KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
MEMASAK


__ADS_3

Pietro yang sudah membawa Molly masuk lagi kedalam dapur, dia langsung saja duduk diatas kursi yang tersedia disitu.


Sedang Molly yang melihat Pietro langsung duduk sambil terus memperhatikannya, membuat Molly merasa sedikit aneh dengan sikapnya Pietro.


" Kakanda kenapa?? ",, tanya Molly kepada Pietro.


" Kakanda akan disini, jika My Queen mau memasak, memasaklah saja tidak perlu menghiraukan Kakanda ",, jawab Pietro kepada Molly.


" Apakah pekerjaan dari Kakanda sudah selesai?? '',, tanya Molly lagi kepada Pietro.


" My Queen tidak perlu memusingkan pekerjaan Kakanda,.......... sudah memasaklah ",, jawab Pietro kepada Molly.


" Iya baiklah ",, jawab Molly kepada Pietro.


Akhirnya Molly membiarkan saja Pietro duduk dikursi yang ada disitu sambil terus memperhatikannya yang sedang menyiapkan semua bahan-bahan yang ingin dimasaknya.


Sedikit malu dan juga risih karena Molly terus diperhatikan oleh Pietro seperti itu, tapi mau bagaimanapun Molly tidak bisa menyuruh Pietro untuk pergi dari dalam dapur.


Sebisa mungkin Molly untuk konsentrasi mengerjakan pekerjaan memasaknya supaya nanti bisa sempurna hasilnya.


Sedang Pietro sendiri dia terus memperhatikan Molly tanpa mau beranjak sama sekali dari tempat duduk yang dia duduki.


Seperti tidak berkedip, iya seperti itulah Pietro mengamati Molly yang sudah mulai memasak.


Walau tidak terlalu jago dalam hal memasak, setidaknya Molly bisa memasak karena sudah dari kecil dia ditinggal pergi oleh Mamah tercintanya.


" Aaaaaah Kakanda, faster ............ ",, suara d354han dari Molly kepada Pietro dengan tiba-tiba.


Pietro yang mendengar suara merdu dari Molly, semakin kencang pula dia menggerakkan roketnya dengan gerakan maju mundur cantik.


Tidak lupa juga kedua tangan kekarnya Pietro terus m3r3m45 manja kedua bukit kenyal milik Molly.


" Aaaaah My Queen you so sexy, Kakanda sudah tidak tahan ",, kata Pietro kepada Molly.


Dan ternyata Pietro ingin sampai pada puncak kenikmatannya yang pertama.


Belum sampai keluar c41r4n roket milik Pietro, tiba-tiba saja ada suara yang membuat Pietro langsung tersadar dari lamunannya.


" Tok-tok-tok............. ",, suara bunyi meja yang sedang diketuk.


Dan ambyaaaar sudah apa yang tadi terlintas difikiran Pietro yang sedang membayangkan dirinya bersama Molly sedang 63rc1nt4 didalam dapur.


" Iya My Queen ",, kata Pietro seperti gelagapan sendiri ketika Molly menegurnya sambil mengetuk meja seperti tadi.


Gubraaaak ternyata Pietro sedang menghayal yang tidak-tidak bersama Molly tadi gara-gara melihat leher jenjang milik Molly.

__ADS_1


Itulah mengapa ketika Molly memanggil Pietro berulang kali Pietro tidak menyahutinya sama sekali.


Alhasil Molly langsung saja mencoba mengetuk meja yang ada didepan Pietro untuk menyadarkan Pietro yang sedang melamun.


" Kakanda tidak punya alergi apapun kan?? ",, tanya Molly kepada Pietro.


" Tidak ada, Kakanda pemakan semua ",, jawab Pietro kepada Molly sambil menetralisir rasa malunya.


" Oh ok ",, kata Molly langsung saja berbalik badan lagi menghadap kekompor.


" Termasuk memakanmu sekarang, Kakanda siap ",, sambung lagi perkataan dari Pietro dengan suara berbisik.


" Apa??.......... apakah Kakanda mengatakan sesuatu lagi kepada Molly?? ",, tanya Molly yang samar-samar mendengar suara Pietro tadi.


" Tidak..........!! ",, jawab singkat dari Pietro kepada Molly.


Dan Molly hanya beroh ria saja sambil terus meneruskan acara memasaknya.


Sedang Pietro dia langsung saja menghembuskan nafasnya dengan kasar sambil membatin sesuatu.


" Kenapa aku selalu tidak bisa menahan gejolak n4f5uku ketika melihat tubuhnya Molly ",, kata batin dari Pietro sambil melihat kearah Molly.


" Bahkan roketku saja saat ini sudah siap tempur ",, kata batin dari Pietro lagi sambil mengusap roketnya yang masih terparkir rapi didalam garasinya.


