
Masih di Keluarga Danish.
Danish yang sudah keluar dari dalam kamar Elina, Elina langsung saja melepaskan gaun yang di pakainya itu di hadapan Gilbert dan cuma memakai lingerienya saja.
Hal itu tentu saja membuat Gilbert langsung saja melototkan matanya ketika melihat tingkah dari Elina.
" Elina kenapa kamu melepaskan gaun yang kamu pakai?? ",, tanya dari Gilbert kepada Elina.
" Rasanya tidak nyaman saja di dalam kamar sendiri memakai gaun seperti ini ",, jawab dari Elina kepada Gilbert.
" Kalau begini kan aku jadi bebas bergerak, sudah sini ayo aku obati lagi lukanya ",, kata Elina lagi kepada Gilbert.
Elina pun langsung saja melanjutkan lagi mengobati wajahnya Gilbert yang terluka itu.
Dan tidak tahukah Elina, jika Gilbert daritadi menahan pandangannya supaya tidak melirik ke arah dua jelly yang terpampang jelas di depannya.
" Ehem ... ",, Gilbert mencoba berdehem.
" Ada apa Gilbert?? ",, tanya dari Elina kepada Gilbert.
" Ini kamu mengganggu pemandanganku Elina ",, jawab dari Gilbert sambil m3r3m45 salah satu jellynya Elina.
" Aaaahh, Gilbert, apa kamu mau lagi, ini tidak apa-apa ko?? ",, kata Elina kepada Gilbert sambil membuka salah satu penutup jellynya.
" Elina, sudah ah, aku sedang tidak ingin lagi, terlebih lagi keadaan rumah kamu sedang tidak kondusif, dan kepalaku tiba-tiba saja merasa sedikit pusing ",, kata Gilbert kepada Elina.
" Kamu ganti baju dulu sana, biar aku tidak menerkam mu saat ini ",, kata Gilbert lagi kepada Elina.
" Ok, kalau begitu tunggu sebentar ya ",, jawab dari Elina kepada Gilbert.
Gilbert hanya mengangguk saja kepada Elina, dan Elinanya sendiri langsung saja masuk ke dalam ruang walk in closetnya cuma memakai lingerie saja.
Gilbert yang melihat tingkah dari Elina dia hanya menggelengkan kepalanya saja sambil terus menahan rasa pusing di kepalanya.
Dan ketika Elina sudah selesai berganti baju dengan baju rumahannya, ketika dia baru saja keluar dari dalam ruang walk in closetnya, dia langsung melihat Gilbert sedang memegangi kepalanya menggunakan ke dua tangannya.
Tentu saja Elina langsung merasa sangat khawatir sekali melihat keadaannya Gilbert.
" Gilbert kamu kenapa?? ",, tanya dari Elina kepada Gilbert.
" Tidak kenapa-kenapa cuma merasa pusing sedikit ",, jawab dari Gilbert kepada Elina.
__ADS_1
Ketika Elina ingin bertanya lagi, tiba-tiba saja ponsel milik Gilbert dering dengan cukup kencang, dan di saat sudah dilihat oleh Gilbert siapa yang sedang menelponnya, ternyata sambungan telepon itu dari Agnes.
" Halo Kak Agnes ",, kata Gilbert kepada Agnes.
" Halo Gilbert, kamu ada di mana, ko Kakak cari di dalam kamar, kamu tidak ada?? ",, tanya dari Agnes kepada Gilbert.
" Gilbert sedang keluar sebentar Kak, ada apa Kakak menelpon Gilbert?? ",, jawab dan tanya dari Gilbert kepada Agnes sambil menahan rasa pusingnya.
" Kakak cuma mau minta tolong untuk membelikan sesuatu untuk keperluan dapur, tapi jika kamu sedang pergi ya sudah biar Kakak beli sendiri ",, kata Agnes kepada Gilbert.
" Baiklah Kak ",, jawab Gilbert kepada Agnes.
Dan setelahnya sambungan telepon mereka terputus juga.
Elina yang melihat Gilbert sudah selesai menerima telepon, dia pun langsung menegur Gilbert.
" Kenapa kamu tidak mengatakan jika kamu ada di sini dan sedang pusing, nanti jika kamu mau pulang ke rumah bagaimana, aku kan sangat khawatir sekali kepadamu Gilbert ",, kata Elina kepada Gilbert.
" Tenanglah aku tidak apa-apa ko, sudah biasa pusing seperti ini, apalagi tadi baru saja diberikan hadiah istimewa dari calon Papa mertua ",, jawab dari Gilbert kepada Elina sambil tertawa.
Elina pun juga ikut-ikutan tertawa ketika melihat Gilbert tertawa.
