bagaimana Kakanda,?? kan di bedah itu sakit ",, kata Molly kepada Pietro.


" Tenang saja, nanti Kakanda buatkan ramuan yang bisa membuat My Queen merasa mengantuk dan tidak merasakan apa-apa ketika Kakanda bedah ",, jawab dari Pietro lagi kepada Molly.


Walau sedikit ragu, karena Molly sangat percaya sekali kepada Pietro, setelah berfikir beberapa detik, akhirnya Molly mengiyakan saja perkataan dari Pietro.


" Baiklah ayo My Queen kita ke ruang pengobatan ",, ajak Pietro kepada Molly.


" Iya ayo Kakanda ",, jawab dari Molly kepada Pietro sambil mengangguk.


Setelahnya mereka berdua langsung saja berjalan menuju ke dalam ruang pengobatannya Pietro.

__ADS_1


Di dalam ruang pengobatan itu, Pietro langsung saja menyuruh Molly untuk tiduran di atas ranjang yang ada di situ.


Sedang Pietronya sendiri, dia langsung saja meracik ramuan yang efeknya nanti seperti bius ketika sudah di minum.


Molly dengan sabar menunggu Pietro yang sedang menumbuk dan membuat ramuan itu di atas meja prakteknya sambil terus mengusap perutnya yang rata.


Dan ketika Pietro sudah selesai membuat ramuan tersebut, dia langsung saja memberikan ramuannya kepada Molly.


" Ini My Queen minumlah ",, kata Pietro kepada Molly.


" Tidak apakah Molly meminum ini Kakanda?? ",, tanya dari Molly kepada Pietro.


" Tidak apa-apa ",, jawab dari Pietro kepada Molly.


" Jikalau itu racun, sudah dari dulu My Queen Kakanda beri racun ",, kata Pietro lagi kepada Molly.


" Ini ayo di minum, biar Kakanda mempersiapkan alat-alatnya Kakanda dulu untuk membedah perutnya My Queen ",, kata Pietro kepada Molly.


Molly hanya mengangguk saja kepada Pietro, dan setelahnya Molly langsung meminum ramuan tadi yang rasanya sangat aneh sekali di mulutnya.


Dan ternyata efek ramuan tadi tidak berlangsung lama, cuma membutuhkan waktu lima menit saja Molly sudah tidak sadarkan diri dan dia langsung tertidur di ranjang yang sedang di dudukinnya.


Pietro memilih alat-alat yang sekiranya tidak terlalu menyakiti tubuhnya Molly, jadi Pietro harus memilih salah satu dulu di antara puluhan alat-alat benda tajamnya yang dia punya dan simpan itu.


" Yang ini ternyata masih ada bekas darahnya, aku lupa membersihkannya '',, kata Pietro sambil berbicara sendiri.


" Yang ini ko juga ya masih banyak darahnya,?? memangnya kemarin aku gunakan untuk apa sih?? ',, kata Pietro bertanda tanya sendiri.


Pietro lalu mengingat-ingat hal apa yang dia lakukan hingga dia melupakan untuk membersihkan semua peralatannya itu.


" Oh ya, kemarin kan aku sedang berburu dan semua alat-alat ini aku bawa berburu, iya sudah deh nanti saja aku membersihkannya ",, kata Pietro ketika dia sudah teringat dengan kegiatannya yang lalu.


Ketika Pietro sedang sibuk memilih peralatannya, tiba-tiba saja dia mendengar ada suara sang Kakak yang sedang memanggilnya.


" Ko seperti suaranya Kak Ivar, bukannya tadi dia sudah pulang ",, kata Pietro kepada dirinya sendiri sambil memegangi sebuah pisau yang masih berlumuran darah.


Pietro lalu keluar dari dalam ruang penyimpanan alat-alatnya itu, reflek dengan masih membawa sebuah pisau yang masih berlumuran darah yang sudah mengering.


Dan sesampainya di ruang Keluarga, Pietro memang benar-benar melihat Kak Ivar dan Agnes sedang mencari dirinya.

__ADS_1


Sedang Kak Ivar dan Agnes yang melihat Pietro keluar dari dalam rumah sambil membawa pisau yang berlumuran darah, mereka berdua langsung saja menjadi sangat terkejut sekali.


" Pietro kamu kenapa bawa pisau yang berlumuran darah seperti itu,??!! dimana Molly, apa yang sudah kamu lakukan kepada Molly?? ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.


" Molly ada di dalam mau Pietro bedah perutnya pakai pisau ini, dan Kak Ivar sama Kak Agnes kenapa kembali lagi ke sini?? '',, jawab dari Pietro dengan santainya kepada Kak Ivar.


Tentu saja jawaban dari Pietro membuat Kak Ivar dan Agnes langsung berteriak sangat kencang sekali.


" Kamu gila ya Pietro!! ",, kata Kak Ivar kepada Pietro sambil berlalu masuk ke dalam untuk mencari keberadaannya Molly.


" Molly ......... ",, panggil Kak Ivar kepada Molly.


Sedang Pietro dia juga mengikuti langkah kaki dari sang Kakak dengan ekspresi kebingungan.


Sebab Pietro memang benar-benar tidak faham dengan maksud perkataan dari Kak Ivar.


Kak Ivar yang mencari Molly di dalam kamar tidak ketemu, dia lalu berpindah ruangan lagi, dan akhirnya Kak Ivar bisa langsung menemukan keberadaannya Molly yang sudah tidak sadarkan diri di atas ranjang yang ada di dalam ruang pengobatan.


" Ya ampun Molly ",, kata Kak Ivar dan Agnes secara bersamaan sambil berjalan mendekati Molly.


" Dasar suami bodoh,!! mulai malam ini Molly biar tinggal sama Kakak!! ",, kata Kak Ivar kepada Pietro sambil berusaha ingin menggendong Molly.


Pietro yang melihat hal tersebut, tentu saja dia tidak terima jika harus di pisahkan sama Molly, dan Pietro langsung saja mengacungkan pisau yang dibawanya tadi ke arah Kak Ivar.


" Kakak keluar dari dalam ruangan ini sambil membawa Molly, Pietro akan membunuh Kakak di hadapan Kak Agnes sekarang juga!! ",, ancam Pietro dengan tidak main-main kepada Kak Ivar.


Agnes yang mendengar perkataan dan wajah super serius dari Pietro kepada sang suami, dia langsung merasa sangat ketakutan sekali.


Ingin sekali Agnes memisahkan ke dua laki-laki yang sama-sama bertubuh tinggi itu, namun dia tidak berani.


" Sekarang mau kamu apa Pietro,!! Hah...!!! ",, kata Kak Ivar yang tersulut emosi kepada Pietro.


Orang yang paling sabar di antara mereka semua akhirnya keluar juga kemarahannya karena sifat bodoh yang dimiliki oleh Pietro.


Sungguh Pietro adalah adik yang selalu menguras emosi dari Kak Ivar.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2