KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
BERPIKIRNYA SI PIETRO


__ADS_3

Pietro saat ini masih terlihat lemas sekali, kepala dia masih sedikit merasakan pusing, namun wajah dia sudah tidak sepucat tadi.


Dan Kak Ivar serta Gilbert yang melihat keadaan Pietro sudah lebih baik lagi setelah muntah-muntah hebat seperti tadi, mereka berdua sudah merasa sedikit lega.


" Ito, apakah kamu sudah lebih baik lagi keadaannya?? ",, tanya Kak Ivar kepada Pietro.


Pietro hanya mampu menganggukkan kepalanya saja kepada Kak Ivar.


" Oh iya Kak, itu Gilbert sudah membelikan makanan yang banyak untuk Kakak, makanlah dulu supaya lebih tambah pulih lagi keadaannya Kakak ",, kata Gilbert juga kepada Pietro.


" Bawa sini ",, jawab Pietro kepada Gilbert.


" Dan kamu ambilkan juga pakaian untuk Kakak Gilbert ",, kata Pietro menyuruh Gilbert.


" Iya baiklah ",, jawab Gilbert kepada Pietro.


Pietro langsung memakan makanan yang sudah di belikan oleh Gilbert, sedang Gilbert dia berlalu keluar dari dalam ruang pengobatan untuk mengambilkan pakaian di ruang walk in closet yang ada di dalam kamar pribadi.


" Apa Kakak tidak mau ikut makan juga denganku, ini banyak sekali makanannya?? ",, tanya Pietro kepada Kak Ivar.


" Tidak, kamu makanlah sendiri, Kakak nanti saja ",, jawab Kak Ivar kepada Pietro.


Pietro hanya mengangguk saja sambil terus menikmati makanannya.


Sedang bergeser di rumah Kak Ivar, Agnes dan Molly saat ini masih sedikit kerepotan menenangkan baby Chasel dan baby Aluisa yang masih saja rewel sekali.


" Kak ini bagaimana menenangkan mereka berdua, ko daritadi mereka berdua tidak mau berhenti menangisnya?? ",, tanya Molly kepada Agnes.


" Kakak juga tidak tahu Molly, daritadi kita juga sudah berusaha menenangkan si kembar ",, jawab Agnes kepada Molly.


" Coba Molly telepon Mama Hanna saja, siapa tahu Mama Hanna bisa membantu kita Kak, kan dia sudah berpengalaman ",, kata Molly kepada Agnes.


" Iya terserah kamu saja Molly ",, jawab Agnes kepada Molly sambil terus menenangkan baby Chasel.

__ADS_1


Molly pun sambil menggendong dan menenangkan baby Aluisa, dia lalu mencoba menghubungi Mama Hanna.


Mama Hanna yang sedang menonton televisi bersama Linn, di temani baby Ansel dan juga Chan pun, dia langsung saja mengangkat sambungan teleponnya tersebut.


" Halo kediaman rumah Keluarga Hartigan?? ",, kata Mama Hanna kepada Molly.


Sebab Molly malah keliru menelpon nomor telepon rumah Mama Hanna.


" Ma, ini Molly Ma ",, jawab Molly kepada Mama Hanna.


" Molly, ada apa Nak, dan itu kenapa si kembar ko terdengar sedang rewel sekali?? ",, tanya Mama Hanna kepada Molly.


Linn yang mendengar perkataan dari Mama Hanna, dia reflek langsung mengalihkan pandangannya ke arah Mama Hanna.


" Iya ini Ma, makanya Molly ingin bertanya kepada Mama, apa penyebab seorang baby rewel dan tidak mau berhenti menangis seperti si kembar,?? karena daritadi Molly dan Kak Agnes sudah mencoba menenangkan si kembar, akan tetapi mereka berdua masih saja terus menangis ",, jawab Molly kepada Mama Hanna.


" Apakah dia haus, atau kurang tidur?? ",, tanya Mama Hanna kepada Molly.


" Tidak Ma, dia tidak haus, dan juga tidak kurang tidur, justru ini mereka berdua baru saja bangun tidur ",, jawab Molly kepada Mama Hanna.


" Iya Ma, Ayah Ito sedang pergi untuk satu minggu lamanya ",, jawab Molly kepada Mama Hanna.


" Nah mungkin itu penyebabnya Molly, mungkin mereka sedang rindu dengan Ayahnya, karena setahu Mama kan si kembar tidak pernah jauh dari Ayah Ito, dulu Greta juga begitu Nak ",, kata Mama Hanna kepada Molly.


