KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
CACING BESAR ALASKA


__ADS_3

Akhirnya tanpa terasa malam pun tiba, dan semua penghuni rumah Kak Ivar sudah pada tidur semua.


Tapi tadi ketika Mama Jaena sudah keluar dari dalam kamar Molly, dia pun mencoba mengintip Kak Ivar sebentar di dalam kamarnya.


Dan ketika Mama Jaena melihat Kak Ivar masih terjaga sambil menonton televisi, Mama Jaena pun meminta ijin untuk masuk ke dalam kamar.


" Ivar, bolehkah Mama masuk?? ",, tanya dari Mama Jaena kepada Kak Ivar.


" Eh Mama, boleh silahkan masuk Ma ",, jawab dari Kak Ivar kepada Mama Jaena.


" Kamu belum istirahat Ivar,?? Mama kira kamu sedang beristirahat ",, kata Mama Jaena kepada Kak Ivar.


" Inginnya beristirahat Ma, tapi rasanya susah sekali, karena kepala Ivar sangat tidak nyaman sekali dibuat untuk tidur ",, jawab dari Kak Ivar kepada sang Mama mertua.


" Oh ya, Mama ke sini cuma ingin mengatakan, jika istri kamu Agnes dia sedang pingsan di dalam kamarnya Molly, jadi jika kamu butuh apa-apa bilang saja sama Mama ya Nak ",, kata Mama Jaena kepada Kak Ivar.


Kak Ivar tentu saja langsung terkejut mendengar sang istri sedang pingsan, sedang dia dalam keadaan tidak fit seperti sekarang.


" Pingsan,!! kenapa Mah?? ",, tanya dari Kak Ivar kepada Mama Jaena.


" Tidak tahu, nanti kamu tanya sendiri sama dia ",, jawab dari Mama Jaena kepada Kak Ivar.


" Lagipula yang pingsan tidak cuma Agnes saja, melainkan Gilbert pun juga ",, kata Mama Jaena lagi kepada Kak Ivar.


" Hah Gilbert??!! ",, kata super terkejut lagi dari Kak Ivar.


" Iya, mereka berdua saat ini sedang pada pingsan ",, kata Mama Jaena kepada Kak Ivar.


" Mereka kenapa Ma, ko bisa pingsan secara bersama-sama seperti itu?? ",, tanya dari Kak Ivar kepada Mama Jaena.


" Mungkin karena Molly, mereka bertiga kan sama-sama gilanya ",, jawab dari Mama Jaena kepada Kak Ivar.


" Molly,?? Molly di sini, itu artinya Pietro ada di sini juga dong Ma?? ",, kata Kak Ivar lagi kepada Mama Jaena.


" Tidak, Pietro tidak ada di sini, tadi Molly datang bersama Gilbert, kata Gilbert Pietro sedang beli pesawat jet ",, jawab dari Mama Jaena kepada Kak Ivar.


Wajah Kak Ivar tentu saja memperlihatkan wajah kebingungannya yang sangat bingung sekali, ketika mendengar jika Pietro sedang membeli pesawat jet.


Dan Mama Jaena yang melihat Kak Ivar sedang seperti itu, dia pun langsung saja menenangkan Kak Ivar.

__ADS_1


" Sudah kamu jangan pikirkan mereka semua, kamu kan tahu sendiri bagaimana sifat mereka itu, lebih baik kamu istirahat saja, biar cepat sehat dan biar bisa menyaksikan kegilaan mereka lagi ",, kata Mama Jaena kepada Kak Ivar.


" Iya Ma, Mama benar ",, jawab dari Kak Ivar kepada Mama Jaena sambil tersenyum.


" Sudah ya, kamu istirahat, ini juga sudah malam, Mama juga mau istirahat, dan mau melihat keadaannya Alva, siapa tahu dia terbangun dan mencari Mama ",, kata Mama Jaena lagi kepada Kak Ivar.


" Iya Ma ",, jawab dari Kak Ivar kepada Mama Jaena.


Setelahnya Mama Jaena pun langsung berlalu pergi dari dalam kamar Kak Ivar.


Dan setelah kepergian dari Mama Jaena yang langsung masuk ke dalam kamar Alva.


Kak Ivar pun mencoba keluar dari dalam kamarnya, untuk mencari keberadaan dari Agnes di dalam kamarnya Pietro.


Dengan berjalan sangat tertatih, karena harus menahan rasa sakit di kepalanya, akhirnya Kak Ivar sampai juga di depan kamar Pietro atau Molly.


Kak Ivar mencoba membuka pelan pintu kamar tersebut, dan ketika pintu sudah terbuka dia langsung melihat Gilbert sedang tiduran di atas lantai dengan kaos kaki yang berada di wajahnya.


