
Pietro sebelum berlalu menuju ke dalam kamar mandi, dia menyempatkan diri terlebih dahulu melihat ke dua anaknya, yang ternyata masih terlelap di dalam box babynya.
Pietro tersenyum sendiri dan mengangumi ciptaan Tuhan yang terlihat sangat menggemaskan sekali itu, ketika mereka sedang pada tertidur seperti itu.
" Rasanya tidak rela melihat kalian cepat tumbuh besar, apa aku buatkan saja ramuan untuk membuat kalian seperti baby terus ",, kata Pietro sambil menatap ke arah baby A dan baby C yang sedang tidur.
Tidak sadarkah Pietro, jika saat ini dia masih belum berpakaian sama sekali, alias sedang b3rt3l4n74n9 bulat.
" Iya, sepertinya aku akan membuatkan ramuan untuk mereka saja ",, kata Pietro berbicara sendiri sambil melanjutkan lagi jalannya menuju ke dalam kamar mandi.
Pietro mandi dengan santai dan menikmati waktu sendirinya di dalam kamar mandi sambil buang air besar.
Ketika Pietro sedang asik berada di dalam kamar mandi, Molly pun kembali lagi ke dalam kamar, setelah tadi menyaksikan kehebohan di rumahnya, karena kedatangan dari Gilbert yang dikerjai oleh Alva seperti itu.
Di saat Gilbert tadi datang ke rumahnya, Molly juga melihatnya, dan dia juga ikut-ikutan tertawa sama seperti yang lainnya.
Hanya saja, Molly tidak mau berlama-lama melihat Gilbert, karena dia sedang mengecek di dalam dapur, sedang memasak apakah para asisten rumah tangganya.
Dan saat ini Molly sudah masuk kembali ke dalam kamarnya untuk mengecek si kembar, yang ternyata masih tertidur cukup lelap di dalam box babynya.
" Tumben sekali si kembar masih tidur, padahal ini sudah jam tujuh pagi ",, kata Molly berbicara sendiri.
" Biarlah mereka tidur duku, aku mau membereskan ranjang ini sebentar, karena bayi besarku sudah bangun, dan melihat roketnya penuh dengan lakban, hahaha ",, kata Molly masih berbicara sendiri.
Molly lalu merapikan seprai, selimut dan juga bantal yang sangat berantakan sekali.
Di saat Molly sedang sibuk membereskan ranjang, dia mendengar pintu kamar mandi terbuka dari dalam, dan itu artinya si Pietro sudah selesai dengan rutinitasnya dari dalam kamar mandi.
Pietro yang sudah keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk saja yang melilit pinggangnya, dia pun langsung tersenyum miring melihat Molly sedang membereskan ranjang mereka.
" Ini dia tersangka yang harus aku mangsa ",, kata batin Pietro sambil menatap punggung Molly.
Sedang Molly yang sadar di tatap terus oleh Pietro, dia cuek-cuek saja dan tidak mempedulikannya.
Tiba-tiba ketika Molly sedang lengah, Pietro tahu-tahu sudah berada di belakangnya dan langsung saja menggendongnya untuk dia taruh di atas ranjang, dan lalu dengan sangat kasar Pietro langsung merobek cel4n4 d4lam yang di pakai oleh Molly.
Setelahnya, Pietro langsung menenggelamkan kepalanya ke sela-sela ke dua p4h4 Molly.
__ADS_1
" Kakanda, aaaah, apa yang sedang Kakanda lakukan ",, kata Molly kepada Pietro yang sudah menikmati surga dunianya.
" Aaaah Kakanda ",, d354h dari Molly lagi, ketika kakinya di buka lebih lebar oleh Pietro.
Pietro tidak peduli dengan suara d354han demi d354han yang di keluarkan oleh Molly.
Sebab saat ini, dia sedang memberikan hukuman kepada Molly, yang sudah berani melakban aset roketnya.
Meracau, mend354h, semua Molly ucapkan ketika lidah Pietro terus menerobos masuk ke dalam lu64n9 dunianya.
Tidak lupa juga, Pietro memainkan kulit tersensitif tersebut dengan sangat menggebunya.
Tanpa perlawanan, dan tanpa penolakan, yang bisa Molly lakukan hanya pasrah serta menikmati saja apa yang sedang di lakukan oleh Pietro kepadanya.
Hingga akhirnya Molly pun sampai juga di puncak kenikmatannya dan membuat nafasnya langsung tersengal-sengal begitu cepat.
" Hmm, nikmat sekali ",, kata Pietro ketika Molly sudah klim4k5.
" Ayo Kakanda, tanggung, ayolah ",, kata Molly dengan wajah sayu karena terbakar api 941r4h.
