KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
FREJA - PIETRO


__ADS_3

Pietro sangat memanjakan Molly sekali, semua yang Molly tunjuk dan membuatnya penasaran langsung Pietro ambil dan dia masukkan kedalam keranjang.


" Kakanda itu............. itu apa?? ",, tanya Molly sambil menunjuk sebuah benda yang digunakan untuk mencukur rambut.


" Itu untuk mencukur rambut atau kumis dan jenggot My Queen, Kakanda sudah punya dirumah ",, jawab Pietro kepada Molly.


Molly hanya beroh ria saja kepada Pietro.


Ketika Pietro melewati rak pembalut dia pun langsung saja bertanya kepada Molly.


" Apakah My Queen mau membeli ini?? ",, tanya Pietro kepada Molly.


" Itu apakah pembalut Kakanda??, kenapa mereknya banyak sekali seperti itu?? ",, tanya Molly kepada Pietro.


" Iya memang daridulu sudah banyak, merek manakah yang My Queen sering pakai?? ",, tanya Pietro kepada Molly.


" Tidak ada disini, Molly pakainya pembalut yang biasa beli ditoko dekat rumah Molly dulu ",, jawab Molly kepada Pietro.


Tanpa mau bertanya dan mendengar jawaban dari Molly lagi, Pietro langsung saja mengambil semua merek pembalut yang ada dirak tersebut.


" Waaah banyak sekali yang Kakanda ambil, dan ini besar sekali bungkusannya seperti bantal ",, kata Molly sambil memeluk manja pembalut tersebut.


Pietro tidak mempedulikan perkataan dari Molly dia terus mengambil barang-barang yang dia perlukan, seperti perlengkapan mandi, dapur, rumah dan lain sebagainya.


Pietro tidak pernah sama sekali yang namanya belanja seperti sekarang, karena Pietro selalu menyuruh anak buahnya yang berbelanja kebutuhannya dengan memberikan catatan kepadanya.


Tapi untuk sekarang pengecualian, karena Pietro ingin mengajak jalan-jalan Molly sekaligus mengenalkan Molly pada dunia luar.


Sedang Greta sendiri dia yang sudah masuk kedalam mall yang sama dengan Pietro dan Molly, dia terus terbang dan terkadang berjalan menikmati masa bahagianya sekarang, sambil melihat semua benda-benda yang dijual didalam mall tersebut.


" Aku seperti merasa hidup kembali ",, kata Greta sambil tersenyum senang.


" Melihat mereka aku menjadi rindu dengan kedua orang tua dan Kakakku ",, kata Greta ketika melihat sebuah Keluarga kecil didepannya.


Greta yang jadi teringat dengan Keluarganya, dia pun langsung saja merasa sangat sedih sekali.


Dan akhirnya Greta memutuskan untuk terbang keluar dari dalam mall menuju kesebuah rumah yang menjadi tempat tinggal keluarganya.


Karena Greta sejujurnya sudah lama sekali tidak menjenguk atau melihat Keluarganya.


Kembali kedalam supermarket lagi, didalam supermarket tersebut ternyata daritadi sudah ada yang memperhatikan Molly dan Pietro dengan sangat serius sekali.


Orang itu terus mengikuti kemana langkah kaki Pietro yang sedang berjalan, bahkan disaat Pietro sedang ingin membayar kekasirpun orang itu juga mengikuti Pietro.


" My Queen ayo turun ",, kata Pietro yang didengar semua orang yang sedang mengantre didepan meja kasir.


Dimata semua orang Pietro terlihat sangat sayang sekali dengan gadis cantik yang baru saja dia turunkan dari atas troli belanjaan itu.

__ADS_1


Bahkan Pietro tidak memperbolehkan Molly berdiri disampingnya, melainkan didepan tubuhnya.


Sang kasirpun merasa iri dengan kasih sayang dan kemesraan yang Pietro tunjukkan kepada mereka semua.


Setelah membayar semua belanjaan yang diambilnya tadi, Pietro langsung saja memasukkan Molly lagi kedalam troli belanjaan tersebut.


" Ayo sekarang kita mencari baju untuk My Queen ",, kata Pietro sambil mendorng troli belanjaan tersebut.


" Ayo Kakanda ",, jawab Molly kepada Pietro.


Semua orang yang berada didekat mereka, sedikit bingung dan heran serta aneh dengan panggilan yang Molly sebutkan kepada Pietro.


Mereka tidak tahu apa itu arti Kakanda, Kakak, suami atau apa, semua orang terus bertanda tanya pada diri mereka sendiri.


Untung saja troli belanjaan itu boleh Pietro bawa hingga dia sampai keparkiran, jadi Pietro tidak akan merasa keberatan sama sekali jika harus disuruh membawa barang belanjaan tersebut.


Orang yang mengikuti Pietro daritadi pun dia juga masih mengikuti Pietro hingga Pietro masuk kedalam toko pakaian yang sama dengan yang Pietro masuki.


Disaat Pietro sedang memilih-milih baju untuk Molly, orang tersebut berpura-pura menabrak Pietro.