Lagi dan lagi ketika Gilbert sedang berbincang dengan Elina, tiba-tiba lagi ponselnya berdering kembali.
Pietro menelpon Gilbert untuk menyuruhnya membelikan makanan yang ingin dia makan pagi itu.
" Iya nanti akan Gilbert belikan, tapi nanti ya Kak ",, jawab dari Gilbert sambil meringis menahan rasa pusing di kepalanya.
Elina yang sudah tidak tahan kepada Gilbert kenapa dia tidak jujur saja kepada sang Kakak, Elina pun dengan sengaja langsung merebut ponsel milik Gilbert untuk mengatakan kenyataan yang sebenarnya, jika Gilbert sedang berada di rumahnya dan dia sedang mengalami sakit kepala.
Gilbert sudah berusaha merebut ponselnya, namun Elina kekeh menghindar dan sudah terlanjur juga berbicara kepada Pietro.
" Datanglah ke sini Tuan Pietro, jemputlah Gilbert yang sedang sakit ",, kata Elina lagi kepada Pietro.
" Di mana alamat rumah kamu?? ",, tanya dari Pietro kepada Elina.
Elina langsung saja memberikan alamat rumah sang Kakak kepada Pietro.
Dan ketika Pietro sudah mendapatkan alamat rumah Danish, walau dia masih merasakan mual di perutnya, tetap saja Pietro paksakan datang untuk menjemput sang adik yang katanya sedang sakit.
Gilbert yang melihat tingkah Elina, dia hanya bisa diam saja, karena percuma jika di tegur, sebab Gilbert sudah menebak jika sang Kakak mungkin sekarang sudah berada di dalam perjalanan menuju ke rumah Danish.
__ADS_1
Dan di sinilah sekarang si Pietro yang sudah sampai di rumah Danish.
Pietro tadi yang sudah sampai di rumah Danish, tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu, dia langsung saja masuk ke dalam rumah dan langsung bertanya kepada Danish, Ayah Eric, Mama Juni dan juga Luke.
" Di mana adik saya Gilbert!! ",, tanya bernada dingin, simple dengan wajah datar dari Pietro kepada semua orang.
Dan ternyata orang yang membuat Luke beserta Ayah Eric merasa sangat ketakutan adalah Pietro.
Siapa sih para pembisnis yang tidak mengenal Pietro Roderick sang King Psikopat, pembunuh berdarah dingin.
Nama dan wajah Pietro sudah sangat terkenal sekali di kalangan para pembisnis, baik di Negara itu maupun di Luar Negeri.
Itulah mengapa Luke dan Ayah Eric merasa sangat ketakutan sekali dengan Pietro.
Tapi tidak dengan Danish, karena Danish sejujurnya cuma pernah mendengar saja nama Pietro Roderick, namun dia belum pernah melihat wajahnya.
" Tuan Roderick ",, kata Luke dan Ayah Eric secara bersamaan.
" Kenapa kalian berdua ada di sini, dan di mana adik saya Gilbert!! ", kata Pietro kepada Luke dan Ayah Eric.
" Anda Tuan Roderick yang terkenal itu, dan anda Kakak kandungnya Tuan Gilbert Tuan?? ",, tanya dari Danish kepada Pietro dengan ekspresi sangat terkejut sekali.
Walau Gilbert bernama Gilbert Roderick nama belakangnya, tapi pikiran Danish mungkin bukan keluarga Roderick sang King Psikopat.
Akan tetapi ternyata ekspetasi dari Danish salah besar kepada gilbert.
Pietro hanya mengangguk pelan saja kepada Danish.
" Si........ silahkan duduk dulu Tuan, akan saya panggilkan dulu Tuan Gilbertnya ",, kata Danish kepada Pietro.
Sedang Mama Juni, dia merasa heran sendiri melihat semua orang merasa ketakutan dan segan dengan orang yang baru saja datang itu, siapa lagi kalau bukan Pietro.
Pietro pun langsung saja duduk di salah satu shofa kosong yang ada di situ dan membuat Luke sama Ayah Eric tidak bisa berkutik sama sekali.
Sebab Ayah Eric tadi sudah memukuli Gilbert adik kandung dari sang King Psikopat, sedang Luke sudah menghasut ke dua orang tua Danish untuk memusuhi Gilbert.
Jika kelakuan dari Ayah Eric dan Luke ketahuan oleh Pietro, entahlah apa yang akan terjadi dengan mereka berdua.
Itulah mengapa Ayah Eric dan Luke terus berdoa di dalam hatinya, supaya tidak ketahuan apa yang sudah mereka perbuat tadi kepada Gilbert.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
__ADS_1
...***TBC***...