KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
KASIH SAYANG KAK IVAR - GILBERT


__ADS_3

Kak Ivar setelah mengendarai mobilnya kurang lebih empat puluh menit lamanya, akhirnya dia sampai juga di rumah milik Pietro.


Kak Ivar yang sudah berada di depan pintu gerbang rumah Pietro, dia langsung membuka pintu gerbangnya untuk bisa masuk dan memarkirkan mobilnya di samping mobil milik Pietro.


Dan ketika mobilnya sudah terparkir rapi di samping mobil milik Pietro, Kak Ivar langsung segera menutup kembali pintu gerbangnya supaya hewan buas dan liar tidak masuk ke dalam rumah adiknya.


Hewan buas,?? apa tidak salah pemikiran dari Kak Ivar, apa Kak Ivar tidak kepikiran dengan si King yang bebas keluar masuk ke dalam rumah Pietro.


Apakah Kak Ivar menganggap King adalah kucing besar dan lucu, pasti Kak Ivar sedang bercanda sekarang.


Kak Ivar yang sudah menutup pintu gerbangnya, dia langsung segera masuk ke dalam rumah Pietro untuk mencari keberadaan sang adiknya yang oon itu.


" Pietro?? ",, panggil Kak Ivar sambil terus mencari keberadaannya Pietro.


King yang mendengar suara Kak Ivar, dia langsung saja keluar dari dalam ruang pengobatan, untuk memberitahukan kepada Kak Ivar, jika sang majikan sedang berada di dalam ruangan tersebut.


Kak Ivar yang melihat King keluar dari dalam ruang pengobatan, membuat Kak Ivar langsung bergegas menuju ke ruang pengobatan itu.


Dan sesampainya di dalam ruang pengobatan, Kak Ivar langsung melihat sang adik yaitu Pietro sedang tiduran di atas ranjang dengan wajah yang terlihat sangat pucat dengan bibir yang sudah membiru.


" Astaga Pietro ",, kata Kak Ivar sambil mendekati Pietro.


Ketika tubuh Pietro di pegang oleh Kak Ivar, kulit dia terasa sangat dingin sekali, bahkan saking dinginnya seperti baru saja keluar dari dalam kulkas.


" Astaga dingin sekali tubuh kamu, kamu kenapa sih Pietro, suka sekali membuat Kakak khawatir ",, kata Kak Ivar lagi sambil merasa kebingungan sendiri.


" Apa yang harus aku lakukan, berpikir ayo berpikir ",, kata Kak Ivar lagi.


Pietro sama sekali tidak sadar ketika Kak Ivar sudah sampai di rumahnya, karena ternyata Pietro sedang pingsan, efek racun dan penawar racun yang di minumnya.


" Aku lepaskan dulu saja semua pakaiannya, supaya aliran darahnya bisa mengalir dengan lancar ",, kata Kak Ivar lagi dan lagi.


Dan Kak Ivar lalu melepaskan semua yang di pakai oleh Pietro, dari sepatu, kaos kaki, kemeja, ikat pinggang, celana yang di pakainya, jam dan cuma menyisahkan ****** ******** saja.

__ADS_1


" Sepertinya Pietro pernah bercerita jika dia pernah membuatnya minyak angin herbal untuk Molly yang dia tumbuk sendiri dari tanaman herbal, coba aku cari saja dulu minyaknya ",, kata Kak Ivar masih berbicara sendiri.


Begitu banyak sekali botol dari yang kecil sampai yang besar berjejer rapi di rak yang tersedia di situ, membuat Kak Ivar sedikit kesusahan dalam mencari minyak yang dia butuhkan.


Untung saja semua botol itu ada tulisannya di luar, jadi Kak Ivar nantinya tidak akan keliru dalam mengambil botol minyak anginnya.


Tapi sayangnya, Kak Ivar sedikit kerepotan dan kelamaan harus membaca satu persatu tulisan yang ada di luar botol tersebut.


Hingga setelah bermenit-menit lamanya membaca hampir satu persatu botol yang ada di rak tersebut, akhirnya Kak Ivar bisa menemukan minyak angin yang dia butuhkan.


Kak Ivar lalu mengoleskan minyak tersebut di kedua telapak kaki Pietro, telapak tangan, perut, dada, dahi dan juga tengkuknya, tanpa tahu jika Pietro sebenarnya sedang keracunan, bukanlah sedang masuk angin.


