
Elina yang masih ada di situ, dia sedikit bingung dan merasa asing dengan panggilan Kakanda dari Molly kepada Pietro.
Bahkan Elina tidak sadar jika dia menatap begitu lekat sekali kepada Molly dan juga Pietro yang sedang tertawa kepada Gilbert.
Namun kegembiraan dari mereka semua langsung teralihkan dengan Pietro yang tiba-tiba saja berdiri dari duduknya dan masuk ke dalam kamar mandi tamu.
Pietro yang sudah sampai di dalam kamar mandi tamu, dia langsung saja muntah-muntah dengan sangat hebat sekali.
Bahkan suara ketika Pietro sedang muntah-muntah pun terdengar sangat jelas sekali oleh semua orang yang ada di situ.
Kak Ivar dan Gilbert yang seumur-umur tidak pernah melihat Pietro muntah-muntah begitu, mereka pun langsung merasa khawatir sekali.
Sedang Molly yang melihat suaminya seperti itu, tentu saja dia langsung menyusul Pietro ke dalam kamar mandi yang tidak jauh dari ruang tamu.
" Kakanda?? ",, panggil dari Molly kepada Pietro sambil mengetuk pintu kamar mandinya.
" Apakah Kakanda baik-baik saja ",, tanya dari Molly masih dari luar kamar mandi.
Pietro yang sudah selesai dan merasa lebih baik, dia pun langsung saja membuka pintu kamar mandinya, namun wajah dia terlihat sedikit pucat dari sebelumnya.
" Kakanda sakit?? ",, kata Molly sambil memegang wajah Pietro.
" Tidak tahu, rasanya tiba-tiba saja perut Kakanda sangat mual sekali dan kepala Kakanda juga merasa pusing ",, jawab lemas dari Pietro kepada Molly.
Bahkan wajah dan nada dari Pietro pun terdengar manja sekali kepada Molly.
" Kita ke dalam kamar saja yuk ",, ajak dari Molly kepada Pietro.
" Tidak apa-apa, kita ke ruang tamu saja bergabung sama yang lain lagi ",, jawab dari Pietro kepada Molly.
" Baiklah, ayo kalau begitu ",, kata Molly kepada Pietro.
Pietro dan Molly pun lalu melangkahkan kaki mereka menuju ke ruang tamu lagi.
Dan sesampainya di ruang tamu, Kak Ivar langsung menanyai keadaan dari sang adik oonnya itu.
" Pietro kamu kenapa?? ",, tanya dari Kak Ivar kepada Pietro.
__ADS_1
" Ini bau apa sih, rasanya membuatku mual sekali ",, kata Pietro kepada semua orang sambil menutup hidungnya.
Pietro bukannya menjawab pertanyaan dari Kak Ivar, dia malah balik bertanya yang lainnya.
" Bau apa Kak, hidung Kakak itu ada kotoran kerbaunya, jadi merasa bau sendiri ",, kata Gilbert menyahuti perkataan dari Gilbert.
" Bau apa Kakanda, ini itu bau masakan yang aromanya sangat sedap sekali ko ",, kata Molly juga kepada Pietro.
" Iya Pietro, ini itu bau aroma masakan, kalau tidak salah Mama sedang memasak di dalam ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.
" Aroma masakannya tidak enak, bikin perutku mual ",, jawab Pietro kepada semua orang.
Mendengar perkataan dari Pietro, Kak Ivar pun langsung saja mencoba memanggil sang istri yaitu Agnes yang sedang membantu memasak Mama Jaena.
" Iya Ayah, ada apa Ayah memanggil Mama?? ",, tanya dari Agnes kepada Kak Ivar.
" Mama memasak apa?? ",, tanya dari Kak Ivar kepada Mama Agnes.
" Mama tidak memasak, Mama cuma membuat puding sama camilan yang lain untuk pesta kita malam nanti, yang memasak itu Mama Ayah, dia sedang masakin masakan kesukaannya Alva ",, jawab dari Agnes kepada Kak Ivar.
" Nah itu sudah dengar sendiri kan Pietro ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.
Masih sama seperti tadi, Pietro muntah-muntah dengan sangat hebat sekali untuk ke dua kalinya.
Dan Molly yang merasa tidak tega, dia pun masih setia menunggu Pietro di depan kamar mandi.
Agnes yang melihat Pietro muntah-muntah seperti itu, dia pun langsung merasa heran.
