KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
UNIKNYA PIETRO


__ADS_3

Molly yang mendengar godaan dari Kak Ivar untuk Gilbert, dia hanya tersenyum saja, sedangkan Pietro dia memilih diam saja tidak mau mempedulikannya.


" Apakah Kak Ivar tidak mengenali saya?? ",, kata Angela kepada Kak Ivar.


Kak Ivar yang mendengar perkataan dari Angela, dia langsung saja seperti memikirkan sesuatu.


" Saya Angela Jhonathan Kak, teman masa kuliahnya Gilbert dulu ",, kata Angela lagi kepada Kak Ivar.


" Oh astaga, kamu Angela, iya maaf kita cuma beberapa kali bertemu dan itu pun secara tidak sengaja, jadi ya saya sudah lupa ",, jawab dari Kak Ivar kepada Angela.


" Iya tidak apa-apa Kak saya mengerti ",, kata Angela kepada Kak Ivar.


Sedang Gilbert dia juga memilih diam saja, sambil menampilkan wajah tidak bersemangat seperti sebelumnya, karena dia baru saja bertemu dengan Elina dalam keadaan yang tidak diinginkannya.


Jujur di dalam hati Gilbert, dia masih menyimpan perasaan untuk Elina, tapi Gilbert rasanya sangat susah sekali mengutarankannya tadi kepada Elina.


" Gilbert kamu kenapa diam saja, biasanya kamu yang paling cerewet sendiri dibandingkan kita?? ",, tanya dari Pietro yang melihat keterdiamannya Gilbert.


" Tidak apa-apa Kak, lagi malas saja untuk berbicara ",, jawab dari Gilbert kepada Pietro.


Angela merasa berbeda dengan sikap Gilbert, karena menurut Angela, Gilbert berbeda sejak pertemuannya dengan wanita yang bernama Elina.


" Mungkin Ayah Ito tidak mau memberikannya uang jajan, jadi Gilbert merasa sedih seperti itu ",, kata Molly menyahuti perkataan dari Pietro.


" Nyonya, anda begitu sangat cantik sekali, apakah resep rahasia dari kecantikan anda Nyonya?? ",, kata Angela tiba-tiba menyela pembicaraan dari Molly dan Pietro.


" Rahasia apa Nona, saya tidak mempunyai rahasia ",, jawab dari Molly kepada Angela dengan sedikit kebingungan.


" Di salon dan cream apa yang anda pakai Nyonya, hingga bisa mempunyai wajah seperti ini?? ",, tanya dari Angela lagi kepada Molly.


" Cream, salon, apa sih maksud anda Nona, saya sungguuh tidak mengerti?? ",, kata Molly lagi kepada Angela.


" Istri saya bukan seperti anda Nona, yang kecantikannya karena di permak, dia murni dari kandungan sudah cantik ",, kata simple tapi menusuk dari Pietro untuk Angela.


Angela tentu saja langsung diam ketika mendengar perkataan dari Pietro tadi untuknya.


" Jangan di masukkan ke dalam hati perkataan dari Pietro Nona Angela, dia memang begitu sifatnya ",, kata Kak Ivar merasa tidak enak kepada Angela.


" Eh, iya Kak ",, kata Angela kepada Kak Ivar sambil tersenyum garing.

__ADS_1


Kak Ivar lalu mengajak berbincang Angela tentang kegiatan apa saja yang saat ini dijalaninya.


Sedang Gilbert dia masih memilih diam saja sambil memainkan ponselnya dan mendengarkan percakapan dari Kak Ivar bersama Angela, tanpa mau mempedulikan Angela lagi yang sedang diajak berbicara Kak Ivar.


Angela yang sedang berbincang dengan Kak Ivar, dia sering curi-curi pandang ke arah Gilbert, karena Angela ingin sekali melihat Gilbert ikut mengobrol juga bersama mereka.


Dan untuk Pietro serta Molly, mereka berdua memilih menikmati waktu bersama mereka bersama baby C dan baby A.


Ketika mereka sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, tiba-tiba saja pintu ruang perawatan Molly di ketuk dari luar.


Gilbert pun dengan segera beranjak berdiri dari duduknya untuk membukakan pintu tersebut dan ternyata yang datang adalah Nivan, Kakak kandungnya Angela.


" Lho Tuan Gilbert, anda ko berada di sini?? ",, tanya Nivan kepada Gilbert.


" Silahkan masuk Dokter, ini adalah ruang perawatan dari Kakak ipar saya ",, jawab dari Gilbert dengan ramah kepada Nivan.


" Angela kamu berada di sini juga?? ",, kata Nivan ketika melihat Angela sedang duduk di situ.


" Iya Kak ",, jawab dari Angela kepada Nivan.