" Aduuuh maaf Tuan, saya tidak sengaja ",, kata orang tersebut kepada Pietro.


" Iya ",, jawab singkat dari Pietro kepada orang yang menabraknya.


Molly tidak menyadari akan hal itu, karena dia sedang sibuk memegang-megang baju yang ada didepannya sambil terus duduk ditroli belanjaannya.


Setelahnya orang itu langsung saja meninggalkan Pietro sambil menampilkan senyum manis nan genit kepada Pietro.


Pietro yang tahu jika orang tadi memasukkan sesuatu kedalam saku hoodynya, dia pun langsung saja mengambilnya.


" Freja Fernando ",, kata batin dari Pietro ketika membaca kartu nama tersebut.


Freja yang melihat jika kartu namanya dibaca oleh Pietro, dia pun langsung saja mengkode telefon kepada Pietro yang sedang mengalihkan pandangannya kearahnya.


Pietro langsung saja tersenyum manly sambil mengangkat sebelah alisnya keatas.


" Mainan baru............ ",, kata batin dari Pietro sambil terus melihat kearah Freja.


Setelah itu Pietro lalu meneruskan memilih bajunya untuk Molly dan untuk dirinya sendiri.


Dan ketika sudah selesai Pietro pun langsung saja memutuskan kembali kedalam mobilnya untuk pulang.


Bukan pulang kerumahnya, melainkan pulang kerumah sang Kakak Ivar nanti.


Akan tetapi sebelum kerumahnya Kak Ivar, Pietro mengajak Molly pergi kesebuah restoran mewah terlebih dahulu untuk menikmati makan disana.


" Kakanda, harumnya........ perut Molly semakin lapar saja rasanya ",, kata Molly ketika sudah masuk kedalam restoran mewah itu.

__ADS_1


" Tempat makannya sangat bagus sekali Kakanda, apakah disini harganya semuanya mahal?? ",, kata Molly lagi kepada Pietro.


" Nanti makanlah yang banyak, supaya badan kamu gemuk dan kamu tidak perlu memusingkan soal harga ",, jawab Pietro kepada Molly.


" Aaaah Molly sudah tidak sabar sekali ",, kata Molly kepada Pietro dengan perasaan sangat senang sekali sambil menikmati dekorasi dan suasana didalam restoran.


Pietro yang melihat Molly sedang asik sendiri seperti itu, dia lalu mencoba memainkan ponselnya, namun Molly tidak tahu jika Pietro saat ini sedang berkirim pesan dengan wanita yang bernama Freja tadi.


" Jika Tuan mau, Tuan nanti bisa datang keapartemen saya ",, begitulah balasan yang dikirimkan Freja kepada Pietro.


" Ok, tapi tidak malam ini, besok malam saja ",, balasan yang Pietro berikan kepada Freja.


" Saya tunggu Tuan dan saya sudah tidak sabar ",, balas Freja sambil menambahi emoticon love cium kepada Pietro.


Setelah itu tiba-tiba saja Pietro mendapatkan sebuah foto dari Freja yang hanya menggunakan lingerie seksi saja.


Dan Pietro langsung mengomentari foto yang dikirmkan Freja kepadanya.


" So Sexy, and hemm saya sudah tidak sabar juga ",, komen Pietro kepada Freja.


" Nanti semua tubuh saya akan menjadi milik anda Tuan ",, balasan yang dikirimkan oleh Freja kepada Pietro.


" Iya, dan kamu harus memuaskanku untuk hal itu ",, balas Pietro kepada Freja.


Setelahnya Pietro tidak membalas lagi pesan yang dikrimkan oleh Freja kepadanya, sebab semua makanan yang dipesannya sudah datang semua.


Bahkan kecantikan dan wajah senang dari Molly yang melihat begitu banyak makanan yang ada diatas meja didepannya, langsung saja diabadikan oleh Pietro menggunakan kamera ponselnya.


Pietro sendiri ketika melihat fotonya Molly yang terlihat sangat cantik sekali didalam kamera ponselnya dia langsung saja tersenyum sangat manis dan juga senang.


Akan tetapi Molly tidak menyadari akan hal itu jika Pietro sedang terpesona dengannya, sebab dia sedang terpesona sendiri dengan semua makanan yang terhidang didepannya.


Setelah itu Pietro mengajak dan mengambilkan Molly makanan yang sudah terhiang didepan mereka.


Sambil makan, Pietro sekilas membaca pesan terakhir yang dikirimkan oleh Freja kepadanya.


" Mainan-mainan-mainan, horeeeee, sebentar lagi aku mau bermain dan dia akan menjadi mangsaku selanjutnya ",, kata batin dari Pietro untuk Freja sambil tersenyum Psikopat secara diam-diam.


Semoga saja Freja yang tadi baru saja bertemu dan menggoda Pietro dimall bukanlah Freja yang sama dengan wanita incarannya Gilbert.


Jika iya, sungguh kasihan sekali untuk Gilbert, karena dia menyukai wanita yang salah, wanita yang buruk sifatnya.


Jadi jangan salahkan Pietro nantinya jika Freja itu akan dia singkirkan dari bumi ini, seperti membasmi seekor serangga.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2