
Setelah cukup lama Papa Alex Damara berkunjung ke rumah super mewah milik Pietro, dan tidak bisa melihat istri dari Pietro Roderick, alias Molly.
Akhirnya Papa Alex kembali pulang ke Negara asalnya bersama L, dengan diberikan hadiah kenang-kenangan dari si King, yang mungkin akan terus diingat oleh si L.
Padahal niat Papa Alex selain membeli obat herbal milik Pietro, dia juga ingin melihat Molly, karena dia begitu sangat penasaran sekali dengan istri dari sahabatnya, yaitu Pietro.
Sebab rumor mengatakan, jika istri dari sang King Psikopat sangatlah cantik sekali wajahnya, bahkan katanya seperti jelmaan peri.
Tapi sayang, tujuan Papa Alex tidak tercapai, karena Papa Alex datang di waktu yang tidak tepat.
Sekitar satu jam setelah kepulangan dari Papa Alex, tiba-tiba rumah super mewah milik Pietro, kedatangan tamu lagi, dan kali ini tamu yang datang, adalah Linn bersama Chan serta baby Ansel.
Ketika Linn baru saja datang dan baru saja turun dari dalam mobil, dia tidak sengaja melihat Pietro sedang menatap tajam ke arah pohon besar yang ada di taman halaman depan rumahnya, tanpa sepatah katapun.
Dan Linn yang melihatnya, dia juga ikut diam sambil menatap ke arah Pietro serta pohon tersebut.
" Jika kamu berani mengganggu semua penghuni yang ada di sini, terutama Keluargaku,!! akan aku musnahkan kamu dari sini!! ",, begitulah suara pelan dari Pietro namun masih di dengar jelas oleh Linn.
Setelah berkata seperti itu, Pietro tiba-tiba membalikkan badannya ke arah Linn dengan sangat misterius sekali.
Namun Linn tidak terkejut sama sekali, sebab Linn sangat tahu sekali, Pietro tadi sedang berbicara kepada siapa.
" Nyonya Linn ",, kata Pietro sambil berjalan ke arah Linn.
Linn hanya mengangguk serta tersenyum simple saja kepada Pietro.
" Ada apa anda datang ke sini Nyonya?? ",, tanya Pietro kepada Linn.
" Saya sedang mencari Molly, dan ini baby Ansel daritadi menangis terus, sepertinya dia juga sedang mencari baby A ",, jawab Linn kepada Pietro.
" Baby Ansel mencari baby A, apa dia memang reinkarnasi dari Ansel?? ",, kata batin Pietro, sambil menatap baby Ansel dengan sangat lekat sekali.
" Tuan Pietro?? ",, panggil Linn kepada Pietro, karena Pietro malah terlihat sedang melamun.
" Iya ",, jawab singkat Pietro kepada Linn.
" Apakah Molly ada di rumah sekarang?? ",, tanya Linn kepada Pietro.
" Dia sedang pergi ke mall bersama Kak Agnes dan Kak Ivar, tapi tenang saja, saat ini dia sudah berada di perjalanan pulang ",, jawab Pietro kepada Linn.
" Kalau begitu, ayo mari silahkan masuk dulu Nyonya Linn ",, kata Pietro lagi kepada Linn.
__ADS_1
Linn hanya mengangguk formal saja kepada Pietro, dan dia lalu mengikuti langkah kaki Pietro untuk masuk ke dalam ruang tamu.
Ketika Linn, Pietro, bersama Chan dan baby Ansel, sudah pada duduk di ruang tamu, Linn pun mencoba memberanikan diri bertanya kepada Pietro yang sedang duduk di sofa berseberangan dengannya.
" Tuan Pietro, bolehkah saya bertanya kepada anda?? ",, tanya Linn kepada Pietro.
" Tanyalah ",, jawab Pietro kepada Linn.
" Emm tadi anda..... itu?? ",, kata Linn yang takut untuk bertanya.
Tapi untungnya Pietro mengerti apa yang ingin Linn tanyakan kepadanya.
" Iya, saya juga bisa melihat sesuatu yang tidak terlihat sama seperti anda dan Molly ",, jawab Pietro kepada Linn.
" Dan tadi saya sedang memarahi penunggu pohon itu, karena sudah berani mengganggu asisten rumah tangga saya, hingga hari ini ada lagi dua orang yang mengundurkan diri ",, lanjut lagi perkataan Pietro kepada Linn.
" Jadi anda juga bisa melihatnya Tuan?? ",, tanya Linn kepada Pietro.
" Bisa, dan aku juga tahu di sudut mana sajakah di rumah ini yang ada penghuninya ",, jawab Pietro kepada Linn.
Linn sedikit tercengang baru mengetahui, jika Pietro juga mempunyai kemampuan yang sama seperti dirinya atau Molly.
" Silahkan Tuan Pietro ",, jawab Linn kepada Pietro.
" Apakah anda sudah tahu, jika baby Ansel ini reinkarnasi dari seseorang?? ",, tanya Pietro kepada Linn.
