KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
MOLLY SAKIT


__ADS_3

Tepat di pukul sembilan pagi Mama Hanna bersama Linn dan juga baby Ansel sudah sampai di rumah pribadi milik Kak ivar.


Mama Hanna dan Linn pergi di antarkan oleh sopir pribadi yang ada di rumah mereka, karena Ayah Janu dan Kak Ivar sedang sibuk serta ada meeting penting di kantor.


Agnes yang membukakan pintu rumahnya untuk Mama Hanna dan Linn pun, dengan senang hati dia langsung mempersilahkan mereka berdua untuk masuk ke dalam rumahnya.


" Sepi sekali Nyonya Agnes, di mana yang lainnya, maksudnya Nak Pietro?? ",, tanya Mama Hanna sambil duduk di sofa ruang Keluarga.


" Pietro sedang di dalam kamar bersama Molly Nyonya ",, jawab Agnes kepada Mama Hanna.


" Oh, biarlah, nanti saja saya melihat Mollynya, supaya tidak menganggu dia yang sedang beristirahat ",, kata Mama Hanna kepada Agnes.


" Sini yuk sayang ikut sama Nenek ",, kata Mama Hanna kepada baby A yang sedang di gendong oleh Agnes.


Sedang baby C masih tidur di dalam box babynya.


Mama Hanna, Linn dan juga Agnes, mereka bertiga lalu berbincang hangat, santai membicarakan ini dan itu tentang urusan perempuan sambil menjaga baby C, baby A dan juga baby A yang lain alias baby Ansel.


Pietro yang bersama Molly di dalam kamar, dia terus mengecek suhu badannya Molly supaya bisa stabil lagi seperti sedia kala.


Pietro merawat Molly dengan sepenuh hati, dan di saat obat ramuan yang di buatnya sudah merasuk ke dalam tubuh Molly, Molly pun bisa tertidur dengan nyenyak sekali tidak seperti tadi yang terasa tidak bisa tidur sama sekali.


" Beristirahatlah, Kakanda mau melihat si kembar dulu ",, kata Pietro sambil mencium keningnya Molly.


Pietro lalu ingin beranjak keluar dari dalam kamar, namun ketika dia baru saja ingin membuka pintu kamar, ponsel miliknya yang berada di dalam saku celananya berbunyi dan bergetar.


Melihat nama rekan bisnisnya di sambungan teleponnya, Pietro pun mengurungkan niatnya untuk keluar dari dalam kamar, dan dia memilih berlalu menuju ke balkon kamarnya.


" Halo Tuan Neo ",, kata Pietro kepada Neo.


" Halo Tuan Roderick ",, sapa balik dari Neo kepada Pietro.


" Ada apa anda menelpon saya?? ",, tanya Pietro kepada Neo.


" Bisakah saya meminta bantuan kepada anda Tuan?? ",, jawab Neo kepada Pietro.


" Bantuan apa?? ",, tanya Pietro kepada Neo.

__ADS_1


" Saya ingin anda membunuh hakim yang bernama Elton Tuan Roderick ",, jawab Neo kepada Pietro.


" Saya berani membayar berapapun yang anda minta, asal anda bisa membalaskan dendam saya kepadanya ",, kata Neo lagi kepada Pietro.


" Ada masalah apa anda dengannya Tuan Neo?? ",, tanya Pietro kepada Neo.


" Dia sudah menjatuhkan hukuman cukup berat kepada adik saya, hingga membuat adik saya bunuh diri di dalam penjara ",, jawab Neo kepada Pietro.


" Memangnya apa kesalahan yang sudah adik anda perbuat?? ",, tanya Pietro lagi kepada Neo.


" Dia di fitnah oleh temannya, di tuduh sudah memp3rk054 seorang gadis SMA, dan hakim itu seakan tutup telinga ketika mendengar saya mencari keadilan untuk adik saya, sebab ternyata setelah saya selidiki, orang tua dari teman adik saya itu sudah berani membayar mahal hakim Elton supaya tidak membebaskan adik saya Tuan Roderick ",, jawab Neo kepada Pietro.


" Bahkan saya sudah mendesak keluarga dari gadis tersebut termasuk gadis itu juga, dan dia sudah mengaku jika yang memp3rk054nya adalah teman dari adik saya itu Tuan, dan adik saya yang kebetulan lewat di daerah situ dia langsung saja di jadikan umpan oleh temannya ",, kata Neo lagi bercerita kepada Pietro.


" Apakah gadis itu tidak mau memberikan kesaksiannya di depan hakim?? ",, tanya Pietro kepada Neo.