" Ayolah Pietro sadarlah, jangan membuat Kakak takut ",, kata Kak Ivar sambil terus menggosok-gosok tubuh Pietro supaya cepat sadar.


Namun semua usaha dari Kak Ivar tidak menunjukkan hasil apapun, bahkan Pietro masih saja diam dengan mata yang terpejam sangat rapat sekali.


Kak Ivar benar-benar merasa sangat takut sekali, karena apa yang daritadi dia lakukan untuk membuat Pietro sadar tidak menunjukkan hasil apapun.


Ingin sekali Kak Ivar menghubungi seorang Dokter, tapi dia takut, jika Dokternya akan di marahi oleh Pietro jika dia sudah sadar nanti, sebab Pietro sangat tidak menyukai seorang Dokter.


Kak Ivar langsung saja keluar dari dalam ruang pengobatan itu untuk menemui Gilbert.


" Gilbert Kakak di sini ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert.


Dan Gilbert yang melihat sang Kakak sedang berdiri di depan ruang pengobatan milik Pietro, dia langsung bergegas melangkahkan kakinya mendekat ke arah Kak Ivar.


" Di mana Kak Pietro Kak?? ",, tanya Gilbert sambil berjalan.


" Dia ada di dalam, ayo cepat sini bantu Kakak ",, jawab Kak Ivar kepada Gilbert.


Gilbert yang sudah masuk ke dalam ruang pengobatan itu, dia sangat terkejut melihat keadaan sang Kakak yang sedang t3l4n74n9 cuma memakai ****** ******** saja dengan wajah yang terlihat sangat pucat sekali.


" Kak Pietro kenapa Kak,?? kenapa dia tidak memakai baju?? ",, tanya Gilbert sambil menaruh semua makanan yang sudah di belinya tadi.

__ADS_1


" Tidak tahu, ketika Kakak sampai sini, dia sudah pingsan, dan Kakak akhirnya melepaskan semua pakaian yang di pakainya ",, jawab Kak Ivar kepada Gilbert.


" Ayo cepat, bagaimana ini cara menyadarkan Kakak kamu yang sedang pingsan ini?? ",, tanya Kak Ivar kepada Gilbert.


" Gilbert juga tidak tahu Kak, karena Kak Pietro orangnya tidak suka jika berhubungan dengan tenaga medis ",, jawab Gilbert kepada Kak Ivar.


Ketika Kak Ivar dan Gilbert sedang kebingungan sambil berunding, tiba-tiba dia di kejutkan oleh Pietro yang tiba-tiba bangun dan beranjak berdiri menuju ke dalam kamar mandi yang ada di situ untuk muntah-muntah dengan sangat hebat sekali.


Dan sepertinya penawar racunnya sudah mulai bereaksi, terbukti sekarang Pietro memuntahkan semua isi perutnya di dalam kamar mandi.


Kak Ivar dan Gilbert pun merasa sangat khawatir sekali dengan keadaan Pietro dan mereka langsung berjalan menuju ke dalam kamar mandi.


" Pietro, kamu tidak apa-apa?? ",, tanya Kak Ivar kepada Pietro.


" Kak Pietro ",, kata Gilbert kepada Pietro.


Tentu saja Pietro tidak bisa menjawab, karena dia sedang sibuk untuk muntah-muntah.


Dan ketika Pietro sudah tidak bisa muntah-muntah lagi, dia pun langsung terduduk lemas di depan pintu kamar mandi.


Kak Ivar serta Gilbert tentu saja langsung membantu Pietro untuk mereka bawa ke atas ranjang lagi.


Setelahnya, Gilbert langsung dengan sabar membersihkan muntahan dari sang Kakak tadi di dalam kamar mandi.


Pietro masih lemas, dia belum bisa di ajak berbicara sama sekali oleh Kak Ivar, namun wajah dia sudah terlihat tidak sepucat sebelumnya.


Dan Kak Ivar lalu mengambilkan air putih untuk Pietro minum, supaya bisa menetralkan rasa mual di dalam perut Pietro.


Sungguh walau Pietro sering menyebalkan untuk Kak Ivar, dan Gilbert sering mendapatkan bullyan dari sang Kakak Pietro, tapi baik Kak Ivar serta Gilbert, mereka berdua juga tidak akan membiarkan Pietro mengalami hal buruk sedikitpun di dalam dirinya.


Sedang untuk King sendiri, setelah melihat kedatangan dari Kak Ivar tadi, dia memilih untuk keluar saja dari dalam rumah Pietro.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2