
Bergeser keMolly dan Pietro lagi yuk.
Pietro yang sudah selesai mandi tadi, dia langsung saja masuk kedalam ruang pengobatannya lagi untuk melihat keadaan dari Molly.
Hanya duduk dan berdiam diri saja Pietro terus memandangi Molly yang belum sadarkan diri sejak tadi.
Dan setelah tiga puluh menit kemudian, akhirnya Molly sadar juga dari pingsannya.
Pietro yang melihat Molly sepertinya sudah sadar, dia langsung saja bergegas berdiri dari duduknya untuk mendekati Molly.
" My Queen..... ?? ",, panggil Pietro sambil membantu Molly yang seperti ingin terlentang dari tidurnya.
" Aaaaaaaaaaaaa......... sakit sekali punggungku ",, kata Molly dengan reflek ketika dia merasakan rasa sakit dipunggungnya.
" Pelan-pelan My Queen ",, kata Pietro sambil membantu Molly.
" Kakanda punggungku sakit sekali ",, kata Molly kepada Pietro sambil menangis.
Entah apa yang sedang dirasakan oleh Pietro didalam hatinya hingga dia tidak bisa mengutarakannya dengan kata-kata.
Namun satu hal yang pasti Pietro juga merasa seperti ikut terluka melihat Molly menangis seperti itu.
" Tenanglah My Queen, semua akan baik-baik saja besok hari ",, kata Pietro kepada Molly.
Molly yang tiba-tiba saja merasa dingin ditubuhnya, dia lalu mengalihkan pandangannya kearah tubuhnya yang ternyata dia sedang tidak memakai baju atasan.
Arah pandang Molly juga diikuti oleh Pietro, dan Pietro yang melihat d4d4 k3ny4l milik Molly dia langsung saja tersenyum m35um.
" Kakanda dimana baju Molly??, kenapa Molly tidak memakai baju dan 6r4 begini?? ",, tanya Molly kepada Pietro.
" Tadi Kakanda sengaja merobeknya, karena ingin mengobati luka dipunggung My Queen ",, jawab Pietro kepada Molly.
Molly langsung saja memejamkan matanya ketika mendengar jawaban dari Pietro.
Mau marah pun Molly tidak bisa, karena bagaimanapun juga Pietro sudah membantunya.
Molly yang sedang memejamkan matanya dibuat kesempatan bagi Pietro untuk menggerakkan tangannya kearah d4d4 k3ny4l milik Molly.
Dan Molly otomatis langsung saja membuka matanya, ketika dia merasa ada yang sedang m3r3m45 bukit squishynya.
" Kakanda........... bisakah Kakanda jangan memulainya lagi?? ",, kata Molly kepada Pietro.
Pietro hanya tersenyum saja seperti tanpa dosa kepada Molly ketika Molly sedang menegurnya.
__ADS_1
Disaat Molly dan Pietro sedang seperti itu, tiba-tiba saja telinga mereka berdua mendengar auman dari King dari depan ruang pengobatan.
" Tunggu sebentar My Queen ",, kata Pietro kepada Molly.
Molly hanya mengangguk saja kepada Pietro.
Dan Pietro langsung saja berinisiatif membuka pintunya untuk berbicara kepada King.
" Ada apa King?? ",, tanya Pietro kepada King.
Ketika baru bertanya kepada King, telinga Pietro mendengar bell pintu rumahnya berbunyi.
Hal itu membuat Pietro langsung saja meninggalkan King untuk berjalan menuju keluar rumah.
Namun ketika Pietro sudah berjalan beberapa langkah, dia langsung saja memperingati King supaya tidak membuka pintu ruang pengobatannya.
Seperti mengerti apa yang dikatakan oleh Pietro, King memilih ikut berjalan disamping Pietro.
Pietro yang sudah keluar dari dalam rumahnya, dia langsung saja bergegas membukakan pintu gerbang rumahnya.
Dan ternyata yang datang adalah kurir pengantar makanan, yang sebelumnya Pietro sudah memesan makanan terlebih dahulu.
Sang kurir yang daritadi sudah merasa ketakutan ketika sampai didepan rumah Pietro, dia semakin takut dan juga terkejut ketika melihat Pietro keluar sambil mengajak sang King juga.
" Tu......... Tuan ini semua makanan yang anda pesan, silahkan anda tanda tangani tanda terima ini,........ ",, kata kurir pengantar makanan itu kepada Pietro dengan gemetaran.
Jika orang yang tidak terbiasa, pastilah mereka semua akan merasa ketakutan seperti sang kurir pengantar makanan tersebut.