" Dia dan keluarganya di ancam oleh keluarga dari teman adik saya itu Tuan Roderick ",, jawab Neo kepada Pietro.


" Dasar bodoh semua ",, kata Pietro kepada Neo.


" Siapa nama Keluarga dari teman adik anda itu Tuan Neo?? ",, tanya Pietro kepada Neo.


" Ok, akan saya bantu anda, dan segera anda akan mendapatkan kabar menggembirakan dari saya, persiapkanlah hadiah yang besar untuk saya ",, kata Pietro kepada Neo.


" Siap Tuan Roderick, seperti keinginan anda, senang berbisnis dengan anda, dan terimakasih ",, kata Neo kepada Pietro.


" Iya ",, jawab singkat Pietro kepada Neo.


Setelahnya, sambungan telepon itu pun terputus juga.


Pietro yang sudah selesai menerima telepon, dia langsung kembali masuk ke dalam kamarnya lagi.


Dan ketika dia sudah masuk ke dalam kamarnya, Pietro langsung melihat Molly sudah terbangun dari tidurnya.


" My Queen mau ke mana, kenapa membawa sebuah gelas juga ",, tanya Pietro kepada Molly.


" Molly mau mengambil minum Kakanda, haus sekali rasanya, dan ternyata minumnya sudah habis ",, jawab Molly kepada Pietro.

__ADS_1


" Tunggulah di sini, biar Kakanda ambilkan untuk My Queen ",, kata Pietro sambil mengambil gelas yang di pegang oleh Molly tadi.


Molly hanya mengangguk saja kepada Pietro, setelahnya Pietro langsung berlalu keluar dari dalam kamar untuk mengambilkan air putih untuk Molly.


Pietro yang baru saja sampai di ruang Keluarga, dia tidak sengaja langsung melihat Mama Hanna dan juga Linn yang sedang mengobrol dengan Agnes sambil menggendong baby C dan baby A.


Dan Mama Hanna yang melihat Pietro baru saja turun dari atas tangga, dia langsung saja menyapa Pietro.


" Nak Pietro, bagaimana keadaannya Nak Molly?? ",, tanya Mama Hanna kepada Pietro.


" Dia sudah lebih baik lagi Nyonya ",, jawab Pietro kepada Mama Hanna.


" Syukurlah kalau begitu, emm, bolehkah saya melihat Molly ke dalam Nak?? '',, tanya Mama Hanna kepada Pietro.


" Silahkan Nyonya ",, jawab Pietro kepada Mama Hanna.


" Saya mau mengambil minum dulu untuk Molly, anda silahkan saja ke dalam kamar ",, kata Pietro kepada Mama Hanna.


" Terimakasih Nak ",, kata Mama Hanna kepada Pietro sambil tersenyum.


Pietro hanya mengangguk saja kepada Mama Hanna, setelahnya dia berlalu menuju ke dalam dapur untuk mengambilkan minum untuk Molly.


Sedang Mama Hanna di temani Linn dan juga Agnes mereka bertiga langsung berlalu juga menuju ke dalam kamar Molly sambil menggendong baby A, baby C dan baby Ansel.


Molly yang belum tidur lagi, dia sedikit merasa terkejut melihat kedatangannya Linn dan Mama Hanna, akan tetapi dia juga merasa senang sekali, sebab Molly merasa sangat di perhatikan sekali oleh Mama Hanna dan juga Linn.


" Istirahatlah yang banyak ya Nak, biar kamu cepat sehat lagi, kasihan sekali kamu sedang sakit, apa Nak Molly membutuhkan sesuatu,?? katakanlah akan Mama belikan untuk kamu sayang ",, kata Mama Hanna kepada Molly.


" Tidak perlu repot-repot Ma, Molly sedang tidak nafsu makan saat ini ",, jawab Molly kepada Mama Hanna.


" Oh ya Molly, Kak Agler titip salam untuk kamu, dan dia juga minta maaf tidak bisa ikut ke sini katanya ",, kata Linn kepada Molly.


" Iya Kak Linn tidak apa-apa, salam balik untuk Kak Agler ",, jawab Molly sambil tersenyum kepada Linn.


Mereka lalu mengobrol sejenak sebelum berlalu keluar lagi dari dalam kamar supaya Molly bisa beristirahat.


Dan ternyata tidak Mama Hanna serta Linn saja yang merasa khawatir dengan keadaannya Molly, melainkan Ayah Janu dan juga Kak Agler yang juga sama khawatirnya seperti mereka semua.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...


__ADS_2