
Linn walau tidurnya sedikit terlambat semalam, karena keasikan mengobrol bersama Greta, tapi tetap saja Linn bangun dijam-jam biasanya dia bangun untuk menyiapkan sarapan seperti biasanya.
Mamah Hanna yang masih merasa bersedih dan merasa kehilangan Greta lagi, pagi itu rasanya Mamah Hanna berat sekali ingin beranjak bangun dari atas ranjangnya.
Mamah Hanna yang kefikiran dengan Greta terus, membuat Mamah Hanna akhirnya jatuh sakit pagi itu.
Greta sendiri tahu jika sang Mamah sedang sakit, karena Greta sebenarnya selalu berada disamping Mamahnya dengan air mata yang terus mengalir dari kedua bola matanya.
" Mamah ",, kata Greta untuk sang Mamah yang masih memejamkan matanya.
" Ingin rasanya Greta memeluk Mamah, tapi apalah daya Greta Mamah ",, kata Greta lagi sambil menangis pilu.
Linn yang sudah selesai masak dan ingin mengantarkan makanan kedalam kamar sang Mamah mertua.
Linn sangat terkejut ketika baru saja membuka pintu kamar melihat Greta sedang berdiri disamping ranjang Mamah mertuanya sambil menangis dengan suara yang terdengar pilu.
" Greta......... ",, panggil Linn dengan suara berbisik supaya sang Mamah tidak terbangun dari tidurnya.
Greta yang mendengar namanya dipanggil oleh sang Kakak ipar, dia pun langsung saja menolehkan kepalanya kebelakang.
" Kak Linn,......... maukah Kakak membantu Greta lagi, tolong buka mata batin dari Mamah Kak, supaya Mamah bisa melihat Greta lagi, karena ada yang ingin Greta katakan kepada Mamah Kak ",, kata Greta kepada Linn.
" Apa kamu serius dengan ucapan kamu Greta?? ",, tanya Linn kepada Greta.
" Serius Kak ",, jawab Greta kepada Linn.
" Baiklah, tunggu sebentar kalau begitu ........... ",, jawab Linn kepada Greta.
Setelah menaruh nampan berisi makanan tadi diatas meja, Linn pun langsung saja mencoba membuka mata batin dari Mamah Hanna lagi.
Ayah Janu, Kak Agler dan juga Chan, mereka bertiga sedang sarapan diruang makan, alhasil mereka tidak tahu jika saat ini Linn sedang berkomunikasi dengan arwah siGreta.
Dan ketika Linn sudah selesai membuka mata batin dari Mamah Hanna, Greta pun langsung mencoba untuk membangunkan sang Mamah yang masih tidur.
" Mamah ............ ",, panggil Greta dengan suara lembutnya seperti dulu.
" Mamah bangun Mah, ini Greta ",, panggil Greta lagi sambil duduk diranjang samping sang Mamah.
Linn sendiri yang masih berada disitu, dia memilih diam saja sambil terus memperhatikan Greta yang sedang mengajak berbicara Mamah Hanna.
Ketika Mamah Hanna tidak menanggapi panggilannya, Greta tidak pantang menyerah, dan dia lalu mencoba membangunkan Mamah Hanna lagi.
__ADS_1
" Mamah.......... apakah Mamah tidak mau melihat Greta........... ",, panggil Greta lagi kepada Mamah Hanna.
Dan berhasil, panggilan ketiga dari Greta membuat Mamah Hanna perlahan membuka matanya.
" Greta, Mamah mendengar suara kamu disini Nak, apa Mamah sedang bermimpi sekarang?? ",, kata Mamah Hanna yang samar-samar melihat Greta sedang duduk disampingnya.
" Mamah tidak bermimpi Mah, ini benar Greta didepan Mamah ",, jawab Greta kepada Mamah Hanna sambil tersenyum.
Mamah Hanna yang tadinya masih setengah sadar, akhirnya sadar sepenuhnya ketika mendengar jawaban dari Greta.
Mata Mamah Hanna langsung terbuka sangat lebar sekali, ketika dia bisa melihat jelas wajah Greta berada persis didepannya dan sedang tersenyum kepadanya.
" Greta ini bener-benar kamu Nak?? ",, kata Mamah Hanna sambil mencoba duduk dari rebahannya.
" Linn apakah itu benar Greta, atau Mamah yang masih bermimpi melihat arwah dari Greta?? ",, tanya Mamah Hanna kepada Linn.
" Itu benar Greta Mah, Mamah tidak bermimpi, karena Linn sudah membuka mata batin dari Mamah lagi ",, jawab Linn kepada Mamah Greta.
Mamah Hanna sangat senang sekali mendengar jawaban dari Linn tadi, bahkan wajah Mamah Hanna langsung terlihat cerah ketika dia bisa melihat wajah Greta lagi.
" Mamah sakit?? ",, kata Greta kepada Greta.
" Tidak, Mamah tidak sakit Nak ",, jawab Mamah Hanna kepada Greta sambil menggelengkan kepalanya.
" Mamah jangan memikirkan Greta terus Mah, nanti Greta bisa sedih,.......... kita sudah beda alam, Mamah harus menjalani kehidupan Mamah disini bersama Ayah dan Kakak ",, sambung lagi perkataan dari Greta kepada Mamah Hanna.