" Tidak Tuan, hanya saja dulu ketika saya akan melahirkan baby Ansel, saya di datangi seseorang, dan orang itu menyuruh saya untuk memberi nama anak saya dengan Ansel ",, jawab Linn kepada Pietro.
" Berarti benar, jika baby Ansel adalah reinkarnasi dari Ansel, arwah yang mencintai Greta dulu ",, kata Pietro kepada Linn.
" Apa,?? emm maksud saya, bagaimana anda bisa tahu itu Tuan Pietro?? ",, tanya Linn kepada Pietro.
" Dulu, ketika Greta masih menjadi arwah, dia sangat dekat dengan arwah laki-laki yang hampir seumuran dengannya, dan arwah laki-laki itu terlihat mencintai Greta ",, cerita Pietro kepada Linn.
" Dan Ansel juga berkata saya, jika dia di takdirkan hidup kembali, dia menyuruh saya untuk menjodohkannya dengan baby Aluisa, yang katanya benar-benar reinkarnasi dari Greta ",, lanjut lagi cerita dari Pietro.
Dan Linn sangat serius sekali mendengarkan cerita dari Pietro.
" Lalu, bagaimana anda bisa mengetahuinya, jika baby Ansel ini adalah reinkarnasi dari arwah Ansel Tuan Pietro?? ",, tanya Linn kepada Pietro.
" Dari tanda lahir di telinga dan belakang telinganya Nyonya ",, jawab Pietro kepada Linn.
__ADS_1
" Karena Ansel sebelum pergi dia menyebutkan tanda lahir yang dia punya kepada saya, dan itu sama persis dengan milik baby Ansel ",, kata Pietro kepada Linn.
" Terlebih lagi selama ini saya sudah mengamati sendiri, jika baby Ansel akan selalu melindungi dan senang jika bersama baby A, bahkan dia tidak pernah membalas jika baby A sedang jahil kepadanya ",, lanjut lagi perkataan Pietro kepada Linn.
" Cobalah mulai sekarang perhatikan sikap baby Ansel Nyonya Linn jika sedang bersama baby A, serewel apapun dia, jika sudah bertemu dengan baby A pasti dia akan diam dan selalu ingin mengajak bermain baby A ",, kata Pietro kepada Linn.
Linn yang mendengar semua perkataan dari Pietro, dia lalu mengingat-ingat semua yang berhubungan dengan baby Ansel ketika bersama baby A atau Aluisa.
Dan memang benar apa yang semua di katakan oleh Pietro tadi tentang baby Ansel, jika dia tidak akan pernah marah kepada baby A, walau baby A sudah sangat jahil sekali kepadanya.
Bahkan, jika baby Ansel sedang sakit, badannya panas, ketika sudah melihat baby A, panas dia langsung reda.
Mungkin sakit yang di rasakan oleh baby Ansel, karena sakit rindu, namun dia belum bisa berbicara kepada sang Mama atau Papa.
Jadi ketika baby Ansel berdekatan dengan baby A panas dia langsung reda, karena rindunya sudah terobati.
" Bagaimana Nyonya Linn, apa anda sudah sadar dengan sikap dari baby Ansel kepada baby A selama ini?? ",, tanya Pietro kepada Linn yang sedang melamun memikirkan sesuatu.
" Benar sekali Tuan Pietro apa yang sedang anda katakan tadi ",, jawab Linn kepada Pietro.
" Jadi, apakah kita harus menjodohkan mereka berdua sejak sekarang, sesuai dengan permintaan arwah Ansel kepada anda?? ",, tanya Linn kepada Pietro.
" Jangan dulu ",, jawab Pietro kepada Linn.
" Walau arwah Ansel sudah berpesan kepada saya, dan saya juga sudah berjanji kepadanya, tapi saya ingin mereka menikah atas dasar suka sama suka, terlebih saya tidak mau memaksakan pernikahan kepada Aluisa ",, kata Pietro lagi kepada Linn.
" Baiklah kalau begitu Tuan Pietro, saya setuju dengan anda, tapi walau begitu, saya tetap ingin anak-anak kita kelak, akan berjodoh seperti keinginan dari arwah Ansel ",, kata Linn kepada Pietro.
Pietro hanya mengangguk saja kepada Linn.
Dan tanpa mereka sadari, Molly bersama Kak Ivar serta Agnes sudah sampai di rumah, ketika sudah cukup lama pergi memborong sesuatu di mall bersama si kembar juga.
Serta akhirnya Linn sudah mengetahui, jika baby Ansel adalah reinkarnasi dari arwah Ansel, dan Pietro menyuruh Linn untuk jangan membicarakan hal tersebut kepada siapapun.
Biarlah yang tahu mereka berdua saja, karena Pietro ingin melihat bagaimana perkembangan dari baby Ansel kepada baby A.
Jika sesuai dengan yang di pikirkannya, baby A akan tetap Pietro jodohkan dengan baby Ansel, seperti kesepakatan bersama Linn tadi dan keinginan dari arwah Ansel dulu.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...
__ADS_1