" Jika Greta berjauhan dengan Ayah Janu, dia langsung sakit panas dan akan sembuh jika Ayah Janu sudah pulang ke rumah Molly, coba kamu hubungi saja Ayah Ito itu untuk segera pulang, biar si kembar tidak rewel lagi ",, kata Mama Hanna kepada Molly.


" Ok, baiklah Ma, terimakasih sarannya, akan Molly coba sekarang ",, jawab Molly kepada Mama Hanna.


" Iya Nak, sama-sama ",, jawab Mama Hanna kepada Molly.


Setelah itu sambungan telepon mereka terputus juga.


Molly pun lalu mencoba menghubungi Pietro seperti saran dari Mama Hanna.

__ADS_1


Dan Pietro sendiri saat ini dia masih menikmati makanannya sambil berbincang dengan sang Kakak.


" Sebenarnya kamu kenapa Pietro, kenapa kamu tiba-tiba mengalami hal seperti ini?? ",, tanya Kak Ivar kepada Pietro.


" Pietro baru saja terkena racun yang cukup mematikan Kak, dan tadi Pietro baru saja meminum penawar racun racikan Pietro sendiri, dan beginilah efeknya, muntah-muntah sangat hebat serta juga lemas ",, jawab Pietro kepada Kak Ivar.


" Astaga Pietro, kapan sih kamu mau berhenti dari pekerjaan kamu itu!! ",, keluh kesah dari Kak Ivar untuk kesekian kalinya.


" Karena pekerjaan kamu itu, tidak cuma sekali atau dua kali kamu meminum racun seperti ini Pietro, dan kamu juga sudah sering hampir kehilangan nyawa kamu sebab pekerjaan berbahaya kamu ini, apakah kamu tidak mau berhenti saja Pietro?? ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.


" Ingatlah Pietro, jika kamu mati siapa yang akan membiayai serta menghidupi Molly dan si kembar, apa kamu tidak kasihan kepada mereka bertiga yang sangat membutuhkan kehadiran kamu?? ",, sambung lagi ceramah dari Kak Ivar untuk Pietro.


Sedang Gilbert yang juga ada di situ, dia memilih diam dan mendengarkan sang Kakak sedang menceramahi Kakak ke duanya yaitu Pietro sambil menikmati makanannya.


" Pietro, pekerjaan kamu ini sangatlah berbahaya, bisa berdampak pada Keluarga kamu nanti, ini sama saja kamu membahayakan nyawa istri dan ke dua anak kamu, karena Kakak yakin ada begitu banyak musuh yang sangat membenci kamu dan jika mereka tidak bisa membalaskan dendamnya kepada kamu, mereka semua pasti akan membalaskan dendamnya kepada istri dan anak kamu nanti ",, kata Kak Ivar lagi kepada Pietro.


Pietro masih saja diam sambil terus mendengarkan perkataan dari sang Kakak.


Dan ketika Kak Ivar sedang berceramah, tiba-tiba saja telinga mereka semua mendengar dering ponsel milik Pietro.


Melihat nama sang istri di sambungan telepon, Pietro pun langsung saja mengangkat sambungan teleponnya tersebut.


Pietro yang sudah mengangkat sambungan teleponnya dan mendengar jika ke dua baby kembarnya sedang rewel serta menangis terus tiada henti, dia langsung berpikir keras tentang semua perkataannya Kak Ivar tadi.


Sebab semua yang di katakan oleh Kak Ivar memang benar adanya, terbukti dengan sekarang, ke dua baby kembarnya terus menangis seperti merindukan dan mengkhawatirkan keadaannya yang tadi baru saja merasakan sekarat.


" Baiklah nanti Kakanda akan pulang, My Queen bertahanlah sebentar dan coba tenangkan si kembar dulu sampai Kakanda pulang ke rumah ",, kata Pietro kepada Molly.


Dan Pietro langsung saja mematikan sambungan teleponnya itu setelah mendengar jawaban dari Molly.


Kak Ivar yang daritadi mendengarkan percakapan antara Pietro dan Molly, setelah melihat jika sambungan teleponnya sudah selesai, dia pun langsung saja segera bertanya kepada Pietro.


Mendengar jawaban Pietro akan si kembar, membuat Kak Ivar semakin mempunyai alasan untuk mendesak Pietro meninggalkan pekerjaan berbahayanya itu.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...


__ADS_2