" No, ini hukuman untuk Mama Molly, yang sudah berani melakban roket milik Kakanda ",, jawab Pietro kepada Molly.
Akan tetapi, ketika kaki Pietro hampir saja masuk ke dalam ruang walk in closet, dia langsung kembali lagi ke arah Molly sambil melepaskan handuk yang sedang melilit pinggangnya.
Karena Molly tadi mengatakan satu hal yang sangat di takuti oleh Pietro, dan beginilah bunyinya.
" Jika Kakanda tidak menuntaskannya sekalian, jangan harap ada jatah untuk Kakanda selama satu minggu lamanya ",,
Begitulah yang di katakan oleh Molly, dan membuat Pietro yang mempunyai badan besar serta di takuti oleh banyak orang, langsung takut dengan ancaman dari Molly.
Dan akhirnya, Pietro pun memasukkan lagi roketnya ke dalam garasi yang semestinya, untuk memuaskan sang istri yang h45r4tnya sudah sampai ke ubun-ubun.
Itulah kegiatan Pietro dan Molly di pagi hari yang penuh dengan drama manis yang mereka ciptakan sendiri.
Singkat cerita, semua orang yang berada di rumah Pietro sudah pada selesai sarapan, dan ketika pukul sembilan pagi, semua Keluarga besar Kak Ivar pun sudah pada pulang ke rumah mereka masing-masing.
Menyisahkan Kak Ivar dan Agnes serta Alva saja yang masih berada di rumah Pietro, dan saat ini mereka semua sedang pada berkumpul di ruang Keluarga.
__ADS_1
" Molly, Kakak mau ke mall sama Kak Ivar, kamu ikut tidak?? ",, tanya Agnes kepada Molly.
" Bagaimana Kakanda, bolehkah Mama ikut sama Kak Agnes dan Kak Ivar?? ",, tanya Molly kepada Pietro yang sedang duduk di sampingnya.
" Iya tidak apa-apa, ikutlah ",, jawab Pietro kepada Molly.
" Tapi, Kakanda juga akan menugaskan beberapa bodyguard untuk menjaga kalian semua ",, kata Pietro lagi kepada Molly dan masih di dengar oleh Kak Ivar maupun Agnes.
" Terserah kamu saja Pietro, karena Kakak juga ada bersama mereka, dan nanti bisa-bisa Kakak di kira mempunyai dua istri ",, kata Kak Ivar sambil tertawa.
" Iya benar Ayah, dan mereka pasti mengira jika Molly adalah madunya Mama ",, kata Agnes menyahuti perkataan dari Kak Ivar.
" Madu apa ya Kak Agnes, memangnya Kakak punya madu, setahu Molly yang punya madu itu lebah?? ",, kata Molly kepada Agnes.
" Astaga Molly, bukan madu yang itu, tapi madu berbagi suami ",, jawab Agnes kepada Molly.
" Sudah lupakan saja, ayo segera kita bersiap-siap, biar Kakak bantu kamu menyiapkan keperluannya si kembar ",, kata Agnes kepada Molly.
Molly pun hanya mengangguk saja kepada Agnes, dan setelahnya mereka berdua sambil menggendong si kembar, langsung berlalu masuk ke dalam kamar Pietro, untuk mengganti bajunya si kembar dan menyiapkan barang-barang si kembar yang perlu di bawa.
" Apakah kamu tidak mau ikut juga Pietro?? ",, tanya Kak Ivar sepeninggalan dari Molly dan Agnes.
" Tidak Kak, Pietro titip mereka bertiga saja, jangan sampai mereka kenapa-kenapa nantinya ",, jawab Pietro kepada Kak Ivar.
" Kenapa kamu tidak ikut, biasanya kamu akan menjadi nomor satu jika Molly akan pergi ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.
" Nanti ada teman Pietro yang akan datang ke rumah Kak, katanya dia akan memborong obat herbal milik Pietro yang dia butuhkan Kak ",, jawab Pietro kepada Kak Ivar.
" Ok ",, jawab singkat Kak Ivar sambil mengangguk.
" Apakah Gilbert dan Elina akan Kakak ajak juga?? ",, tanya Pietro kepada Kak Ivar.
" Boleh saja, nanti akan Kakak tanyakan kepada istri Kakak dulu, biar nanti dia yang tanya kepada Gilbert atau Elina ",, jawab Kak Ivar kepada Pietro.
Pietro hanya mengangguk saja kepada Kak Ivar, dan setelahnya mereka berdua membahas toko obat herbal milik Pietro yang semakin banyak saja pengunjung yang datang ke sana.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
__ADS_1
...***TBC***...