KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
AYAH ERIC - LUKE


__ADS_3

Danish yang sudah mempersilahkan Pietro duduk, dia lalu permisi sebantar untuk memanggil Gilbert yang sedang berada di dalam kamar Elina.


Dan Elina sendiri, dia sudah di buat pusing oleh tingkah Gilbert yang katanya sedang pusing namun tidak mau di suruh untuk minum obat pusing yang dia miliki.


" Ayolah Gilbert, minum satu saja ya, biar kamu cepat baikan ",, bujuk dari Elina kepada Gilbert.


" Tidak mau Elina, ini cuma kurang tidur, karena semalaman sudah tidak tidur, nanti jika buat tidur pasti hilang sendiri rasa pusingnya ",, jawab dari Gilbert kepada Elina.


" Apakah kamu nanti tidak mau datang untuk melihat pertandinganku Gilbert, kan nanti aku mau tanding final?? ",, kata Elina kepada Gilbert.


" Akan aku usahakan pasti datang Elina, masa iya aku tidak datang, sedang calon istriku sedang mempertaruhkan nyawanya di arena balap ",, jawab dari Gilbert sambil mengusap pipinya Elina.


" Kalau begitu minum dulu ini ya obatnya ",, bujuk lagi dari Elina kepada Gilbert.


" Tidak mau, sudah aku mau pulang saja Elina, biar aku bisa segera beristirahat di rumah ",, kata Gilbert kepada Elina sambil berjalan menuju ke arah pintu.


Namun Gilbert di buat sangat terkejut sekali ketika dia sudah membuka pintu, langsung melihat Danish yang ingin mengetuk pintu kamarnya Elina.


" Tuan Danish, ada apa?? ",, tanya dari Gilbert kepada Danish.


Sedang Elina yang mendengar perkataan dari Gilbert, dia langsung saja berjalan menuju ke samping Gilbert.


" Ada apa lagi Kak?? ",, tanya dari Elina kepada sang Kakak.


" Tuan Gilbert, ternyata anda adik kandungnya Tuan Pietro Roderick?? ",, tanya dari Danish kepada Gilbert.


" Iya, kenapa memangnya Tuan Danish?? ",, jawab dari Gilbert kepada Danish.


" Sungguh kekejaman dari Tuan Roderick sudah sangat terkenal serta di takuti oleh semua para kalangan pembisnis Tuan, dan saya sangat beruntung sekali bisa berkenalan dengan anda ",, kata dari Danish kepada Gilbert.


" Maksud anda bagaimana ya Tuan Danish?? ",, tanya dari Gilbert kepada Danish sambil menunjukkan ekspresi kebingungannya.


" Sudah saya menjelaskannya besok saja, dan tadi apakah anda menelpon Kakak anda untuk datang ke sini Tuan Gilbert?? ",, tanya dari Danish kepada Gilbert.


" Bukan Gilbert Kak yang menelpon, tapi aku ",, jawab dari Elina kepada Danish.

__ADS_1


Danish yang mendengar jawaban dari Elina, dia langsung saja mengalihkan pandangannya ke arah Elina


" Tuan Roderick saat ini sudah berada di bawah Tuan Gilbert, dan dia datang mencari anda, cepetan ayo ke sana, aura dari dalam diri Kakak anda sangat menyeramkan sekali, saya jadi merinding sendiri Tuan ",, kata Danish kepada Gilbert.


" Anda ini bisa saja Tuan Danish ",, jawab dari Gilbert sambil tertawa.


Dan setelahnya Gilbert berlalu menuju ke ruang Keluarga di temani oleh Danish bersama Elina juga.


Sesampainya di ruang Keluarga, pandangan semua orang yang ada di ruang Keluarga langsung saja teralihkan ke arah Gilbert, Danish dan juga Elina yang baru saja datang.


Pietro yang melihat wajah dari sang adik yang babak belur seperti itu, dia langsung saja berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Gilbert.


" Ada apa dengan muka kamu Gilbert??!! ",, tanya super tegas dari Pietro kepada Gilbert.


Sebelum menjawab pertanyaan dari sang Kakak, Gilbert langsung melirik sekilas ke arah Ayah Eric, dan Ayah Eric sungguh merasa sangat ketakutan sekali jika Gilbert akan berbicara jujur kepada sang Kakak.


Dan lirikan mata dari Gilbert di ikuti oleh Pietro, kemana Gilbert sedang memandang.


" Cepat katakan kepada Kakak Gilbert, atau mau Kakak bunuh kamu saat ini juga jika tidak mau jujur dengan Kakak!! ",, kata Pietro lagi kepada Gilbert.