" Mamah hanya rindu sekali kepada kamu Nak........ tidak bisakah kamu tinggal dulu disini untuk beberapa saat, menemani Mamah sampai Mamah puas dan rela untuk melepaskanmu pergi lagi dari sisi Mamah ",, kata Mamah Hanna kepada Greta sambil meneteskan air matanya.
" Baiklah jika itu permintaan Mamah, tapi dengan satu syarat ............... ",, jawab Greta kepada Mamah Hanna.
Mamah Hanna yang merasa sangat senang sekali mendengar jawaban dari Greta, dia pun langsung saja menyanggupi apapun syarat dari Greta.
" Apapun syaratnya Mamah mau, asal kamu disini dulu bersama Mamah sayang ",, jawab Mamah Hanna kepada Greta.
" Ok, syaratnya Mamah harus sehat, bahagia serta ceria lagi ya Mah, dan satu hal lagi, jika suatu saat Greta pergi lagi, janji kepada Greta, kalau Mamah tidak boleh bersedih ya, supaya Greta bisa tenang nanti disana ",, kata Greta kepada Mamah Hanna.
" Mamah janji Nak, Mamah janji...... '',, jawab dari Mamah Hanna kepada Greta dengan sangat semangat sekali.
Apapun nanti hasilnya apakah Mamah Hanna bisa menyanggupinya, yang terpenting saat ini Mamah Hanna bisa bersama Greta dulu untuk sementara waktu.
" Kalau begitu sekarang Mamah makan dulu ya, Linn suapin ",, kata Linn menyahuti pembicaraan dari Greta dan Mamah Hanna.
__ADS_1
Mamah Hanna langsung saja mengangguk dengan sangat semangat kepada Linn.
Setelahnya Linn langsung saja menyuapi Mamah Hanna dengan terus ditemani Greta yang duduk disamping Mamah Hanna.
Sambil mengunyah makanannya, senyum Mamah Hanna pun tidak pernah luntur sama sekali dihadapan Greta dan Linn.
Linn sendiri yang cuma sebagai menantu dirumah itu, dia juga sangat senang sekali bisa melihat Mamah mertuanya kembali ceria lagi seperti biasanya.
Ayah Janu dan Kak Agler yang merasa jika Linn terlalu lama didalam kamar Mamah Hanna, mereka pun mencoba ingin menyusul kedalam kamar bersama sikecil Chan juga.
" Aunty Greta......... ",, kata reflek dari Chan ketika mereka bertiga sudah masuk kedalam kamar.
Ayah Janu dan Kak Agler yang mendengar perkataan dari Chan, mereka berdua langsung saja mengalihkan pandangan mereka kearah Chan.
Mamah Hanna yang melihat kedatangan dari suami dan anak laki-lakinya, dengan semangat Mamah Hanna langsung saja memberitahukan keberadaan dari Greta kepada mereka berdua.
" Ayah, Agler sini, Mamah sedang makan ditemani Greta, dia duduk disamping Mamah sekarang ",, kata Mamah Hanna kepada Ayah Janu dan Kak Agler dengan wajah yang sangat ceria sekali.
" Apakah benar jika ada Greta disini sayang?? ",, tanya Kak Agler kepada Linn sambil berjalan mendekat kearah ranjang.
" Iya Papah, dan Greta memang sedang duduk menemani Mamah ",, jawab Linn kepada Kak Agler dan masih didengar oleh Ayah Janu.
" Ayah Mamah sangat senang sekali, Greta mau menemani Mamah dulu disini sampai rasa rindu Mamah ini terobati olehnya ",, kata dari Mamah Hanna kepada Ayah Janu.
" Benarkah Mah?? ",, tanya dari Ayah Janu kepada Mamah Hanna.
" Benar Ayah,....... ",, jawab dari Mamah Hanna kepada Ayah Janu dengan sangat semangat sekali.
" Kalau begitu tolong buka mata batin dari Ayah juga Linn, Ayah juga ingin menghabiskan waktu yang singkat ini bersama Greta ",, kata Ayah Janu kepada Linn.
Greta yang melihat Ayahnya begitu sangat menyayanginya dan merindukannya, hanya senyum manis saja yang bisa dia tampilkan kepada semua Keluarga.
Dan akhirnya mata batin dari Ayah Janu Linn buka juga supaya Ayah Janu bisa menghabiskan waktu yang singkat itu bersama Greta serta Mamah Hanna.
Pagi itu dikediaman Ayah Janu diwarnai keceriaan yang tidak pernah Ayah Janu dan Mamah Hanna bayangkan diseumur hidup mereka.
Walau mereka diberikan waktu yang super singkat oleh Greta, namun Ayah Janu dan Mamah Hanna sangat menikmati waktu mereka itu.
Sedang Kak Agler dia memilih tidak mau dibuka mata batinnya sendiri, karena dia harus bekerja hari itu.
Besar kemungkinan jika Kak Agler tidak bekerja hari itu, dia juga akan memilih dibuka mata batinnya seperti Ayah Janu supaya bisa menghabiskan waktunya bersama Greta sang adik tercintanya yang sudah lama meninggal.
__ADS_1
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...