" Dokter ini adalah Kakak anda Nona?? ",, kata Pietro kepada Angela.


Dan Nivan ini adalah Dokter yang tadi sudah di usir Pietro karena masuk di waktu yang tidak tepat.


" Boleh asal anda jangan memegangnya ",, kata Pietro kepada Nivan.


Krik, krik, krik, suasana langsung senyap ketika mereka semua mendengar perkataan dari Pietro.


Bagaimana mau memeriksa jika tidak di pegang, begitulah yang sedang di pertanyakan oleh Nivan dan semua orang di dalam hatinya.


" Lalu saya harus bagaimana Tuan cara memeriksa Nyonya Molly?? '',, tanya dari Nivan kepada Pietro.


" Tidak anda periksa pun saya bisa memeriksanya sendiri!! ",, jawab simple dari Pietro kepada Nivan.


Senyap lagi untuk ke dua kalinya, karena Nivan sangat bingung sekali bagaimana cara menjawab lagi perkataan dari Pietro.


" Sebenarnya saya tidak rela istri saya di sentuh oleh laki-laki lain selain saya, jadi lebih baik anda pergi saja Dokter, dan saya besok akan membawa pulang istri saya ke rumah!! ",, kata Pietro lagi kepada Nivan.


" Tapi Tuan, Nyonya Molly dia .......... ",, perkataan dari Nivan langsung terhenti ketika langsung di sela oleh Pietro.

__ADS_1


" Yang berhak atas istri saya iya saya, bukan anda!! ",, kata Pietro kepada Nivan.


Kak Ivar yang melihat sepertinya keadaan sudah tidak kondusif lagi, dia pun lalu memutuskan untuk berdiri dari duduknya dan berbicara kepada Nivan yang sedang berdiri di samping brankar pasiennya Molly


Bahkan para suster dan asisten Dokternya Nivan saja, mereka tidak ada yang bisa membantah perkataannya Pietro sama sekali.


" Begini saja Dokter, lebih baik anda keluar dulu dan kembali saja nanti, biar saya berbicara terlebih dahulu dengan adik saya ini ",, kata Kak Ivar kepada Nivan.


" Ok Tuan kalau begitu, saya permisi ",, jawab ramah dari Nivan kepada Kak Ivar.


Kak Ivar hanya mengangguk dan tersenyum ramah saja kepada Nivan.


Setelahnya Nivan dan para tenaga medis lainnya langsung berlalu keluar lagi dari dalam ruang perawatan Molly, untuk ke dua kalinya tanpa membawa hasil apapun.


Sepeninggalan dari Nivan, Angela pun berpamitan juga kepada semua orang, karena dia ada urusan yang lainnya lagi.


" Gilbert apa kamu tidak mau mengantarkannya pulang?? ",, tanya dari Kak Ivar kepada Gilbert.


" Tidak Kak ",, jawab simple dari Gilbert kepada Kak Ivar.


Sakit, tentu saja hati Angela merasa sakit mendengar jawaban dari Gilbert.


" Oh tidak perlu Kak Ivar, saya kebetulan membawa mobil sendiri, dan Gilbert juga sepertinya dia sedang sibuk saat ini, lain kali saja ",, kata Angela mencoba biasa saja di hadapan Kak Ivar.


" Kalau begitu mari semuanya, saya pamit ",, kata Angela lagi kepada semua orang.


Dan semua orang yang mendengarnya hanya tersenyum serta mengangguk saja kepada Angela, termasuk Gilbert sekalipun.


Angela yang sudah berlalu keluar dari dalam ruang perawatan Molly, membuat Kak Ivar bisa meluapkan perasaan gemasnya kepada Gilbert dan juga Pietro.


" Gilbert, dia itu datang bersama kamu, kenapa kamu tidak ada basa-basi ingin mengantarkannya pulang, kamu itu laki-laki!! ",, kata Kak Ivar sambil memukul kepala Gilbert.


" Dan kamu Pietro, kamu ingin istri kamu cepat sembuh atau tidak, kenapa Dokternya kamu berikan perkataan pedas seperti tadi hah!! ",, marah juga Kak Ivar kepada Pietro.


" Pietro bisa menyembuhkannya sendiri, jadi Kakak jangan bodoh jadi orang!! ",, jawab santai dari Pietro kepada Kak Ivar.


" Dia bisanya cuma memeriksa saja, sedangkan Pietro bisa membuat racikan obat sendiri tanpa bantuan dari siapapun ",, kata Pietro lagi kepada Kak Ivar.


Kak Ivar langsung saja terdiam ketika mendengar perkataan dari Pietro, karena bagaimanapun juga apa yang di katakan oleh Pietro memang benar adanya.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...


__ADS_2