" Ini tidak apa-apa Kak, tadi Gilbert tidak sengaja terjatuh di tangga rumah Tuan Danish ",, jawab dari Gilbert berbohong kepada Pietro.


Pietro yang jadi orang tidak bisa di bohongi dan dia juga tidak suka dengan orang yang berbohong, Pietro langsung saja semakin mendekatkan langkah kakinya ke arah Gilbert dan langsung mencekik leher Gilbert hingga mengangkat tubuhnya dari atas lantai.


Dan kelakuan dari Pietro kepada Gilbert, membuat semua orang langsung membuka mulutnya karena terkejut.


Terlebih lagi Ayah Eric serta Luke mereka berdua semakin ketakutan saja.


Sedang Elina, dia pun sampai speechles dengan tindakan dari Pietro kepada Gilbert.


" Kakak tahu kamu berbohong,!! cepat jujur, atau rumah ini Kakak robohkan saat ini juga,!! kamu tahu Kakak tidak pernah berbohong kepada kamu dan Kakak juga tidak pernah mengajari kamu untuk berbohong kepada Kakak maupun Kak Ivar!! ",, kata Pietro kepada Gilbert yang sudah kehabisan nafas.


Pietro lalu melepaskan Gilbert dengan kasar, hingga membuat Gilbert harus tersungkur ke atas lantai yang keras.


Elina yang melihat Gilbert tersungkur seperti itu, dia langsung saja membantu Gilbert untuk bangun dari atas lantai.

__ADS_1


Dan ketika Elina melihat Pietro semakin mendekat lagi ke arah Gilbert, Elina langsung saja menyetopnya.


" Stop Tuan Pietro, stop!! ",, kata Elina kepada Pietro.


Tentu saja Pietro langsung saja menghentikan langkah kakinya yang ingin mendekati Gilbert lagi.


" Akan saya kasih tahu Tuan kenapa muka Gilbert menjadi seperti ini!! ",, kata Elina kepada Pietro sambil melirik sang Ayah yang sudah semakin gemetaran.


Bagaimana tidak gemetaran si Ayah Eric, jika Pietro saja kepada adiknya bisa sesadis itu, bagaimana dengan orang lain, itulah yang sedang di pikirkan oleh Ayah Eric.


" Dia yang sudah memukuli Gilbert Tuan Pietro, karena Gilbert mengantarkanku pulang sedikit terlambat dan juga menuduh Gilbert yang tidak-tidak ",, kata Elina kepada Pietro sambil menunjuk sang Ayah.


Ayah Eric langsung saja semakin ketakutan saja ketika Pietro mengikuti ke mana arah yang sedang di tunjuk oleh Elina.


" Dan laki-laki ini yang akan di jodohkan kepada saya Tuan, tapi saya tidak mau, karena saya sudah menerima lamaran dari Gilbert Tuan Pietro, itulah mengapa tadi dia semakin memukuli Gilbert dengan membabi buta karena diia tidak setuju saya akan menikah dengan Gilbert Tuan Pietro ",, lanjut lagi perkataan dari Elina kepada Pietro sambil menunjuk Luke dan Ayah Eric.


Bahkan Elina tidak mau memanggil nama Ayah kepada Ayah Eric, melainkan dia, sebab Elina sudah terlanjur kecewa dan marah kepada sang Ayah.


" Jadi saya mohon Tuan Pietro, jangan pukuli Gilbert lagi, karena dia calon suami saya ",, mohon dari Elina kepada Pietro.


" Apa benar yang di katakan Nona Elina Gilbert, jawab jujur jangan berbohong lagi, atau Elina Kakak bunuh di depan mata kamu saat ini juga!! ",, kata Pietro dengan sangat mengerikan sekali kepada Gilbert.


Tentu saja perkataan dari Pietro membuat semua orang semakin terkejut, terlebih Elina dan Mama Juni yang daritadi hanya bisa diam saja.


Karena Gilbert tidak mau Elina di bunuh beneran oleh sang Kakak, dia pun akhirnya mengakui juga dan membenarkan perkataan dari Elina tadi.


Danish tidak tahu harus berbuat apa di situasi yang semakin mencekam seperti saat ini.


Menurut Danish, lebih menyeramkan ada Pietro di dalam rumahnya, daripada bertengkar dengan sang Ayah.


Sebab semenjak ada Pietro di dalam rumahnya, Danish merasa jika di dalam rumahnya ada aura hitam yang menyelimutinya.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2