" Ayah, Ito kenapa Ayah, ko tumben muntah-muntah seperti itu?? ",, tanya dari Agnes kepada Kak Ivar.
" Emm, mohon maaf apakah Nyonya ...... ",, kata Elina tidak bisa melanjutkan berbicaranya, dia karena tidak tahu namanya Molly.
" Kak Molly?? ",, kata Gilbert kepada Elina.
" Iya, Nyonya Molly apakah sedang hamil, karena saya lihat dia seperti sedang hamil ",, kata Elina kepada semua orang.
" Iya, Kak Molly dia sedang hamil anak kembar, memangnya kenapa Elina?? ",, jawab dari Gilbert kepada Elina.
__ADS_1
" Berarti benar dugaan saya, jika Tuan Pietro pasti mengalami morning sickness ",, kata Elina kepada Gilbert dan semua orang.
" Aah, iya bisa jadi, kenapa saya tidak kefikiran daritadi ya Nona Elina ",, kata Kak Ivar menyahuti perkataan dari Elina.
" Ada-ada saja si Ito, tapi bagus deh, setidaknya saya bisa melihat dia menderita ",, kata Agnes kepada Elina sambil berlalu masuk lagi ke dalam dapur.
" Benar juga kata Kak Agnes, hmm ....,?? kira-kira apa lagi yang membuat Kak Pietro mual, akan aku beli yang banyak, biar dia muntah-muntah terus seperti itu ",, kata Gilbert berbicara sendiri.
Namun perkataan dari Gilbert masih di dengar oleh Kak Ivar dan juga Elina yang ada di situ.
" Gilbert, jika kamu sampai melakukan itu, Kakak sumpahin jika kamu menikah dengan Nona Elina, kamu saja yang mengalami morning sickness jika Nona Elina hamil nanti!! ",, Kak Ivar menegur perkataan dari Gilbert.
" Eh, jangan dong Kak, kalau disumpahin menikah dengan Elina, Gilbert mau, tapi jangan mengalami morning sicknessnya ",, kata Gilbert kepada Kak Ivar.
" Kamu percaya diri sekali jika Nona Elina pasti akan mau kepadamu, coba sekarang Kakak mau tanya kepada Nona Elina, apakah anda mau Nona menikah dengan adik saya yang miskin ini ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert dan juga Elina.
" Tidak Tuan, untuk apa menikah dengan laki-laki miskin, mau makan apa nanti saya ",, jawab dari Elina kepada Kak Ivar sambil tertawa menggoda Gilbert.
" Eh kata siapa Gilbert miskin, uang Gilbert banyak!! ",, kata Gilbert kepada Kak Ivar dan juga Elina.
" Iya sekarang banyak, coba nanti jika sudah di porotin sama istri Kakak, belum lagi di buat untuk membeli pesawat jet, dan nanti kamu juga harus membeli daging super, coba di total sisa berapa uang kamu ",, jawab dari Kak Ivar sambil tertawa kepada Gilbert.
Gilbert hanya bisa menggertakan giginya saja, sambil menahan rasa gemasnya itu kepada Kak Ivar dan juga Elina yang bekerjasama menggodanya.
Sedang Pietro yang sudah selesai muntah-muntahnya, dia pun benar-benar terlihat sangat pucat sekali wajahnya, karena semua isi perutnya sudah dia keluarkan semua.
Biasanya Pietro akan merasa selalu kenyang dan makan dia selalu banyak sendiri, coba kita lihat nanti malam, apakah dia akan n4f5u untuk makan.
Molly yang merasa kasihan kepada sang suami, dia pun akhirnya membawa Pietro untuk masuk ke dalam kamar mereka.
Kak Ivar, Elina dan juga Gilbert hanya mengangguk saja kepada Molly, ketika Molly berpamitan ijin untuk masuk ke dalam kamar.
Dan untuk Gilbert, dia pun di suruh untuk segera membeli dagingnya oleh Kak Ivar.
Sambil menyelam minum air, Gilbert pun mengajak Elina, dengan alasan dia malas pergi sendirian, dan tidak akan mau membeli dagingnya jika Elina tidak mau.
Mendapatkan ancaman manis dari Gilbert, Elina pun akhirnya mau juga ikut pergi membeli daging bersama Gilbert berdua saja.
__ADS_1
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...