Pietro yang disuruh tanda tangan oleh kurir itu, dia langsung saja menandatangi tanda terima itu sambil menerima semua makanan pesanannya.
" Dan ini billnya Tuan ",, kata sang kurir itu lagi kepada Pietro.
" Oh tiga ribu lima ratus Leu ",, kata Pietro ketika membaca tagihan makanannya.
Dan tiga ribu lima ratus Leu Moldova jika dirupiahkan menjadi dua juta delapan ratus enam puluh ribu tiga ratus tujuh puluh delapan rupiah.
Pietro langsung saja meraba kantong yang ada celananya dan ternyata dia tidak membawa dompetnya.
" King aku lupa membawa dompet, ambilkan dompetku didalam kamar ",, kata Pietro kepada King.
Sang kurir yang mendengar dan melihat Pietro berbicara kepada seekor singa dia langsung saja membuka mulutnya sambil mengatakan sesuatu didalam hatinya.
" Apakah Tuan itu berbicara kepada singa tersebut?? ",, kata batin dari sang kurir untuk Pietro.
__ADS_1
Seperti mengerti perkataan dari Pietro, King langsung saja berjalan masuk kedalam rumah.
Entah King akan mengambil dompet milik Pietro apa tidak, kita tunggu saja nanti.
Dan sang kurir pengantar makanan yang melihat King seperti mengerti perkataan dari Pietro, dia semakin terbengong saja dengan mulut yang semakin terbuka lebar.
" Eeh itu singa langsung masuk kedalam, apakah dia mengerti apa yang dikatakan oleh Tuan ini?? ",, kata batin dari sang kurir untuk King.
Pietro yang melihat kurir makanan itu sedang terbengong sambil melihat kearah King, dia langsung saja menjentikkan jarinya tepat didepan wajah sang kurir.
" Eh maaf Tuan ",, kata sang kurir kepada Pietro sambil tertawa garing.
Dan Pietro dia hanya biasa saja kepada sang kurir tersebut.
" Eem Tuan, apakah singa itu peliharaan anda?? ",, kata sang kurir memberanikan diri bertanya kepada Pietro.
" Iya dia peliharaan saya, kenapa memangnya??, kamu mau jadi santapan makan malam untuknya, kebetulan dia belum makan daritadi ",, jawab Pietro kepada kurir tersebut.
" Eeh jangan Tuan, maafkan saya yang sudah lancang bertanya kepada anda ",, kata sang kurir dengan sangat ketakutan sekali kepada Pietro.
Pietro hanya diam saja tidak mau menanggapi lagi perkataan dari sang kurir.
" Tuan, apakah Tuan tidak takut tinggal ditengah hutan seperti ini?? '',, tanya dari sang kurir lagi kepada Pietro sambil mengusap tengkuknya.
" Maksudnya....... apa Tuan tidak takut dengan hantu?? ",, sambung lagi perkataan dari sang kurir kepada Pietro.
" Kenapa lagi memangnya jika saya tinggal disini!!, mau saya kamu buat seperti mereka itu yang sedang pada berdiri disana sambil menatap kearah kita?? ",, jawab Pietro kepada kurir itu sambil menunjuk ketengah hutan.
Sang kurir yang mendengar jawaban dari Pietro dia langsung saja semakin sangat ketakutan sekali, hingga hampir saja ingin kencing dicelana.
Kaki sang kurir bahkan sudah sangat gemetaran sekali, dengan wajah yang sudah sangat pucat paci.
" Tu........tuan, jangan menakut-nakuti sa.....saya ",, kata sang kurir dengan sangat gemetaran sekali.
" Untuk apa saya menakut-nakuti kamu, jika kamu tidak percaya saya bisa memanggil mereka untuk mendekat kesini ",, jawab Pietro kepada sang kurir dengan sangat santai sekali, sambil menyandarkan badannya kepintu gerbangnya.
Semakin ketakutanlah sang kurir mendengar jawaban dari Pietro, hingga badan kurir itu seperti menggigil bukan karena sakit tapi karena saking takutnya.
Dan untuk Pietro sendiri dia hanya tersenyum miring mentertawakan sang kurir pengantar makanan itu yang sedang sangat ketakutan sekali.
Pietro sendiri dia tidak berbohong, memang ada banyak arwah atau hantu yang sedang berdiri diantara pepohonan dan sedang menatap kearahnya dan juga sang kurir.
Jadi bukan maksud Pietro ingin menakut-nakuti sang kurir dengan yang namanya hantu ketika sang kurir pengantar makanan itu bertanya tentang hantu kepadanya.
__ADS_1
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...