Setelah membatin seperti itu, Pietro memilih beranjak bangun dari duduknya untuk pergi dari dalam dapur.


Molly malah bisa lebih leluasa lagi menyiapkan semua makanan yang ingin dimasaknya tanpa adanya Pietro didapur.


Sedang Pietro yang sudah pergi dari dalam dapur, ternyata dia memutuskan untuk masuk kedalam kamar untuk berganti baju.


Pietro sengaja menghindar, karena jika dia masih lebih lama lagi didalam dapur, bisa-bisa dia akan menyerang Molly saat itu juga.


Dan Pietro yang sudah berganti baju dengan baju berburunya, dia lalu keluar dari dalam kamar untuk meminta ijin kepada Molly.


" My Queen ",, panggil Pietro kepada Molly.


" Iya Kakanda??........... Kakanda mau pergi?? ",, kata Molly kepada Pietro.


" Kakanda mau cari buah-buahan dulu, jangan pergi dari dalam rumah dan jangan sesekali keluar dari dalam rumah ini, apakah My Queen mengerti??!! ",, pesan Pietro kepada Molly sebelum berlalu pergi.


" Baik Kakanda, dan Kakanda jangan lama-lama perginya, Molly takut sendirian ",, jawab Molly kepada Pietro.


" Kakanda hanya sebentar saja ",, kata Pietro kepada Molly.


" Iya baiklah ",, jawab Molly kepada Pietro dengan pasrah.

__ADS_1


Pietro seperti mempunyai kebiasan baru, sebelum dia pergi dari hadapan Molly, dia akan selalu memberikan kecupan mesra dikening Molly.


Setelahnya Pietro langsung keluar dari dalam rumah untuk mencari buah-buahan liar yang berada didalam hutan yang bisa dia dan Molly makan.


Sedang Molly sepeninggalan dari Pietro, dia langsung meneruskan acara memasaknya yang sedikit terganggu tadi.


Molly yang sedang sibuk memasak hingga tanpa menyadari jika King sudah berada didalam dapur daritadi dan sedang mengamatinya.


Dan ketika Molly berbalik badan untuk menaruh masakannya yang sudah matang diatas meja makan, dia langsung dibuat sangat terkejut sekali melihat kehadirannya siKing.


" Astaga King, sejak kapan kamu ada disini??, kamu membuatku terkejut saja ",, kata Molly kepada King.


King tentu saja tidak bisa menjawab, dia hanya bisa m3n71l4ti kakinya sambil terus memperhatikan Molly.


" Jangan menggangguku ya King, biarkan aku selesai dulu memasaknya, jika kamu ingin mengajakku bermain, nanti saja ya ",, kata Molly kepada King.


King yang mengerti perkataan dari Molly, dia langsung rebahan diatas lantai dapur sambil terus memperhatikan Molly yang sibuk sendiri memasak.


Seperti menggantikan sang majikan, iya seperti itulah keadaan siKing sekarang.


Namun Molly merasa lebih nyaman ditunggui dan ditemani King daripada Pietro.


Jika Pietro tahu, pasti King akan dimarahi lagi, jadi mumpung Pietro tidak ada dirumah, Molly pun membiarkan saja King berada didapur seperti sekarang.


Akhirnya setelah kurang lebih satu setengah jam lamanya Molly memasak, semua masakan yang dia masak pun sudah matang semua.


Molly baru kali itu memasak masakan cukup banyak sekali porsinya sendirian, bukan untuk orang banyak, melainkan Molly teringat jika Pietro kalau makan sangatlah banyak sekali.


Jadi Molly sedikit kewalahan dan kecapekan harus memasak sendirian seperti sekarang.


" Ayo King aku sudah selesai, dan sekarang badanku sangat capek sekali, ayo temani aku menonton televisi diruang Keluarga yuk ",, ajak Molly kepada King.


King langsung bangun dari rebahannya dan ikut berjalan menuju keruang Keluarga bersama Molly.


Molly yang capek dia langsung merebahkan badannya diatas shofa, sedang King dia memilih rebahan dibawah shofa dekatnya Molly.


Setelah menyalakan televisi sambil terus mengusap rambut kepala siKing, Molly pun akhirnya bisa menikmati waktu beristirahatnya juga sambil menunggu Pietro pulang.


Namun karena rasa capek yang dirasakan tubuhnya, membuat Molly lama-kelamaan mengantuk juga.


King yang merasa Molly sudah tidak mengusap rambut kepalanya lagi, dia lalu menolehkan kepalanya kearah Molly.


Melihat Molly sudah tertidur, King langsung bangun dan dia lalu mencoba mematikan televisi yang masih menyala menggunakan remot yang ada disitu.


Setelahnya King kembali lagi ketempat semula untuk menemani Molly yang sedang beristirahat.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...


__ADS_2