Sedangkan Molly dan Agnes mereka berdua sedang tiduran di atas ranjang.


" Aku lihat di sini yang gila cuma Gilbert saja, dan untuk istriku, dia tidak terlihat sedang pingsan melainkan sedang tidur ",, kata dari Kak Ivar berbicara sendiri.


" Biar sajalah mereka, kepalaku sudah sakit, aku tidak mau jadi tambah pusing memikirkan mereka bertiga terutama Gilbert yang tidur dengan kaos kaki di atas wajahnya ",, kata Kak Ivar lagi dan dia langsung meninggalkan kamar tersebut.


Sedangkan Pietro yang sudah pulang mengeksekusi Lucy pun, akhirnya sampai juga di rumah sang Kakak.


Dia ketika sudah masuk ke dalam rumah, Pietro langsung saja berjalan menuju ke dalam kamarnya.


Namun alangkah terkejutnya Pietro, ketika dia sudah membuka pintu kamarnya, dia langsung melihat pemandangan yang sama persis seperti yang Kak Ivar lihat tadi.


" Kenapa mereka semua ada di sini?? ",, kata Pietro sambil melihat ke arah Gilbert dan Agnes secara bergantian.


" Akan aku kerjai kalian berdua ",, kata Pietro lagi sambil memikirkan ide licik.


Setelahnya Pietro langsung mencoba menggendong Molly yang sudah tertidur nyenyak untuk dia bawa keluar, menuju ke dalam kamar tamu yang ada di lantai bawah.


Molly sangat terkejut sekali ketika dia sedang tidur lelap, tiba-tiba ada yang mencoba menggendongnya.


Akan tetapi ketika dia melihat Pietro yang mencoba menggendongnya, Molly langsung saja mengalungkan ke dua tangannya ke pundak Pietro.

__ADS_1


" Kita mau kemana Kakanda?? ",, tanya dari Molly kepada Pietro.


" Tidur di kamar tamu ",, jawab dari Pietro kepada Molly.


Sesampainya di dalam kamar tamu, Pietro langsung menaruh Molly di atas ranjang yang ada di situ.


" Tunggu di sini sebentar ya My Queen, nanti Kakanda kembali lagi ",, kata Pietro kepada Molly.


" Baik Kakanda ",, jawab dari Molly kepada Pietro.


Pietro pun lalu keluar lagi dari dalam kamar, meninggalkan Molly yang mencoba untuk tidur lagi.


Pietro ternyata dia kembali lagi ke dalam kamarnya untuk menjalankan ide liciknya tadi.


Dan ketika sudah sampai di dalam kamar, Pietro langsung mengikat ke dua kakinya Agnes, dan ke dua tangannya Agnes menggunakan tali yang sudah dia ambil sebelumnya, serta tidak lupa mulut Agnes pun Pietro sengaja beri lakban.


Selesai mengerjai Agnes, Pietro sekarang berpindah ingin mengerjai Gilbert juga.


Semua Pietro lakukan dengan sangat hati-hati sekali, supaya baik Agnes dan Gilbert tidak tersadar akan perbuatannya.


Pietro lalu mencoba menarik tubuh Gilbert yang masih pingsan itu untuk dia masukkan ke bawah kolong ranjang.


Dengan bersusah payah, akhirnya Pietro pun berhasil menarik Gilbert untuk masuk ke dalam kolong ranjang.


" Berat sekali badan si Gilbert, dia pasti kebanyakan makan cacing ya begitu ",, gerutu dari Pietro untuk Gilbert.


" Eh cacing kan kecil, tapi mungkin cacing yang dia makan adalah cacing besar alaska, jadinya berat begitu badannya ",, kata Pietro sambil menatap ke arah bawah ranjang.


Gubrak.!!


Pietro bisa-bisanya mengatakan itu tanpa tertawa sama sekali, padahal authornya saja membayangkan cacing besar alaska saja sudah tersenyum sendiri.


Dan kenapa juga Pietro bisa tahu tentang cacing besar alaska, apakah dia menonton film spongebob juga, entahlah terserah Pietro sajalah suka-suka dia, daripada nanti dia mengamuk, bisa berbahaya.


Setelah beres mengerjai Agnes dan Gilbert, Pietro pun langsung kembali ke dalam kamar tamu yang di tempati oleh Molly.


Entah bagaimana jika Agnes dan Gilbert sadar nanti, namun yang pasti, akan terjadi kehebohan untuk mereka berdua di dalam rumah tersebut.


Semoga saja cidera kepalanya Kak Ivar tidak semakin parah, karena mempunyai Keluarga yang benar-benar sangat menguras emosi sekali.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...


__ADS_2